
"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya seorang wanita menghampiri seorang dokter yang masih memeriksa seorang pemuda yang terbaring diatas brangkar
"Alhamdulillah sudah ada perkembangan, kita tinggal tunggu saja sampai dia siuman," jawab sang dokter
"Alhamdulillah,"
Wanita itu kemudian mengantar sang dokter saat meninggalkan bangsal perawatan putranya.
"Terimakasih dok,"
Ia kemudian kembali menghampiri putranya yang masih terbaring tak sadarkan diri.
"Pasti dia membaik setelah menerima telpon dari wanita itu," wanita itu kemudian mengambil ponsel Andru yang disimpan di laci mejanya.
Ia tersenyum getir saat melihat puluhan Miss call dari Laila yang berusaha menghubunginya.
"Apa aku harus memberitahukannya jika Andru sedang sakit keras, bukan sedang kuliah," ucap wanita itu terisak
**********
Hari itu L terlihat kelelahan karena jadwal mengajarnya full ditambah ia harus melakukan bimbingan kepada siswa berprestasi yang akan mengikuti perlombaan.
Melihat jadwal L yang begitu padat membuat Sean berinisiatif untuk membawakan sebuah minuman dingin kepadanya.
Lelaki itu menghampiri L di ruangannya sambil membawa segelas es kopi untuknya.
"Kau pasti sangat lelah hari ini, aku harap segelas es kopi bisa memberi semangat untukmu," ucap Sean
"Thanks Sean, tapi Tidak seharusnya kamu menunjukkan perhatian lebih kepadaku di sekolah, karena orang lain akan berpikir jika kau terlalu mengistimewakan aku dan itu bisa menyebabkan kecemburuan sosial di kalangan para guru yang lain," ucap L
"Maaf, aku janji lain kali tidak seperti akan aku ulangi," jawab Sean
Sore itu sepulang mengajar L sengaja mampir ke swalayan untuk membelikan hadiah ulang tahun untuk putri sulungnya Sifa yang berulang tahun.
Setelah selesai membeli sebuah tas sekolah Laila segera bergegas pulang.
Ketika dalam perjalanan pulang ia berpapasan dengan pria yang wajahnya sangat mirip dengan Andru.
"Andru?" sapa L dengan wajah berseri-seri
Pemuda itu sejenak menghentikan langkahnya dan menoleh kearahnya.
"Maaf saya bukan Andru, sepertinya anda salah orang," jawab pemuda itu kemudian berlalu pergi
Laila masih termangu menatap kepergian lelaki itu.
"Wajahnya sangat mirip tapi dari cara bicaranya dia memang bukan Andru," L segera menepis semua prasangka dalam benaknya dan kemudian bergegas pulang.
Setibanya di rumah kedua buah hatinya sudah menunggunya didepan pintu.
"Yeay mama pulang!" seru Sifa langsung berlari menghampirinya
"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur, terus makin sayang sama mamah dan dek bagas ya," ucap L kemudian memeluknya erat
"Makasih mah, kadonya mana?" jawab Sifa
L segera memberikan sebuah kado untuknya.
"Yeay tas baru, kalau kue tartnya mana?" ujar gadis itu penuh harap
"Tara!" seru Laila mengeluarkan sebuah paper bag yang berisi kue ulang tahun.
__ADS_1
Mereka segera masuk kedalam rumah dan melakukan perayaan sederhana.
"Gimana kuenya?" tanya L
"Enak," jawab Sifa dan Bagas kompak
Laila tak lupa mengabadikan momen kebersamaan mereka dan menguploadnya di sosial media.
"Papah gak datang ya mah?" tanya Sifa gusar
"Mungkin nanti malam atau besok, kan sekarang papah kamu pasti belum pulang kerja, sabar aja ya," jawab Laila
"Papah Andru kok gak ngucapin ya mah, padahal aku udah wa dia loh," ucap Sifa
"Mungkin dia banyak tugas kuliah jadi belum sempat, nanti kalau dia senggang pasti ngucapin. Emangnya kamu pengin banget gitu di ucapin sama Om Andru?"
"Iya, abis cuma papah Andru yang selalu care sama Sifa, dia bahkan selalu menjawab setiap aku Wa, dia mau dengerin Sifa curhat dia juga selalu kasih semangat sama Sifa kalau lagi gabut, dan yang penting Papah Andru selalu kasih uang jajan Sifa tanpa sepengetahuan mamah," jawab Sifa
"Astaghfirullah Sifa, gak boleh nak. Om Andru itu masih kuliah jadi jangan minta uang sama dia," jawab L
"Aku gak minta Mah, tapi Papah Andru sendiri yang selalu ngasih, dia bilang buat jajan aku. Andai saja dia jadi papah ku, aku pasti seneng banget," jawab Sifa
"Jangan berkhayal deh," jawab Laila
Sifa segera membuka ponselnya saat mendengar nada dering gawai pipih itu berdering nyaring.
Wajahnya seketika berseri-seri saat melihat sosok yang menelponnya.
"Papah Andru!" seru gadis kecil itu berbunga-bunga saat tahu Andru menghubunginya.
