DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Kenapa kamu gak pulang Ndru, Memangnya mau kemana?" tanya L penasaran


Melihat Andru yang tak mau pulang kerumahnya membuat L penasaran apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu. Bukan hanya penasaran L malah mengkhawatirkan pemuda itu, apalagi ia baru selesai operasi.


"Mau ngedate lah sama kamu," ucap Andru kemudian menggandeng L dan mengajaknya pergi meninggalkan rumah sakit


"Jangan bercanda deh Ndru, inget kamu masih perlu istirahat," jawab L segera melepaskan tangan Andru


"Aku udah sembuh L, jadi gak papa dong aku pergi kencan sama kamu, bukankah kamu sendiri yang bilang akan jalan-jalan bareng aku jika aku sembuh, apa kamu lupa atau pura-pura lupa?" jawab Andru


"Gak kok aku inget dan gak bakalan lupa, hanya saja waktunya gak sekarang. Lagipula kamu baru sembuh jadi masih butuh istirahat untuk pemulihan tubuh kamu, jadi sekarang kamu mending pulang terus istirahat. Kalau jalan-jalan nanti kalau sudah sehat betul baru aku mau,"


"Aku tuh udah sehat seratus persen L, apalagi kalau di samping kamu. Bagiku kamu adalah obat paling ampuh untuk menyembuhkan semua rasa sakit ku, tanpa mu apa jadinya aku...."


"Astaghfirullah Andru masih aja becanda,"


"Ayolah L, masa sih kamu gak mau jalan bareng aku. Apa kamu gak kasian sama aku, selama hampir sebulan terbaring di rumah sakit. Aku tuh bukan hanya sakit fisik L, tapi juga sakit hati karena menahan rindu bertemu kamu. Jadi sekarang aku pengin melepaskan rasa kangen aku sama kamu, please mau yah?" ucap Andru


"Tapi aku takut kamu kenapa-kenapa, secara kamu baru pulang dari rumah sakit abis operasi besar lagi kan ngeri," jawab L


"Ngeri-ngeri sedap L," jawab Andru terkekeh


"Hadeeh, susah emang kalau ngomong sama ABG,"


"Sebenarnya aku bisa menyesuaikan sih L, kalau kamu lebih suka aku jadi cowok dewasa aku pasti akan jadi pria dewasa, apapun akan aku lakukan demi kamu," ucap Andru menggenggam jemari L


"Mulai deh ngebucinnya,"


"Gak papa kan aku ngebucin sama kamu, toh kamu single aku pun sama jadi gak masalah. Kecuali kalau kamu sudah ada lelaki lain aku gak bakal berani deketin kamu," jawab Andru


"Hmm,"


"Jadi gimana ini?" tanya Andru lagi


"Gimana apanya?" tanya L


"Ngedatenya jadi gak," jawab Andru


"Gimana mau ngedate, jadian aja belum,"


"Astaghfirullah aku lupa," Andru kemudian segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Tunggu sebentar L,"


"Emangnya kamu mau ngapain?" tanya L


Tidak lama seseorang datang dengan membawa bucket mawar merah dan memberikannya kepada Andru.


Pemuda itu kemudian duduk bersimpuh di depan L.

__ADS_1


"Nur Laila, hari ini tepat pukul setengah empat sore waktu Indonesia bagian barat, di depan rumah sakit kanker Harapan Baru, disaksikan puluhan orang-orang yang berlalu lalang, ratusan kendaraan yang lalu-lalang, dengan ini saya Gandrung Aditama menyatakan bahwa dengan segenap hati, jiwa dan raga akan menyayangi dan mencintai Nurlaila dalam keadaan susah dan senang, sakit maupun sehat. Jika kamu mau menerima cintaku maka ambilah bunga ini, tapi kalau kamu menolak ku maka ambillah uang di tangan ku," ucap Andru


Semua orang yang melintas tiba-tiba memperhatikan mereka dan mengabadikan momen tersebut kedalam ponselnya.


Sementara itu L tak menduga kalau Andru akan menyatakan perasaannya di depan orang banyak.


Astaghfirullah Andru, kenapa sih kamu bener-bener konyol, dasar ABG!


Antara malu bercampur senang L akhirnya mengambil bucket mawar merah dari tangan Andru.


Seketika semua orang langsung bertepuk tangan saat melihat L menerima cinta Andru.


