
Setelah menerima Hadiah L buru-buru mencari Guntur dan Bagas.
"Dimana dia kenapa tidak ada bersama kalian?" tanya L khawatir saat tak menemukan lelaki itu
"Dia keluar karena Bagas terus rewel," jawab Via
"Hadeeh, kenapa kalian gak menghandlenya??"
"Sudah Miss, tapi lo tahu sendiri anakmu itu susah kan di diemin kalau sudah tantrum ( merajuk saat keinginannya tidak terpenuhi)," sahut Yuli
"Sebaiknya kamu telpon saja dia Miss, daripada kita nyari keliling gak ketemu-temu, mending kerja pintar kan?" imbuh Via
"Yoi, bener banget tuh," timpal Yuli
L segera mengambil ponselnya dan menghubungi Guntur.
"Halo, kamu dimana sih, aku dah muter-muter nyari tapi gak ketemu,"
"Aku ada di taman disamping sekolah," jawab Guntur
Laila segera mematikan ponselnya dan berlari meninggalkan aula.
"Ish kebiasaan, selalu saja begini!" cibir Via langsung bergegas mengejar L
Setibanya di taman wanita itu langsung mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Guntur dan putra bungsunya.
Ia tersenyum saat melihat Bagas duduk diatas punggung Guntur yang rela menjadi kuda baginya.
L segera bergegas menghampiri keduanya.
"Sayang ayo turun, kasian Omnya pasti capek," jawab L langsung menggendong putranya
"Gak papa L, asal dia diem gak masalah," jawab Guntur
"Tapi kamu kan capek Gun, apalagi kamu baru pulang piket, pasti ngantuk, lelah, bukan?"
"Iya sih tapi gak masalah kok, btw gimana lombanya?" tanya Guntur
"Alhamdulillah, aku menang," jawab L begitu senang
"Syukurlah, setidaknya perjuangan ku gak sia-sia jaga si Baby," jawab Guntur tersenyum menatapnya
"Iya, thanks ya sudah jagain Bagas," ucap L kemudian memeluknya.
*Deg
Seketika Guntur merasakan jantungnya hendak melompat keluar saat L memeluknya secara tiba-tiba.
"Ehekk!!, awas ada adegan 21+ plus, anak di bawah umur tidak boleh lihat pemandangan seperti ini, bahaya bisa-bisa dewasa sebelum waktunya," ucap Via kemudian menggendong Bagas dan mengajaknya pergi dari tempat itu
"Uunncch so sweat, aku juga mau peluk," ucap Yuli
"Sini peluk aku aja," ucap Via menengadahkan tangannya
"Dih ogah gak ada rasa, aku mau dipeluk seseorang yang bisa bikin hati cenat cenut," ucap Yuli tersipu menatap L dan Guntur
"Dih dasar, pasti lo gatel ya udah lama gak dibelai sama mamas, wkwkwkwk!" goda Via
"Apaan sih Vi," sahut Yuli langsung lari mengejar Via yang berlari menjauh darinya
__ADS_1
***********
Sementara itu di kediaman Hera.
*Praangg!!!
Hera melampiaskan kekesalannya dengan memporak-porandakan isi meja riasnya, hingga semua alat-alat kosmetiknya berjatuhan ke lantai dan sebagian pecah.
"Kenapa ini bisa terjadi, kenapa aku bisa kalah dari pecundang itu, sebenarnya apa sih kelebihannya??. Jelas-jelas metode pembelajaran ku yang terbaik kenapa dia yang jadi juara pertama!" rancau Hera
Wanita itu masih tak menerima kekalahannya dan terus melampiaskan kekesalannya dengan menghancurkan barang-barang miliknya.
"Aarggghh!!" teriak Hera melampiaskan kekesalannya
Krisna yang baru pulang kerja begitu terkejut melihat rumahnya berantakan.
"Apa-apaan ini, kenapa rumah jadi berantakan seperti ini, Hera!!" seru lelaki itu memanggil istrinya
Wanita itu sama sekali tak menghiraukan panggilan Krisna dan memilih merebahkan tubuhnya di ranjang.
Mendengar majikannya pulang seorang wanita paruh baya segera keluar dan membawakan tas kerja Krisna.
"Dimana Hera???" tanya Krisna
"Ibu ada dikamar Pak,"
"Hmm, sekarang bereskan semua beling-beling ini,"
"Baik," jawab wanita itu segera bergegas masuk
Krisna semakin kesal saat melihat kamarnya sama berantakanya dengan ruang tamunya.
"Astaghfirullah Hera, bukannya menyambut kedatangan suami mu, malah tiduran di sini, kau bahkan mengabaikan panggilan ku, apa seperti ini sikapmu kepada suamimu!" seru Krisna kemudian menarik selimut yang menutupi tubuh wanita itu.
"Bisa gak sih kamu diam dan ngertiin istrimu. Kalau istrimu yang tidak biasa tidur siang tiba-tiba meringkuk di ranjangnya sore-sore berarti dia sedang ada masalah atau sedang sakit. Dasar gak peka. Kamu selalu minta aku mengerti kamu tapi kamu sama sekali gak mau mengertiin aku!" cibir Hera kemudian menarik selimutnya dan kembali menutupi tubuhnya
Mendengar ucapan Hera membuat Krisna segera menghampiri istrinya dan duduk di tepi ranjang.