"Selamat ulang tahun anak sulung papah semoga makin soleha ya sayang, tambah pinter dan makin rajin bantu mamah," ucap Andru
"Makasih Papah, papah gak kasih kado buat aku?" jawab Sifa tersenyum simpul menatapnya
"Makasih papah,"
"Sama-sama nak, boleh gak papah bicara sama mamah kamu,"
Sifa segera memberikan ponselnya kepada Laila.
"Halo L, apa kabar?" sapa Andru dengan senyuman termanisnya
"Alhamdulillah kabar baik, kamu sendiri gimana?" tanya L
"Alhamdulillah aku juga baik, btw maaf ya beberapa hari kemarin aku gak bisa angkat telpon kamu karena ponselku rusak, btw tumben banget kamu nelpon aku beberapa kali, kamu pasti kangen ya?" jawab Andru menggodanya
"Ish apaan sih, aku hanya penasaran saja kemarin aku melihat seseorang yang sangat mirip sama kamu. Bahkan tadi pun aku bertemu dengannya lagi, aku kira dia kamu tapi dia bilang salah orang, apa kamu punya saudara kembar?" tanya L
Andru langsung menggelengkan kepalanya.
"Aku ini anak kedua dari dua bersaudara, kakak ku sudah meninggal dan sekarang tinggal aku sendirian," jawab Andru
"Oh maaf,"
"Gak papa L, sebenarnya aku masih kangen sama kamu dan pengin lama-lama ngobrol sama kamu tapi, tugasku sangat banyak jadi maaf ya L, aku gak bisa lama-lama ngobrol sama kamu,"
"Iya Ndru santai saja,"
"I love you L,"
"Love you too," jawab Laila memberanikan diri mengucapkan kalimat itu.
__ADS_1
Andru begitu bahagia saat mendengar jawaban L, rasanya ia tak mau menyudahi pembina angannya dengan L, namun rasa sakitnya membuat ia tak sanggup lagi berbicara hingga kembali koma.
Beberapa dokter langsung datang ke bangsal perawatan Andru untuk melakukan tindakan.
********
Sabtu pagi L sengaja mengajak kedua buah hatinya untuk berolahraga pagi di taman.
Di taman ia bertemu dengan Guntur yang juga sedang jogging di sana.
"Pagi L," sapa Guntur dengan seulas senyum diwajahnya
"Pagi juga Gun," jawab L
"Bagaimana kabarmu?"
"Alhamdulillah aku baik, kau sendiri gimana?" tanya L
"Aku juga baik, btw sekalian aku juga mau pamitan sama kamu, maafin aku ya jika aku banyak salah sama kamu," ucap Guntur menyelami gadis itu
"Iya sama-sama, memangnya kam pamit mau kemana?" tanya L
Guntur kemudian menceritakan tentang keputusannya untuk menjadi pasukan penjaga perdamaian dunia.
"Kenapa kamu melakukan semua itu?" tanya L
"Karena aku tidak mau dijodohkan L, lebih baik aku melajang seumur hidup daripada menikah dengan wanita yang tidak aku sukai, itulah alasan ku memilih untuk memilih bergabung dengan pasukan penjaga perdamaian dunia. Aku ingin Ayahku tahu bahwa semua tidak bisa dipaksakan sesuai kehendaknya," jawab Guntur
"Kenapa kau melakukan hal itu, tak bisakah kau berdamai dengan ayahmu?"
"Aku sudah berusaha menuruti semua keinginannya, termasuk meninggalkanmu, tapi ayah tetap saja tak pernah mengerti aku dan sekarang malah menjodohkan aku dengan putri sahabatnya," terang Guntur
"Sabar ya, aku yakin suatu saat ayahmu akan memahami mu, hanya saja ia butuh waktu," jawab L
"Miss L!"
L terkejut saat mendengar suara yang begitu familiar memanggil namanya.
Ia tersenyum simpul saat melihat Devan berjalan menghampirinya.
"Dev datang sama siapa ke sini?" L tampak mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Silvia atau Sean.
"Sama papah," jawab Dev menunjuk kearah Sean yang baru saja turun dari mobilnya.
Melihat kedatangan Sean, Guntur segera berpamitan pergi.
"Selamat ulang tahun Sifa, maaf Om telat kasih kadonya," ucap Sean memberikan sebuah hadiah kepada gadis kecil itu.
"Terimakasih Om," jawab Sifa
"Bagaimana kalau kita rayakan ulang tahun Sifa dengan makan di restoran ayam goreng?" tanya Sean
"Yeay aku mau!" seru Bagas begitu senang
Berbeda dengan Bagas yang begitu bahagia saat Sean mengajaknya makan di restoran cepat saji, Sifa justru terlihat biasa saja bahkan cenderung acuh.
Apalagi saat melihat Sean yang berusaha mendekati L, gadis itu bahkan menunjukkan rasa tak sukanya kepada pria itu.
Melihat sikap Sifa yang tiba-tiba menjadi acuh dan pendiam membuat L penasaran.
"Kamu kenapa sih nak, tumben banget hari ini kamu jutek banget, memangnya ada apa?" tanya L mencoba mencari tahu apa yang membuat putri sulungnya terlihat cuek siang itu.
__ADS_1
"Aku gak suka jika mamah dekat sama Om Sean, aku lebih suka mamah sama papah Andru daripada Om Sean," ucap gadis itu membuat L terperanjat mendengarnya