DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Meminta Restu


__ADS_3

"Maafkan aku ya L, kalau selama ini aku gak pernah cerita sama kamu tentang keluarga aku. Aku harap kamu tidak berubah padaku dan tetap mencintai aku sepenuh hatimu. Btw sebenarnya aku sudah pernah bilang waktu itu kalau aku ini anak sultan, hanya saja kamu tidak percaya, jadi aku biarkan saja," terang Andru


"Iya Ndru, tapi setelah aku tahu semuanya aku jadi merasa minder sama kamu, aku takut nasib hubungan kita sama seperti hubungan ku dengan Guntur," jawab L terlihat gusar


Sementara itu William memperhatikan keduanya dari kejauhan.


Merasa aneh dengan tingkah keduanya William pun menghampiri mereka.


"Jangan khawatir L, aku tidak sama dengan Guntur. Aku pasti akan memperjuangkan hubungan kita apapun resikonya," ucap Andru meyakinkan L


"Apa maksudnya??" tanya William yang tak sengaja mendengar ucapan mereka.


Sama dengan William, Andru dan L tak kalah terkejutnya saat melihat pria itu menghampirinya.


"Kakek," sapa Andru tersenyum kecut menatapnya


"Kau bilang akan memperjuangkan hubungan mu dengan wanita itu, apa dia kekasihmu?" tanya William mengerutkan keningnya


Melihat reaksi kakeknya tentu saja mau tidak mau Andru harus menjelaskan kepada lelaki itu.


"Benar kakek, dia adalah Laila kekasihku, sebenarnya hari ini aku sengaja mengajaknya ke pesta ulang tahunmu untuk memperkenalkan dia kepadamu," tutur Andru


Seketika William terdiam mendengar ucapan Andru, seketika netra lelaki tua itu menatap lekat gadis itu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Apa kau yang merubah Andru menjadi seperti sekarang?" tanya lelaki itu membuat L seketika menoleh kearah Andru


"Benar kek, karena L aku bersedia menerima tawaran kakek untuk menjadi seorang CEO, karena L aku bersedia menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang. Setelah bertemu dengan L membuat aku ingin tetap hidup. Saat L menerima cintaku, seketika membuatku ingin mendapatkan pekerjaan agar aku bisa menikahinya. Karena ia bilang hanya akan menikah dengan lelaki yang memiliki pekerjaan. Kehidupan ku seketika menjadi berwarna setelah bertemu dengannya," tetang Andru


"Jika benar apa yang dikatakan oleh cucuku, berarti kau adalah sosok wanita yang luar biasa," ucap William


"Jadi kakek tidak marah jika aku berhubungan dengannya?" tanya Andru


"Tentu saja tidak, bagaimana mungkin aku marah jika kau menyukai wanita hebat seperti dirinya," jawab William


"Benarkah??" tanya Andru memastikan


"Tentu saja,"


"Meskipun dia seorang janda??" tanya Andru lagi membuat semua orang di sana seketika ternganga dibuatnya


"Janda??" ucap Lexi dan Barri bersamaan

__ADS_1


"Memangnya ada yang salah dengan janda, dulu kakek juga menikahi nenekmu saat ia sudah menjadi janda, jadi kenapa aku melarang mu berhubungan dengan seorang janda," jawab William


Seketika Andru langsung memeluk lelaki itu, "Terimakasih kek, ternyata kau memang seorang yang bijaksana," ucap Andru begitu bahagia


"Sebaiknya kau ajak L untuk menikmati pestanya," ucap William kemudian meninggalkan keduanya


Sementara itu Lexi dan Barri tak habis pikir dengan Andru yang memilih berpacaran dengan seorang janda.


"Memangnya apa yang menarik dari wanita itu, dia bahkan terlihat biasa saja dan tidak menarik sedikitpun," ucap Lexi


"Kau benar Lex, secara fisik memang dia tidak menarik. Tapi aku yakin dia bukan wanita biasa, kau lihat saja bagaimana Andru bisa memiliki harapan hidup setelah bertemu dengannya, bukankah itu hal yang luar biasa," jawab Barri terus memperhatikan gerak-gerik L


Lelaki itu kemudian mengikuti L saat Andru meninggalkannya.


