
"Lukamu sangat parah, sebaiknya jangan pulang dulu biar aku obati lukanya agar tidak infeksi," ucap L
"Cih, sebaiknya kau jaga sikapmu, ingat L kamu masih istriku jadi jangan pernah menggoda lelaki lain di depan ku," ucap Krisna dengan wajah kesal
"Jika kau saja boleh menikah lagi, kenapa aku tidak boleh jatuh cinta lagi," jawab L kemudian menggandeng Guntur dan membawanya masuk kedalam rumahnya
L tersenyum simpul saat menatap Krisna yang begitu kesal di buatnya.
Ini baru permulaan Kris, setelah ini kau akan benar-benar merasakan bagaimana rasanya diacuhkan, dan dicampakkan,
"Silakan duduk dulu, aku akan mengambil kotak P3K,"
Laila segera masuk dan meninggalkan Guntur di ruang tamu
Tidak lama wanita itu kembali lagi membawa kotak P3K dan juga Es batu.
L kemudian membersihkan luka di wajah Guntur dengan hati-hati, "Sebenarnya ada apa yang terjadi sehingga kalian bertengkar?"
"Itu karena Krisna cemburu padaku, dia salah paham dan berpikir kalau aku dan kamu ada hubungan," sahut Guntur
"Aku tidak tahu kenapa ia masih saja ikut campur dalam kehidupan ku,"
L kemudian memberikan es batu dan menempelkan di pelipis Guntur. "Sebaiknya jangan di lepas dulu, agar tidak lebam,"
"Thank L sudah mengobati luka-luka ku," ucap Guntur segera beranjak dari duduknya
"Sama-sama, btw maaf ya karena aku kamu jadi babak belur gini,"
"Kenapa harus minta maaf, toh bukan kamu yang membuat aku begini. Kalau begitu aku pamit ya, sekali lagi terimakasih,"
Melihat Guntur berjalan pergi membuat L langsung mengantarnya hingga depan pintu.
Ia melambaikan tangannya saat Guntur mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
"Yes!" pekik Guntur begitu bahagia saat menyadari betapa pedulinya L kepadanya.
**********
*Braakkk!!
Setibanya di rumah Krisna langsung membanting pintu kamarnya, tentu saja hal itu membuat Hera terkejut dan langsung menoleh kearahnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi hingga kau terlihat begitu kacau?" tanya Hera tersenyum sinis saat melihat wajah suaminya babak belur
Krisna tak menghiraukan ucapan Hera, ia lebih memilih mengambil kotak P3K dan membersihkan lukanya dengan Betadine.
"Jangan bilang kau bertengkar dengan Guntur hanya karena wanita sundel itu," ucap Hera
__ADS_1
Wanita itu segera mengambil kapas dan membantu Krisna mengobati luka-lukanya.
"Yang kau ucapkan benar, Guntur dan L memang telah menjalin hubungan, ia bahkan dengan bangganya mengakui perasaannya di depanku," sahut Krisna dengan wajah penuh kebencian
"Sekarang kau baru sadar kan siapa dia sebenarnya, ia hanya seorang serigala yang berbulu domba. Untuk itulah kau sekali-kali harus memberinya pelajaran," jawab Hera
"Pelajaran apalagi, apa belum cukup aku sudah mengambil rumah dan mobil yang seharusnya menjadi miliknya?"
"Kau harus mengambil hak asuh atas anak-anak kalian setelah putusan pengadilan. Aku yakin dengan pertimbangan usia anak-anak kalian, pekerjaan L, hakim pasti akan mengabulkan permintaan mu."
"Memangnya kau mau merawat anak-anak ku?" tanya Krisna menatap lekat wajah istrinya
"Kalau itu sih soal gampang, kita tinggal masukan saja Sifa ke pondok pesantren, lagian sebentar lagi dia lulus SD bukan, jadi tidak masalah. Kalau Bagas usianya sudah lima tahun lebih dan sebentar lagi dia akan masuk TK, kita bisa mencari jasa pengasuh untuk merawatnya," jawab Hera
"Tetap saja aku tidak setuju, aku lebih senang jika anak-anakku di rawat oleh ibunya daripada diasuh orang lain,"
"Kalau kau terus berpandangan seperti itu maka kau tidak bisa memberikan pelajaran kepada L dan ia akan terus bersikap arogan kepadamu," sahut Hera dengan wajah kesal
"Sudahlah jangan bahas itu lagi, aku ingin istirahat!" seru Krisna kemudian merebahkan tubuhnya keatas ranjang.
