DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Pembuktian


__ADS_3

Siang itu L terlihat tak bersemangat ia benar-benar sudah lelah, mengurus perilaku Bagas yang berubah drastis. Ia bahkan tetap melakukan hal yang sama meskipun L sudah melarangnya.


"Mamah bingung sam kamu nak, kamu bilang mau berubah tapi dikelas sama saja. Kemarin mamah senang karena aku kira kamu anak genius, tapi sam saja," keluh L


Setibanya di rumah ia langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.


Andru begitu terkejut saat melihat L masih meringkuk di ranjangnya, meskipun hari sudah petang.


"Kamu kenapa sayang?" ucap Andru mengusap kening istrinya yang terasa panas


Mendengar suara suaminya pulaybng, L perlahan membuka matanya.


"Kamu sudah pulang?" tanyanya terkejut


"Iya, sekarang udah petang sayang dah hampir magrib. Badan kamu panas banget, kamu pasti sakit ya?" tanya Andru


"Gak kok, mungkin hanya kecapean saja," jawab L


Ia kemudian bangun dan duduk di samping Andru dan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


"Kamu pasti kelelahan sayang, maaf ya kalau aku belum bisa bantu kamu jagain anak-anak," Andru mengusap lembut rambutnya


"Iya sayang, kayaknya aku butuh healing,"


"Yaudah akhir pekan kamu mau healing kemana?" tanya Andru


"Kita ke laut aja ya biar pikiranku Fresh,"


"Ok, kita ke pantai utara apa selatan?" tanya Andru lagi


"Selatan aja deh, biar sekalian ketemu Nyai. Kali aja dia bisa pulang dari sana kita bisa berubah kaya kamen ryder," jawab L membuat Andru tertawa


"Astaghfirullah, kamu lucu banget sih sayang kalau lagi sakit. Sudah jangan di pikirin lagi, sekarang kamu mandi, abis itu kita makan di luar yuk sekalian biar anak-anak bisa refreshing," ucap Andru


"Ok, kalau gitu aku mandi dulu," ucap L dengan semangat


"Ikuut!" seru Andru langsung mengejarnya


"Ih ngapain sih," ucap L mengusirnya


"Mandi bareng sayang, kan udah lama gak mandi bareng, biar seru kan," ucap Andru langsung membuka pakaiannya


"Mulai nih nakalnya!" seru L


"Iya dong, kapan lagi nakal sama istri sendiri," Jawab Andru segera membantu membuka resleting baju istrinya.


Acara mandi sore itu berubah menjadi penyatuan pasangan pengantin baru itu.


"Papah!!" Bagas segera berlari memeluk Andru saat melihat pria itu memasuki kamarnya


"Anak papah kenapa sih, kok katanya suka gak ngerjain tugas yang diberikan oleh bu Guru?" tanya Andru

__ADS_1


"Aku gak suka pelajarannya," jawab Bagas


"Kenapa gak suka?" tanya Andru lagi


"Karena aku gak suka," jawab Bagas


"Iya, tapi alasannya apa?" tanya Andru lagi


"Gak tahu," jawab Bagas mengangkat bahunya


"Dengerin papah ya sayang, karena Bagas lagi proses belajar untuk menjadi anak yang pintar, jadi kamu gak boleh pilih-pilih pelajaran. Semua tugas yang diberikan oleh bu Guru harus dikerjakan meskipun kamu tidak suka. Mulai sekarang kamu gak boleh pilih-pilih dalam mengerjakan tugas, karena itu akan membuat kamu tidak berkembang, apa kamu paham?" tanya Andru


Bagas langsung mengangguk paham.


"Mulai besok papah gak mau denger kamu gak ngerjain tugas lagi hanya karena kamu tidak suka sama pelajarannya. Kasian loh mamah hari ini sampai demam gara-gara mikirin kamu," imbuhnya


"Mamah sakit pah?" tanya Bagas


"Hooh," jawab Andru mengangguk


Bagas segera berlari meninggalkan kamarnya menghampiri L.


"Mamah," ucap Bagas kemudian memeluknya erat


"Kenapa Nak?"


"Mamah sakit ya gara-gara aku?" tanya Bagas sambil mengusap kening Laila


"Maafin Bagas ya mah, aku janji akan nurut sama mamah," ucap anak itu dengan wajah menyesal


"Iya sayang, mamah mau kamu itu konsekuen sama ucapan kamu, jangan kaya kemarin kamu katanya mau berubah tapi masih sama saja," tegas L


"Baik Mah, aku janji gak gitu lagi," jawab Bagas menatapnya lekat


"Yaudah kita lihat saja besok ya, apa kamu berubah atau sama saja,"


"Kuy kita pergi," ajak Andru


"Yeay, kita mau jalan-jalan!" seru Bagas begitu senang


Ia kemudian menggandeng lengan Andru bersama Sofia.


