DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Aku harap kau bahagia dengannya


__ADS_3

Hari itu Guntur begitu bahagia karena bisa berduaan lebih lama dengan Laila.


Alih-alih menunggu kedatangan putra-putri L, keduanya menghabiskan waktu bersama di sebuah taman tak jauh dari hotel tempat L menginap.


"Kenapa kau tidak memanfaatkan situasi tadi untuk memberitahukan kepada orang-orang perselingkuhan Hera dan Krisna," tanya Krisna


"Sebenarnya aku mau, tapi melihatnya begitu malu dan terpojok saat melihat para tamu undangannya bergosip tentangnya membuat aku jadi gak enak hati. Aku bisa merasakan bagaimana hancur dan sedihnya perasaan Hera, bagiku itu sudah cukup dan aku tak mau menambah lagi kesedihannya," jawab L


"Kau memang wanita yang baik L, aku sangat kagum denganmu," ucap Guntur


"Kalau kau tidak keberatan, selagi kau di sini aku ingin memperkenalkan kamu pada keluarga ku," ucap Guntur begitu hati-hati


Tentu saja L begitu terkejut mendengarnya.


"Tapi apa ini gak terlalu cepat, lagipula kita kan hanya teman, jadi gak usahlah sampai ketemu orang tua kamu segala," jawab Laila


"Apa kau masih belum mengerti maksud ku, kita sudah sama-sama dewasa harusnya kau sudah bisa mengerti apa yang aku maksudkan," ujar Guntur mengubah suasana yang tadinya santai tiba-tiba menjadi lebih serius dan menegangkan bagi L.


Bukan L tidak peka atau tak paham apa yang diinginkan oleh lelaki itu. Sebagai wanita dewasa ia tahu betul yang dimaksud Guntur, tapi ia juga tak mau terlalu pede untuk menyimpulkan jik lelaki itu memang ingin mengenalkan dirinya kepada orang tuanya untuk hubungan yang lebih serius.


Sebagai wanita ia juga butuh pengakuan secara lisan jika Guntur benar-benar mencintainya. Sebagai seorang yang pernah gagal tidak salah jika L lebih selektif saat memilih calon suaminya.


"Aku mengerti maksud mu, tapi apa aku juga butuh pengakuan darimu, aku tidak menjalin suatu hubungan hanya karena kasian," sahut L


"Jadi kau ingin aku mengungkapkan perasaanku padamu, seperti seorang ABG?" tanya lelaki itu


L mengangguk malu-malu.


"Tunggu sebentar, aku akan kembali lagi," ucap Guntur kemudian meninggalkan Laila


Tak lama lelaki itu kembali dengan bucket mawar merah di tangannya.


Ia kemudian bersimpuh dihadapan wanita itu dan menyodorkan mawar itu padanya.


"Nur Laila, aku tak tahu kenapa aku begitu menyukaimu, meskipun di dunia ini banyak wanita cantik tapi hanya dirimu yang bisa membuat dadaku berdebar-debar. Aku memang bukan tipe lelaki yang romantis, jadi aku tidak bisa mengatakan hal-hal puitis yang bisa membuatmu terpukau denganku. Aku hanya bisa bilang Aku tresno slira mu ( aku sayang padamu ) jadi maukah kau menjadi kekasihku?" ucap lelaki itu menatapnya lekat kearah Laila


Laila seketika mengangguk dan menerima mawar dari lelaki itu.


Guntur yang begitu bahagia langsung memeluk erat wanita itu dan meluapkan kebahagiaannya.


Semoga kali ini kau benar-benar menemukan lelaki yang bisa membahagiakan kamu dsn juga anak-anakmu L,


Ucap Andru yang tak sengaja melihat mereka dari kejauhan.


Ia kemudian mengantar anak-anak Laila masuk ke kamar hotel.


"Hari sudah sore, sebaiknya kalian mandi dan istirahat ya," ucap Andru kemudian berpamitan


"Kalian sudah pulang rupanya?, kenapa tak mengabari ibu?" tanya Laila yang baru saja tiba.


