
Laila terus memandangi cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Wanita itu masih tak percaya jika Andru benar-benar sudah melamarnya.
"Cie, cie, yang lagi bahagia," goda Yuli yang datang menghampirinya
"Jadi iri sama kamu sis, kok kamu duluan sih yang di lamar padahal kita udah janda duluan," keluh Via
"Hooh, mana dia dapat brondong tajir lagi, kan bikin iri banget," sambung Yuli
"Insya Allah Kalian juga bentar lagi ketemu kok sama jodohnya," jawab Laila
"Aamiin,"
"Btw hari ini kita mo ngapain nih?" tanya Yuli
"Ngantri dana BLT, astaga Yuli kenapa sih lo kadang suka bikin darah tinggi gue naik mulu. Udah tahu kita disini mau bantu L buat prepare acara lamarannya dia sama Andru, eh masih nanya!" sahut Via dengan nada emosi
"Iya Vi, sorry aku lupa," jawab Yuli menyunggingkan senyumnya
"Hish kebiasaan,"
"Lo yakin mau acaranya sederhana aja,"
"Iya Vi, lagian cuma lamaran ini gak papa kan?" tanya Laila
"Yaudah gak papa, hemat budget juga, mending kalau ada uang buat tabungan lo aja, tau ndiri kan kalau udah nikah ada aja kebutuhannya,"
"Iya Vi, thanks ya udah bantuin prepare buat besok,"
"Iyups, btw soal make up lo gak usah khawatir, biar gue yang dandanin lo besok, gratis plus hadiah sebuah buku panduan menjadi istri mafia eh soleha," jawab Via
"Emang gue kurang soleha ya Vi?" tanya L membuat Yuli langsung terkekeh mendengarnya
"Kalau lo Soleha mana mungkin lo cerai sama Krisna, karena istri soleha pasti udah mati muda," jawab Yuli membuat semua orang tertawa mendengarnya
"Sa ae lo Yul," sahut L
Pagi harinya, Andru dan keluarganya datang untuk melamar Laila secara resmi.
Acara berlangsung hikmat meskipun sangat sederhana. Kebahagiaan jelas terpancar dalam diri Laila yang tak menyangka dirinya akan kembali lagi membina rumah tangga.
Bukan hanya Laila yang begitu bahagia hari itu namun juga kedua buah hatinya Sifa dan Bagas.
"Kamu cantik banget hari ini L?" puji Andru
"Memang sebelumnya gak cantik?" jawab L
"Cantik dong, kamu tuh selalu di mata aku apapun keadaannya, tapi siang ini kamu emang lebih cantik dari biasanya," ucap Andru Mendekatkan wajahnya kearah Laila
Tiba-tiba Laila merasakan dadanya berdesir kencang saat pemuda itu mencium bibir tipisnya.
Ia membelakakan matanya saat merasakan sebuah sentuhan lembut bibir Andru yang membuatnya panas dingin, ia segera mendorong tubuh Andru saat lelaki itu semakin memperdalam ciumannya.
"Sorry L aku hanya...." Tiba-tiba Andru menghentikan kata-katanya saat melihat wajah L yang memucat
"Sebaiknya kita kembali ke depan, gak enak kan kalau semua tamu mencari kita," jawab L kemudian segera menuju ke ruang tamu
Ia kemudian mengambil segelas air putih dan meneguknya hingga habis.
Astaghfirullah, kenapa aku jadi seperti ini,
L berusaha menenangkan dirinya yang merasa kacau.
"Kamu kenapa L, apa kamu sakit?" tanya Via kemudian menempelkan telapak tangannya di kening Laila .
"Gak panas, tapi kenapa wajah kamu pucat?. Apa kamu sakit?" tanya Via lagi
"Gak kok, aku baik-baik saja,"
"Ada apa dengan L?" tanya Andru menghampiri mereka
"Sepertinya dia kelelahan makannya dia terlihat pucat. Sebaiknya suruh dia istirahat saja. Mungkin jika kamu yang menyuruhnya L akan menurut, maklum L itu sedikit keras kepala kalau masalah pekerjaan," jawab Via
"Ok kak aku akan menyuruhnya istirahat,"
"Astaga Andru, kami sweat banget sih manggil aku kaka, berasa jadi anak Pramuka kan gue,"
Andru tersenyum mendengar ucapan Via dan kemudian menghampiri L.
Via segera bergegas pergi saat melihat Andru duduk di samping L.
