DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Semoga dugaanku salah


__ADS_3

"Aku gak suka jika mamah dekat sama Om Sean, aku lebih suka mamah sama papah Andru daripada Om Sean," ucap gadis itu membuat L terperanjat mendengarnya


Sean yang tak sengaja mendengarnya pun tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.


Namun ia juga tak bisa menyalahkan gadis itu dan justru berusaha untuk mendekatkan diri kepada Sifa.


Meskipun Sean berusaha mengambil hati gadis kecil itu, tetap saja Sifa tidak bisa merubah keputusan gadis itu yang lebih setuju jika ibunya berhubungan dengan Andru daripada dengannya.


Sean merupakan pria yang baik dan bertanggung, hanya saja ia memang tidak bisa dekat dengan anak-anak. Tak seperti Andru yang pandai mendekati anak-anak dan bisa mengakrabkan diri dengannya.


Mungkin itulah alasannya kenapa Sifa lebih nyaman bersama Andru daripada dengan Sean.


Mengetahui adanya penolakan dari putri sulung L membuat Sean kemudian belajar cara mendekati anak-anak. Ia bahkan rajin searching di google tentang bagaimana cara mendekatkan diri dengan anak remaja seumuran dengan Sifa.


"Anak cewek itu biasanya lebih suka di dengar dan di mengerti, jadi Lo harus mau dengarin dia saat dia lagi curhat atau sedang punya masalah," ucap Hans.


"Iya itu gue tahu Bro, tapi masalahnya gue kan gak bisa tuh bagaimana cara mendekatinya, lo tahu kan gue selama ini gak bisa dekat sama anak-anak, bahkan anak gue aja gue gak deket," jawab Sean


"Makannya belajar lah Sean, gimana Lo mau dapatin hati ibunya kalau lo gak bisa mengambil hati putrinya. Ingat Bro menikahi janda itu tak semudah menikahi anak perawan apalagi dia sudah memiliki anak," terang Hans


"Yaudah nanti aku coba," jawab Sean pesimis


"Semangat lah, jangan pesimis gitu," tukas Hans


"Semangat,"


***********


Sementara itu setelah mendengar curhatan Sifa, L mulai menentukan pilihannya. Tidak lupa ia selalu sholat malam untuk meminta petunjuk dari sang Khaliq agar ia tak salah pilih.


Jika L sudah mulai menetapkan hatinya, Sean justru sedang berusaha untuk mendapatkan dukungan dari Sifa. Setelah kejadian hari itu Sean jadi sering berkunjung ke rumah L agar bisa lebih dekat dengan anak-anak Laila terutama Sifa.


Sesekali ia juga mengajak mereka untuk jalan-jalan atau menghabiskan waktu liburan bersamanya.


Jika Bagas sudah mulai dekat dengan Sean, tidak begitu dengan Sifa. Gadis berusia dua belas tahun itu masih belum bisa menerima Sean untuk menjadi papah barunya. Baginya Andru tetaplah calon papah terbaik baginya.


"Maafkan Sifa ya kalau dia sedikit ketus sama kamu, memang dia sulit untuk berpindah ke lain hati saat sudah nyaman dengan seseorang," ucap L mencoba menghibur Sean saat Sifa menolak hadiah darinya


"Iya L aku tahu, mungkin aku yang harus lebih keras lagi berusaha untuk mendekatinya," jawab Sean

__ADS_1


"Terserah kamu saja, yang jelas aku tak memaksa kamu untuk mendekati Sifa," jawab Laila


"Apa kau menolak ku?" tanya Sean


"Maksudnya??" Laila mengernyitkan keningnya karena tak paham apa maksud ucapan Sean


"Apa ini artinya kau menolak lamaran ku kemarin?" tanya Sean


"Aku memang belum siap untuk menjalin hubungan lagi dengan laki-laki. Mungkin benar yang kau katakan, maaf aku belum bisa menerima lamaran mu," jawab L


"Apa itu karena Sifa?" tanya Sean


Laila menggelengkan kepalanya, "Bukan karena Sifa, tapi aku sudah nyaman dengan seseorang,"


"Jadi kau mencintai pria lain??" tanya Sean lagi


Laila kemudian mengangguk membuat harapan Sean seketika pupus.


"Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan mendekati mu lagi," Sean kemudian pamit meninggalkan kediaman Laila


Lelaki itu benar-benar merasa kecewa dengan penolakan Laila. Ia kemudian mendatangi sebuah bar dan memilih mengobati kekecewaannya dengan minum-minuman keras.


Saat ia sedang mabuk, Mawar melihatnya. Melihat mantan suaminya mabuk-mabukan membuat wanita itu langsung menghampirinya.


"Jangan banyak bicara, hari ini aku sedang tidak mau mendengar apapun dari mulut kotor mu itu," Sean kemudian segera beranjak dari duduknya dan berjalan sempoyongan keluar dari Bar


Mawar terus mengikuti lelaki itu hingga ia tiba di rumahnya.


********


Minggu siang L sengaja mendatangi sebuah rumah sakit khusus kanker. Laila sengaja mendatangi seorang dokter ahli kanker yang di sarankan oleh Sean untuk melakukan konsultasi.


Setelah berkonsultasi L kemudian memperlihatkan semua hasil tes yang ia jalani sebelumnya di rumah sakit lain.


Sang dokter kemudian membaca hasil tes itu dengan teliti.


"Setelah membaca hasil tes pap smear aku bisa menyimpulkan kalau kamu negatif kanker," ucap sang dokter kemudian menjelaskan secara detail alasannya.


Mendengar penjelasan detail dari sang dokter membuat L merasa lega. Kali ini ia benar-benar yakin jika dirinya memang benar-benar sehat.

__ADS_1


"Terimakasih dok atasan penjelasannya, Alhamdulillah sekarang aku bisa tenang setelah mendengar semua penjelasan dokter," ucap L


"Sama-sama, tapi alangkah baiknya kamu melakukan tes pap smear rutin setahun sekali supaya untuk mengetahui ada tidaknya virus kanker serviks dalam leher rahimmu,"


"Baik dok, aku pasti akan melakukan tes rutin setelah ini." jawab Laila


"Jangan lupa tetap hidup sehat, makan makanan yang Bergizi dan olahraga,"


"Baik dok," Laila kemudian bergegas keluar setelah selesai berkonsultasi.


L tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya hari itu hingga senyumnya terus mengembang selama perjalanan pulang.


Saat ia masuk sebuah lift untuk turun beberapa orang dokter tampak buru-buru membawa seorang pasien keluar dari sebuah bangsal perawatan VIP.


L kemudian keluar dari lift dan mempersilakan mereka untuk menggunakan Lift lebih dulu.


"Terimakasih," ucap sang dokter buru-buru mendorong brangkar masuk kedalam lift


Saat L menoleh kearah pasien, wajahnya seketika pucat pasi.


"Andru?" Wanita itu tak percaya saat melihat sosok pria mirip dengan Andru terbaring tak sadarkan diri diatas brangkar pasien.


Ia berusaha untuk memastikan jika pasien itu benar-benar Andru atau bukan, namun ia segera mengurungkan niatnya mengingat kejadian kemarin saat ia bertemu dengan seorang pemuda yang begitu mirip dengan Andru.


"Mungkin cumi ( cuma mirip ) aku yakin Andru baik-baik saja di sana," L kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya


Setibanya di rumah seorang kurir paket tampak sedang mengetuk pintu rumahnya.


"Paket ya mas?" tanya L


"Iya Bu, lelaki itu kemudian memberikan paket tersebut kepada Laila.


"Makasih ya mas," ucap L kemudian membawa paket itu masuk kedalam


Seulas senyum terpancar di wajahnya saat membaca paket itu dari Andru untuk Sifa.


Namun senyumnya seketika memudar saat melihat alamat pengirimnya.


"Bukankah dia bilang dia sedang di luar negeri, tapi kenapa ia mengirimkan paket ini dari Jakarta??"

__ADS_1


Tiba-tiba L mengingat pasien yang ia temui saat hendak pulang dari rumah sakit kanker.


"Jangan bilang kalau itu benaran kamu??" seketika L langsung melemparkan kotak paket di tangannya dan segera bergegas kembali ke rumah sakit


__ADS_2