"Kami baru sampai L, jadi belum sempat memberitahu dirimu," jawab Gandrung


"Oh begitu, apa kalian sudah makan?" tanya L lagi


"Sudah, Om Andru sudah mentraktir kami sebelum pulang," jawab Sifa


"Thanks ya Ndru udah jagain anak-anak ku hari ini,"

__ADS_1


"Sama-sama L, kalau gitu aku pamit ya," sahut Andru melambaikan tangannya kearah Bagas


"Dadah papah," jawab Bagas


Andru kemudian keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya.


Ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjangnya. Lelaki itu mengambil dompetnya dan menatap sebuah foto yang ada di dalam dompet itu.


"Maafkan kakak dek, aku tak bisa memenangkan hati L dan gagal membawanya pulang ke rumah kita," ucap lelaki itu kemudian menghela nafas panjang.


Tiba-tiba Andru terbangun saat mendengar suara pintu kamarnya diketuk seseorang.


"Papah," seorang gadis kecil langsung memeluknya erat saat pemuda itu membuka pintu kamarnya


"Bagaimana, apa kau berhasil?" tanya seorang wanita paruh baya menghampirinya


Andru hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian menggendong gadis kecil di depannya.


"Maaf aku gagal,"


"Sudahlah ku duga, kau pasti tak bisa, kau memang selalu tak bisa diandalkan!" cibir wanita itu


"Semuanya tidak semudah yang ibu pikirkan, lagipula L bukan cewek matre yang langsung luluh hanya dengan barang-barang mewah. Dia adalah wanita luar biasa yang pernah aku temui, jadi aku juga menghormati keputusannya," jawab Gandrung


"Ah kau ini, sejak kapan berubah menjadi seorang yang bijak?"


"Semenjak aku kehilangan kakakku karena keegoisan mu," jawab Andru dengan ketus


"Sebaiknya kamu segera pulang dan kembali melanjutkan kuliahmu, Ibu tidak mau melihatmu menjadi gelandangan yang gak jelas, jangan sampai nasibmu seperti kakakmu,"


"Aku akan pulang tapi tidak sekarang, aku tidak bisa meninggalkan L dan anak-anaknya begitu saja. Aku akan pulang setelah memastikan pulang dengan selamat," sahut Andru


"Tante!!" seru gadis itu


Seketika ia langsung berlari saat melihat L keluar dari kamarnya. Gadis itu langsung memeluk erat Laila.


"Tante," ucap gadis itu dengan netra yang berbinar-binar saat menatap L


"Sepertinya aku pernah melihatmu?" ucap L menatap lekat gadis kecil itu


"Apa kau tidak ingat dia??" tanya Andru menghampiri keduanya


L seketika berpikir sejenak sambil menatap gadis berusia sembilan tahun itu.


"Kau yang sudah membantunya semangat hidup lagi, hanya kau satu-satunya orang yang peduli dan mau menolongnya waktu itu. Padahal tidak seorangpun yang mengerti apa yang ia inginkan kau bahkan membelanya saat orang-orang lain memarahinya karena ia memukuli anak lain sebayanya," kenang Andru


"Ya aku ingat, kamu si pengacau kecil di taman bermain anak ya," ucap L kemudian mencubit gemas pipi gadis itu


"Memangnya siapa dia, apa kau mengenalnya?" tanya L menoleh kearah Andru


"Dia keponakan ku, anak dari kakakku, tapi karena orang tuanya meninggalkannya ia menganggap aku sebagai ayahnya," jawab Andru


Lelaki itu kemudian menceritakan alasan ia mendekati L. Andru tidak mau lagi menyembunyikan rahasia dari Laila.


