DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Kenapa aku tidak bisa seperti mu


__ADS_3

"Selamat ya atas kemenangannya," ucap Andru memberikan bucket mawar merah padanya


"Kenapa repot-repot bawa bunga segala sih, btw Terimakasih bunganya,"


"Kembali kasih L," sahut Andru tersenyum simpul menatapnya


Entah kenapa kedua pria itu tiba-tiba menarik kursi yang sama saat melihat kursi kosong di samping L.


Kedua pria itu saling menatap membuat L merasa tak nyaman.


"Ehekk, roman-romannya ada cinta segitiga nih," celetuk Via


Ia segera beranjak dari duduknya dan mempersilakan Guntur untuk duduk di tempatnya.


"Biar adil Mas Gun duduk di sini saja," ucap Via


"Tidak usah, aku bisa duduk dimana aja," sahut Guntur


"Gak boleh nolak rejeki loh Mas Gun, mumpung aku lagi baik,"


Via segera menarik lelaki itu dan menyuruhnya duduk di sebelah kiri L.


"Nah kalai gini kan adil," sahut Vja kemudian duduk di sampingnya


Tidak lama makanan pun tiba dan Laila segera mempersilakan semuanya untuk menikmati makanannya.


Sementara itu Krisna berkali-kali menghubungi L menanyakan dimana tempat tinggalnya.


L mengacuhkan panggilannya dan memilih mematikan ponselnya.


"Sial, dia sengaja mengacuhkan aku,"


Krisna yang tak terima diacuhkan mantan istrinya segera menghubungi putrinya untuk menanyakan dimana mereka tinggal sekarang.


"Ayah rindu sama kalian, jadi ayah pengin main ke rumah kalian. Kaka tinggal share lokasi aja gak usah sebutin nama jalannya kalau gak hafal," ucap Krisna mencoba membujuk putrinya


"Tapi...mamah bilang gak boleh kasih tahu aiamat rumah kita kepada siapapun," jawab Sifa


"Ayah yakin mamah gak bakal marah kalau kamu kasih tahu ayah, nanti kalau mamah marah biar ayah yang akan jelasin," bujuknya


"Janji ya,"


"Iya,"


"Yaudah nanti Sifa kirim sekarang," jawab Sifa kemudian mengakhiri obrolannya


Gadis itu segera membalikkan badannya, seketika wajahnya memucat saat melihat Laila sudah berdiri di belakangnya.


"Siapa yang menghubungi mu?" tanya L


"Ayah," jawab gadis itu merasa bersalah

__ADS_1


"Ah sial, pantas saja kau bersembunyi dariku, sekarang aco cepat kembali dan habiskan makanannya!"


"Baik Mah," gadis itu segera kembali ke tempat duduknya


"Maafin Sifa ya mah karena sudah memberi tahu ayah tempat tinggal kita," jawab gadis itu dengan wajah ketakutan


"Iya gak papa, lagipula lama kelamaan dia juga akan tahu dimana rumah kita," jawab L kemudian segera bergegas Kembali ke bangkunya


Ia tersenyum saat melihat Gandrung sedang menyuapi Bagas.


"Sayang belajar makan sendiri ya kasian Omnya juga mau makan," ucap L menghampiri putranya


"Gak papa L, lagian aku suka kok menyuapi anak kecil," sahut Andru


"Iy aku tahu, tapi biar Bagas belajar makan sendiri, kasiankan nanti kalau ia sekolah belum bisa mandiri,"


"Baik Bu Guru," jawab Andru tersenyum kecil


Lelaki itu kemudian beranjak dari duduknya menuju ke toilet. Melihat sahabatnya pergi Axel segera menyusulnya.


Ia menarik bahu Andru setibanya di toilet.


"Sebenarnya apa maksudmu mendekati L?" tanya pemuda itu


"Kenapa, apa kamu tidak suka jika aku dekat dengannya?" jawab Andru balik bertanya


"Laila bukan janda kaya, jadi percuma saja kau mendekatinya. Kau tidak akan mendapatkan apa-apa darinya. Selama ini ia sudah cukup menderita jadi jangan permainkan dia karena itu bisa menambah luka hatinya,"


"Wah sejak kapan lo jadi bijak kaya bapak-bapak, apa Nana yang memintamu mengatakan semua itu padaku?" sahut Andru balik bertanya


"Cih, memang kau tahu apa tentang diriku. Apa selama ini aku terlihat seperti dirimu yang mengejar-ngejar wanita kaya dan memanfaatkannya??" jawab Andru


