
Hari itu Krisna langsung menghubungi pengacara yang ditunjuk oleh Hera.
Ia dan pengacaranya kemudian menjenguk Hera di lapas.
Wanita itu langsung memeluknya, saat melihatnya datang.
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kamu pasti akan segera keluar dari sini," ucap Krisna menghiburnya
"Andai saja Romo tak membuang ku, mungkin ia akan mengeluarkan aku dari sini," keluh Hera sambil terisak
"Sudahlah, lagian mungkin mereka belum mendengar kabar ini, sehingga Romo dan Ibu belum bisa menjenguk mu," sahut Krisna
"Gak mungkin, aku sudah menelponnya tapi Romo tetap tak mau bicara denganku," jawab Hera
"Mungkin mereka butuh waktu, yakin saja jika suatu saat mereka pasti akan merestui hubungan kita,"
"Setidaknya jika ada Romo aky tidak akan mendekam disini begitu lama, dan tidak ada seorangpun yang berani mengusik ku seperti ini," ucap Hera
Tidak lama seorang wanita paruh baya mendekatinya dan menampar wajahnya dengan keras.
"Ibu," ucap Hera begitu kaget saat melihat mantan ibu mertuanya menyambanginya di lapas
"Dasar wanita sundel, teganya kau membunuh suamimu sendiri hanya demi menikahi selingkuhan mu!" seru wanita itu kemudian menjambak rambutnya hingga Hera berteriak kesakitan
"Semua itu tidak benar ibu, ibu salah paham, aku tidak pernah membunuh Mas Haryo. Dia meninggal karena serangan jantung," sahut Hera mencoba membela diri
"Memang dia meninggal karena serangan jantung, tapi tidak mungkin ada asap tanpa ada api. Tidak mungkin ia mendadak terkena serangan jantung jika tidak ada pemicunya. Sekarang semuanya terbukti saat kalian diam-diam menikah meskipun lelaki itu masih berstatus suami orang. Aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman setimpal dan mendekam selamanya di sini." ucap wanita itu kemudian meninggalkan Hera
Hera kemudian meminta empat mata dengan pengacaranya.
Krisna yang penasaran dengan apa yang mereka bicarakan hanya bisa menahan rasa penasarannya hingga mereka selesai berbicara.
Ia segera menghampiri Hera saat wanita itu selesai berbincang dengan pengacaranya.
"Bagaimana, apa kau akan dibebaskan sementara?" tanya Krisna
Hera menggelengkan kepalanya dengan wajah gusarnya.
__ADS_1
"Katakan apa yang harus aku lakukan agar aku bisa membantumu keluar dari sini?" tanya Krisna
"Benar kau mau membantuku keluar dari sini?" tanya Hera begitu antusias
"Tentu saja apapun akan ku lakukan untuk membantumu keluar dari sini,"
"Apapun itu?" kembali Hera bertanya kepadanya
"Tentu saja,"
Hera tersenyum licik menatap wajah suaminya, "Terimakasih sayang," jawab Hera kemudian meninggalkan lelaki itu.
Malam itu Hera tampak berpikir keras di dalam Sel. Ia masih mengingat kata-kata terakhir ayahnya sebelum ia memutuskan memilih Krisna daripada keluarganya.
Sekarang aku serahkan semua keputusan padamu Hera, kau adalah putri sulung ku dan kau tahu apa yang aku mau,
Seketika wajahnya berbinar setelah mencerna kata-kata yang diucapkan oleh ayahnya itu.
"Terimakasih Romo, sekarang aku tahu maksudmu,"
Wanita itu langsung mengusap air matanya dan kemudian memejamkan matanya.
"Apa kau yakin akan melakukan itu?"
"Tentu saja, aku akan melakukan apapun demi keluar dari tempat ini dan membersihkan nama baikku," jawab Hera begitu yakin
"Baiklah kalau begitu, aku akan segera memanggil assisten rumah tanggamu dan membawanya ke sini sebagai saksi," ucap Pengacara Hera kemudian meninggalkan wanita itu.
Siang itu juga Hera dibebaskan dari penjara setelah mendengar kesaksian mantan asisten rumah tangganya.
Namun hal berbeda terjadi dengan Krisna, rupanya Hera sengaja menyuruh mantan asisten rumah tangganya untuk memberi kesaksian palsu mengenai Krisna yang sengaja datang menemui Haryo beberapa jam sebelum lelaki itu meninggal untuk memberitahukan perselingkuhannya dengan Hera.
