DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Harga diri


__ADS_3

Pagi itu L terkejut saat melihat Hera sudah mulai mengajar lagi.


Hera menatapnya sinis saat keduanya berpapasan.


"Kau pasti senang kan, karena sudah melihat ku hancur seperti sekarang?" ucap Hera


"Kalau kau tanya aku senang melihat mu menderita tentu saja aku senang, apalagi setelah apa yang kau lakukan padaku," jawab L


"Perlu kau catat L, karena kau sudah membuatku kehilangan semua harta bendaku dan juga anakku maka aku akan pastikan kau juga akan merasakan apa yang aku rasakan,"


Laila tertawa mendengarkan keluhan Hera.


"Kau kehilangan semua harta benda mu dan juga anakmu itu karena ulah mu sendiri bukan karena diriku, tapi kamu sedang menjalani karma mu," sahut L kemudian meninggalkan Hera


"Awas saja kau L, aku pastikan kau tidak akan hidup bahagia karena sudah membuatku menderita," Hera kemudian segera masuk ke ruangannya


Sean sudah menunggunya di sana.


"Jika kau ada di ruangan ku pasti ada urusan yang sangat penting bukan?" tanya Hera


"Kalau kau sudah mengerti sebaiknya kau duduk dan dengarkan ucapan ku baik-baik," sahut Sean


"Katakanlah,"


Hera segera meletakkan tas kerjanya diatas meja dan duduk di kursinya.


"Kau tahu kan sekolah ini adalah sekolah Internasional yang mementingkan kualitas bukan kuantitas. Setelah aku pikir dengan matang dan juga atas permintaan dari orang tua murid, terpaksa aku tidak bisa memperpanjang kontrak kerja kamu," ucap Sean


"Wah kau ini benar-benar seorang guru yang berpikiran sempit ya Sean, kau bilang hanya mengutamakan kualitas tapi kenyataannya kau justru membuang guru berkualitas hanya karena masalah pribadiku. Kalau kau ingin sekolah kita maju bukan begini caranya. Harusnya kau tetap mempertahankan tenaga pendidik berkualitas tanpa memandang status ataupun masalah pribadi orang yang bersangkutan," jawab Hera


"Iya aku mengerti, tapi kita hidup di Indonesia Ra, bukan di luar negeri. Prinsip itu hanya berlaku di luar negeri yang notabene penduduknya memiliki pendidikan tinggi dan juga pemikiran terbuka. Tapi kau tahu kan di Indonesia semua orang melihat kita bukan dari kemampuan kita tapi dari status sosial dan juga rekam jejak kita dalam masyarakat. Aku tahu kau adalah seorang pengajar yang kompeten, tapi semua orang sekarang hanya tahu kau adalah seorang mantan narapidana, kau juga dicap sebagai pelakor bukan, nah Itulah yang membuat mereka tidak mau anaknya diajar oleh kamu lagi," sangkal Sean


"Cih, jadi kau juga menyetujui permintaan mereka untuk memecat ku, kenapa kau melakukan ini padaku Sean. Kau tidak tahu bagaimana kehidupan ku sekarang, kalau aku juga berhenti mengajar di sini maka aku benar-benar hancur sekarang," jawab Hera


"Kau masih bisa mengajar di sekolah milik orang tuamu kan jadi tak masalah bagimu jika kau kehilangan pekerjaan mu disini,"


"Kau benar-benar keterlaluan Sean," Hera segera bergegas mengambil tas kecilnya lalu pergi meninggalkan ruang kerjanya.

__ADS_1


Hera menghentikan langkahnya saat melihat L sedang mengajar di kelasnya. Wanita itu langsung mengeratkan tangannya sambil mengeluarkan makiannya untuk wanita itu.


"Tunggu saja pembalasan ku L,"


**********


Malam itu Hera benar-benar mabuk, ia sengaja menumpahkan semua kemarahannya di sebuah bar dengan minum-minuman keras.


"Dasar brengsek, bisa-bisanya kau memecat ku padahal kau tahu siapa aku, selama ini aku sudah banyak membantu mu, tapi kau malah membuang ku,"


Seorang wanita muda tiba-tiba mendatangi Hera.


"Wah tumben sekali seorang Ratu kampus ada di sebuah Bar, apa kau tidak takut nama baik keluarga mu akan tercemar?" goda wanita itu


Hera tersenyum sinis menatap wanita cantik di hadapannya.


"Mawar, sekarang kau harus hati-hati, karena di rumahku ada seorang wanita yang sok suci berusaha untuk merebut hati anak dan mantan suamimu," ucap Hera menertawakan wanita itu


"Jaga ucapanmu ya, jangan sembarangan kalau bicara, dasar jal*ng!" sahut Mawar


"Kalau kau tidak percaya lihat saja sendiri, pasti sekarang putra semata wayang mu sudah tidak mau bertemu denganmu lagi bukan??"


