
*Aww!!
Seketika semua orang langsung terkejut saat mendengar suara L menjerit di meja makan.
"Kamu kenapa L?" tanya Andru
"Ah itu aku hanya terkejut saat melihat begitu banyak makanan di meja ini, itu aja," jawab L menyunggingkan senyumnya
"Oh aku kirain kamu kenapa," sahut Andru
"Dasar norak!" cibir Lexi membuat L seketika menginjak kakinya hingga ia mengarang kesakitan
"Arrghhh!!"
Seketika semua orang langsung menatap kearah Lexi yang terlihat kesakitan dan memandangi kakinya.
"Apa yang terjadi denganmu Lex?" tanya Barri seketika menoleh kearah meja Lexi
"Tidak papa Bar, hanya saja sepertinya ada tikus tanah yang mencoba menggigit ku," seru Lexi menoleh kearah L
Namun wanita itu tak bergeming dan terus menikmati makanannya.
"Bagaimana mungkin di rumah ini ada tikus, yang benar saja kamu!" celetuk kakek William
"Itu hanya sebuah perumpamaan saja kakek, masa sih kakek gak paham," celetuk Lexi
Melihat L yang tak menghiraukan dirinya membuat pemuda itu semakin geram terhadap wanita itu.
Dasar wanita aneh!
"Bagaimana makanannya, apa kamu menyukainya?" tanya Andru menatap L yang begitu lahap memakan makanannya
"Tentu saja, semuanya terasa enak. Apalagi aku belum pernah makan makanan seenak ini sebelumnya, terimakasih banyak kakek sudah mengundang ku makan siang bersama kalian," jawab L
"Sama-sama L, aku senang melihat melihat wanita yang terus terang seperti mu, kamu bahkan menikmati semua makanan tanpa ada rasa jaim sedikitpun, benar-benar keren!" jawab William
"Terimakasih atas pujiannya kakek," jawab L
"Aku dengar kamu memiliki dua orang anak-anak yang lucu, kenapa tidak mengajaknya kemari?" tanya William
seketika wajah L berubah pucat pasi saat mendengar pertanyaan William. Ia tidak mengira bagaimana lelaki itu bisa tahu jika dirinya memiliki dua orang anak padahal ia belum memberitahukannya.
__ADS_1
Tidak jauh berbeda dengan L. Hal yang sama juga di rasakan oleh Andru, lelaki itu bahkan merasa khawatir jika kakeknya tidak akan merestui hubungannya dengan L, saat tahu L telah memiliki dua orang anak.
Rasa trauma atas penolakan orang tua Guntur membuat wajah L seketika memucat. Meskipun ia mencoba bersikap tenang seperti biasa. Tapi tetap saja ia rak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Ia takut jika Kakek William akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh orang tua gunyut
Darimana kakek tahu tentang anak-anak L?
Andru kemudian menatap satu persatu saudara sepupunya.
Jangan bilang kalau ini adalah ulah mereka juga.
Seketika Andru mengepalkan tangannya saat melihat Barri tersenyum sinis kearahnya.
Awas saja kalau kalian berani mengusikku dengan L, aku tidak akan pernah membiarkan kalian tersenyum sedetikpun.
"Ah ... itu karena mereka sedang sekolah," jawab L mencoba bersikap tenang
"Ah benar juga kenapa aku lupa, harusnya aku mengundang makan malam agar kamu bisa mengajak keduanya bukan, maaf aku sudah terlalu tua jadi kurang peka dengan hal-hal seperti itu," jawab William
"Apa kakek tidak marah karena L sudah memiliki anak?" tanya Andru dengan wajah khawatir
"Kenapa aku harus marah, bukankah itu sebuah berita bagus. Seperti sebuah promo beli satu gratis dua. Anggap saja mereka ada hadiah terindah yang diberikan Tuhan padaku di usiaku yang sudah semakin renta ini. Di saat pria seusiaku mungkin sudah memiliki cucu bahkan cicit, tapi ketiga cucuku malah belum ada yang menikah, aku berharap semoga kehadiran kedua anak L akan membuat hidupku menjadi lebih bahagia karena bisa merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang cucu," jawab William
William seketika terdiam dan melirik kearah Sofia.
