DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Pembuktian


__ADS_3

Siang itu sepulang dari Pelatihan L menyempatkan diri untuk mengunjungi ketiga sahabatnya.


Via begitu senang saat melihat L mengunjunginya di sekolah.


"Ya ampun sis, kamu sombong banget sih mentang-mentang udah jadi orang sukses sampai lupa sama kita-kita," ucap Via mendengus kesal


"Maaf ya mantenan jadwalku padat merayap kaya jalanan di Jakarta kalau senin pagi, makanya gak bisa sering ke sini," jawab L


"Iya Miss aku ngerti kok, uunnch kangen...." Yuli langsung mendekat kearah L dan memeluknya erat


"Miss u sis," ucap Via juga memeluknya


"Btw Emak dimana kok gak kelihatan?" tanya L


"Dia lagi minggat dari rumahnya, dab udah beberapa hari gak masuk," jawab Via


"Ya ampun, semoga dia baik-baik saja ya,"


"Pasti Miss, bentar lagi juga rujuk lagi kaya gak tahu emak aja, wkwkwk,"


Ketiganya kemudian saling bercerita mengenai masalah mereka.


"Ya ampun Miss, pasti sedih banget ya kamu putus sama Mas Gun," ucap Yuli


"Tapi meskipun lo udah putus sama dia jangan berkecil hati dong Miss, aku yakin masih banyak pria di luar sana yang bisa menerima kamu apa adanya," sahut Via


"Tapi kan gue beda, gue janda beranak dua ya udah pasti semua orang bakal mikir kalau mau nikah sama gue lah,"


"Kata siapa Miss, gak semua orang seperti itu. Aku yakin kok banyak yang suka sama kamu, meskipun kamu punya anak dua. Body aja lo lebih slim daripada kita berdua, prestasi apalagi, jangan minder semangat!" ujar Yuli menyemangatinya


"Iya semangat," jawab L lirih


"Nah gue tahu kenapa lo minder sis, lo pasti karena kata-kata si Krisna yang waktu itu bilang kalau lo itu kusut, buluk dan membosankan. Inget Sis lo itu sebenarnya cantik hanya saja kurang di poles. Nah sekarang kan lo udah banyak duit Sis, rajin-rajinlah perawatan. Sekali-kali menyenangkan diri sendiri," sambung Via.


"Iya Vi,"


"Btw kabar si brondong gimana sis?" tanya Via


"Dia sedang lanjutin kuliahnya,"


"Oh gitu, jadi lo jomblo dong sekarang?"


"Ya gitulah Vi,"


"Mau gak gue kenalin sama teman kuliah gue?" tanya Via


"Dih gitu, giliran L aja ditawarin mau dikenalin temennya, lah Lo tahu gue jomblo udah bangkotan gak pernah lo tawarin kek gituan. Jahara lo Vi!" cibir Yuli


"Sabar Yul, semuanya ada waktunya, nanti gue pasti kenalin kok sabar aja,"


"Awas lo boong Vi," sahut Yuli

__ADS_1


"Yaudah karena udah sore gue pamit ya," ucap L berpamitan


"Ok sis, titi Dj ya," ucap Via melambaikan tangannya


***************


Setibanya di rumah Sifa langsung memberikan sesuatu kepada L.


"Apaan nih?" tanya L


"Kayaknya sih undangan mah," jawab Sifa


Laila kemudian membuka undangan itu dan membacanya.


"Wah acaranya malam ini, tapi aku belum ada persiapan. Datang gak ya?" Laila terlihat kebingungan saat mengetahui ada undangan dari pihak kementerian


"Datang aja gpp mah, nanti biar bagas aku yang jagain," ujar Sifa


"Bukan itu masalahnya,"


"Terus apa?"


"Gak ada persiapan sayang,"


"Emang apa aja yang harus disiapin?" tanya Sifa


"Dandan, outfit, terus mental juga," jawab L


"Beneran lo bisa,"


"Trust me,"


"Oklah kalau gitu,"


Laila segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi ia kemudian membuka pakaian yang dulu dibelikan oleh Andru.


