DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Tantangan


__ADS_3

Siang itu juga Cynthia memanggil Hera dan Laila ruangannya. Ia sengaja memanggil keduanya untuk membahas mengenai buku catatan les Sheira.


"Maaf Bunda, terpaksa saya mengganggu waktu kalian karena ada yang harus kita bicarakan," Cynthia kemudian mengeluarkan buku les Sheira yang basah karena terkena tumpahan juice


Chyntia kemudian menjelaskan kronologi kejadian bagaimana buku itu terkena tumpahan juice. Ia juga menceritakan tentang Bagas dan Sheira yang sudah mendamaikan keduanya.


"Sekarang silakan Mamah Sheira apa yang ingin anda sampaikan atau apa yang anda inginkan setelah kejadian ini?" tanya Cynthia


Hera tersenyum kecut saat melihat keadaan buku les Sheira.


"Nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa diselamatkan, meskipun ia membayar puluhan juta sebagai ganti rugi kerusakan buku ini, tetap saja tidak bisa mengembalikan buku ini seperti semula. Aku hanya kasian kepada putriku yang sudah berusaha mati-matian belajar namun tiba-tiba harus kehilangan semangatnya karena seseorang telah memadamkan bara api semangatnya," jawab Hera


"Boleh saya lihat bukunya sebentar," ucap Laila


Hera kemudian memberikan buku itu kepada Laila.


Laila meneliti dengan seksama buku itu.


"Kalau memang buku ini tidak diperjualbelikan maka aku bisa membuat salinannya asalkan kamu mau meminjamkan buku ini sementara waktu sampai aku selesai menyalin semua catatan yang ada di dalamnya," jawab Laila


"Menurut saya ide Bunda Laila ada benarnya juga, bagaimana menurut mamah Sheira?" tanya Cynthia


"Buku itu ibarat senjata rahasia bagi putriku, jadi kalau aku meminjamkan buku ini padamu sama saja aku memberitahukan senjata rahasia kami, jadi maaf aku tidak bisa meminjamkannya, biarkan saja aku yang akan menyalinnya sendiri," jawab Hera


"Kalau kamu meminta ganti rugi atas apa yang sudah dilakukan putra saya maka sebutkan saja, aku pasti akan menggantinya," tutur Laila


"Meskipun aku tidak sekaya dirimu tapi aku bukan tipe orang yang suka memakai uang untuk menyelesaikan segala sesuatu," jawab Hera dengan sombongnya


"Kalau begitu saya minta maaf atas nama anak saya, dan saya ucapkan terimakasih pada anda karena tidak menginginkan apapun sebagai ganti rugi atas apa yang sudah dilakukan oleh putraku," ucap L lagu


"Alhamdulillah, kalau begitu masalahnya sudah selesai ya Bunda, terimakasih mamah Sheira sudah berlapang dada memaafkan Bagas, terimakasih bunda untuk kerjasamanya hari ini," ucap Cynthia kemudian menyalami keduanya


Laila dan Hera kemudian meninggalkan ruangan itu setelah urusan selesai.


Laila mengajar pulang ke rumah sedangkan Hera mengajak Sheira ke bimbel untuk belajar.


Semua wali murid terlihat memperhatikan keduanya saat keluar dari ruang kelas.


"Wah sepertinya bakal ada perang dingin antara kubu B dengan kubu S,"


"Yes, I think so!" sahut yang lainnya


Beberapa hari berselang, Hera masih tak bertegur sapa dengan Laila, meski L mencoba bersikap biasa dan selalu menyapanya namun wanita itu selalu acuh terhadapnya.

__ADS_1


"Mah, apa mamahnya Hera masih marah sama kita?" tanya Bagas merasa bersalah


"Biarkan saja sayang, lagipula maaf sudah minta maaf dan menawarkan ganti rugi tapi dianya gak mau jadi terserah dia kalau masih mempermasalahkan hal itu ya terserah saja, ora urus!" jawab Laila


"Oh gitu, yaudahlah Bagas juga Ora Urus mah,"


"Good boy!" sahut Laila mengusap kepalanya


Saat Laila mengantarkan Bagas kedalam kelas, terlihat beberapa orang wali murid tampak menoleh kearahnya dan membicarakannya di belakang.


Laila tak mau ambil pusing dengan mereka yang sudah biasa menggunjingnya.


Namun seorang wali murid langsung menariknya ke ruangan sepi.


"Ada apa Sih Mom Nadine, kenapa mengajakku ke sini?" tanya Laila


"Apa Mom Bagas belum lihat postingan Instagram mamah Sheira yang lagi viral di group?"


Laila langsung menggelengkan kepalanya.


"Pantas saja," jawab Nadine langsung membuka ponselnya dan menunjukkan postingan Hera yang dimuat di akun instagramnya.