**********


Seperti biasa pagi itu L mengantar Bagas ke sekolah. Semua orang langsung menatap kearahnya saat ia memasuki ruangan kelas.


Ia terkejut saat melihat tempat duduk putranya sudah ditempati siswa lain.


"Maaf ya L, sepertinya sekarang Didi gak mau lagi duduk sama Bagas, jadi kami sudah siapin tempat duduk khusus buat Bagas di belakang," ucap Hera


"Iya, thanks Ra," ucap L kemudian mengantar Bagas ke kursinya di deretan paling belakang

__ADS_1


"Aku gak mau duduk dibelakang mah, Bagas mau di depan," ucap Bagas kemudian berlari ke meja lamanya


Ia bahkan menarik keluar siswa yang duduk di kursinya.


"Bagas gak boleh gitu sayang, kamu duduk dibelakang aja ya, gantian sama Eka, ok?"


"Gak mau!" seru Bagas tetap duduk di kursinya


"Gak papa Bu, biar Eka saja yang pindah ke belakang," ucap Miss Cynthia


"Terimakasih Miss," ucap L kemudian meninggalkan Bagas di kelasnya.


"Wah ini gak bisa dibiarkan, sepertinya Bu Chintya pilih kasih. Masa Bagas seperti dianak emaskan gitu!" cibir Hera


"Bener, nah yang kompetisi kemarin juga sepertinya si Bagas itu asal-asalan jawab deh, masa dia jawabnya cepat banget, udah gitu dia dapat nilai sempurna kan, sedangkan anak kita yang ngerjain mati-matian malah dapat nilai jelek, apa kita perlu demo minta kompetisinya di ulang?" celetuk yang lainnya


"Bener tuh, yuk siapa yang mau ikut demo!" seru Hera


Hampir semua orang tua siswa langsung mengikuti Hera menuju ke ruang guru.


Hera kemudian menjadi juru bicara mereka dan menyampaikan keluhannya atas hasil tes kemarin.


Cynthia menanggapi tuntutan para wali murid dengan begitu bijaksana.


"Terimakasih atas atas koreksinya, tapi maaf Ibu Sheira, tes tidak bisa diulang karena bukan kami yang menyelenggarakan tes tersebut. Lagipula hasilnya sudah fix dan tidak ada kecurangan selama tes. Untuk masalah Bagas, perlu ibu ketahui kalau dia itu gak ngasal jawabnya, dan itu bisa saya pertanggung jawabkan," ucap Cynthia


"Tapi saya gak yakin miss, apalagi dia jawab soal mudah dari ibu saja waktu itu salah, bagaimana bisa dia menjawab soal yang susah," sahut Hera


"Kalau soal itu, jawaban Bagas juga tidak salah, karena satu batang coklat yang kemarin saya contohkan berisi 21 bar yang artinya 10 batang coklat jika dibagikan kepada 5 anak maka satu anak mendapatkan du batang coklat atau 42 bar coklat," terang Cynthia


"Tapi Miss, kami tetap mau Bagas untuk melakukan tes ulang supaya kami percaya kalau dia tidak asal jawab," sahut Hera


"Baik Bu,"


Hari itu juga Cynthia memanggil Bagas untuk mengerjakan soal tes ulangan sesuai permintaan wali murid.


Ia sengaja memasang kamera cctv agar semua wali murid bisa melihat anak itu mengerjakan tugas.


Selesai menjawab soal, Cynthia bahkan menanyakan cara Bagas mendapatkan jawaban itu.


Dengan lugas Bagas menjelaskan bagaimana cara ia menyelesaikan setiap soal itu.


"Bagaimana ibu-ibu, apa sudah percaya?" tanya Cynthia meyakinkan para wali murid


Semua wali murid yang hadir langsung mengangguk percaya.


Tidak lama Cynthia menyampaikan hasil nilai ujian ulang Bagas.


"Wah bagaimana mungkin dia dapat seratus, apa dia memang benar-benar anak genius??" ucap salah seorang wali murid berdecak kagum


"Aku sih gak percaya, yang jelas itu hanya kebetulan saja," balas Hera Sinis

__ADS_1


Sepertinya Miss Chintya ini sangat memihak kepada L, aku yakin ada sesuatu antara mereka berdua. Sekarang aku harus membuktikan semua orang bahwa hanya Sheira satu-satunya siswa terpandai di kelas 1B.


__ADS_2