"Sebenarnya ada apa ini, kenapa kamu menghancurkan barang-barang mu sendiri, apa ada yang membuatmu kesal?" tanya Krisna mengusap lembut rambutnya
"Apa kau tidak melihat pesan yang ku kirim padamu?" jawab Hera balik bertanya
"Hari ini aku terlalu sibuk hingga tak sempat membuka ponselku," jawab Krisna
"Sebaiknya kau buka dulu handphone mu agar kau tahu kenapa aku seperti ini," sahut Hera
Krisna kemudian mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan singkat darinya.
Rahangnya tiba-tiba mengeras saat melihat kebersamaan Guntur dan mantan istrinya, darahnya semakin mendidih saat melihat sahabatnya itu menggendong putranya seolah mereka begitu dekat.
"Jadi kau marah karena ini, kau jelous melihat Guntur mendekati L?" tanya Krisna menahan amarahnya
"Dasar bodoh, bukan itu tapi lihat kalimat di bawahnya!" seru Hera kemudian bangun dan duduk disamping suaminya.
"Jadi L mengalahkan mu dalam lomba hari ini," jawab Krisna menghela nafas
"Benar, aku benar-benar kesal hari ini, bisa-bisanya aku dikalahkan oleh guru biasa seperti dia. Kau tahu kan dalam hidupku aku tidak terkalahkan. Padahal aku sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna untuk mempermalukannya, tapi bukannya dia yang malu malah aku yang dipermalukan di sekolahku sendiri. Bukan hanya berhasil mempermalukan aku dia bahkan memamerkan kedekatannya dengan Guntur kepadaku," kenang Hera dengan wajah gusar
" L memang luar biasa, meskipun ia terlihat biasa tapi sebenarnya ia mempunyai kemampuan yang luar biasa yang tidak diketahui orang lain. Berbeda denganmu L pandai menyembunyikan kelebihannya hingga semua orang tak akan menduga jika ia adalah seorang yang memiliki bakat terpendam. Bukan hanya kali ini ia memenangkan perlombaan seperti ini, dia sudah banyak memenangkan perlombaan serupa sebelumnya jadi wajar saja jika ia jadi juara. Jangan pernah meremehkannya karena itu adalah kelebihannya. Kalau Guntur aku yakin mereka tidak seperti yang kau bayangkan, aku kenal betul siapa L mustahil ia akan secepat itu berpaling kepada lelaki lain," terang Guntur
__ADS_1
Seketika Hera tertawa mendengar jawaban suaminya.
"Wah kau benar-benar pria tak tahu malu, kau masih saja membanggakan mantan istrimu di depanku, apa kau masih mencintainya hingga terus membelanya!" jawab Hera begitu emosi mendengar ucapan Krisna
"Jangan salah paham, aku hanya mengatakan fakta tentangnya tidak lebih, lagian kalau aku masih menyukainya tidak mungkin aku menceraikannya bukan?" kilah
Krisna
"Aku tahu kamu memang seorang wanita yang Genius, tapi bakat setiap orang berbeda-beda, jadikan ini sebagai pelajaran agar kau bisa mengalahkannya lain kali," imbuh Krisna
"Orang lain mungkin percaya mendengar ucapan mu itu, tapi tidak denganku. Mulutmu boleh saja berbohong tapi tidak dengan matamu. Kau masih berbinar-binar saat membicarakan wanita itu, bagaimana aku yakin kau sudah melupakannya," sahut Hera kemudian melemparkan selimutnya ke wajah Krisna
"Kau memang lelaki yang menyebalkan, menyesal aku menikahi mu!" seru Hera kemudian meninggalkannya
**************
Sore itu Laila merayakan kemenangannya dengan mentraktir teman-temannya di sebuah restoran cepat saji.
"Mana nih pak Polisi kok gak ikutan!" celetuk Via.
"Mungkin dia masih mempersiapkan hatinya, maklum masih deg-degan pasca dipeluk janda," goda Yuli membuat mereka tertawa
"Sue lo," cibir L
"Nah itu dia datang!" tunjuk Yuli
"Lah iya, duh pak polisi kamu tuh ganteng banget sih, andai saja L menolak mu aku siap mengobati luka hatimu," celetuk Via membuat mereka kembali terkekeh mendengarnya
"Sial, kenapa jadi pada alay gini sih," jawab L segera beranjak dari duduknya
"Mau kemana lo Miss, jangan bilang lo mau ke toilet buat dandan biar terlihat cantik di depan pak polisi!"
"Emang kalau iya kenapa?" sahut L balik bertanya
"Mo ikut, kan aku juga mau tampil cantiklah di depan pak polisi," sahut Via
"Dasar ganjen,"
"Hallo everybody!" seru Nana melambaikan tangannya kearah mereka
"Wah si emak juga bawa brondong, cuma kita berdua Yul yang gak bawa gebetan!" ucap Via.
"Hooh, kasian jones," sahut Yuli
"Silakan duduk ya bu Nana, Axel, cari aja tempat yang nyaman buat kalian," ucap L mempersilakan mereka duduk
"Sore L," ucap Guntur dan Gandrung bersamaan
"Sore," jawab L tersenyum kikuk menatap keduanya
"Selamat ya atas kemenangannya," ucap Andru memberikan bucket mawar merah padanya
"Kenapa repot-repot bawa bunga segala sih, btw Terimakasih bunganya,"
"Kembali kasih L," sahut Andru tersenyum simpul menatapnya
Entah kenapa kedua pria itu tiba-tiba menarik kursi yang sama saat melihat kursi kosong di samping L.
Kedua pria itu saling menatap membuat L merasa tak nyaman.
__ADS_1