DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA

DIJUAL AYAH DIBELI CEO GILA
Penuh Tanya


__ADS_3

Sungguh aku tidak tahu ada apa dibalik ini semua. Vino tak henti-hentinya mendekatiku. Dia bahkan berani membayar mahal untuk melepaskanku dari jeratan pernikahan bersama Rey. Apakah keduanya mempunyai dendam di masa lalu? Aku juga tidak tahu. Ingin menanyakannya kepada Rey tapi khawatir dia hanya akan memarahiku. Sungguh posisiku serba salah kali ini. Aku bingung harus mengambil langkah apa ke depannya.


Mungkin aku harus menyelidiki Vino terlebih dulu.


Dan pada akhirnya aku pun berniat untuk menyelidiki siapa Vino sebenarnya. Aku akan menjadi agen ganda. Ya, katakanlah seperti itu. Aku akan mendekati Vino untuk tahu yang sesungguhnya. Toh, Rey juga tidak memedulikanku. Dia bahkan berani membawa wanita datang ke rumah lalu masuk ke dalam kamar bersamanya. Jadi mungkin tidak ada salahnya jika aku dekat dengan Vino. Ya, hitung-hitung sebagai pembalasan atas sikap Rey padaku. Jadi mari mainkan peran ini dengan baik. Maka semuanya akan berjalan lancar tanpa kendala. Aku yakin pasti bisa melakukannya.


Lusa kemudian...

__ADS_1


Hari ini adalah hari libur. Tapi tetap saja aktivitasku tidak bisa ikut libur. Aku tetap bangun di pagi hari, mencuci pakaian, menyiapkan sarapan dan juga menyiapkan pakaian ganti untuk pria yang sudah menjadi suamiku. Dan kini aku sedang menyedot debu yang ada di dalam rumah. Mulai dari sofa, karpet bahkan sampai dindingnya. Semua kulakukan untuk memenuhi kewajibanku.


Sampai detik ini aku belum pernah tidur bersama Rey walaupun dia sudah menjadi suamiku. Dan sampai detik ini juga hubunganku hanya sebatas istri kontraknya saja. Dia membutuhkanku jika sedang ada perlunya. Jika tidak, kami tidak pernah bersapa. Tapi semenjak dia sakit, ada sedikit perubahan pada dirinya. Rey tidak pernah lagi membawa wanita ke rumah.


Hah ... lelah sekali ....


Kuakui dunia semakin lama semakin gila. Banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dan mungkin karena aku hidup di dunia, aku juga jadi ikut-ikutan gila. Keadaan memaksaku untuk beradaptasi dengan lingkungan yang gila. Dan ya, aku jadi tak betah di rumah. Walau nyatanya pria yang menjadi suamiku itu membutuhkanku.

__ADS_1


Kini Rey sudah sembuh dari sakitnya. Tapi dia tidak bekerja penuh waktu. Dia hanya berangkat pada pukul sepuluh pagi dan pulang pada pukul empat sore. Jam kerjanya tidak sepenuh dulu. Dan ya, aku sendiri tidak mempermasalahkannya. Toh, aku hanya istri kontraknya saja. Tapi hari ini entah mengapa gelagatnya agak berbeda.


"Aku ada kegiatan di luar. Kau mau ikut?" tanyanya padaku.


Aku baru saja meletakkan penyedot debu ini di dapur selepas membersihkan semuanya. Aku pun masih keringatan karena AC tidak kunyalakan. Tapi dia tahu-tahu saja sudah datang dan menanyakan hal itu padaku. Sontak saja aku mengelap keringat di dahiku dengan lengan bajuku ini. Dan dia memerhatikanku.


"Aku ada janji hari ini, Tuan," jawabku padanya.

__ADS_1


Aku bersikap biasa saja walau dia tidak marah-marah lagi padaku. Rey memang menunjukkan perbedaan dirinya semenjak kami bertengkar hebat waktu itu.


__ADS_2