
Pagi harinya di Sekolah Dasar Bangun Mandiri, semua orang terlihat menatap sinis kearah Hera.
"Wah itu dia, sepertinya dia memang gak punya malu. Dia bahkan berani datang ke sekolah tanpa rasa bersalah sedikitpun,"
"Benar , bukanya bikin klarifikasi atau minta maaf malah ia masih bisa tersenyum dan mendongakkan kepalanya, dasar psikopat!"
Semua wali murid terlihat memperhatikannya, namun ia terus melangkah dan mengacuhkan mereka yang membicarakannya.
"Pagi Bunda Sheira?" sapa seorang sahabat karib Hera
"Pagi," jawab Hera dengan acuh
"Btw kira-kira kapan nih live permintaan maafnya?" tanya wanita itu dengan hati-hati
"Sebaiknya kamu jangan kepo dan jangan pernah ikut campur urusan orang lain deh, heran masih ada aja orang yang suka kepo sama urusan orang!" cibir Hera kemudian meninggalkannya
"Kan kamu udah janji Bunda, ingat janji itu harus ditepati bukannya malah sengaja diingkari, awas hati-hati kualat loh!"
Hera tak bergeming meskipun banyak yang mencibirnya ia tetap berjalan dengan penuh percaya diri menuju ruang tunggu.
Semua orang terus membicarakannya namun ia tak peduli dan terus memainkan ponselnya.
"Benar-benar muka tembok!" sahut yang lainnya
Semua wali murid langsung berdiri saat melihat Laila yang datang memasuki ruang kelas. Semuanya langsung berlari menghampirinya.
"Apa kabar mom Bagas?"
"Alhamdulillah baik," jawab L Singkat
"Selamat ya, Bagas akhirnya memenangkan perlombaan itu,"
"Terima kasih," jawab L
"Sudah ku duga jika ia akan memenangkan lomba tersebut, lagipula mana mungkin anak genius sepertinya bisa kalah, kan impossible,"
Laila hanya tersenyum saat semua wali murid tiba-tiba begitu ramah padanya dan langsung mendekatinya.
"Dasar penjilat!" cibir Hera saat melihat semua kawan karibnya berusaha mendekati L
__ADS_1
Melihat Hera ada di tempat tersebut membuat L langsung menghampirinya.
"Sepertinya ada yang menjanjikan sesuatu padaku, dan selalu berusaha menghindar saat aku menagih janjinya. Mulai dari tak mengabaikan panggilan dari ku, tak menjawab pesanku, bahkan sekarang bersikap acuh seolah semuanya sudah selesai," sindir Laila menghampiri wanita itu
*Braakkk!!
Hera terkejut saat Laila menggebrak mejanya.
"Sekarang saatnya kamu harus memenuhi janji yang sudah kau ucapkan tempo hari, aku belum pikun untuk melupakan kata-kata sombong mu waktu itu so, cepat lakukan atau aku sendiri yang akan melakukan live untuk mempermalukan dirimu!" seru Laila
"Maaf saya tidak ada waktu untuk melakukan hal-hal bodoh seperti anak kecil!" sahut Hera kemudian mengambil tasnya dan beranjak dari duduknya
Namun L tak tinggal diam melihat sikap Hera yang berusaha mengacuhkan permintaannya.
Ia segera menarik rambut wanita itu untuk menghentikannya.
"Awww, sakiit!!" teriak Heta berusaha melepaskan tangan L yang menarik rambutnya
"Aku tidak akan melepaskannya sebelum kamu meminta maaf padaku dan mencium kakiku," jawab Laila
Hera berusaha memberontak dan melepaskan diri dari Laila, namun semakin ia meronta Laila justru semakin keras menarik rambutnya hingga ia berteriak semakin keras.
"Lepasin gak, atau aku teriak biar semua orang tahu kalau kamu berusaha menyiksaku!" ancam Hera
Para wali murid yang ada di tempat itu segera mengerubuti keduanya dan menutup pintu kantin sehingga tidak ada seorangpun yang bisa masuk.
"Dasar para penjilat!" seru Hera begitu kesal saat melihat semua orang justru berbalik mendukung Laila
"Cepat lakukan sekarang atau rambut mu yang indah ini akan rontok karena jambakan ku!" tutur Laila menyunggingkan senyum sinisnya
"Beraninya kau mengancam ku, awas saja aku pasti akan membalas semua perbuatan mu," jawab Hera
"Aku tidak akan pernah melakukan semua oni jika kamu tidak memancing ku, kau sengaja membangunkan singa yang sedang tertidur jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya,"
Laila kemudian mengeluarkan ponselnya dan menyalakan mode live di akun instagramnya.
