
Malam harinya L mendandani Bagas dan juga Sifa yang akan ia ajak ke pesta pelantikan Andru.
Tidak lama seorang supir pribadi Andru sudah datang untuk menjemput mereka.
"Maaf Bu, Mas Andru tidak bisa datang karena harus mempersiapkan diri," ucap sang sopir
"Iya, dia juga sudah mengabari aku,"
L segera meminta Sifa dan Bagas untuk segera masuk ke dalam mobil.
Hanya butuh waktu satu jam mereka sudah tiba di sebuah hotel bintang lima tempat acara berlangsung.
"Inget ya, Bagas gak boleh nakal atau mengganggu papah. Hari ini kamu harus jadi anak pendiam kalau mau papah Andru jadi papah kamu, apa Bagas mengerti?" tanya L memberikan pengertian
"Hmm," jawab Bagas mengangguk
L kemudian segera menggandeng lengan anak itu dan masuk ke ballroom hotel.
Setibanya di dalam William segera menyambutnya dan langsung mendekati Bagas.
L segera memerintahkan kedua anaknya untuk menyapa William.
"Assalamualaikum Kakek William,"
"Waalaikum salam," jawab William
"Apa dia anak lelaki mu?"
"Benar kek, dia Bagas anak kedua saya," ucap L memperkenalkan putranya
"Boleh kakek tahu berapa usiamu?" tanya William
"Enam tahun," jawab Bagas dengan bangga
"Wah sudah besar ya, sebentar lagi kaku masuk SD,"
"Kalau yang cantik ini siapa namanya?" tanyanya lagi.
"Sifa,"
"Kalian ini benar-benar anak-anak yang menggemaskan, kalau begitu silakan nikmati pestanya. Maaf kakek tidak bisa menemani kalian karena harus menyapa para tamu,"
"Iya kek," jawab Sifa dan Bagas bersamaan
William kemudian meninggalkan mereka dan langsung menyapa para tamu yang sudah hadir.
Laila kemudian mengajak kedua buah hatinya untuk duduk di sebuah bangku yang disediakan dan mengambilkan mereka makanan.
"Sekarang kalian makan dulu ya, mamah mau telpon papah bentar," ucap Laila kemudian mengeluarkan ponselnya
Ia mencoba untuk menghubungi Andru, karena belum melihat pemuda itu.
"Dimana sih dia, kenapa gak kelihatan. Apa dia sangat sibuk sampai membiarkan aku sendirian di tempat asing ini," L mengedarkan pandangannya saat panggilannya tak di jawab oleh Andru
Ia kemudian duduk di bangkunya dengan wajah lesu.
"Sabar mah, bentar lagi papah pasti ke sini," jawab Sifa
__ADS_1
Kedua bocah itu seperti lomba makan hingga mulutnya penuh dengan makanan.
"Mah aku mau kue itu lagi," ucap Bagas menunjuk ke sebuah kue tiramisu
"Tunggu bentar ya,"
Laila segera beranjak berdiri dan menuju ke Buffett makanan.
"Sepertinya ada yang seneng banget lihat banyak makanan!" celetuk Lexi
"Emangnya kenapa masalah buat lo!" sahut L
"Tentunya, apalagi saat seorang jelata berusaha masuk ke keluarga Aditama, pasti kamu sengaja kan mendekati Andru karena dia adalah pewaris Aditama Group,"
"Sotoy!" sahut Laila kemudian berlalu pergi meninggalkan Lexi
"Bener-bener cewek gak sopan," Lexi berusaha menarik lengan L namun kakinya terpeleset hingga ia jatuh tergeletak di lantai.
Laila tertawa terbahak-bahak melihat Lexi jatuh tersungkur di lantai, "Sukurin!!" Laila segera berbalik menuju ke mejanya.
"Dimana Bagas sama Sifa??" wanita itu segera mengedarkan pandangannya mencari keberadaan anak-anaknya.
"Dimana mereka," saat ia tak menemukan kedua buah hatinya, buru-buru Laila menghubungi Andru.
"Ayo dong angkat Andru," Laila terlihat begitu gusar saat Andru juga tak mengangkat ponselnya
Ia kemudian berkeliling mencari kedua anaknya di setiap sudut ruangan. Tak lupa L juga memeriksa toilet untuk memastikan apabila mereka ada di sana.
"Ya ampun kemana sih kalian, bahkan telpon Sifa juga gak aktif,"
Ia kemudian kembali duduk di bangkunya dan terlihat gusar saat mendapati kedua buah hatinya belum juga kembali.
Ia kemudian bergegas menuju ke depan dan mengambil alih podium. Semua mata tertuju padanya saat wanita itu mulai mengambil mikrofon, "Hari ini saya kehilangan dua buah hatiku di tempat ini, aku tidak tahu mereka dimana, mungkin mereka tersesat atau bersembunyi aku tidak tahu. Yang jelas aku minta dengan sangat kepada kalian agar segera menghubungi pihak informasi jika menemukan dua orang anak laki-laki berumur 6 tahun dan perempuan dua belas tahun. Bagi yang melihat kedua anak saya silakan bawa mereka ke ruang informasi atau menemui saya di sini, terimakasih." ucap Laila
Tidak lama dua orang petugas keamanan menghampirinya dan memintanya turun dari podium.
