DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Akhirnya kamu siuman


__ADS_3

"Kalau kakek tidak keberatan aku akan mencalonkan diri untuk menggantikan posisi Andru sementara waktu. Saya janji akan menyelesaikan semua konflik dalam perusahaan kita terutama masalah kenaikan gaji, dan juga menyelesaikan semua masalah yang sedang ditangani oleh Andru," tutur Barri


William mengangguk setuju saat mendengar ucapan Barri. Selain genius Barri juga merupakan pemuda yang sangat teliti dan kompeten hingga membuat William tak meragukan kemampuan Leadership nya.


Namun terlepas dari itu semua William juga paham betul bagaimana tabiat cucu satunya itu. Selain penuh dengan ambisi Barri juga adalah tipe seorang warrior yang tak pernah mau di kalahkan.


Tak ada pilihan lain bagi William selain menjadikan Barri sebagai pengganti Andru untuk sementara waktu.


Barri tersenyum bahagia saat mendengar keputusan William. Siang itu juga ia langsung memindahkan barang-barangnya ke ruangan kerja Andru.


Lelaki itu bahkan langsung membersihkan dan membuang barang-barang milik Andru.


"Kumpulkan saja di gudang, dan bila perlu bakar saja!" seru Barri


"Baik Pak,"


Barri tak lupa mencari buku harian Lexi yang di simpan oleh Andru.


"Dimana dia menyembunyikan buku itu??" Barri juga memeriksa laptop Andru namun ia tak menemukan apapun di sana.


"Jika aku tidak bisa menemukan apapun di sini, maka aku harus menghentikan kasus Lexi sebelum Andru sadar,"


Siang itu Barri segera menghubungi lawyer perusahaan dan menyuruh untuk menangani kasus Lexi.


***********


Rumah Sakit Harapan Kasih.


Hari itu Bagas, Sofia dan Sifa sengaja mengunjungi L melihat kondisi ayah mereka. Ketiganya tampak gusar saat menatap lekat Andru dari balik kaca.


"Kalau Kaka Sifa sama Sofia mau lihat papah bisa gantian ya, tapi Bagas belum boleh jenguk papah karena belum cukup umur ya, kamu lihat di sini aja sama mamah ok," ucap L memberikan pengertian kepada anak-anaknya


"Tapi Bagas mau lihat papah, Bagas kangen," jawab anak itu


"Iya sayang, tapi tetap aja gak boleh. Apa kamu mau lihat wajah papah dari ponsel aja?" tanya L


Bagas segera menggelengkan kepalanya ketika mendengar tawaran L.


"Yang boleh masuk itu usia sepuluh tahun keatas nak, kamu kan baru mau tujuh tahun, jadi belum boleh ya,"


"Kalau begitu bilang aja umurku 10 tahun kan beres, lagipula dokter juga gak bakalan tahu kalau aku baru 7 tahun," sahut Bagas kemudian segera bergegas masuk kedalam saat melihat Sofia keluar dari ruang ICU.


Melihat Bagas nekat masuk membuat L kemudian menyusulnya.


Namun baru saja L melangkahkan kakinya ke bibir pintu, Bagas sudah berlari keluar menghampirinya dengan wajah terkejut.

__ADS_1


"Papah," ucap Bagas sambil menarik-narik lengan L


"Papah kenapa nak?"


"Papah sudah bangun," jawab Bagas kemudian menarik lengan L


Tentu saja Laila tak percaya saat mendengar ucapan putranya. Wajahnya seketika berseri-seri saat melihat Andru benar-benar membuka matanya. Lelaki itu kemudian duduk di pinggir ranjang sambil menatap lekat wanita yang ada di hadapannya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga sayang," ucap L kemudian memeluknya


Andru hanya diam dan tak ada reaksi apapun selain tatapan hambar saat melihat L.


Melihat reaksi Andru L kemudian bergegas keluar untuk memanggil dokter.


Tidak lama ia kembali bersama seorang dokter yang langsung memeriksa kondisi Andru.


"Kondisinya sudah membaik, dan bisa dipindahkan ke ruang perawatan," ucap sang dokter


"Alhamdulillah, terimakasih dok," ucap L begitu senang mendengarnya


Ia dan ketiga anaknya kemudian membereskan barang-barang Andru dan membawanya pindah ke ruangan perawatan VIP.


