DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Perjuangan berujung manis


__ADS_3

Hari ini L buru-buru menitipkan putra bungsunya ke rumah ayah mertuanya, karena harus mengikuti technical meeting persiapan lomba mengejar.


"Maaf, kalau aku merepotkan ayah terus," ucap L


"Tidak apa, lagipula aku senang menjaga Bagas, jadi aku tidak kesepian di sini," jawab ayah Krisna


"Baiklah kalau begitu, aku janji akan segera menjemputnya setelah acaranya selesai, kalau begitu aku pamit ayah, assalamualaikum,_"


"Waalaikum salam,"


L segera memesan ojek online, dan melesat menuju ke tempat lokasi technical meeting.


Setibanya di sana ia segera menuju sebuah aula dan segera bergabung dengan peserta lain yang sudah datang lebih dahulu.


L melihat Hera duduk di deretan depan bersama tim panitia penyelenggara.


"Baiklah karena semua sudah datang, saya akan segera membuka acara ini dengan mengucapkan bismillah. Acara selanjutnya adalah perkenalan anggota yaitu Miss Hera dari sekolah Citra Buana, yang juga telah ditunjuk sebagai sekertaris Musyawarah Gutu Mata Pelajaran Bahasa Inggris yang baru menggantikan Miss Elena yang sudah memasuki masa pensiun. Baik kepada Miss Evi Herawati time is yours," ucap sang MC kemudian mempersilakan Hera untuk memperkenalkan dirinya.


Selesai ia berkenalan Hera segera kembali ke tempat duduknya dan menatap lekat kearah Laila.


Setelah acara usai L segera bergegas meninggalkan tempat itu, tak seperti para peserta lain yang memilih untuk mendiskusikan materi lomba.


Hari yang dinanti pun tiba, hari itu L begitu bingung saat ayah mertuanya sakit. Ia bingung untuk menitipkan Bagas, karena ia harus mengikuti lomba.


"Haduh, gimana ini?" ucap Wanita itu terlihat kebingungan


Wanita itu terus mondar-mandir didepan rumahnya sembari menatap layar ponselnya.


"Kenapa belum ada jawaban juga, apa jadwal mengajar mereka padat hingga tak membalas sms ku," ucapnya parau


"L, tumben hari ini kamu gak ngajar, emangnya libur ya?"


Tiba-tiba terdengar suara khas yang begitu familiar membuat L langsung menoleh ke sumber suara tersebut.


Wanita itu terkejut saat melihat Guntur tiba-tiba menghampirinya.


"Sebenarnya sih ngajar, tapi karena hari ini aku ikut lomba makanya aku gak ngajar. Btw kamu sendiri kenapa keluyuran saat jam kerja?" jawab L balik bertanya


"Oh kebetulan aku baru saja lepas piket, tadinya mau beli sarapan, eh lihat kamu mondar-mandir di depan rumah bikin aku penasaran. Btw terus lombanya gimana menang atau kalah?" ujar Guntur


"Belum mulai lombanya, lagian aku masih nungguin temanku buat jemput Bagas, kan gak mungkin aku bawa dia saat lomba, jadi aku minta tolong sama temenku buat jaga dia," jawab L


"Kalau gitu biar aku aja yang jagain dia, lagian BT juga aku sendirian di kosan," sahut Guntur


"Tapi Bagas anaknya gak bisa diem lo," jawab L


"Tenang saja, Insya Allah aku bisa jagain dia," jawab Guntur dengan penuh percaya diri


Tidak lama, Via dan Yuli datang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.


"Sorry Miss telat, kita habis di ceramahi sama ibu yayasan makanya jadi molor gini!" seru Yuli dengan nafas yang tersengal-sengal


"Hooh, ini aja kita ngebut kaya Valentino Rossi biar bisa telat-telat banget ketemu lo," imbuh Via.


"Thanks ya bestie, udah mau bantuin gue buat jaga Bagas," jawab L


"Btw tuh cogan siapa?" bisik Yuli


"Oh, perkenalkan dia Guntur temennya Krisna," jawab L memperkenalkan pria itu kepada kedua sahabatnya

__ADS_1


"Terus apa hubungannya sama kamu?" imbuh Via


"Gak ada hubungan apa-apa, kita hanya teman aja gak lebih," jawab L


"Lebih juga gak papa kok, sans aja kita gak bakalan nikung gebetan temen sendiri," jawab Via menggodanya


"Astoge beneran Vi,"


"Iya deh iya, btw yaudah kuy jalan biar kami yang jagain Bagas, jangan lupa kalahkan si pelakor ok!"