__ADS_1
"Apa kamu sakit sayang?" tanya Andru kemudian menempelkan telapak tangannya di atas dahi Laia
"Kamu panas, apa kita perlu ke rumah sakit?" tanya Andru lagi
"Gak usah, aku baik-baik saja kok," jawab L langsung menggeser posisi duduknya sengaja menjauhi Andru
Melihat L bergeser membuat Andru juga langsung menggeser posisi duduknya mendekati L.
"Please Andru jangan dekat-dekat, aku yakin aku akan segera baik-baik saja sebentar lagi, jadi jangan khawatir!" jawab L
"Kamu kenapa sih, kok sepertinya kamu mencoba menghindari aku hari ini, jangan bilang kamu masih marah karena masalah tadi?" tanya Andru kembali menggeser duduknya mendekati Laila
Ya ampun aku harus bagaimana ini, kenapa otakku mendadak jadi error begini. bagaimana aku menjelaskannya kepada Andru.
Padahal saat Sean mencium ku aku tidak merasa seperti ini, tapi kenapa aku merasa tak bisa mengontrol diriku saat berada di samping Andru.
"Ayo dong L cerita sama aku kamu kenapa?" tanya Andru
"Aku juga gak tahu kenapa aku jadi gini, yang jelas aku gak bisa menjelaskannya sama kamu," jawab L kembali menggeser posisi duduknya
Saat Andru kembali mendekatinya L hampir saja terjatuh, beruntung Andru langsung menariknya hingga wanita itu jatuh tepat di dada Andru.
Detak jantung L semakin tak karuan saat menatap wajah Andru dari dekat.
Embusan nafas wanita itu menerpa wajah tampan Andru, hingga membuat pemuda itu langsung tersenyum saat melihat kepanikan di wajah kekasihnya.
Andru kemudian menggenggam jemari L dan mengusap bulir-bulir keringat yang membasahi kening wanita itu
"Aku tidak tahu apa yang sedang kamu rasakan sekarang, yang jelas aku hanya ingin melihat kamu baik-baik saja. Karena aku sangat khawatir jika terjadi sesuatu denganmu, semoga kecupan manis dariku bisa menenangkan hatimu," ucap Andru kemudian mengecup pucuk kepala wanita itu
"Sekalian aku pamit ya sayang, sampai ketemu lagi di pelaminan," ucap Andru kemudian meninggalkan Laila yang masih termangu menatap kepergiannya
"Astaghfirullah!!" Laila segera menepuk-nepuk pipinya
"Sadar L, sekarang belum waktunya untuk berpikir seperti itu!" ia kemudian langsung berlari menyusul Andru.
Ia segera menghampiri pemuda itu,
"Hati-hati di jalan,"
"Terimakasih sayang, kamu jug jaga kesehatan ya, jangan terlalu keras membayangkan sesuatu yang belum terjadi sayang, ikuti saja alurnya," bisik Andru seketika membuat wajah L memerah
"Jangan malu, aku tahu kok apa yang kamu rasakan. Sabar ya sayang tunggu sebulan lagi," bisik Andru membuat L langsung mencubitnya
"Apaan sih," seru L
"Aww, sakit!"
L langsung melepaskan cubitannya.
"Maaf, sengaja!" ucap L menyunggingkan senyumnya
"Hmm, Yaudah sampai ketemu besok sayang," ucap Andru kemudian segera masuk kedalam mobilnya
**********
Pagi itu seperti biasa L mengantar dua orang anak didiknya untuk mengikuti lomba.
"Semangat ya!" seru wanita itu saat salah kedua siswanya mulai memasuki area lomba
Ia segera mencari tempat duduk agar bisa melihat kedua muridnya berlomba.
Seorang lelaki menghampirinya, "Apa boleh aku duduk di samping mu,"
"Silakan," jawab L tanpa menatap wajah lelaki itu
Wanita itu terlalu sibuk memvideokan kedua siswanya tanpa menoleh sedikitpun kearah pemuda di sampingnya.
"Maaf boleh pinjam bolpoinnya sebentar?" tanya pemuda itu mencoba mengalihkan perhatian L
L segera merogoh tasnya dan mengambil sebuah bolpoin kemudian memberikannya kepada lelaki itu.
"Terimakasih, tapi bisakah kau mengajariku bagaimana cara mengisinya?" tanya lelaki itu membuat L mau tidak mau harus mematikan videonya.
Ia kemudian mengambil formulir pendaftaran dari lelaki itu dan menjelaskan kepadanya bagaimana cara mengisinya.
