DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Pesta berunjung sumpah serapah


__ADS_3

Seperti janjinya, pagi itu Andru menjemput L dan kedua buah hatinya untuk jalan-jalan.


"Apa kalian sudah sarapan?" tanya Andru setibanya di kamar hotel


"Sudah,"


"Good, kalau gitu kuylah kita jalan!"


"Jalan kemana?" tanya L


"Simpang lima, lawang sewu, pokoknya tempat-tempat wisata di sini," jawab Andru


"Tapi acara resepsi pernikahannya jam 11,"


"Yaudah kalau gitu biar aku dan anak-anak aja yang jalan-jalan, kamu kondangan saja sama Om polisi," jawab Gandrung.


"Beneran??" tanya L terkejut


"Iya, gak apalah hari ini aku jadi baby sitter Bagas seharian, biar kamu bisa balas dendam sama mantan kamu itu. Coba, kurang baik apa gue sama lo, sampai bela-belain nyusul kalian ke mari buat jadi baby sitter,"


"Ya ampun Andru, terimakasih banyak kamu mau bantuin aku. Aku benar-benar terharu dan tak tahu harus menggantinya dengan apa," ucap L begitu terharu mendengar ketulusan Andru


Andru segera mendekat kearah L dan menunjuk pipinya.


"Pilih aja yang mana yang kamu suka, bila biasanya setiap cewek harus bayar mahal buat dapat kiss gue, sekarang aku berikan cuma-cuma buat lo," ucap pemuda itu memicingkan matanya kearah L


"Astaghfirullah Ndru," ucap L mengusap dada


"Kenapa lo malu ya dilihatin anak-anak, kalau gitu kuy kita mojok, biar mereka gak lihat," imbuhnya sambil terkekeh melihat ekspresi wajah Laila


"Ish, kamu tuh ya!" cibir L kemudian mencubit pemuda itu dengan keras


"Awww, ampun L ampun!" seru Andru kesakitan


L segera melepaskan pemuda itu saat ia terus berteriak kesakitan.


"Maaf L, just joke ( Hanya bercanda )," ucap Andru


"Iya tapi jangan kelewatan ah aku gak suka," sahut L dengan wajah juteknya


"Iya maaf kalau aku keterlaluan, yaudah sekarang siap-siap yuk," ajak Andru


"Gak usahlah Ndru, aku gak mau ngerepotin kamu apalagi sampai hutang budi sama kamu,"


"Dih gitu aja ngambek, ayolah L, aku ikhlas kok melakukan semua ini,"


"Gak mau, nanti pasti ada ujung-ujungnya deh," sahut L jutek


"Gaklah, ketulusan ku ini seperti Laut yang tak berujung, jadi feel free aja( bawa santai aja)"


"Tapi beneran ya gak ada embel-embel apapun, lo tahu kan aku orangnya gimana?" ucap L memastikan


"Iyups, aku tahu kok lo itu bukan wanita biasa, makanya tega nolak cowok imut dan ganteng seperti gue, itulah sebabnya aku kagum sama lo," jawab Andru


Ia kemudian mengajak Bagas keluar dari kamar hotel diikuti oleh L dan juga Sifa.


Hari itu Andru sengaja mengajak mereka untuk berbelanja di salah satu mal mewah di Semarang.


L begitu terkejut saat pemuda itu membelikannya banyak barang-barang branded untuknya.


"Banyak banget ini, aku gak mau terima, ini pasti harganya mahal," tolak L

__ADS_1


"Ya elah pakai aja L, lagian lo butuh barang-barang itu buat nunjukin ke mantan lo kalau kamu sekarang hidup bahagia tanpa dia. Jangan khawatir aku ikhlas kok, gak ada udang di balik bakwan kok, swear!" ucap Andru meyakinkan wanita itu


"Tapi...."