"Ok!"


"Semangat Miss!!"


"Semangat!!"


"Memangnya lombanya jam berapa?" tanya Guntur


"Jam 10," jawab ketiga wanita itu kompak


"Sekarang sudah jam 9.30, apa kamu tidak telat jam segini belum jalan?" tanya Guntur


"Bener tuh Miss, Kuy GC gue anter," sahut Via


"Kalau gitu mending naik mobil aku aja, biar aku yang antar, aku yakin akan lebih cepat bila naik mobil daripada motor," timpal Guntur


"Iyup, kalau gitu aku mau ikut juga, penasaran pengin lihat Miss ngalahin si pelakor," jawab Yuli


"Aku juga," sahut Via buru-buru memarkirkan motornya di halaman kosan Laila


"Terus Bagas??" tanya L


"Diajaklah!!" jawab Yuli dan Via kompak


"Udah penuh Sis, mending lo di depan aja biar legaan," jawab Via


Mau tidak mau L terpaksa duduk di samping Guntur.


Seakan sudah hafal jalanan ibukota, Guntur begitu mahir menemukan jalan tikus menuju ke tempat lomba, hingga hanya membutuhkan waktu dua puluh lima menit saja untuk tiba di tempat tersebut.


"Wah cepat sekali, memang benar pak polisi bisa diandalkan," celetuk Via begitu bangga


Mereka kemudian segera bergegas menuju ke aula tempat lomba berlangsung.


Semua peserta terlihat sudah memasuki tempat itu dan duduk rapi menunggu giliran tampil. Hera tak berkedip saat melihat Laila datang bersama dengan Guntur. Bukan hanya itu yang membuat ia begitu tertegun menatapnya. Guntur yang datang sambil menggendong putra bungsu L begitu mengusiknya hingga ia segera mengambil gambar mereka dan mengirimkannya kepada Krisna.


"Sekarang istrimu mulai memperlihatkan wajah aslinya, jika kemarin ia menggoda seorang berondong, maka kali ini yang jadi korbannya adalah teman dekatmu sendiri yaitu Guntur," ucap Hera mengirimkan sebuah pesan singkat kepada suaminya


"Dasar munafik, dulu kamu terlihat begitu alim, padahal sebenarnya kau tidak lebih dari seorang wanita murahan," cibir Hera


Perlombaan pun dimulai, satu persatu peserta mulai tampil memperlihatkan kemampuan mereka dalam mengajar di depan umum. Kini tiba saatnya penampilan Hera, wanita itu tampak anggun saat berjalan menaiki panggung.


Semua orang tampak antusias dan begitu terpukau dengan kemampuan mengajarnya yang mampu membius semua orang.


Ia bahkan menggunakan dua bahasa dalam mengajar agar semua orang bisa memahami apa yang disampaikannya. Ia juga menggunakan media pembelajaran yang semakin menarik minat para penonton untuk memberikan pertanyaan atas penjelasan materinya.


Suara tepuk tangan meriah mengiringi akhir pembelajaran yang disampaikan oleh Hera.


Sementara itu L terlihat gugup saat pemandu acara memanggil namanya.

__ADS_1


"Semangat Miss, kamu pasti bisa!" seru Yuli


"Cemungut Miss libas pelakor!" sahut Via


Meskipun L sering mengikuti lomba serupa tapi entah Kenapa kali ini ia begitu gugup saat akan naik keatas panggung. Mungkin karena ambisinya yang begitu besar untuk mengalahkan Hera membuat ia sedikit gugup setelah melihat penampilan Hera yang begitu spektakuler.


"Santai saja, jangan terlalu berpikir untuk menang, buat kamu senyaman mungkin dan anggap saja kau sedang mengajar di kelas, pasti itu bisa mengurangi rasa nervous mu," ucap Guntur menyemangatinya


"Benar, kenapa aku tidak berpikir seperti itu, thanks ya Gun sudah ingetin gue," ucap Laila kemudian mendekati pria itu


*Deg


Seketika Guntur merasa panas dingin Saat L mendekatkan wajahnya kepadanya.


*Cup!!


"Doain mamah ya sayang biar mamah bisa menampilkan yang terbaik," ucap L mencium pipi putra bungsunya yang ada di pangkuan Guntur


"Astoge, aku kira dia akan mencium si Gun Gun, eh ternyata salah sasaran," ucap via terkekeh menyadari kekonyolannya


L segera bergegas naik keatas panggung setelah suasana hatinya mulai tenang.


