
Gedung Aditama Group.
Barri dan Lexi tampak pucat dan tak dapat berkata-kata saat William memanggil keduanya ke ruangannya.
Ia sengaja memanggil mereka untuk mempertanggung jawabkan kinerja mereka selama ini.
Sebagai kepala bagian pengadaan selama ini Barri banyak melakukan penggelapan uang perusahaan untuk keperluannya sendiri.
William baru menyadarinya setelah Andru memberitahukannya tempo hari.
Lelaki tua itu sengaja memeriksa laporan keuangan Divisi pengadaan barang dengan membandingkannya dengan inventaris perusahaan.
Hasilnya sungguh mencengangkan, banyak terdapat pembelian fiktif yang membuat William menggelengkan kepalanya.
Sementara itu Lexi mencoba angkat tangan dengan masalah itu, lelaki itu mengatakan jika dirinya tidak tahu menahu tentang semua pembelian fiktif yang dilakukan oleh Barri.
"Kakek aku tidak tahu menahu soal itu," ucap Lexi
"Bagaimana mungkin seorang kepala bagian keuangan tidak tahu tentang pengadaan barang yang benar saja. Kalau tidak ada persetujuan dari kamu mana mungkin Barri bisa mendapatkan kucuran dana untuk membeli barang-barang fiktif itu,"
Seketika Lexi Langsung memucat mendengar jawaban William.
"Percuma saja selama ini aku menjadikan kalian sebagai tangan kananku jika kalian mengkhianati kepercayaan dariku, mulai hari ini aku akan mencabut jabatan kalian dan menggantinya dengan orang lain yang lebih kompeten," tegas William kemudian mengusir keduanya dari ruangannya.
Skandal tentang penggelapan uang yang dilakukan oleh Barri dan Lexi kemudian mencuat kepermukaan. Hampir semua karyawan membicarakan tentang kecurangan dua sepupu itu.
Kedua pemuda itu merasa kesal kepada Andru yang telah melaporkan mereka kepada sang kakek hingga berujung pemecatan.
Keduanya sepakat untuk membalas perlakuan Andru kepada mereka.
Keduanya sengaja mendatangi kafe tempat Andru biasa nongkrong.
Namun sudah satu jam mereka di kafe itu Andru belum kelihatan batang hidungnya.
Keduanya kemudian bertanya kepada seorang bartender di sana.
"Andru sudah jarang kongkow di sini, mungkin sudah hampir empat bulan ini," ucap seorang bartender memberikan klarifikasi
"Kalau dia tidak di sini terus dimana?" tanya Lexi
Bartender itu langsung mengangkat bahu pertanda tidak tahu.
Barri kemudian menyarankan untuk menyewa seseorang untuk mencari tahu dimana tempat tongkrongan Andru yang terbaru.
"Ide bagus tuh Bar," ucap Lexi seketika menyetujui usul saudara sepupunya itu.
Malam itu Andru sengaja mengajak L untuk menghadiri acara ulang tahun kakeknya.
Ia memang berencana untuk memperkenalkan L kepada kakeknya sekaligus meminta restunya.
"Bagaimana penampilan aku?" tanya L
__ADS_1
"Wonderful, you look so beautiful tonight," puji Andru menatapnya takjub
(Menakjubkan, kamu terlihat begitu cantik malam ini)
"Yang bener Ndru?" tanya L memastikan
"Beneran dong sayang, masa sih aku boong," sahut Andru
"Bener kok, mamah cantik banget bahkan gak kelihatan kalau udah punya anak dua," celetuk Sifa
"Iyalah gak kelihatan kalau kalian gak ikut, kalau ikut ya kelihatan," sahut L
"Eh tapi bener loh L, kamu tuh kelihatan masih muda, kaya masih usia dua puluhan gitu. Soalnya wajah kamu tuh baby face banget," terang Andru
"Baby atau bab* nich?" tanya L
"Sama aja sayang lagian bab* juga cute kan, buktinya banyak yang suka sama boneka bab*" jawab Andru
"Sue lo!" jawab L disambut gelak tawa Andru
"Canda sayang, udah malam kuylah jalan, takutnya gak kebagian makanan lagi,"
"Iya...iya, ngarep banget sih ke pesta cuma mau makan," sahut L
"Tapi emang kenyataannya gitu kan, semua orang ke pesta pasti yang dituju ya makanannya bukan yang lainnya. Karena ibaratnya makan saat pesta itu wajib hukumnya sementara yang lain hanya sunah,"
"Iya aja deh biar cepet," L kemudian berpamitan kepada kedua anaknya kemudian melesat pergi bersama Andru.
Setibanya di tempat pesta, L begitu terkejut saat sebuah lampu sorot langsung menyambut kedatangan mereka.