"Maaf Ibu, Selain CEO Aditama Group dan keluarganya, dilarang menggunakan podium," ucap salah seorang dari mereka
"Tapi saya hanya mengumumkan tentang anak saya yang hilang saja agar bisa cepat menemukan mereka,"
"Tetap saja tidak boleh, bukankah anda bisa mendatangi bagian informasi dan memberitahukan informasi kehilangan disana," jawab mereka kemudian menyeretnya turun
"Aku sudah ke sana tapi tetap tidak menemukan mereka, jadi aky berinisiatif ke sini,"
"Kenapa kau tidak lapor polisi saja. Lagipula apapun kondisinya tetap saja anda tidak dibenarkan menggunakan fasilitas VIP seenaknya sendiri. Memangnya kamu siapa sampai lancang menggunakan fasilitas di hotel ini!" hardik salah seorang petugas keamanan membuat Laila langsung memintanya maaf kepada mereka.
"Maaf kalau saya sudah lancang menggunakan fasilitas hotel tanpa izin, aku hanya begitu khawatir dengan anak-anakku hingga tak bisa berfikir jernih sebelum menggunakan podium itu,"
"Sepertinya maaf saja tidak cukup, karena anda harus mempertanggungjawabkan ini di depan kantor polisi," jawab sang petugas keamanan membawanya pergi dari tempat itu
"Sukurin, Lo pikir siapa sampai berani-beraninya menggunakan fasilitas VIP Aditama Group. Jangan kau kira karena kamu tunangan Andru maka bisa berbuat semau mu," cibir Lexi begitu bahagia saat melihat dua orang petugas keamanan menyeret L keluar dari area pesta
Laila terus meronta mencoba melepaskan diri dari kedua petugas , keamanan itu namun keduanya tetap tak bergeming meskipun ia sudah mengatakan bahwa ia adalah tunangan Andru.
Mereka kemudian membawa L kesebuah ruangan khusus dan meninggalkan wanita itu di sana dengan pintu terkunci.
"Katanya kalian ingin membawaku ke kantor polisi kenapa aku malah di kurung di sini, lepasin aku atau kalian akan di pecat karena sudah mengurung ku di sini!" hardik Laila mencoba menggedor-gedor pintu ruangan itu
__ADS_1
"Siapapun yang ada di luar tolong buka pintunya!"
Laila yang sudah kelelahan berteriak akhirnya harus pasrah dengan keadaannya.
"Kamu dimana sih Ndru, kenapa kamu tidak muncul di saat-saat seperti ini. Padahal aku sangat berharap kamu akan muncul menjadi pangeran penyelamat ku,"
Cukup lama L mendekam di ruangan itu seorang diri.
Wanita itu langsung bangun dan berdiri saat mendengar seseorang membuka pintu ruangan tersebut.
Dua orang wanita memasuki ruangan itu dan mendandaninya. La yang kebingungan mencoba bertanya kenapa mereka mendandaninya, namun keduanya hanya diam tanpa menjawab pertanyaan darinya.
Mereka juga langsung meminta L mengganti pakaiannya dengan gaun yang sudah mereka bawa.
"Kenapa aku harus mengganti pakaian?" tanya L
"Sudahlah pakai saja dan jangan banyak bicara jika kamu tidak mau mendapatkan hukuman," sahut salah seorang dari mereka
Laila segera memakai pakaian itu sesuai perintah keduanya. Setelah selesai, mereka segera mengajak L keluar dari ruangan itu.
"Kita mau kemana lagi, aku tak mau meninggalkan hotel ini!" seru L berusaha kabur saat keduanya membawanya keluar dari hotel
Laila begitu terkejut saat ia tiba di sebuah ruangan dimana semua tamu undangan sudah menunggunya disana.
"Ruangan apa ini??"
Saat ia menoleh ke samping ia melihat Andru tersenyum menatapnya.
"Bagaimana apa kau suka kejutannya?" tanya Andru kemudian menghampirinya
"Kejutan apa maksudnya?" tanya L tak mengerti
Andru kemudian menunjuk kearah pelaminan yang sudah ia persiapkan untuknya.
"Bukankah itu pelaminan??" tanya L membelakakan matanya
"Benar, aku berencana menikahimu disini," jawab Andru
"Tapi... aku tak bisa menikah denganmu sekarang, karena kedua anakku tiba-tiba saja menghilang," jawab L dengan wajah gusar
Tiba-tiba terdengar suara yang begitu familiar memanggil namanya.
"Mamah!!"
"Sifa... Bagas!!" seru wanita itu tak percaya saat melihat kedua buah hatinya menghampirinya dengan membawakan bucket Mawar merah di tangannya.
"Aku sengaja membuat kejutan ini untuk mu, apa kamu suka?" tanya Andru
"Ya ampun, aku hampir saja jantungan saat petugas kemanan membawa ku pergi dari ruangan itu, ternyata ini adalah ulah mu, dasar bocah nakal!" jawab L langsung memukuli Andru
"Aku ingin membuat pernikahan kita berkesan dan tak terlupakan seumur hidup makannya aku membuat rencana ini. Selain itu aku sengaja memajukan pernikahan kita karena aku ingin memanfaatkan momen ini untuk memperkenalkan kamu kepada semua direksi Aditama Group. Aku ingin semua orang tahu kalau kamu adalah istri Andru Aditama, CEO Aditama Group,"
"Aku hanya ingin agar semua orang tidak memandang rendah lagi dirimu mulai sekarang karena kamu akan menjadi seorang Nyonya Andru Aditama mulai saat ini," imbuhnya
"Terimakasih Andru, aku gak bisa berkata-kata atas semua yang kamu lakukan untukku," ucap L begitu terharu mendengar ucapan Andru
"Mulai sekarang, aku akan melakukan apapun untuk membahagiakan kamu dan juga ketiga anak-anak kita, jadi apa kamu mau menikah denganku hari ini?" tanya Andru membuat L langsung mengangguk setuju
__ADS_1
"Tentu saja aku setuju!"