DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Memulai dari awal


__ADS_3

"Sepertinya aku juga pamit ya Ndru, maaf aku gak bisa nemenin kamu lama-lama karena aku harus jemput Bagas. Aku janji besok pasti akan datang kesini lagi, makanya kamu cepat bangun ya biar kita bisa jalan-jalan bareng lagi, " ucap L


Saat Wanita itu beranjak dari duduknya tiba-tiba ia merasakan seseorang menarik lengannya.


L segera menoleh kebelakang, jantungnya berdegup kencang saat menatap Andru tersenyum simpul memandanginya.


"I miss you," ucap Andru lirih


"Miss you too," balas L penuh Haru


Saat Andru membuka tangannya, wanita itu dengan malu-malu memeluknya.


"Ehemm!!" seketika L langsung melepaskan pelukannya saat mendengar suara seseorang memasuki ruangan itu.


"Ah paman mengganggu saja," gerutu Andru dengan wajah kesal


"Sorry," jawab paman Andru


"Kalau gitu aku pamit dulu ya, assalamualaikum," ucap L dengan wajah memerah.


"Waalaikum salam,"


Laila segera bergegas pergi menuju tempat penitipan anak untuk menjemput Bagas.


Setibanya di sana Bagas suda menunggunya di depan pintu. Laila segera membawa anak itu pulang ke rumah.


"Maaf ya ibu telat jemputnya," ucap L langsung menggandeng Bagas


"Gak papa," jawab Bagas kemudian berlari meninggalkan Laila.


L langsung mengejarnya, namun karena lari bagas begitu cepat membuat wanita itu kesulitan mengejarnya.


Dengan nafas tersengal-sengal L terus berlari mencoba menangkap putra bungsunya.


Ia langsung menjerit histeris saat Bagas berlari ke jalan raya.


"Bagas awas!!"


L mencoba memperingatkan anak itu saat melihat sebuah mobil melaju kencang kearah bagas.


*Grep!!


Beruntung seorang pria langsung menyambar tubuhnya dan membawa Bagas menjauh dari jalan raya.


"Terima...kasih," L sejenak terperanjat saat melihat sosok pria yang menyelamatkan Bagas


"Sama-sama L," jawab Sean dengan seulas senyum diwajahnya


Laila yang masih shock langsung memeriksa putranya.


"Kamu baik-baik saja nak?" tanya L memastikan keadaan Bagas


Bocah enam tahun itu langsung mengangguk, membuat L merasa lega lalu segera memeluknya.


"Lain kali jangan lari ke jalan raya ya, bahaya!" ucap L memperingatkan putranya


Bagas mengangguk paham.


L kemudian menggandeng lengan Bagas dan mengajaknya pergi. Namun anak itu tidak mau pergi.


Ia merengek meminta gendong membuat L segera memberikan pengertian.


"Sayang, kamu kan sudah gede jadi berat kalau di gendong. Kita jalan dulu ya, nanti kalau sudah deket rumah mamah gendong,"'


Bagas tetap merajuk dan tetap meminta gendong.


Melihat Bagas yang terus merajuk membuat Sean kemudian menawarkan diri untuk menggendongnya.


"Kalau begitu biar Om saja yang gendong Bagas ya, kasian kan mamah capek," ucap Sean


Ia segera berjongkok di depan Bagas dan bersiap menggendongnya.


"Ayo naik!" seru Sean menawarkan diri


"Gak usah Sean, biar aku aja yang gendong dia," cegah

__ADS_1


"Gak papa L, santai saja," jawab Sean


Bagas segera naik ke punggung Sean, dan pria itu langsung bangun dan berjalan beriringan dengan L.