"Yes!!" Seru Andru begitu bahagia


"Cium, cium, cium!!" seketika L terkejut saat semua orang berteriak menyuruh Andru menciumnya.


"Maaf ya saudara-saudara, pacar aku ini pemalu jadi gak bisa ciuman di sini, nanti aja di tempat sepi biar lebih hot!" ujar Andru membuat semua orang langsung tertawa


"Sue lo!" pekik L membuat Andru langsung menertawakannya


"Sekarang peluk aja boleh kan L?" tanya Andru


"Bukan Mahram!" jawab L mendengus kesal dan berjalan meninggalkannya


Andru segera berlari mengejarnya.


"Sorry L, jangan marah dong, just joke!" ucap Andru mencoba membujuk L.


*Bruugghhh!!


L segera menoleh kebelakang saat melihat suara seseorang terjatuh. Ia segera berlari menghampiri Andru saat melihat pemuda itu ambruk di jalan.


"Andru!!" seru L yang begitu panik


Ia langsung berteriak minta tolong berharap ada orang yang bisa menolongnya.


Ia berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Andru sebisanya. Namun melihat Andru yang tak kunjung bangun membuat ia panik.


Laila segera menarik nafas dalam-dalam untuk memberikan nafas buatan kepada Andru yang tak kunjung sadar.


Andru seketika membuka matanya saat melihat L menempelkan bibirnya. Melihat Andru siuman L wajah L seketika memerah saat melihat Andru menatap lekat kearahnya.


"Maaf, aku gak bermaksud untuk...." belum selesai L mengucapkan kata-katanya Andru langsung menempelkan telunjuknya di bibir L dan mengangguk pelan pertanda ia tahu apa yang akan di katakan L.


Laila kemudian membantu Andru bangun.


"Sebaiknya kamu pulang sekarang, biar aku pesankan taksi online untuk mengantar mu pulang," ucap L kemudian mengambil ponselnya


"Tidak perlu L, aku bisa menyetir mobilku sendiri,"

__ADS_1


"Gak boleh, aku takut terjadi sesuatu denganmu," jawab L


"Yaudah kalau gitu mending aku telpon Mas Prio saja untuk menjemput aku pulang,"


L mengangguk setuju.


Setelah menelpon sopor pribadinya, L mengajak Andru untuk menunggunya di dalam mobil.


Tiba-tiba L terkejut saat mendengar suara perut Andru yang sudah mulai keroncongan.


Andru langsung tersenyum dan menempelkan kedua tangannya untuk menutupi perutnya.


"Kamu pasti lapar ya, tunggu bentar ya biar aku belikan makanan untukmu,"


Laila kemudian turun untuk membelikan makanan.


Hanya butuh waktu sepuluh menit L sudah kembali dengan membawa seporsi bubur ayam ditangannya.


"Sekarang kamu makan dulu ya," ucap L membuka bungkus bubur tersebut.


Seperti anak kecil Andru langsung mengangguk dan segera memakannya.


Melihat Andru yang kesulitan saat memasukkan menggunakan sendok, membuat L langsung mengambil sendok itu darinya dan menyuapi pemuda itu.


"Terimakasih sayang," ucap Andru tersenyum senang melihat perhatian L


"Sama-sama," jawab L kembali menyuapinya dengan sabar.


Tidak lama sopir pribadi Andru datang dan segera masuk kedalam mobil.


"Apa kita langsung jalan atau tunggu Mas Andru selesai makan dulu?" tanya lelaki itu


"Jalan aja Mas, nanti kita mampir dulu ke kosan aku,"


"Baik Mas,"


Prio segera meluncur menuju ke rumah L.


Setibanya di sana Andru meminta izin kepada L untuk menemui Bagas.


"Nanti saja, kamu masih lemas, bagaimana kalau dia minta gendong??"


"Tapi aku kangen sama dia," jawab Andru


"Kan masih bisa telpon, nanti kalau kamu sudah benar-benar sembuh baru boleh ketemu sama dia,"


"Baik sayang, aku nurut aja sama kamu," jawab Andru pasrah


"Yaudah kalau gitu aku pulang ya, jangan lupa makan teratur dan minum obat." ucap L berpamitan

__ADS_1


Andru mengangguk, dan kemudian mengecup kening L sebelum wanita itu pergi.


"Love you L,"


__ADS_2