DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Kita lanjut nanti


__ADS_3

Pagi itu Laila sengaja menemui Sean di ruangannya. Pria itu menyambutnya dengan hangat dan mempersilakannya duduk.


"Jika kau datang menemui ku seperti ini, aku yakin ada hal penting yang ingin kau sampaikan," ucap Sean seakan tahu maksud kedatangan L


"Sepertinya kau pandai membaca pikiran orang lain, sampai kau bisa menebak apa yang aku pikirkan," jawab L


"Aku hanya asal tebak saja, jangan terlalu serius begitu L, jadi ada keperluan apa kamu datang menemui ku?" tanya Sean


"Aku datang kesini untuk menyampaikan surat pengunduran diri," ucap L


"Sudah ku duga, sebagai seorang CEO suamimu pasti tidak mengijinkan kamu bekerja bukan. Kalau aku jadi dia, pasti aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku tidak akan membiarkan wanita yang aku cintai bekerja keras membanting tulang untuk keluarga. Apa kau juga akan berhenti menjadi guru les Devan?" tanya Sean membuat L seketika terkesiap Mendengarnya


"Kalau itu...."


"Kalau suamimu tidak mengizinkan kamu menjadi guru les Devan tidak apa, tapi kau tahu kan bagaimana anak itu. Aku hanya minta tolong padamu untuk mengatakannya sendiri kepadanya, kau tahu kan selama ini dia hanya patuh dan mendengar mu saja," jawab Sean menyela ucapan L


"Baiklah, nanti aku akan mencoba bicara dengannya," jawab L


"Terimakasih L atas semuanya, bagaimanapun juga kamu sudah banyak membantu siswa-siswi di sekolah ini dalam memenangkan setiap lomba. Aku doakan juga semoga pernikahan mu langgeng dan kalian bisa hidup bahagia sampai kakek nenek,"


"Aamiin, terimakasih banyak Sean, semoga kamu juga bisa mendapatkan ibu untuk Devan," jawab L kemudian berpamitan


Bagaimana aku bisa mendapatkan ibu untuk Devan, jika wanita itu sudah menikah dengan orang lain. Andai saja aku bisa lebih dulu mengenalmu mungkin kau tidak akan menikah dengan Andru.


Siang itu L sengaja membeli kue kesukaan Devan sebelum mampir ke rumah keluarga Harun.


*Ting nong!!


Seorang wanita keluar membukakan pintu untuknya dan mempersilakannya masuk.


"Kenapa sepi sekali, apa Dev belum pulang sekolah?" tanya L


"Dev sedang sakit Miss, dia sudah di rawat di rumah sakit selama dua hari. Jadi hari ini kamu bisa libur dulu," jawab Silvia


"Dia sakit apa Bu?"


"Kata dokter sih inveksi virus, tapi dokter masih melakukan tes darah dan hasilnya belum keluar,"


"Semoga saja dia cepat sembuh ya Bu,"


"Aamiin, oh ya...aku dengar kamu sudah menikah, selamat ya L semoga kali ini pernikahan mu langgeng sampai kakek nenek,"


"Terimakasih atas doanya Bu, maaf aku tak sempat mengundang mu karena pernikahan kami dadakan,"


"Iya gak apa-apa L, aku senang kamu akhirnya mau membuka hati lagi untuk laki-laki, semoga saja kali ini akan menjadi pernikahan terakhir kamu,"

__ADS_1


"Aamiin, ngomong-ngomong kalau boleh tahu dimana Dev dirawat, aku ingin menjenguknya,"


"Ah iya hampir lupa, Dev di rawat di rumah sakit Harapan Kasih. Semoga saja dengan kedatangan kamu menjenguknya bisa membuat Dev cepat pulih, apalagi dia sering memanggil namamu, mungkin dia merindukan kamu L. Maklum saja sudah tiga hari kamu gak mengajarnya," jawab Silvia


"Iya, aku minta maaf karena kesibukan ku sehingga aku kemarin bolos mengajar. Kalau begitu aku pamit Bu, aku mau langsung ke rumah sakit saja," ucap L


"Kalau begitu kita bareng saja, kebetulan aku juga harus ke sana untuk menemaninya,"


"Baiklah kalau begitu,"


Laila kemudian mengikuti Silvia menuju ke rumah sakit.


Setibanya di rumah sakit Keduanya langsung menuju ke bangsal perawatan VIP tempat Dev dirawat.