"Sayang banget emang kalau baju-baju ini gak pernah di pakai,"


L segera mengambil sebuah long dress berwarna hitam dan memakinya.


Selesai memakai gaun, Sifa segera mendandaninya.


Setengah jam kemudian, make up pun selesai. Laila yang penasaran dengan hasil riasan putrinya langsung berdiri di depan cermin.


Ia hampir saja menjerit tak percaya saat melihat hasil riasan putrinya.


"Ya ampun cantik banget hasilnya, sejak kapan kamu mahir merias wajah orang?" tanya L


"Udah lama kan, cuma emang belum pernah praktek langsung, jadi mamah harusnya bangga karena jadi model pertama Sifa,"


"Astoge berarti aku jadi kelinci percobaan nih," sahut L langsung disambut gelak tawa Sifa.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong dimana si Bagas?" tanya L


"Noh lagi nonton TV," tunjuk Sifa


"Sayang, jagain dulu adikmu ya. Jangan lupa suapin dia terus jangan tidur telat," ucap L berpamitan


"Iya Mah, jangan lupa beliin oleh-oleh pulangnya,"


"Siip!"


L segera memesan ojek online dan bergegas meninggalkan rumahnya.


Tiga puluh menit kemudian L sudah tiba di sebuah ballroom hotel bintang lima.


Setelah mengisi daftar hadir L segera masuk dan membaur dengan tamu undangan lain.


Tidak lama ia melihat kedatangan Hera di pesta itu bersama seorang pria.


"Wah ternyata kau diundang juga L, senang bertemu denganmu di sini," sapa Hera


"Alhamdulillah, nice to meet you too," jawab L singkat


Ia kemudian segera mencari bangku kosong untuk duduk.


Malam itu semua undangan tampak hadir bersama pasangannya masing-masing kecuali L yang datang seorang diri.


"Tahu begini tadi mending gak usah datang," gerutu L


Ia kemudian mengambil makanan dan menikmatinya sendirian di sudut ruangan.


"Wah kasian sekali yang datang sendirian tanpa pasangan. Duh pasti sedih banget ya yang habis diputusin pas lagi sayang-sayangnya. Makanya jadi orang tuh ngaca dulu sebelum mencari pacar. Jangan hanya lihat hartanya saja, tapi lihat diri lo lebih dulu pantas gak bersanding dengan pria itu. Lagian mana ada sih cowok keren dan tajir yang tertarik dengan janda buluk beranak dua kaya lo!" cibir Hera membuat semua orang langsung memperhatikan mereka


Laila terlihat tenang dan tetap menikmati makan malamnya tanpa menghiraukan ucapan Hera.


Ketika ia sudah selesai makan, dan bersiap menjawab ucapan Hera tiba-tiba seorang pria menghampirinya.


"Kata siapa tidak ada pria yang tertarik dengannya!" seru Sean langsung menggandeng lengan Laila


"Aku adalah salah satu pengagumnya," imbuh Sean menatap lekat kearah Laila


Semua orang seketika terkejut mendengar ucapan pria itu.


Bukan hanya Hera yang tak mengira dengan tindakan Sean, namun L juga tak menduga pria itu akan mengatakan hal itu di depan umum.


"Jangan bohong Sean, aku tahu kamu hanya berusaha melindunginya saja bukan, kau hanya kasian dengan L, makanya kau berkata seperti itu. Kalau kau benar-benar menyukai L, maka buktikanlah, buat kami percaya dengan ucapan mu itu," tantang Hera


Sejenak Sean terdiam dan menatap lekat kearah L.


Hera tertawa melihat Sean yang tiba-tiba diam tak berkata-kata.


"Lihatlah dia sekarang, bagaimana kita akan percaya denganmu jika kau saja tidak bisa membuktikan ucapanmu!" cibir Hera

__ADS_1


"Baiklah kalau itu mau kalian," Tiba-tiba Sean segera menarik lengan L, dan mencium bibir wanita itu.


__ADS_2