"Jadi berhentilah ikut campur dalam urusan ku," sahut Andru melepaskan tangan Axel dari pundaknya


**********


"Maaf ya teman-teman sepertinya aku pulang duluan karena Bagas sudah rewel minta pulang,"


"Kalau gitu biar aku yang antar," ucap Guntur segera beranjak dari duduknya


"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri," tolak L


"Jangan menolak rejeki Miss, lagian kamu akan lebih aman jika diantar pulang sama pak polisi," celetuk Nana


"That's right baby," sahut Via langsung mengeringkan matanya


"Yaudah iya," sahut L kemudian segera masuk kedalam mobil Guntur


Sementara itu Andru yang baru kembali dari toilet termangu menatap L pulang bersama Guntur.


Tiga puluh menit kemudian Laila sudah tiba di depan kosannya.

__ADS_1


Wanita itu segera turun saat Guntur membukakan pintu untuknya.


"Terimakasih banyak sudah mengantar kami pulang, maaf jika hari ini aku banyak merepotkan mu," ucap L sungkan


"Sama-sama L, lagipula aku senang kok bisa bantu kamu jadi jangan sungkan kalau butuh bantuan, kau bisa hubungi aku," jawab Guntur


"Ok, sekali lagi terimakasih," ucap L kemudian masuk kedalam rumahnya.


"Jadi benar yang dikatakan Hera, Laila sekarang mendekati Guntur. Apa dia sengaja mendekati sahabat ku untuk membalas dendam padaku," Krisna yang sedari tadi memperhatikan Keduanya segera menghampiri Guntur begitu melihat L masuk kedalam rumahnya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Krisna mengejutkan Guntur


"Mengantar L pulang," jawab Guntur singkat


"Sebaiknya kau jauhi L, aku tidak suka melihat mu mendekatinya,"


"Kenapa, apa kau cemburu, atau kau masih menyukainya??" sahut Guntur tersenyum sinis menatap Krisna


"Sebaiknya kau jauhi saja dia, masih banyak wanita lain yang lebih pantas menjadi kekasihmu jadi tinggalkan L. Lagipula bukankah kau sendiri yang bilang jika tidak akan pernah menikung istri sahabat mu sendiri??"


"Benar aku memang tidak akan menikung istri mu, tapi L bukan istri mu lagi jadi tak salahkan jika aku mendekatinya?" jawab Guntur


"Dia masih istriku karena pengadilan belum mengetuk palu perceraian kami," jawab Krisna meradang


"Kau bilang dia masih istrimu tapi kau sendiri sudah menikah lagi, dasar serakah!"


Mendengar umpatan Guntur membuat rahang Krisna mengeras lelaki itu seketika langsung melayangkan tinjunya kerah Guntur.


*Buughhh!!


"Untung saja kau adalah temanku kalau tidak, aku pasti akan mengajar mu sampai babak belur!" ucap Krisna kemudian meninggalkannya


Guntur yang sudah muak melihat kelakuan Krisna segera menarik bahu lelaki itu dan membalas pukulannya.


Tak terima dengan perlakuan Guntur, Krisna kembali melepaskan pukulannya kepada pemuda itu hingga terjadi perkelahian antara keduanya.


Laila yang mendengar keributan di depan rumahnya kemudian segera keluar.


Ia begitu terkejut saat melihat Krisna dan Guntur saling baku hantam.


"Stop!!" serunya mencoba melerai keduanya


Kedua pria itu langsung berhenti dan menatap kearahnya.


"Sebaiknya kau jangan ikut campur dan cepat masuk karena ini urusan laki-laki," ucap Krisna dengan nafas memburu


"Tentu saja aku harus ikut campur karena kalian berkelahi didepan rumahku!" sahut L


Ia segera mendekati Krisna yang terluka parah.


"Lukamu sangat parah, sebaiknya jangan pulang dulu biar aku obati lukanya agar tidak infeksi," ucap L

__ADS_1


"Cih, sebaiknya kau jaga sikapmu, ingat L kamu masih istriku jadi jangan pernah menggoda lelaki lain di depan ku," ucap Krisna dengan wajah kesal


"Jika kau saja boleh menikah lagi, kenapa aku tidak boleh jatuh cinta lagi," jawab L kemudian menggandeng Guntur dan membawanya masuk kedalam rumahnya


__ADS_2