Laila tampak mengamati setiap sudut ruangan itu sembari mencari sesuatu.


"Ada yang bisa saya bantu?" sapa Barri menghampirinya


"Oh, aku sedang mencari toilet apa kau tahu dimana toiletnya?" tanya L


"Tentu saja, mari saya tunjukkan," jawab Barri kemudian mengajak L menuju ke toilet


"Ini dia toiletnya," ujar Barri menunjuk kearah toilet wanita


Andru terlihat gusar saat mengetahui L tidak ada di tempatnya. Ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi wanita itu. Ia sedikit lega saat mendengar jika L sedang ada di toilet.


Melihat Andru menuju ke toilet membuat Barri langsung bergegas pergi dari depan toilet.


"Ia bahkan begitu khawatir dengan wanita itu, seberapa istimewanya dia hingga Andru begitu takut kehilangan dirinya,"


Setelah pesta selesai Andru mengantar L pulang ke rumahnya.


"Thanks ya L sudah menemani ku hari ini, kau tahu kakek sangat senang saat aku bercerita banyak tentang dirimu. Dia bahkan memintaku untuk mengundang mu untuk makan malam di rumahnya besok. Bagaimana apa kau bersedia datang?" tanya Andru


"Apa dia sudah tahu aku memiliki dua orang anak?" tanya L dengan wajah gusar


Andru menggelengkan kepalanya.


"Kenapa kau tidak memberitahukannya?" tanya L dengan wajah khawatir


"Kenapa kau begitu panik L, tidak semua orang tua akan berpandangan sempit seperti orang tua Guntur. Aku yakin kakekku akan menerima mu dan juga anak-anak mu, apalagi nenekku juga seorang janda saat menikah dengannya, jadi menurutku tidak masalah,"

__ADS_1


"Lagipula jika kakek tidak setuju dengan hubungan kita, aku akan tetap menikahimu meskipun aku harus dikeluarkan dari daftar ahli waris Aditama Group," jawab Andru


"Tapi restu orang tua itu sangat penting Ndru,"


"Ibuku tak keberatan aku menikah denganmu, kalau kakekku dia bukan orang tuaku bukan jadi tidak masalah," jawab Andru meyakinkan L


"Apa kau keberatan menikah dengan ku karena aku bukan lagi ahli waris Aditama Group?" tanya Andru membuat L langsung mengklarifikasi ucapannya.


"Tentu saja tidak, aku hanya tidak mau dianggap sebagai wanita yang merusak hubungan anak dengan orang tuanya itu saja," jawab L


"Syukurlah, kalau begitu besok aku jemput jam lima sore,"


"Ok," jawab L


"Kalau begitu masuklah, selamat istirahat jangan lupa mimpiin aku," ucap Andru


"Aku akan masuk setelah memastikan kau pulang lebih dulu," jawab L


"Jangan gitu, aku hanya akan pulang setelah memastikan kamu sampai di rumah dengan aman," jawab Andry


"Gak mau, aku mau melihat kamu pulang, baru masuk," sahut L


"Ish keras kepala banget sih jadi cewek, aku yakin kamu pasti gak mau berpisah denganku makanya bersikap seperti itu ayo ngaku saja!" seru Andru


"Bukannya kembali?" jawab L menyungutkan wajahnya


"Jujur saja iya, ah kenapa aku gak bisa bohong sama kamu," jawab Andru salah tingkah


"Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu ke taman," tanya L


"Ah benar juga, tapi bagaimana dengan anak-anak?" tanya Andru


"Ah benar juga, kasian juga kalau kita pulang terlalu malam, yaudah kita pending dulu ya kangennya buat besok," jawab L


"Tapi masih kangen," ucap Andru menggenggam erat jemari L


"Terus aku harus gimana dong biar kamu gak kangen lagi?" tanya L


"Mau peluk," ucap Andru langsung membuka tangannya


Saat Laila hendak memeluk pemuda itu tiba-tiba saja Bagas keluar dan langsung berlari menghampiri mereka.

__ADS_1


"Papah!" seru anak itu langsung berlari kedalam pelukannya


"Yah gagal deh," celetuk Andru menatap kearah L yang langsung menahan tawanya


__ADS_2