Laila begitu terkejut melihat kondisi Dev yang dipenuhi oleh selang infus.


"Halo Dev, bagaimana keadaan mu," ucap L mencoba menyapanya meskipun Dev sedang tertidur


"Dia baru saja tidur karena habis minum obat," ucap Sean memasuki ruangan itu


"Oh begitu, kenapa kamu tidak memberitahuku kalau Dev sakit?" tanya L


"Aku tidak mau membuatmu khawatir," jawab Sean


"Dia pasti sangat kesakitan, apalagi banyak selang Infus yang menancap di tangannya," ucap L mengusap lembut kepala Devan


"Padahal Miss bawa kue kesukaan kamu, tapi kamu malah tidur. Kalau begitu miss pamit ya, aku janji besok akan datang lagi untuk menjenguk mu,"


"Terimakasih L sudah datang menjenguk Devan,"


"Sama-sama Sean," jawab L segera berlalu pergi


*********


Setibanya di rumah Andru sudah menunggunya di depan pintu dengan raut wajah manyun.


"Kamu dari mana saja sih sayang kok baru pulang, padahal aku sengaja pulang cepat karena pengin berduaan lebih lama dengan kamu,"


"Aku tadi mampir ke rumah sakit menjenguk Devan,"


"Oh gitu, btw dia sakit apa?"


"Katanya sih inveksi karena virus, tapi itu baru dugaan karena masih menunggu hasil tes darah,"


"Aku kira dia sakit karena kamu gak menikah dengan Sean,"

__ADS_1


"Ya kali, anak kecil ngerti gituan yang bener aja dong sayang masa kamu cemburu sama anak kecil,"


"Justru anak kecil yang bahaya sayang, mereka tuh lebih pintar dalam mengambil hati wanita baik hati seperti dirimu, apalagi kamu kan orangnya gak tegaan dah pasti aku kalah sama dia,"


"Gaklah sayang, tetap aja kamu nomor satu di hati aku," jawab L


"Kalau begitu buktikan," tantang Andru


Laila kemudian mendekati pemuda itu dan mengecup pipinya.


Seketika Andru seperti merasa seperti ada sengatan listrik yang menjalar di tubuhnya membuat ia tercengang selama beberapa detik.


Senyumnya seketika mengembang saat menatap wajah L yang kini sudah resmi menjadi istrinya.


Kini giliran Andru yang mendekatkan wajahnya kearah wanita itu dan mengecup lembut bibir tipis L.


Keduanya kemudian saling memagut dan memperdalam ciumannya.


Andru yang sudah lama menanti istri segera menggendong wanita itu menuju ke kamarnya.


Lelaki itu kemudian merebahkan tubuh L keatas ranjangnya dan mulai membuka satu persatu kancing bajunya.


L hanya melenguh pasrah saat pemuda itu mulai menjamah bagian sensitif tubuhnya.


Baginya ini adalah kali pertama ia menikmati permainan ranjangnya.


"Kamu sudah basah sayang," ucap Andru membelai lembut wajah Laila yang tersipu malu menatapnya.


Melihat L yang malu-malu membuat Andru semakin bergelora melanjutkan permainannya hingga keduanya menyatu dalam hentakan yang membuat mereka melenguh panjang menikmati manisnya surga dunia.


Andru yang sengaja meminta seorang pengasuh untuk mengajak Bagas dan Sifa jalan-jalan, menggunakan kesempatan itu untuk menggempur habis pertahanan L.


Keduanya terus menikmati permainan mereka hingga adzan magrib menghentikan keduanya.


"Kita istirahat dulu sayang sudah magrib, nanti kita bisa lanjutkan lagu nanti malam," bisik L mencoba melepaskan Andru yang masih menciumi tengkuknya


"Tapi aku masih belum puas sayang,"


"Iya, aku janji akan memuaskan mu nanti malam, sekarang sebaiknya kamu mandi, biar aku siapkan makanan untuk makan malam," ucap L segera menyambar pakaiannya dan memakainya.


"Kamu gak perlu repot-repot masak sayang, karena aku sudah meminta para pelayan melayani kita, karena mulai hari ini tugasmu adalah melayani ku saja," jawab Andru memeluk wanita itu dari belakang


"Iya, tapi sekarang sudah magrib kita solat dulu ya nanti lagi," jawab L


"Ok sayang, tapi aku mau mandi berdua denganmu," ajak Andru kemudian menarik L menuju kamar mandi

__ADS_1


************


__ADS_2