"Maaf ya kalau sudah merepotkan mu,"


"Gak apa L, lagian aku gak merasa direpotkan kok. Btw kemarin aku dengar kamu menemui temanku, gimana hasilnya?" ujar Sean


"Alhamdulillah negatif,"


"Syukurlah, aku jadi lega," jawab Sean


"Bagas sudah makan belum nak?" tanya Sean


"Belum,"


"Kamu mau makan apa?" tanya Sean lagi


"Ayam goreng!" seru Bagas


"Bagaimana kalau kita beli ayam goreng sebelum pulang,"


"Iya aku mau," jawab Bagas semangat


Sean kemudian mampir ke sebuah restoran cepat saji untuk membeli ayam goreng tepung.


Bagas terlihat begitu senang saat Sean memberinya satu kotak besar ayam goreng.


Setelah selesai membeli ayam goreng, mereka melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.


"Terimakasih banyak, sudah mengantar kami pulang, dan juga untuk ayam gorengnya," tutur L setibanya di rumah


"Sama-sama L," Sean tak lupa memberikan sebungkus paket makanan lain kepada Laila.


"Aku dengar Sifa suka banget sama spaghetti, semoga dia suka sama spaghettinya," imbuh Sean


"Wah kamu perhatian sekali, btw kamu tahu makanan kesukaan Sita dari siapa?" tanya L


"Dari Bagas," jawab Sean malu-malu


"Kalau itu aku sudah tahu," Sean segera mengeluarkan sebungkus nasi goreng seafood untuk Laila.


"Nasi goreng seafood pedas spesial buat bu guru,"


"Ya ampun aku cuma canda tapi kamu malah beneran,"


"Gak papa L, emang aku sengaja siapin semuanya buat kalian,"


"Jadi enak aku, sering-sering aja ya Sean,"


"Sip, yaudah kalau gitu aku pamit dulu L, selamat makan ya," ucap Sean kemudian berlalu pergi


***********


Sementara itu Hera yang merindukan putranya berusaha menemui putranya di sekolahnya.


Ia begitu senang saat bertemu dengannya, dan langsung memeluknya erat.


"Sayang kok kamu kurusan sih nak, apa kamu masih susah makan?" tanya Hera mengamati putranya yang terlihat kurus dan tak bersemangat


"Gak kok Bu,"


"Terus apa dong, apa kamu kesulitan belajar disini atau ada apa. Yuk ceritain semuanya sama Ibu," ujar Hera mencoba mengajak putranya bercengkrama


Tak lupa ia menyajikan aneka makanan dan kudapan kesukaan putra semata wayangnya itu. Hera begitu senang saat melihat Raihan begitulah lahap memakan makanan yang dibawanya.


"Maaf ya sayang, kalau Ibu baru bisa jenguk kamu, tapi setelah ini ibu janji bakal sering-sering nengokin kamu," ucap Hera


"Ibu ...." Raihan ini menghentikan makannya dan menatap Hera namun sedikit ragu.


"Ya, ada apa," jawab Hera dengan antusias


"Boleh gak, aku pindah sekolah," ucapnya ragu-ragu


"Memangnya kenapa, bukankah ini sekolah paling bagus di sini, apa kamu ada masalah atau gimana?" tanya Hera lagi

__ADS_1


Raihan terdiam, membuat Hera kembali bertanya padanya, "Kalau kamu mau pindah sekolah itu kan harus ada alasannya, supaya Ibu bisa menyampaikan alasan kamu kepada pihak sekolah saat mengajukan surat pindah, tapi kalau kamu gak ada alasan gak ada masalah lalu untuk apa pindah?" jawab Hera


"Ya sudah kalau tidak boleh," jawab Raihan kemudian bergegas pergi meninggalkan Hera.


Hera segera mengejar putranya dan menanyakan kenapa dia mau pindah, tapi tetap saja Anak itu tak memberitahu alasannya.


Hera yang khawatir segera menemui wali kelas Raihan untuk menanyakan apa putranya ada masalah atau tidak. Namun wali kelasnya pun menjawab jika Raihan tidak ada masalah di sekolah, bahkan prestasi belajarnya pun masih bagus.