"Sepertinya makan siang hari ini sudah cukup, maaf aku harus kembali ke kantor," ucap William kemudian segera beranjak dari duduknya
Sementara itu melihat Sofia tampak bersedih membuat L langsung menghampiri gadis kecil itu.
"Sayang jangan sedih ya, aku yakin meskipun kakek mungkin bersikap kasar padamu tapi sebenarnya dia sangat menyayangi mu," ucap L mengusap air mata Sofia
"Apa tante akan menjadi ibuku?" tanya Sofia
"Tentu saja, sebentar lagi Tante akan menikah dengan ayahmu dan itu berarti aku akan menjadi ibumu. Jika kamu menjadi anakku secara otomatis kamu juga akan menjadi cucu kakek William, apa kamu senang?" jawab L dengan wajah berseri-seri
"Tentu saja, terimakasih tante, aku sayang tante," jawab Sofia langsung memeluk erat L
"Cih dasar penjilat, dia bahkan sengaja menggunakan anak kecil untuk mencari simpati orang lain," cibir Lexi
Sementara itu William terkesiap melihat ketulusan L yang begitu menyayangi Sofia.
Semoga kali ini aku tidak salah pilih,
__ADS_1
William segera bergegas pergi meninggalkan kediamannya.
Setelah acara selesai Andru mengajak wanita itu pulang.
"Sebentar Sayang, sepertinya aku kebelet pipis, apa boleh aku ke kamar mandi dulu," .
"Tentu saja, kamu jalan lurus saja, pakai toilet tamu yang ada di belakang ruang makan," jawab Andru
"Ok,"
Laila segera bergegas menuju ke toilet.
Melihat L keluar dari toilet membuat Lexi langsung menghampirinya.
"Apa kau begitu senang setelah berhasil menjilat kakekku?" tanya pria itu sinis
"Tentu saja aku senang, apalagi saat usahaku berhasil dan kakek menyetujui pernikahan kami," jawab L tak kalah sinisnya
"Sayang sekali penyamaran mu sia-sia karena gagal mempengaruhi kakek dengan anakku," ucap L kemudian meninggalkan lelaki itu
"Oh ya hampir lupa, ada salam dari guru SMP Cendikia," bisik L seketika membuat Lexi terkejut mendengarnya
Bagaimana dia bisa tahu kalau aku berpura-pura menjadi guru,
"Lain kali kalau mau menyamar lihat-lihat dulu. Sebaiknya pakai cara yang lebih elegan jika ingin menghancurkan hubungan ku dengan Andru," imbuh L kemudian meninggalkan pria itu
"Sial, jadi ini alasannya kenapa dia begitu dingin padaku waktu itu, ternyata dia sudah mengenal ku,"
"Harusnya kau bersyukur karena L tidak melaporkan mu kepada kakek. Namun meskipun begitu aku tidak bisa membiarkan mu melakukan hal itu lagi padanya. Jika ku dengar kau mengikuti L lagi aku pastikan akan mematahkan kedua kakimu, hingga kau tak bisa berjalan lagi. Apa kau mengerti!" ancam Andru sengaja menabrak Lexi saat ia berusaha meninggalkan ruangan itu
"Ah sial, kau pikir siapa dirimu berani mengancam ku!"
*Buughh!!!
Seketika sebuah tinju keras menghantam wajah Lexi hingga membuat lelaki itu langsung memekik kesakitan.
"Arrghhh, beraninya kau!" serunya mencoba membalas pukulan Andru
Pemuda itu langsung menahan pukulan Lexi dan mendorongnya hingga ia jatuh terhempas ke lantai.
"Anggap itu sebagai peringatan dariku, karena aku tidak akan mengampuni mu jika kamu berusaha mengganggu L lagi!" ucap Andru kemudian meninggalkan Lexi
__ADS_1