"Kalau kamu gak suka kamu bisa mengembalikannya setelah kamu selesai memamerkannya di acara pernikahan mantan kamu. Kalau kamu mau membalas dendam ya harus totalitas, sekarang kan lo udah kerja di sekolah internasional, jadi guru privat anak sultan, jadi mereka percaya lah kalau kamu punya barang-barang branded seperti ini. Lebih-lebih kau juga seorang staff ahli di kementrian. Ayolah jangan perlihatkan kesusahan kamu di depan mereka, cukup kebahagiaan dan kemewahan aja yang kau perlihatkan kepadanya, agar dia menyesal telah menceraikan kamu." Desak Andru


"Tapi kau tidak akan menuntut apapun kan dari aku kan?" tanya L berkaca-kaca


"tentu saja, aku janji," jawab Andru


L kemudian mengangguk setuju dan menerima semua barang-barang pemberian Andru.


Selesai berbelanja Andru kemudian mengajak L ke sebuah klinik kecantikan.


"Mau ngapain lagi kita, katanya mau jalan-jalan kok malah nyangkut di salon!" seru L mengernyitkan keningnya


"Yang jalan-jalan kan aku sama anak-anak, sebaiknya kamu diam-diam aja di sini lakukan perawatan biar glowing kaya Tatjana Saphira!" sahut Andru


"Ya udah kalian hati-hati ya!" seru L melambaikan tangannya kearah Andru dan anak-anaknya.


Setelah selesai melakukan perawatan, L kemudian menuju ke kasir untuk membayar biaya perawatannya.


"Maaf mbak, tagihannya sudah di bayar sama suaminya," Jawab Sang Kasir saat L menanyakan berapa jumlah uang yang harus di bayarnya.


"Suami??" ucap L membelakakan matanya


" Iya yang tadi bawa anak-anak mbak keluar untuk jalan-jalan." jawab sang Kasir


"Oh Andru??"


"Oh namanya Mas Andru, Wah Mbak ini beruntung banget sih, punya suami ganteng, perhatian terus sayang lagi sama keluarga, aku jadi iri,"


Saat ia membuka pintu klinik Andru dan kedua buah hatinya sudah menunggunya di depan.



Kedua buah hatinya langsung berteriak histeris saat melihat perubahan wajah ibunya.


"Wah mamah cantik banget, coba tiap hari mamah dandan kaya gini, pasti papah gak akan nikah lagi!" celetuk Sifa sejenak membuat L langsung tersenyum mendengarnya


"Mahal neng, bisa bangkrut mamah kalau tiap hari harus mengeluarkan uang banyak hanya untuk berhias. Lagipula saat kamu menikah nanti cantik saja tidak cukup, karena semuanya akan memudar seiring berjalannya waktu," jawab L menasihatinya


"Iya mah, papah juga pasti bangkrut ya kalau tiap hari harus mengeluarkan uang buat ke salon,"


"Betul sayang, makannya kecantikan abadi setiap wanita adalah dari hatinya, jika hatinya cantik maka cantiklah seluruh tubuhnya, sebaliknya secantik apapun fisiknya jika hatinya tidak cantik maka aura kecantikannya tidak akan keluar," jawab mencoba memberikan pengertian kepada putrinya


Tidak lama ponsel L berdering membuat wanita itu segera mengangkatnya.


Rupanya Guntur sudah berkali-kali menghubunginya, namun L tak mendengarnya karena sedang melakukan perawatan.


"Aku sudah siap kok, aku tunggu di depan klinik kecantikan Venus," ucap L kemudian mengakhiri obrolannya


Tidak lama sebuah mobil SUV berwarna hitam berhenti di depan klinik, Guntur segera turun dan menyambangi Laila.


"Apa kamu sudah siap?" tanya Guntur menyunggingkan senyumnya menatap lekat kearah L yang terlihat begitu cantik siang itu


"Tentu saja aku sudah siap," jawab L tersenyum simpul kearahnya


"Ehemm, yaudah kalau gitu gue pamit ya. Selamat bersenang-senang, jangan lupa tunjukkan senyum manis mu didepan mereka," ucap Andru menyemangatinya,


Ia tak lupa memberikan sebuah Tas branded dan jam tangan mewah kepada-nya sebelum pergi.

__ADS_1


"Terimakasih banyak Andru, atas bantuan mu hari ini," ucap L benar-benar terharu dengan kebaikan Andru


"Sama-sama,"


Pemuda itu kemudian mengajak Sifa dan Bagas pergi meninggalkan Laila.