********
Pagi itu, L sengaja melakukan perawatan di sebuah klinik kecantikan.
Ia bertekad untuk merubah penampilannya untuk membuat suaminya menyesal telah menceraikannya.
L langsung menoleh kearah sahabatnya itu dengan wajah bengisnya membuat Yuli buru-buru mengoreksi perkataannya.
"Iya-iya maaf,"
"Kenapa harus minta maaf, toh ucapnan mu ada benarnya juga," sahut L
"Jangan gitu Miss, maaf ya kalau aku keceplosan. Aku tahu kok kamu sudah berusaha tampil cantik di depan Krisna setiap malam, tapi dasar kucing garong kan gitu gak bisa lihat yang bening dikit, langsung sikat!" sahut Yuli
"Sudahlah masa lalu gak perlu di bahas lagi, toh semuanya sudah berlalu dan tak mungkin balik lagi. Lebih baik sekarang nikmati hidup kita, hempaskan semua pikiran tentang mantan dan mari kita mulai lembaran baru dengan cari gebetan baru!" seru Via
"Setuju!" pekik keduanya serempak
Selesai perawatan L segera bergegas meninggalkan kedua sahabatnya yang masih melakukan treatment kecantikan.
"Aku duluan ya guys, sorry gak bisa kongkow bareng kalian karena gue harus menghadiri putusan sidang perceraian hari ini," ucap L
"Ok Miss gak papa, semangat buat hari ini. Ingat jangan perlihatkan kesedihan mu kepada mereka, tetaplah menjadi wanita kuat dan tegar dan buat Krisna menyesal telah menceraikan kamu," jawab Via
"Tentu Bestie, thanks ya atas dukungannya,"
"Sama-sama sis, sini pelukan dulu sebelum kamu berhadapan dengan kedua musuh mu,"
__ADS_1
Via segera memeluk L diikuti oleh Yuli yang langsung memeluk keduanya.
Ketiganya begitu terkejut saat melihat seorang lelaki tampan berdiri di depan klinik.
"
"Astaga, kenapa L yang di jemput aku yang deg-degan ya!" seru Via saat melihat sosok Guntur yang terlihat begitu modis hari itu
"Wah... benar-benar ganteng, jangan bilang kalian udah jadian tanpa memberitahukan kita?" ucap Yuli dengan wajah cemberut
"Tentu saja belum Yul, aku sama Guntur hanya berteman saja gak lebih," sahut L
"Jadi boleh dong kalau aku deketin dia," goda Yuli
"Kalau deketin aja silakan, yang penting jangan godain aja. Inget slogan kita, no usik gebetan teman," bisik L membuat Yuli langsung merengut
"Bilang aja gak boleh!" cibirnya membuat Guntur tertawa melihatnya
"Aduh Mas Gun please deh jangan tersenyum!" seru Via membuat Guntur reflek menutup mulutnya
"Memangnya Kenapa?" tanya Guntur
"Karena senyum kamu itu lebih manis dari gula-gula makanya aku takut diabetes kalau keseringan lihat kamu senyum apalagi tertawa," sahut Via
"Eaa, eaaa, mulai deh ratu gombalnya keluar!" seru Yuli
"Udah Miss buru bawa Mas Gun pergi dari sini sebelum gue berubah pikiran," ucap Via
"Ok," sahut L segera mengajak Guntur pergi meninggalkan klinik
"Ya ampun gue iri banget sama Miss L, dia cepet banget dapat gebetan baru setelah pisah dari Krisna, mana gebetannya cucok meong lagi, terus gue kapan dong dapat gebetannya?" keluh Yuli
"Mungkin sesuai amal perbuatan Bestie," jawab Via
"Maksud lo, gue kurang beramal gitu,"
"Maybe, btw itu yang ngomong lo ya bukan gue!" sahut Via mengangkat bahunya
"Dasar lo Vi, jahara emang!"
**********
Setibanya di pengadilan, Guntur segera turun dari mobil SUV miliknya dan membukakan pintu untuk Laila.
Ia bahkan tak segan menggandeng lengan wanita itu saat memasuki ruang persidangan.
__ADS_1
Seketika wajah Krisna langsung memerah saat menatap kedatangan keduanya memasuki ruangan persidangan. Ia bahkan mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya saat melihat L terus menggenggam jemari Guntur saat menunggu keputusan hakim.