DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Mencari pengganti


__ADS_3

*Ciiitt!!!


*Bruugghhh!!


Mobil Andru terhempas hingga menabrak pembatas jalan setelah Barri dengan sengaja menabrakkan mobilnya.


Disaat bersamaan sebuah mobil lain yang sedang melaju kencang, tak bisa menghentikan laju kendaraannya dan menabrak mobil Andru hingga bagian depan mobil hancur.


*Prannggg!!!


Tabrakan beruntun pun tak bisa terhindarkan apalagi jalanan begitu padat karena jam pulang kerja.


Barri sempat memastikan Andru sekarat sebelum ia meninggal lokasi kejadian.


"Semoga kamu tenang di alam baka Andru!" ucapnya sinis


Sementara itu Andru berusaha keluar dari dalam mobil meskipun tubuhnya terluka parah karena terkena pecahan kaca mobil.


Ia merangkak mencoba menepi, untuk meminta pertolongan. Ia bahkan masih sempat menolong lelaki yang menabraknya dan mengeluarkannya dari dalam mobil.


Tidak lama suara sirine mobil polisi dan ambulance mendekati lokasi kejadian dan membawa para korban kecelakaan menuju ke rumah sakit terdekat.


Laila yang masih berada di rumah sakit begitu terkejut saat melihat tim medis berlarian menjemput pasien yang baru saja tiba.


"Inna Lillahi, sepertinya ada kecelakaan maut terjadi sehingga banyak sekali korbannya," ucap L berdecak kaget


Tidak lama saat ia tiba setibanya di rumah ponselnya berdering.


"Halo, apa benar ini Ibu Laila istri dari Gandrung Aditama?"


"Benar, memangnya ada apa pak?" sahut L


"Suami anda mengalami kecelakaan maut dan saat ini sedang dirawat di Rumah Harapan Kasih, silakan anda datang ke rumah sakit untuk memastikan apa benar dia suami anda dan tentu saja untuk melihat kondisi suami anda,"


Laila segera menutup ponselnya dan bergegas menuju ke rumah sakit tempat Andru di rawat.


Meskipun penuh kecemasan L berusaha tegar dan selalu berdoa agar Andru baik-baik saja.


Ya Allah Lindungilah suamiku, semoga dia baik-baik saja,


Setibanya di ruang emergency, ia segera mencari keberadaan Andru.


Pandangannya seketika terhenti pada sosok lelaki yang terbaring


diatas brangkar. L segera menyingkap kain putih yang menutupi wajahnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah bukan Andru," ucapnya begitu lega saat melihat wajah pasien itu


Ia kemudian mendatangi seorang suster jaga dan menanyakan tentang suaminya.


"Pasien bernama Gandrung sedang berada di ruang operasi, jadi silakan tunggu saja sampai operasi selesai,"


Laila segera duduk di depan ruang Opera sembari sesekali mengusap keringatnya yang terus membasahi keningnya. Raut wajah cemas begitu terpancar dalam diri wanita itu.


Tidak lama orang tua Andru datang menemuinya.


"Bagaimana keadaan Andru?" tanya wanita itu


"Dia masih di ruang operasi Bu," ucap L mempersilakan Ibu Andru duduk.


Tak berselang lama William juga datang untuk melihat kondisi Andru bersama dengan Barri.


Lelaki itu kemudian menghampiri L dan berusaha untuk memberikan dukungan kepadanya.


"Sabar ya L, anggap saja ini ujian yang akan mempererat hubungan kalian kedepannya. Tetaplah berdoa kepada Allah agar Andru cepat diberikan kesembuhan dan kesehatan," tutur William memberikannya semangat


"Iya kek,"


Saat lampu ruang operasi mulai padam semuanya langsung berdiri menunggu dokter keluar dari ruangan tersebut.


William segera menghampiri sang dokter begitu melihatnya keluar dari pintu ruang operasi.


"Alhamdulillah operasinya berjalan lancar, hanya saja kondisi pasien masih kritis dan masih memerlukan perawatan intensif," untuk sementara waktu ia masih akan di rawat di ruang ICU, jadi maaf hanya satu orang saja yang boleh menemaninya," jawab Sang dokter


William kemudian mempersilakan L untuk mengantar Andru menuju ruang ICU.


