DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Bagaimana rasanya kehilangan??


__ADS_3

Siang itu Hera terus menundukkan wajahnya saat mendengar omelan atasannya.


Ia tak bisa membela diri ataupun membantah ucapan darinya. Sepertinya lelaki itu sudah tak bisa menahan amarahnya lagi hingga menumpahkan semuanya kepada Hera.


"Aku tidak tahu lagi harus berkata apa padamu, aku sudah melakukan apa yang diinginkan oleh ayahmu tapi ternyata semuanya tidak sesuai dengan yang kau janjikan waktu itu. Kau bilang kau bisa merubah semuanya dengan prestasi yang selama ini kau raih, tapi apa hasilnya??, selama kepemimpinan mu di sini tidak satupun medali di raih, bahkan tim sekolah kita selalu kalah dalam setiap perlombaan. Bukan hanya siswa yang selalu kalah, kau sendiri bahkan kalah di kandang sendiri, ah... benar-benar, memalukan!" seru Sean dengan suara lantang


Tidak lama seorang assistennya datang dan memberitahukannya jika ada seseorang yang ingin menemuinya.


"Baiklah, suruh ia masuk," sahut Sean


"Baik," wanita itu segera bergegas pergi meninggalkan ruang kerja Sean


"Kau juga sebaiknya pergi dari sini, mulai besok aku akan menggantikan posisi mu dengan orang lain jadi mulai sekarang kau hanya menjadi pengajar saja, tanpa jabatan fungsional lainnya,"


Hera segera keluar dari ruangan itu dengan wajah sedih bercampur kecewa.


Saat keluar dari ruangan itu ia berpapasan dengan Laila.


"L... apa yang ia lakukan di sini??" ucapnya penasaran


Ia semakin terkejut saat melihat wanita itu memasuki ruang kerja Sean.


"Jangan bilang dia adalah orang yang akan menggantikan posisi ku sebagai motivator???" Karena penasaran Hera segera kembali ke ruangan Sean untuk menguping apa yang mereka bicarakan.


Sayangnya ia tidak bisa mendengarkan pembicaraan mereka karena ruangan kerja Sean kedap suara.


Ia terpaksa menunggu L sampai keluar dari ruangan itu untuk menjawab rasa penasarannya.


Ia segera menarik lengan wanita itu saat melihatnya keluar dari ruangan Sean.


"Ada urusan apa kau datang ke sini?" selidik Hera


"Mau tau aja apa mau tahu banget?" jawab L sengaja menggodanya


"Jangan bercanda karena aku bukan temanmu, jawab saja pertanyaan ku karena aku muak melihatmu," sahut Hera begitu dongkol


Melihat kemarahan di wajahnya membuat L reflek menertawakannya.

__ADS_1


"Wah sepertinya ada yang sangat kesal karena kehilangan jabatannya, kasian sekali bagaimana rasanya jika posisimu di gantikan oleh rival mu sendiri?" jawab L tersenyum simpul menatap


"Tidak mungkin,"


Emosinya semakin memuncak saat mendengar jawaban Laila. Ia benar-benar tak menyangka jika wanita itu akan menggantikan posisinya.


"Darimana Sean mengenalnya, atau siapa yang merekomendasikannya??"


"Arrghhh!!!" Hera benar-benar melampiaskan kekesalannya saat ia kembali ke ruangannya.


"Aku harus bicara dengan ayahku, dia harus membujuk Sean agar ia tidak mengganti posisiku dengan L," ucap Hera


ia kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi ayahnya. Namun semua yang ia bayangkan tidak seindah kenyataan, ayahnya menolak membujuk Sean.


"Maaf Nduk, ayah tidak bisa membujuknya lagi, ia sudah menjelaskan semuanya saat akan mengambil keputusan itu, dan ayah sangat menghormatinya. Sebagai seorang pengajar ayah juga akan melakukan hal serupa, sebaiknya kau terima saja keputusan itu dan legawa. Ayah yakin kamu akan mendapatkan posisi lain yang memang sesuai dengan kemampuan mu,"


Seketika tangis Hera pecah mendengar jawaban ayahnya, ia tak mampu lagi menahan kesedihannya hingga menangis tersedu-sedu dibalik pintu.