"Memangnya apa yang tidak ku tahu di keluarga Harun, semuanya aku tahu. Kau lupa kalau aku masih bagian dari keluarga itu," jawab Hera kemudian meneguk wine si gelasnya


"Baiklah kalau begitu aku akan mengeceknya sendiri!" sahut Mawar


Wanita itu segera meninggalkan Hera.


Keesokan harinya Mawar sengaja datang mengunjungi putranya.


Wanita itu benar-benar terkejut saat melihat kedekatan Devan dengan L.


Ternyata benar yang diucapkan oleh Hera.


"Devan, mamah datang sayang!" seru wanita itu saat tiba di depan kamar Devan


Seketika Devan langsung menutup pintu kamarnya dan melarang Mawar masuk.

__ADS_1


Melihat penolakan putranya Mawar menjadi semakin geram. Ia kemudian memberitahukan kepada Silvia apa yang dilakukan oleh Devan padanya.


Namun bukannya membelanya Silvia justru menasihati Mawar agar sabar menghadapi putranya.


"Dia perlu waktu untuk bisa dekat denganmu lagi, hatinya sudah terluka saat mengetahui perceraian kalian. Sebaiknya kau pelan-pelan mendekatinya dan jangan terlalu memaksakan dia untuk mau menerima mu lagi seperti dulu,"


"Tapi bu semua ini bermula setelah kehadiran guru les itu, sebelumnya Dev masih mau bertemu denganku bahkan kami masih sering berkomunikasi. Tapi semenjak kehadiran wanita itu Dev benar-benar menjauhi ku dan tak mau menerima telpon dariku," jawab Mawar


"Aku yakin dia pasti sengaja menjauhkan aku dengan Dev agar dia bisa mendekatinya, karena Wanita itu sedang berusaha mendapatkan hati Sean,_" imbuh Mawar


"Jangan Fitnah, L bukan wanita seperti itu, dia adalah wanita yang berpendidikan dan santun jadi mustahil ia akan melakukan hal-hal seperti itu," sangkal Silvia


"Kalau ibu tidak percaya lihat saja perubahan sikap Sean," tantang Mawar


"Aku tahu putraku, tidak mungkin dia akan melakukan hal-hal yang mencoreng nama baik keluarga," jawab Silvia


Sore itu Sean langsung menawarkan diri untuk mengantar L pulang saat melihat wanita itu keluar dari kamar putranya.


"Tidak usah repot-repot Pak, aku bisa kok pulang sendiri," tolak L saat Sean menawarkan tumpangan padanya


"Tapi akan lebih aman jika kau pulang bersama ku bukan?" tegas Sean


"Memang benar, tapi aku hanya tidak ingin merepotkan mu saja," sahut L


"Aku tidak repot kok, lagian aku free sekarang jadi aku punya banyak waktu untuk mengantar mu pulang," Sean segera menarik lengan L dan mengajaknya masuk kedalam mobilnya


Silvia yang melihat mereka dari kejauhan terlihat cemas. Bagaimanapun ia tidak mau jika Sean dekat dengan L.


"Sepertinya perkataan mawar ada benarnya juga, diam-diam L mulai mengambil hati putraku,"


Keesokan harinya Silvia langsung memanggil L sebelum ia mengajar Devan.


Tanpa basa-basi Wanita itu memberikan amplop coklat kepada L.


"Bukalah," ucap Silvia dengan wajah serius


L segera membukanya, ia begitu terkejut saat melihat isi amplop tersebut.

__ADS_1


"Sebelumnya saya sangat berterima kasih padamu karena sudah membuat cucuku bisa membaca dan berhitung. Kau juga sudah membuatnya mendapatkan nilai-nilai terbaik di sekolahnya. Tapi sayangnya aku harus memutuskan kontrak kerja kita, karena aku tak mau kau semakin dekat dengan putraku Sean. Selama ini aku mempekerjakan dirimu di rumah ini sebagai guru les Devan bukan untuk mendekati putraku. Jadi mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. Namun jangan khawatir aku tetap membayar gaji mu penuh bulan ini meskipun kau baru mengajar beberapa hari. Aku juga sudah menambahkan bonus untuk keberhasilan mu mengajari cucuku," tutur Silvia


"Maaf Ibu saya tidak bisa menerima uang ini, bukan karena saya menolak rezeki tapi karena saya tidak seperti yang ibu tuduhkan. Jika kau ingin memecat ku aku tidak masalah dan aku akan menerima dengan lapang dada karena itu hak anda. Tapi tidak terima dengan tuduhan anda yang mengatakan jika aku berusaha mendekati putramu, meskipun aku seorang janda tapi pantang bagiku untuk mendekati lawan jenis ku lebih dulu. Sebagai orang timur saya masih menjunjung tinggi adat, jadi aku bisa pastikan jika aku tidak mendekati putramu dan itu tidak akan pernah terjadi," jawab L kemudian bergegas pergi tanpa mengambil amplop coklat yang sudah disiapkan oleh Silvia


__ADS_2