Melihat kedua buah hatinya sudah pergi bersama Andru, L segera mengikuti Guntur menuju ke mobilnya.


Guntur segera membukakan pintu untuk L dan mempersilakannya masuk.


"Sepertinya Andru sangat perhatian sama anak-anakmu?" tanya Guntur mencoba membuka obrolan dengan L


"Iya, dia emang baik banget sampai nyusul ke sini hanya untuk support aku buat balas dendam kepada Krisna dan Hera, dia bahkan rela menjadi baby sitter Bagas selama aku menghadiri pernikahan mereka," terang L


"Baik banget ya dia, aku yakin sebagai lelaki dia pasti memiliki rasa untuk mu L, karena tidak ada yang gratis di dunia ini," jawab Guntur


"Mungkin kau benar, tapi aku sudah menegaskan padanya bahwa aku tidak bisa bersamanya, bagiku ia lebih cocok untuk menjadi adikku daripada menjadi pasangan ku," sahut L


"Syukurlah kalau begitu," jawab Guntur lega


L tersenyum simpul saat menanggapi reaksi Guntur.


Setibanya di tempat resepsi Guntur langsung menggandeng lengan L dan berjalan begitu mesra menuju ke pelaminan.


Hera yang melihat outfit yang dipakai L hari itu begitu terkejut dan terus menganga melihatnya.


Buset, darimana dia bisa beli tas mahal itu, aku yakin pasti Guntur yang membelikannya. Tidak mungkin L yang miskin bisa membeli barang mewah seperti itu, Kenapa aku jadi iri sama dia. Kenapa aku tidak memilih Guntur saja yang kaya, apa Krisna bisa membelikan aku barang-barang mewah itu??.


Bukan hanya Hera yang terkejut melihat kedatangan L yang tampil perfect siang itu. Krisna bahkan tak berkedip saat menatap mantan istrinya itu.


Ia tak menyangka jika L benar-benar menjelma menjadi seorang yang cantik bahkan lebih cantik dari Hera jika berhias.


Melihat suaminya terus memperhatikan mantan istrinya membuat Hera langsung kesal dan mencubit lelaki itu hingga ia menjerit kesakitan.


"Awas aja kalau kau berpaling dariku hanya karena Laila di make over hari ini," ucap wanita itu geram


"Gaklah Ra, aku sudah memilih kamu dan aku pastikan akan setia padamu,"


"Jangan tertipu dengan penampilan L, ia cantik karena polesan bukan alami, cantiknya fake, dan aku yakin barang-barang yang di pakai itu pasti imitasi!" cibir Hera


Tiba-tiba Hera segera menghentikan ucapannya saat melihat kedatangan Silvia dan juga Sean.


Ia buru-buru menghampiri wanita itu dan menyambutnya.


"Alhamdulillah akhirnya Tante datang juga," ucapnya begitu bahagia


"Tentu saja aku harus datang, ke pernikahan keponakan aku bukan," jawab wanita itu kemudian menyelaminya.


Saat ia melihat L, Silvia buru-buru menghampiri wanita itu dan meninggalkan Hera yang masih ingin berbincang dengannya.


Saat Laila sedang berbincang dengan Silvia, tiba-tiba seorang teman sekolah Hera menghampiri mereka.


"Kamu L kan mantan istrinya Krisna?" tanya wanita itu tak percaya melihat kedatangan L


L hanya mengangguk menjawab pertanyaan wanita itu.


"Wah Hera benar-benar jahat ya, dia sudah merebut suami mu dan dia juga tega mengundang mu di acara pernikahannya benar-benar gak ada akhlak!" maki wanita itu membuat semua orang seketika membicarakan Hera dan Krisna.


Mereka bukan hanya mengumpat perselingkuhan keduanya namun juga beberapa orang bahkan menyumpahi keduanya.


Mendengar dirinya jadi bahan pergunjingan tamu undangannya membuat Hera begitu malu, apalagi saat ayahnya menatap tajam kepadanya seolah meminta penjelasan darinya.

__ADS_1


__ADS_2