"Maafkan aku L," ucap lelaki itu


"Tidak apa Andru, aku justru salut padamu, kau bahkan mau berjuang demi keponakan mu dan mengesampingkan perasaan mu. Memang benar kedewasaan itu tidak diukur dari usia, kau sudah membuktikannya, tapi maaf aku harus mengecewakan mu karena tidak bisa menjadi kekasihmu, kau layak mendapatkan yang lebih dariku dan tentunya yang kau cintai,"

__ADS_1


"Tapi sekarang aku benar-benar jatuh cinta padamu L, awalnya aku memang mendekati mu karena Sofia tapi semakin lama kita bersama aku jadi benar-benar menyukaimu," jawab Andru


"Tapi aku mencintai pria lain," jawab L membuat Andru seketika berkaca-kaca


"Aku tahu, semoga kau bahagia dengan Guntur. Aku yakin dia seorang lelaki yang baik, sekarang aku jadi lebih tenang untuk meninggalkan kalian," ucap Andru


"Memangnya kau mau kemana?" tanya L


"Aku akan melanjutkan kuliah ku ke luar negeri,"


"Lalu bagaimana dengan Sofia, siapa yang akan menjaganya??"


"Aku sudah memasukannya ke sebuah sekolah khusus untuk anak-anak sepertinya," jawab Andru


"Kalau Sofia ingin berkunjung ke rumah ku, pintu rumahku selalu terbuka untuknya," jawab L


"Terimakasih L, semoga ibuku bisa mendengarnya," jawab Andru menoleh kearah ibunya


"Oh iya, kalau kau ingin pulang ke Jakarta aku bisa memesankan sebuah travel untuk kalian," jawab Andru


"Tidak usah repot-repot Ndru, kali ini aku akan pulang bersama Guntur," jawab L


"Syukurlah kalau begitu, kalian akan lebih aman jika pulang dengan seorang polisi,"


L kemudian mengajak Sofia masuk ke kamarnya dan mengajaknya bermain bersama Bagas dan Sifa.


Saat melihat ketiganya asyik bermain L segera mengumpulkan barang-barang pemberian Andru dan memberikannya kepada pemuda itu.


"Tidak bisakah kau menyimpannya saja, anggap saja itu kenang-kenangan dariku, karena mungkin kita bisa bertemu lagi setelah ini,"


"Memangnya kau akan menetap di luar negeri??" tanya L


"Sepertinya begitu," jawab Andru


"Baiklah kalau begitu aku akan menyimpannya,"


"Ngomong-ngomong kamu akan kembali ke Jakarta kapan?" tanya Andru


"Mungkin besok, karena malam ini Guntur ingin memperkenalkan aku kepada orang tuanya," jawab L


"Ternyata dia serius denganmu, semoga saja hubungan kalian lancar sampai pernikahan,"


"Aamiin, thanks doanya Ndru, kalau begitu aku tidak bisa melihat kalian pulang, karena pesawat ku akan berangkat besok pagi,"


"Iya Ndru, tidak apa-apa. Aku doakan semoga kami selamat sampai tujuan dan sukses kuliahnya serta menjadi orang sukses kelak,"


"Aamiin, kalau gitu aku pamit L,"


Andru segera menghampiri Bagas dan memeluk erat anak itu.


" Anak papah gak boleh nakal ya selama papah gak ada, kamu harus jagain ibu kamu karena kamu anak lelaki. Papah pasti akan kangen sama kamu, jangan lupain papah ya," ucap Andru menciumi anak itu


Ia kemudian meninggalkan kamar itu dan segera pergi keluar dari hotel.


Saat ia sedang menyalakan rokoknya ia melihat Guntur memberikan kunci mobilnya kepada petugas valet.


Ia segera mematikan rokoknya dan menghampiri Guntur.

__ADS_1


"Selamat ya Bro, akhirnya kamu berhasil memenangkan hati L, aku titipkan dia ...lanjutkan perjuangan ku untuknya... bahagian dia, kau sayangi dia, seperti ku menyayanginya... Kan ku ikhlaskan dia tak pantas ku bersanding dengannya, dan aku terima dengan lapang dada, aku bukan jodohnya. Semoga kau bisa membahagiakan L agar ia bisa tersenyum setiap hari, aku pastikan akan merebutnya darimu jika kau menyakitinya seperti yang dilakukan mantan suaminya,"


__ADS_2