
Tak lama, kudengar samar-samar suara mobil yang masuk ke halaman rumah ini. Mungkin saja itu suara mobil Rey. Tapi aku tidak memedulikannya. Aku terus saja menari sesuka hati. Hingga akhirnya aku berjongkok lalu berdiri dengan seksi. Rambut panjangku pun menjadi saksi bagaimana lekuk seksi tubuhku saat menari lagu ini. Namun, tak lama kemudian...
Rey?!
Kulihat Rey sudah berdiri di sana melihatku. Padahal lagu ini belum selesai diputar. Dia melihatku sambil menelan ludahnya. Mungkin tak percaya dengan tarian yang kulakukan ini. Dia pun berjalan melewatiku setelah aku menyadari kehadirannya. Dia pergi begitu saja dan menaiki anak tangga dengan cepat ke lantai dua. Tanpa menyapa, tanpa menanyakan bagaimana kabar aku saat sendirian di rumah.
La, jangan berharap terlalu banyak agar kau tak kecewa.
__ADS_1
Lantas aku pun segera mematikan lagu ini lalu menuju kamarku. Aku segera mandi dan membersihkan diri. Rey sudah pulang, jadinya sudah tiba bagiku untuk bersandiwara kembali. Bersandiwara menjadi istri kontraknya. Aku pun harus dapat memainkan peranku dengan baik sambil menunggunya mengucapkan kata cerai itu.
Satu jam kemudian...
Aku sudah mandi dan sedang memasak makan malam untuk Rey. Aku sibuk sendiri di dapur sambil meracik makanan hasil olahanku sendiri. Dan ya, pria yang satu jam lalu baru pulang itu belum juga turun dari lantai dua kamarnya. Mungkin dia tertidur di dalam sana. Aku pun meneruskan masakku ini.
Saat ini pukul enam lewat lima belas menit waktu ibu kota dan sekitarnya. Aku pun memasak sup ayam dan juga menggoreng tahu tempe untuknya. Aku hanya bisa menyajikan makanan ini untuknya. Karena aku tidak bisa memasak makanan lainnya.
__ADS_1
"Baiklah. Sudah selesai."
Kucicipi sup ayam buatanku, dan ternyata rasanya enak sekali. Sup ayam dengan irisan ayam yang banyak dan kuah yang kental. Aku pun berharap Rey dapat menyukai masakan ini karena aku juga menyukainya. Tapi jika tidak, itu terserah dia saja. Aku pun segera menghidangkannya ke atas meja.
Setelah selesai memasak, aku pun segera membuat teh hangat untuknya dan untukku. Kuletakkan di atas meja makan teh lemon hangat untuknya. Aku pun membawa teh lemonku ke dalam kamar. Aku ingin segera belajar. Dan ya, karena pintu kamarku rusak, jadinya tidak bisa ditutup sempurna apalagi dikunci. Jadinya aku hanya bisa sekedar menutupnya saja. Aku pun lekas-lekas duduk di kursi.
Malam ini aku harus menghapal beberapa peristiwa sejarah dunia. Aku pun mulai menarik napas panjang lalu membaca perlahan kisahnya. Aku mencoba memasukkannya ke dalam ingatanku. Berharap bisa menyatu sehingga tidak perlu menghapal lebih dulu. Dan ya menit demi menit berlalu. Aku pun mendengar suara Rey membuka pintu.
__ADS_1
Dia keluar kamar?
Aku kepo ingin tahu dia memakan masakanku atau tidak. Kuambil cermin untuk melihatnya yang kali-kali saja datang ke kamar ini. Dan kulihat dari balik kaca kecil Rey hanya melewati kamarku tanpa mampir. Aku pun mendengarnya turun dari lantai dua ini. Segera saja kuintip dia dari balik pintu kamarku. Aku ingin melihatnya menyantap makan malam yang sudah kusiapkan atau tidak. Dan ternyata...