"Bukan aku pembunuhnya, kalian salah tangkap!" seru Krisna saat polisi menginterogasinya
"Kalau aku memang berniat membunuhnya untuk apa aku menghubungi ambulance untuknya. Asal kalian tahu aku datang ke rumah itu kondisi Haryo sudah sekarat dan jatuh dari balkon rumahnya. Kalau kalian ingin tahu siapa yang bersamanya saat itu dia adalah Hera istrinya," Terang Krisna
"Tapi saat itu Ibu Hera sedang berada di Villa keluarganya bersama kedua orang tuanya," ucap sang polisi kemudian memberikan bukti-bukti foto kebersamaan Hera dan kedua orang tuanya
__ADS_1
"Dia memang ada di sana karena suaminya mengusirnya dari rumah. Malam itu ia kembali karena tahu jika istriku akan memberitahukan suaminya tentang perselingkuhan kami. Kalau kalian tidak percaya aku bisa memberikan bukti-bukti itu kepada kalian. Aku yakin L masih mempunyai bukti-bukti chatnya dengan Haryo. Aku memang hendak menemuinya hari itu, tapi aku hanya ingin meluruskan perselisihan kami. Hari itu aku ingin mengakui kesalahan ku karena sudah berselingkuh dengan istrinya, tapi setibanya di sana aku melihat ia sudah jatuh bersimbah darah. Saat itu aku melihat Hera buru-buru pergi dari rumah itu,"
"Tapi menurut keterangan pembantu rumah tangga yang bekerja di sana, Korban meninggal setelah bertemu dengan anda, dan Saudara Hera juga tidak ada di rumah itu," sahut sang penyidik
"Dia bohong, jelas-jelas ia kebingungan saat melihat majikannya sekarat dan memintaku memanggil ambulance," sergah Krisna
"Tapi maaf sekali tanpa barang bukti kami tidak bisa mempercayai ucapan anda, sebaiknya anda hubungi pengacara anda dan berikan bukti-bukti kepada kami yang bisa membuktikan jika anda memang tidak bersalah," ucap sang penyidik mengakhiri interogasinya hari itu.
Krisna kemudian menghubungi Hera dan meminta wanita itu untuk bersaksi kepada polisi untuk mengeluarkannya dari penjara, namun wanita itu menolaknya.
"Maaf sayang aku tidak bisa bersaksi untukmu, kau tahu kan jika aku bersaksi untukmu maka polisi akan tahu jika aku adalah penyebab kematian suamiku," jawab wanita itu kemudian mematikan ponselnya
"Sial, ternyata ia sengaja menyuruh pembantunya guna memberikan keterangan palsu untuk menjebak ku, dasar wanita Iblis. Sekarang aku menyesal telah menikahi wanita seperti dirimu," sesal Krisna
Kali ini tidak ada pilihan lain bagi Krisna selain meminta bantuan L untuk memberikan kesaksian kepada polisi agar ia bisa keluar dari penjara.
Pagi Harinya L menemui Krisna di penjara. Krisna begitu senang saat melihat wanita itu mau memenuhi permintaannyam
"Aku tahu, aku memang tak pantaskah meminta bantuan mu setelah apa yang sudah aku lakukan padamu. Tapi hanya kaulah satu-satunya orang yang bisa membuktikan kalau aku bukan pembunuh Haryo," ucap Krisna memohon kepada L
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya L
"Berikan semua bukti chat pribadimu dengan Haryo kepada polisi,"
"Tapi kalau hanya bukti itu saja, aku yakin kau akan tetap menjadi tersangka karena disana ada foto perselingkuhan mu dengan Hera," jawab L
"Tidak masalah, setidaknya Hera juga akan ditangkap karena ia juga bersalah dalam hal ini,"
"Baiklah, tapi jika aku mengungkapkan foto ini makan nama baikmu akan tercemar begitupun keluargamu," terang L
"Tidak masalah, toh semua orang sudah tahu tentang perselingkuhan ku dengan Hera,"
"Sebaiknya kau meminta bantuan kepada Guntur, dia pasti tahu apa yang harus kamu lakukan agar untuk membuktikan jika kamu memang tidak bersalah dalam kasus ini,"
"Kau benar L, kenapa aku tidak terpikirkan sama sekali, terimakasih L, atas bantuan mu," ucap Krisna
Namun siang itu sebelum Krisna bertemu dengan Guntur tiba-tiba Hera datang menemuinya dan membawakan surat gugatan cerai kepadanya.
__ADS_1
"Kau benar-benar keterlaluan Hera, bukan hanya menjebak ku, sekarang kau juga ingin menceraikan aku, kau benar-benar wanita Iblis!!" seru Krisna segera merobek-robek surat panggilan dari pengadilan agama di tangannya