Lelaki itu terus memperhatikan wajah L yang tampak serius saat memberikan penjelasan.
"Apa kau sudah mengerti?" tanya L
__ADS_1
Seketika lelaki itu menggelengkan kepalanya, "Maaf aku guru baru jadi masih sedikit tak mengerti, kalau boleh bisakah kamu mengisikan formulir ini untukku," ucap lelaki itu memberikan kartu tanda pengenalnya
L segera mengambil formulir itu dan mengisinya sesuai informasi dari kartu pengenal lelaki itu.
"Sudah selesai, sebaiknya kamu kumpulkan formulir ini ke panitia dan jangan lupa membayar biaya pendaftaran sesuai jumlah siswa yang ikut berlomba," ucap L memberikan kertas itu padanya
Bagaimana mungkin ia tak tertarik padaku, bahkan melihatku saja dia enggan.
L segera meninggalkan lelaki itu setelah melihat kedua siswanya turun dari atas panggung.
Pemuda itu segera berlari mengejar L, dan menarik lengannya.
"Apa boleh aku tahu siapa namamu?" L segera menunjukkan kartu tanda pengenalnya kepada lelaki itu
"Nur Laila??" ucap pria itu menatap wajah wanita di hadapannya
"Yups, panggil saja L," jawab L kemudian meninggalkan lelaki itu
"Apa kau tidak mau tahu namaku?" tanya lelaki itu
"Aku sudah tahu," jawab L singkat
"Bagaimana bisa sedangkan aku belum memperkenalkan diriku padamu,"
"Tentu saja dari kartu tanda pengenal mu," jawab L kemudian berlalu pergi
"Cih, bagaimana bisa Andru menyukai wanita dingin seperti itu!" ucap Lexi berdecak kesal
Melihat notifikasi pesan masuk, membuat Lexi langsung bergegas meninggalkan tempat itu. Ia segera menuju ke Gedung Aditama Group untuk menemui William di kantornya.
"Maaf saya telat kek," ucap Lexi setibanya di sana
"Aku harap malam ini kalian bisa datang untuk menghadiri acara pelantikan Andru sebagai CEO Aditama Group,"
"Baik kakek,"
"Andru, jangan lupa aja L ke rumah, aku ingin memperkenalkan ia kepada keluarga besar Aditama,"
"Baik Kek,"
Siang itu Andru sengaja mengajak L untuk menemui William di kediamannya.
Setibanya di sana, William sudah menunggunya di meja makan bersama anak dan cucunya.
L segera menyalami lelaki itu dan memberikan oleh-oleh yang dibawanya.
William penasaran dengan apa yang dibawa oleh Laila dan menanyakannya.
Laila kemudian menjelaskan jika ia sengaja membawakan makanan kesukaan lelaki itu. Mendengar jawaban L membuat William tampak antusias dan ingin mencoba masakan yang dibuat oleh calon menantunya itu.
Ia kemudian mempersilakan L untuk menghidangkan makanan yang dibawanya.
Lelaki itu kemudian mengambil semangkuk kecil sop buntut yang di buat oleh L.
"Ternyata kau sangat pandai memasak, rasa sopnya sangat enak dan gurihnya pas," ucap William tersenyum menatap L
"Alhamdulillah kalau kakek suka,"
"Tentu saja aku suka, aku harap kamu akan sering-sering memasakkan sop ini untukku setelah kamu menikah dengan Andru nanti
"Gak usah nunggu nikah kek, kalau kakek mau tinggal telpon L saja, aku pasti akan membuatkannya untukmu,"
"Terimakasih L,"
William kemudian mempersilakan semuanya untuk menikmati makan siang mereka.
"Maaf aku terlambat!" seru Lexi memasuki ruangan itu.
"Kamu memang selalu saja terlambat, duduklah!" seru William mempersilakannya duduk
Ia kemudian duduk di samping L, dan menatapnya.
Cih, bahkan dia tak kaget sedikitpun saat melihat ku di sini, benar-benar gak normal!
"Sayang perkenalkan dia Lexi sepupuku," ucap Andru memperkenalkan Lexi padanya
"Iya, tapi aku sudah kenal sama dia!" jawab L seketika membuat Lexi langsung menyemburkan minumannya
"Dimana?" tanya Andru terkejut
__ADS_1
Saat L akan memberitahukan dimana ia dan Lexi bertemu lelaki itu langsung menginjak kaki L dan memberikan isyarat padanya untuk tidak memberitahu Andru dimana mereka bertemu.