Di sana Yunita, ibu Andru sudah menunggunya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar juga sayang, semoga kamu cepat sembuh ya. Lihatlah anak-anakmu begitu merindukanmu," ucap Yuni


Melihat tatapan mata putranya yang tak biasa membuat Yuni mendekatinya.


"Kamu pasti sangat trauma dengan kejadian itu, hingga membuat mu seperti ini," ucap Yuni kemudian memeluk erat Andru.


"Sebaiknya sekarang kamu istirahat, agar bisa melupakan semua kejadian malang yang menimpamu," imbuhnya kemudian menyelimuti tubuh lelaki itu


"Sebaiknya kamu juga istirahat L, biar ibu yang akan menjaga Andru. Lagipula anak-anak pasti juga capek karena baru pulang sekolah bukan?"


"Baik Bu," jawab L kemudian berpamitan kepada Andru


"Sayang aku pulang dulu ya, kalau kamu butuh sesuatu katakan saja biar nanti aku bawakan?" tanya L


Andru menggelengkan kepalanya, membuat Bagas langsung menghampirinya.


"Papah kangen masakan mamah ya, nanti aku bilangin mamah untuk memasak makanan kesukaan papah ok," ucap anak kecil itu kemudian mengerlingkan matanya.


Andru mulai tersenyum melihat sikap polos anaknya itu.


Melihat senyuman Andru membuat L sedikit lega.

__ADS_1


********


Siang itu Barri sengaja mendatangi bengkel tempat mobil Andru di reparasi. Ia sengaja mendatangi tempat itu untuk mencari buku Agenda milik Lexi yang mungkin disimpan Andru di sana.


"Sial, dimana sebenarnya ia menyimpan buku itu," keluhnya saat tak menemukan buku itu di mobil tersebut.


"Jika aku tidak bisa menemukan buku itu, maka tidak ada cara lain selain menimpakan semua kesalahan kepada Lexi. Hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa mendapatkan kepercayaan dari kakek," ucap Barri kemudian menghubungi pengacaranya.


"Lakukan seperti rencana,"


"Baik Pak," jawab sang pengacara kemudian mematikan ponselnya.


Di ruang sidang Lexi merasa kesal saat sang hakim menjatuhkan vonis bersalah padanya. Ia yang tidak terima dengan putusan hakim segera mengajukan banding karena merasa tak pernah melakukan semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.


"Barri, ternyata kamu lebih sadis dari yang ku bayangkan, tunggu saja aku pasti akan membuktikan siapa pelaku sebenarnya," ucap Lexi.


Ia kemudian meminta pengacaranya untuk mempersiapkan semua dokumen yang dimintanya.


"Aku dengar Andru mengalami kecelakaan, apa dia sudah sadar?" tanya Lexi


"Entahlah aku belum tahu,"


"Sebaiknya kamu temui dia dan sampaikan surat ini padanya," ucap Lexi kemudian memberikan sepucuk surat kepadanya


"Baik,"


********


Mendengar Andru sudah sadarkan diri membuat Barri langsung menjenguknya.


"Maaf apa kedatangan ku menganggu kalian?" tanya Barri saat melihat L tengah menyuapi Andru


"Tentu saja, apa kau tidak lihat jika aku sedang makan?" sahut Andru dengan tatapan kesal


"Ok, kalau begitu silakan makan dulu, nanti aku masuk lagi setelah kamu selesai makan," jawab Barri kemudian bergegas keluar


"Kenapa sih kamu jadi kasar gitu, memangnya kamu ada masalah apa dengan Barri?" selidik L


"Entahlah, hanya saja aku kesal saat melihat wajahnya," jawab Andru memalingkan wajahnya


Ia kemudian mengusap mulutnya, dan menepis lengan L yang kembali menyuapinya.


"Selera makan ku mendadak hilang," ucapnya lesu


Melihat Andru sudah selesai makan membuat Barri kembali memasuki ruangan itu.

__ADS_1


"Aku senang melihat mu sudah siuman, aku harap kamu cepat pulih agar bisa kembali bekerja," jawab Barri


Andru tersenyum sinis menatap lelaki itu, "Bukankah kamu senang aku seperti ini," jawab Andru membuat Barri tercengang mendengarnya


__ADS_2