"Sekarang tinggal pilih, kamu akan meminta maaf secara baik-baik atau aku akan mempermalukan mu di depan semua orang?" ancam Laila
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah minta maaf apalagi mencium kakimu yang busuk itu!" sahut Hera
__ADS_1
"Beginilah kalau orang yang sombong dan selalu meremehkan orang lain. Apa yang harus aku lakukan sama orang seperti ini kira-kira?" tanya Laila
"Ah aku lupa belum memutar ucapannya yang begitu sombong menantang putraku," imbuh Laila kemudian memutarkan video ucapan Hera yang menantang Bagas dan berjanji akan mencium kaki Laila dan meminta maaf padanya jika ia kalah dalam perlombaan science.
"Sekarang kalian tahu kenapa aku bertindak seperti ini pada wanita ini bukan?" tanya L saat live
"Sebagai seorang yang pemaaf aku sih bisa saja memaafkan semua perilaku sombongnya padaku atau melupakan kata-kata pedasnya waktu itu. Tapi aku tak berani menjamin sanksi sosial yang akan ia dapatkan kerena telah berbohong dan menjilat ludahnya sendiri dengan mengingkari janjinya. Aku jadi kasian dengan Sheira, sepertinya aku yakin sekarang dia pasti sedih karena akan dijauhi oleh teman-temannya karena perangai buruk ibunya,"
Laila kemudian merekam ekspresi wajah Hera sebelum menutup live acaranya .
"Kasian sekali wajahnya, ia pasti sangat kesakitan!" seru Laila sengaja menarik dengan keras rambut wanita itu dan melepaskannya hingga Hera jatuh tersungkur di kakinya.
"Ups, Sepertinya ada yang berusaha mencium kakiku!" imbuhnya tersenyum bahagia
"Baiklah tidak perlu meminta maaf karena aku sudah memaafkan mu. Lagipula melihat mu mencium kakiku sudah membuat ku merasa puas jadi kita akhiri saja live hari ini, papay!" seru L kemudian mematikan ponselnya
Ia kemudian meninggalkan Hera yang begitu kesal dengan perlakuan wanita itu.
"Arrrrgghhh!!" teriak Hera meluapkan kekesalannya
"Sekarang rasakan pembalasan ku Hera, kau pikir hanya kamu yang mampu bersikap kasar, bahkan aku bisa lebih jahat darimu. Makanya jangan pernah mengusikku," ucap L mengepalkan tangannya
Semua orang disana begitu memuji keberanian Laila yang berhasil mengalahkan sikap sombong Hera.
"Wah aku benar-benar salut sama Jeng Laila, meskipun ia berhati lembut ternyata ia bisa juga bersikap tegas kepada Ratu Hera, aku benar-benar puas rasanya dendamku juga terbalaskan olehnya. Semoga dengan kejadian hari ini ia tidak akan lagi merendahkan anak-anak kita!" seru seorang wali murid
"Benar,"
Sementara itu di dalam kelas Sheira terlihat tidak bersemangat, apalagi saat semua teman-temannya mulai menjauhinya.
Karena kesal teman-temannya menjauhinya, ia kemudian berteriak dan melemparkan semua alat tulis miliknya.
Cynthia segera menghampiri anak itu, "Kamu kenapa Shei, apa ada yang mengganggu mu?" tanya Cynthia
"Aku gak mau sekolah di sini lagi, aku mau pindah!" seru Sheira kemudian menangis tersedu-sedu
"Emangnya kenapa kamu mau pindah?" tanya Cynthia
"Gak ada yang mau temenan sama aku Miss, pokoknya aku mau pindah!" seru anak itu kemudian berlari meninggalkan kelas
__ADS_1
Melihat Sheira berlari meninggalkan kelas Cynthia segera mengejarnya.
Ia berlari begitu cepat hingga Cynthia tak bisa mengejarnya, saat ia keluar dari gerbang sekolah dan mencoba menyebrang jalan, sebuah mobil melaju keras membuat anak itu nyaris tertabrak, beruntung L langsung menariknya hingga ia selamat.