Laila benar-benar tak menyangka jika Hera akan memposting ucapannya yang meminta ijin menyalin buku les Sheira dan memelintir kata-katanya.


"Dia pikir buku itu pusaka sakti yang bisa bikin anak pintar apa sampai segitunya menuduhku sangat ingin meminjam buku itu darinya," imbuh L


"Sepertinya orang-orang mengira kalau kamu memang menginginkan buku itu darinya sampai dikira Bagas sengaja menumpahkan juice ke buku itu, lihat saja komentar di unggahannya," Nadine kemudian menunjukkan semua komentar julid para netizen dan jawaban Hera yang terkesan memprovokasi mereka


"Kenapa dari dulu kamu tak berubah juga, baiklah kalau itu mau mu, aku pun bisa melakukan hal yang sama,"


Laila kemudian menghampiri Hera yang tengah mengobrol bersama gengnya di kantin sekolah.


"Sebenarnya mau kamu itu apa sih, kenapa di depan Miss Cynthia kamu sok-sokan baik dengan legawa memaafkan aku tanpa ada embel-embel apapun. Tapi di luar dugaan kamu malah memelintir kata-kataku dan mengunggahnya ke sosial media seakan aku ingin memiliki buku itu," ujar Laila


"Memang kenyataannya begitukan, kamu iri karena sekarang nilai Sheira lebih bagus dari Bagas, dan ia juga beberapa kali memenangkan perlombaan bergengsi," jawab Hera menyombongkan putrinya


"Astaghfirullah, dengar ya Hera, tanpa buku itu Bagas sudah pintar kok, dan persetan dengan semua perlombaan yang sudah dimenangkan oleh Sheira karena saya tidak suka mengekspos anak saya hanya untuk mendapatkan pujian dari orang lain," tutur Laila


"Bilang saja kamu iri, biasanya air beriak tanda tak dalam kan. Kalau memang benar anak kamu itu genius buktikan di lomba Science , tingkat nasional yang diadakan oleh pihak kementerian," tantang Hera


"Ok siapa takut, aku harap jika Bagas memenangkan perlombaan itu kamu harus meminta maaf kepada ku karena sudah memfitnah aku dan Bagas di depan semua orang dan ditayangkan secara live di akun instagram kamu, bagaimana apa kamu berani?" jawab Laila dengan lantang


"Baik siapa takut, bila perlu aku akan mencium kakimu jika kamu berhasil memenangkan perlombaan itu dan sebaliknya kamu dan anakmu harus keluar dari sekolah ini jika kalah dari perlombaan tersebut," tukas Hera

__ADS_1


"Ok deal," jawab Laila langsung menjabat tangan Hera tanpa ragu


Semua orang yang menyaksikan keduanya terlihat begitu tegang dan tak sabar menunggu hari bersejarah itu tiba.


Setibanya di rumah L langsung menghabiskan sebotol minuman dingin untuk meredam emosinya yang sudah di ubun-ubun.


"Ada apa sih sayang, kok pulang-pulang wajahnya cemberut gitu, pasti ada yang bikin kamu kesal ya?" tanya Andru


"Iya sayang, biasa tuh si wanita pelakor Hera, berani-beraninya dia memfitnah aku dan Bagas di sosmed, udah gitu sok gak merasa bersalah banget dan terus merasa dirinya yang paling benar, kan kesel jadinya," sahut Laila


"Sabar dong sayang, jangan marah-marah gitu dong nanti makin body kamu gak seksi lagi," ucap Andru


"Emangnya apa hubungannya marah sama seksi?" tanya L


"Kan kalau orang sabar pantatnya lebar sayang. Nah cewek semakin besar pantatnya berarti makin seksi sayang," jawab Andru


"Emang iya, teori darimana itu kok baru dengar?" sahut L balik bertanya


"Lebar pantatnya bukan berarti sexy sayang, kamu jangan ngadi-ngadi deh!" imbuh L


"Kamu gak lihat Jlo sayang, dia kan pantatnya lebar makanya di bilang si bok*ng sexy," jawab Andru


"Iya itu bukan lebar sayang tapi besar, uuhh dasar, sotomi!" sahut L


"Enak dong sayang," Andru langsung menghampiri L dan memeluknya dari belakang


"Enak kalau tinggal makan,"


"Yaudah ayuklah," ucap Andru


"Mau kemana emangnya?" tanya L


"Makan sotomie," jawab Andru


"Dimana?"


"Di kamar yuk?"


"Kok dikamar!!" seru L dengan wajah tak percaya


"Sore-sore paling enak bikin dedek bayi sayang, daripada ngomel di sini mending kita perang di kamar," jawab Andru langsung menarik lengan istrinya


"Dih kebiasaan deh, doyan banget sih kamu sayang!" seru L

__ADS_1


"Namanya juga darah muda sayang, penuh gelora!" jawab Andru mengerlingkan matanya


__ADS_2