Wanita itu terlihat begitu apik saat menyampaikan materi pelajaran. Penonton tidak merasa tegang bahkan sesekali mereka tertawa saat L menyelingi materi pembelajarannya dengan sedikit lawakan agar penonton tak jenuh mendengarkan penjelasan darinya


*POV Guntur


Entah kenapa aku merasa jantung ku berdenyut kencang saat L mendekatkan wajahnya ke arah ku. Ku pikir dia akan mencium ku sebagai tanda terimakasih karena sudah menyenanginya. Meskipun aku kecewa saat tahu ia ternyata bukan mendekati ku, tapi aku begitu bahagia saat bisa menatap wajahnya dari dekat. Bahkan aku bisa mengendus Aroma wangi parfumnya saat ia mengecup putranya yang ada di pangkuan ku. Bahkan aroma parfumnya saja sudah membuat dada ku berdesir hebat.


Melihat senyumnya yang begitu lepas hari itu, sudah membuat ku begitu bahagia. Rasanya seperti aku memenangkan sebuah lotre, meskipun aku tahu perasaanku hanya bertepuk sebelah tangan.


Entah kenapa hari itu ia terlihat begitu cantik saat sedang mengajar. Baru kali ini aku benar-benar melihat wanita yang begitu anggun dan membuat jantungku terus berdebar-debar saat menatapnya.


Meskipun aku tidak bisa melihat penampilannya sampai akhir, karena Bagas tak bisa diam dan mengajakku keluar. Tetap saja aku begitu bahagia bisa menemaninya hari ini.


**********


Kini tiba saatnya pengumuman pemenang lomba. Semua peserta tampak begitu tegang saat dewan juri mulai memberikan nama pemenang kepada sang pembawa acara.


"Baiklah, sekarang saatnya saya umumkan siapa saja yang berhasil memenangkan piala bergilir dari menteri pendidikan kebudayaan, riset dan teknologi tahun ini, pasti penasaran dong. Ikan hiu makan nasi kebuli, ikan Nila makan nasi goreng janda, daripada penasaran siapa yang jadi juara hari ini, kuylah kita simak nama-nama pemenangnya. Juara ketiga diraih oleh Budi Kemuliaan Internasional School, yang diwakili oleh Mr. Ernest Alamsyah, kepadanya dipersilahkan naik keatas panggung, Juara kedua diraih oleh pendatang baru kita sekaligus tuan rumah penyelenggara Lomba yaitu Citra Buana Junior High School yang diwakili oleh Mrs. Evie Herawati, kepada Miss Hera dipersilahkan naik keatas panggung!"


Seketika L dan kedua sahabatnya langsung lemas saat mendengar nama Hera menjadi pemenang kedua.


"Sepertinya gak ada harapan Miss, semua pemenang dari sekolah internasional semua," ucap Via terlihat kecewa


"Benar Miss, yang sabar ya, meskipun kamu kalah lo tetap yang terbaik buat gue," sahut Yuli langsung memeluknya


"Tidak apa, kalah menang tidak masalah yang penting sudah berusaha," jawab L


"Baiklah sekarang saatnya untuk mengumumkan siapa yang akan menjadi juara pertama lomba kali ini," Sang Mc kemudian membuka amplop yang ada di tangannya dengan hati-hati


"Wah sepertinya pemenang kali ini adalah seorang yang memang sudah tidak asing lagi dalam dunia pendidikan, ia sudah berkali-kali memenangkan lomba serupa, baiklah kita sambut saja juara pertama lomba kali ini dari SMP Harapan Bangsa Miss Nur Laila!!"


Seketika Via dan Yuli langsung berteriak histeris saat mendengar nama sahabatnya menjadi juara utama lomba.


"Selamat Miss, akhirnya kamu bisa memenangkan lomba ini dan mengalahkan si pelakor itu!" ucap Via langsung memeluk erat L


"Selamat Miss, kamu benar-benar luar biasa, aku jadi terharu!" sambung Yuli yang langsung memeluknya juga


L langsung mengusap air matanya dan berjalan menuju ke panggung untuk mengambil hadiah.

__ADS_1


Ia kemudian menoleh kearah Hera saat menerima piala kemenangannya.


Sekarang kau tahu kan bagaimana rasanya jadi pecundang. Ini baru awal, setelah ini aku pastikan kau akan mendapatkan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada dikalahkan di kandang sendiri!


__ADS_2