Laila terlihat gusar menatap sosok Andru yang terbaring tak berdaya dipenuhi selang infus di tubuhnya.


"Cepat sembuh ya sayang, jangan tinggalin aku lama-lama. Aku akan berdoa siang dan malam untuk kesembuhan kamu, jadi kamu harus kuat ya," tutur L menyeka air matanya yang sudah menggenang di sudut matanya


Ia kemudian mencium kening suaminya dan meninggalkannya.


"Silakan Ibu, kalau mau lihat keadaan Andru," ujar L mempersilakan Ibu mertuanya untuk melihat kondisi Andru


"Aku yakin Andru pasti sembuh, dia adalah lelaki yang kuat, jadi kamu juga harus kuat demi anak-anak kalian," tutur William


"Iya Kek, saya tahu Andru itu kuat dan sebentar lagi ia pasti akan sembuh," jawab L


"Good, kalau kamu lelah, lebih baik kamu beristirahat saja, biar aku dan ibumu yang akan bergantian menjaga Andru,"


"Tidak usah repot-repot kek, biar L saja yang menjaganya. Mungkin dengan keberadaan L disampingnya akan mempercepat kesembuhan Andru,"

__ADS_1


"Benar juga, hampir saja aku lupa, maaf ya L, maklum kakek sudah terlalu tua jadi kadang suka pikun,"


"Iya kek tidak apa-apa,"


L kemudian menelpon assistant rumah tangganya untuk mengirimkan baju ganti untuknya.


Saat ia hendak keluar untuk membeli makanan ia berpapasan dengan salah satu korban kecelakaan yang tewas.


"Innalilahi wa inna ilaihi Rojiun," ucapnya berhenti sejenak untuk mendoakannya


Tanpa curiga ia kemudian berlalu pergi menuju ke sebuah minimarket.


Setelah membeli makanan dan keperluan lainnya ia kembali lagi ke ruang perawatan Andru.


*********


Pagi harinya semua karyawan Aditama Group di buat heboh saat beberapa karyawan melakukan Demo meminta kepada dewan Direksi untuk mengisi kekosongan jabatan CEO karena Andru sedang koma.


Selain demo meminta penggantian CEO, para karyawan juga menuntut kenaikan gaji yang dinilai sudah tak layak lagi.


Barri tersenyum bahagia saat berhasil memprovokasi beberapa orang karyawan untuk meminta kenaikan gaji.


Ia sengaja mengalihkan perhatian para direksi dan juga tim penyidikan kasus Lexi dari kasus penggelapan uang perusahaan dengan isu kenaikan gaji.


Melihat Demo karyawan yang begitu anarkis membuat William terpaksa harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Saat lelaki tua itu baru saja tiba di halaman gedung, ia disambut dengan lemparan batu yang mengenai kepalanya hingga membuat lelaki itu terluka.


Seorang bodyguard dan asisten William langsung membawanya kembali masuk kedalam mobilnya.


"Sepertinya ketua tidak bisa masuk ke dalam, aku takut sesuatu yang lebih parah akan menimpa anda," ucap sang Assisten


"Sepertinya aku memang harus mengangkat seorang CEO Pengganti untuk mengganti posisi Andru sementara waktu untuk meredam semua kekacauan yang terjadi," ucap William


"Sepertinya itu keputusan yang tepat ketua, apa aku perlu membuat pertemuan darurat dengan para direksi?" tanya sang Assisten


"Lakukanlah, dan beritahu mereka untuk menghadiri pertemuan rahasia denganku malam ini di Cibis Park, malam ini."


"Baik ketua,"


Malam itu juga William memutuskan untuk memilih seorang CEO pengganti Yang akan menggantikan posisi Andru sementara waktu.


Semua Direksi terlihat saling menatap saat William meminta mereka untuk memilih satu kandidat yang akan menggantikan posisi Andru.


Karena semua orang hanya diam, tidak ada yang berani mencalonkan diri apalagi menunjuk rekannya, membuat Barri langsung mengajukan diri.

__ADS_1


"Kalau kakek tidak keberatan aku akan mencalonkan diri untuk menggantikan posisi Andru sementara waktu. Saya janji akan menyelesaikan semua konflik dalam perusahaan kita terutama masalah kenaikan gaji, dan juga menyelesaikan semua masalah yang sedang ditangani oleh Andru," tutur Barri


__ADS_2