"Ini baru awal Hera, aku akan merebut kembali apa yang sudah kau ambil dariku dan membuatku menangis darah," ucap L


**********


Kediaman Hera.


Krisna segera menghampiri Istrinya saat melihat ia pulang dengan wajah sendu.


"Kenapa kau terlihat gusar, matamu juga bengkak, sebenarnya apa yang terjadi??" tanyanya sambil mengusap lembut rambutnya


Hera segera memeluk lelaki itu dan menangis tersedu-sedu.


"Kenapa kamu menangis, ayo katakan apa yang sudah membuat istriku yang cantik begitu gusar?" ucap Krisna menepuk-nepuk punggung istrinya untuk menenangkannya


"Aku telah kehilangan jabatan ku di sekolah, dan kau tahu siapa orang yang suda mengambil jabatan itu dariku?" jawab Hera


Krisna menggelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan dari Hera.


"Siapa?" tanya Krisna

__ADS_1


"L, entah apa yang sudah dilakukan oleh wanita itu hingga Sean begitu mempercayainya dan mempercayakan posisi ku kepadanya," jawab Hera


"Sudahlah jangan dipikirkan lagian sekarang aku sudah menjadi PNS jadi kau tidak perlu bekerja terlalu keras lagi, mungkin sekarang saatnya kamu untuk istirahat agar kita bisa mendapatkan keturunan,"


Seketika Hera langsung mendorong Krisna hingga lelaki itu hampir jatuh ke lantai.


"Teganya kau berkata seperti itu, bukannya menghibur ku kau malah membicarakan anak, asal kau tahu aku tidak mau punya anak darimu sebelum kita menikah secara resmi!" seru Hera kemudian meninggalkan Krisna dab masuk ke kamarnya


Krisna segera menyusul istrinya dan kembali membujuknya.


"Maaf sayang kalau aku sudah membuat mu kecewa, kau tahu kan alasanku menikahi mu secara siri, itu karena aku belum berani bertemu orang tuamu dengan posisiku yang masih menjadi seorang Pegawai Tidak Tetap, tapi dengan jabatan ku yang sekarang aku janji akan segera menemui orang tuamu untuk meminta restu guna menikahi mu secara resmi, bagaimana apa kau setuju?" tanya Krisna


"Aku setuju dengan syarat kau harus menggelar pesta pernikahan yang meriah dan harus lebih meriah dari pernikahan ku yang pertama," jawab Hera


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun yang kau minta," jawab Krisna kemudian mengecup pucuk kepala istrinya


"Hampir lupa, hari ini aku juga harus memberikan les privat untuk Devan, maaf sayang aku harus siap-siap dulu," ucap Hera segera melepaskan diri dari pelukan suaminya


Ia segera bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai berdandan ia pun segera mengambil kunci mobilnya dan melesat menuju ke tempat les.


*Ting nong!!


Seorang assisten rumah tangga segera keluar dan membukakan pintu untuknya.


Seperti biasanya Hera segera menuju ruang belajar Devan di lantai dua. Setibanya di sana ia begitu terkejut saat melihat Devan tengah belajar bersama L.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan segera menghubungi Sean.


"Halo, sebenarnya mau kamu itu apa sih, aku tidak masalah jika kau mengganti guru les Devan dengan orang lain, tapi bukan begini caranya, kau harusnya memberi tahu aku lebih dulu bukan malah langsung menggantinya tanpa konfirmasi denganku!" ucap Hera begitu geram


"Sorry Ra, gue lupa kasih tahu lo karena sebenarnya yang mengganti guru les Devan bukan gue tapi itu ide ibuku," jawab Sean


Hera yang terlanjur emosi segera menutup ponselnya dan bergegas meninggalkan kediaman Sean


"Sial, jangan pikir karena mereka kaya bisa mempermainkan aku seperti ini, aku tidak terima dengan perlakuan ini dan akan menuntut melalui jalur hukum," ucap Hera meradang

__ADS_1


__ADS_2