Barri seorang Cassanova yang membuat semua wanita langsung terpesona melihatnya.
Lexi seorang jenius yang digandrungi para wanita karena talentanya.
Andru???
Meskipun pemuda itu tak memiliki keahlian yang menonjol namun ketampanannya mampu membius kaum hawa hingga mereka tak berkedip saat menatapnya.
Namun kedatangan Andru bersama L membuat semua wanita harus gigit jari.
Bukan hanya para wanita yang terkejut melihat kedatangan Andru bersama seorang wanita namun juga kedua sepupunya Barri dan Lexi.
"Wah sepertinya aku belum pernah melihat wanita itu, apa Andru akan mengakhiri masa jomblonya?" tanya Lexi menoleh kearah Barri
Pemuda itu hanya mengangkat bahu mendengar pertanyaan sepupunya.
Karena penasaran Lexi menghampiri Andru.
"Halo cantik, kenalkan gue Lexi sepupunya Andru," ucap Lexi mengulurkan tangannya
"L," jawabnya singkat
__ADS_1
"L???, nama yang singkat namun penuh misteri sama seperti dirimu," ucap Lexi
"Terimakasih," jawab L menyunggingkan senyumnya
"Jika Andru berani mengajak kamu ke acara ini berarti kamu adalah orang yang spesial baginya, kalau boleh tahu apa hubungan kalian?" tanya Lexi lagi
"Dia istriku, apa kau puas!" sahut Andru kemudian mengajak L meninggalkan Lexi
"Wah benar-benar jawaban yang mengejutkan, aku yakin ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Andru, aku harus mencari tahu apa itu," ucap Lexi kemudian mengikuti Andru
Sementara itu Hera yang juga menghadiri pesta itu terkejut saat melihat kedatangan L bersama Andru.
"Memangnya ada hubungan apa berandalan itu datang ke pesta ini," ucap Hera penasaran
Ia kemudian menghampiri keduanya untuk menjawab rasa penasarannya
"Tidak semua orang bisa datang ke pesta ini, bagaimana bisa rakyat jelata seperti kalian bisa datang ke pesta ini?" tanya Hera
"Kamu sendiri kenapa bisa datang ke pesta ini?" jawab L balik bertanya
"Aki datang ke sini bersama calon suamiku," jawab Hera dengan bangga
Ia kemudian menunjuk kearah seorang lelaki paruh baya yang sedang bercengkrama dengan tamu undangan lain.
Hera kemudian mengajak lelaki itu untuk menemui Laila dan Andru.
"Perkenalkan Haris Tanuwijaya Direktur eksekutif Aditama Group," ucap Hera dengan bangga memperkenalkan suaminya kepada Andru dan Laila
"Senang bertemu denganmu Mas Andru," ucap Haris segera menyalami Andru
Hera begitu terkejut saat calon suaminya mengenal Andru.
Ia buru-buru menarik lelaki itu dan bertanya padanya, siapa sebenarnya Andru hingga dia begitu menghormatinya.
"Dia adalah Mas Andru cucu dari Pak William Aditama pemilik Aditama Group," jawab Haris
Rasanya Hera hampir pingsan saat mendengar penjelasan tunangannya. Ia benar-benar tak menyangka jika pemuda berandalan di depannya adalah seorang cucu konglomerat.
Bagaimana mungkin L, si upik abu itu bisa mendapatkan pacar seorang milyarder.
Acara pun segera dimulai, William kemudian memanggil ketiga cucunya untuk membantunya meniup lilin.
Bukan hanya Hera yang tak percaya jika Andru adalah cucu seorang konglomerat, begitupun dengan L.
Ia tak mengira jika Andru adalah konglomerat. Melihat perubahan wajah L membuat Andru langsung menjelaskan semuanya kepada L.
"Maafkan aku ya L, kalau selama ini aku gak pernah cerita sama kamu tentang keluarga aku. Aku harap kamu tidak berubah padaku dan tetap mencintai aku sepenuh hatimu. Btw sebenarnya aku sudah pernah bilang waktu itu kalau aku ini anak sultan, hanya saja kamu tidak percaya, jadi aku biarkan saja," terang Andru
"Iya Ndru, tapi setelah aku tahu semuanya aku jadi merasa minder sama kamu, aku takut nasib hubungan kita sama seperti hubungan ku dengan Guntur," jawab L terlihat gusar
"Jangan khawatir L, aku tidak sama dengan Guntur. Aku pasti akan memperjuangkan hubungan kita apapun resikonya,"
__ADS_1
"Apa maksudnya??" tanya William yang tak sengaja mendengar ucapan mereka
Sama dengan William, Andru dan L tak kalah terkejutnya saat melihat pria itu menghampirinya.