Lalu kenapa kamu mau pindah nak, kenapa sih kamu gak pernah mau cerita sama Ibu kalau ada apa-apa?


Karena terus memikirkan putarnya Hera membuat wanita itu terus melamun sepanjang perjalanan pulang, hingga ia hampir tertabrak mobil saat menyebrang jalan.


Beruntung ada L yang langsung menariknya.


"Huft hampir saja, sebaiknya kau hati-hati saat menyebrang. Meskipun sedang ada masalah harus tetap waspada," tutur Laila memperingatkan wanita itu


"Thanks L," jawab Hera berlalu pergi


Laila hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sikap acuh Hera.


Ia kemudian mempercepat langkahnya menuju ke rumah sakit hari ini L memang janji untuk mengunjungi Andru.


Setibanya di rumah sakit ia segera menuju lantai dua tempat Andru di rawat.


"Assalamualaikum," ucap Laila setibanya di sana


"Waalaikum salam," jawab Andru kemudian mempersilakannya masuk.


Andru tersenyum bahagia melihat kedatangan L sore itu.


"Kenapa sepi sekali, Ibu kamu kemana?" tanya L


"Sengaja aku suruh pulang biar aku bisa berduaan sama kamu," jawab Andru membuat wajah L seketika memerah


"Kita kan belum mahram jadi gak boleh berduaan Ndru, soalnya nanti yang ke tiga setan," jawab L


"Gak boleh bilang gitu sayang, masa kamu bilang ibu suster setan sih," ucap Andru saat melihat seorang suster datang untuk mengontrol kondisi


Seketika L yang kaget langsung meminta maaf kepada perawat itu.


"Maaf ya Bu, aku gak maksud ngatain ibu seperti itu kok," ucap L segera mengklarifikasi


"Gak papa kok kaka, lagian aku merasa bukan orang ketiga jadi santai saja, karena sebentar lagi orang keempat akan segera datang kesini," jawab Sang perawat membuat L dan Andru seketika tertawa mendengarnya


"Bisa aja nih suster bercandanya,"


Tak lama seorang dokter memasuki ruangan itu dan mengecek kondisi Andru.


"Good, kondisi kamu sudah membaik, dan sepertinya kamu pulih lebih cepat dari yang kita kira," ucap sang dokter


"Tentu saja dok, gimana gak mau cepat sembuh kalau sang pujaan hati selalu datang memberi semangat," jawab Andru


"Syukurlah kalau begitu, memang tidak bisa dipungkiri kalau support dari orang terkasih akan mempercepat proses penyembuhan pasien. Baiklah karena kondisi kamu sudah membaik sore ini juga aku bisa merekomendasikan kamu untuk pulang,"


"Terimakasih dokter,"


"Sama-sama, jangan lupa untuk kontrol ulang pada jadwal yang sudah di tentukan oleh suster saya nanti dan jangan lupa minum obatnya ya,"


"Baik dok,"


Setelah dokter dan perawat pergi, Laila kemudian membantu Andru membereskan barang-barangnya.


"Kamu gak ngabarin ibu kamu dulu kalau kamu udah boleh pulang?" tanya L


"Gak usah, emangnya aku anak kecil apa. Nanti juga ibu bakalan tahu sendiri kok," jawab Andru kemudian merapikan penampilannya.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak lama seorang pria muda menghampirinya dan membawakan barang-barangnya.


"Kamu pulang naik taksi aja ya, karena ada yang harus kerjakan dulu," ucap Andru


"Baik Mas," jawab lelaki itu kemudian memberikan kunci mobilnya kepada Andru


"Memangnya kamu mau kemana Ndru?" tanya L penasaran


Melihat Andru yang tak mau pulang kerumahnya membuat L penasaran apa yang akan dilakukan oleh pemuda itu

__ADS_1


"Mau ngedate lah sama kamu," ucap Andru kemudian menggandeng L dan mengajaknya pergi meninggalkan rumah sakit


__ADS_2