DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Memastikan Kebenaran


__ADS_3

"Jangan bilang kalau itu benaran kamu??" seketika L langsung melemparkan kotak paket di tangannya dan segera bergegas kembali ke rumah sakit


Ia segera memesan ojek online dan melesat menuju ke rumah sakit kanker.


Setibanya di rumah sakit ia langsung menuju ke receptionist dan menanyakan tentang Andru.


"Permisi Sus, apa di sini ada pasien yang bernama Gandrung?" tanya L


"Sebentar ya saya cek dulu, kalau boleh tahu tanggal lahirnya berapa?" jawab sang receptionist balik bertanya


"Ah saya tidak tahu,"


"Kalau nama panjangnya?"


"Setahuku ya Gandrung," jawab L pasrah


Kemudian reception mencari data pasien rawat inap di rumah sakit.


"Hanya ada satu pasien dengan nama Gandrung Aditama, dia di rawat di paviliun anyelir nomor 47," ucap sang receptionist


"Kalai boleh tahu dia sakit apa Bu?" tanya L lagi


"Pasien mengidap Leukemia dan saat ini sedang menjalani transplantasi sumsum tulang belakang,"


Seketika tubuh L menjadi lemas, mendengar jawaban wanita itu. Wanita itu kemudian bergegas menuju ke paviliun anyelir tempat Andru dirawat.


"L??" seorang wanita paruh baya tampak terkejut melihat kedatangan L di tempat itu


"Apa kita pernah bertemu?" tanya L saat mendengar wanita itu menyebut namanya


Wanita itu mengangguk, "Kita bertemu di Semarang waktu itu," jawab wanita itu


"Ah benar, Pasti ibu ini mamahnya Andru ya?" ucap L kemudian mencium punggung tangan wanita itu


"Benar, saya ibunya Andru. Ngomong-ngomong bagaimana kamu tahu Andru ada sini?" tanya wanita itu


"Jadi benar Andru sakit?" L seketika membelakakan matanya saat mendengar ucapan wanita itu


"Andru sudah lama mengidap Leukemia, tapi Alhamdulillah sekarang ia menemukan seorang pendonor yang mau mendonorkan sumsum tulang belakangnya," jawab wanita itu


"Alhamdulillah syukurlah kalau begitu, jadi dia akan sembuh?" tanya L


"Kemungkinan pasien leukemia sembuh setelah melakukan transplantasi sumsum tulang belakang adalah 79-80%, doakan saja semoga Andru bisa sembuh,"


"Aamiin," jawab L begitu lega


"Apa boleh saya melihat kondisi Andru?" tanya L


"Andru saat ini masih di ruang operasi, jadi tunggu saja disini," jawab wanita itu

__ADS_1


Tidak lama berapa orang perawat terlihat mendorong brangkar pasien mendekat kearah mereka.


Melihat kedatangan Andru, wanita itu langsung membuka pintu ruang perawatan dan mempersilakan perawat membawa masuk Andru


"Bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya wanita itu cemas


"Alhamdulillah operasi berjalan lancar, dan kebetulan kondisi pasien juga ok, semoga semuanya berjalan sesuai rencana. Jangan lupa segera hubungi dokter begitu pasien sadar," ucap sang dokter setelah memastikan kondisi Andru


"Baik dok, terimakasih." ucap wanita itu begitu bersyukur


Setelah semua dokter dan perawat pergi wanita itu kemudian mempersilakan L untuk menemui Andru.


L perlahan memasuki ruangan itu. Wanita itu tak bisa menahan air matanya yang tiba-tiba membanjiri pipinya.


"Aku benar-benar gak menyangka kalau selama ini kamu sedang sakit keras, kau terlihat baik-baik saja dan sangat ceria seolah tak terjadi apa-apa denganmu. Kau benar-benar kuat Andru, bahkan aku saja langsung collapse saat di vonis mengidap kanker padahal itu belum pasti. Tapi kau...kau begitu pandai menutupi penyakit mu hingga tak seorangpun tahu kalau kau sedang sekarat. Maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa atau pernah menyakitimu, maafkan aku yang tidak peka dengan keadaan mu," ucap L kemudian mengusap air matanya ia kemudian memberikan diri menggenggam jemari Andru yang terasa dingin.


"Bagiku kau adalah sebuah anugerah yang terindah yang Tuhan berikan kepadaku. Bersama mu aku bisa menjadi diriku, bersama mu aku bisa melupakan kesedihanku dan tertawa lepas saat mendengar kebucinan mu, kau bahkan mampu memunculkan sisi konyol dalam diri L yang melankolis, terimakasih untuk semuanya Andru. Sekarang aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan semoga kau cepat sadar dan kembali pulih seperti semula dan menjadi Andru yang konyol namun menyenangkan." ucap L kemudian mencium punggung tangan Andru dan menempelkannya di pipinya


"Cepatlah sembuh papah, mamah tak bisa hidup sendiri tanpamu," ucap L kemudian terisak disamping Andru


***********


Sementara itu Sean perlahan membuka matanya. Lelaki itu segera beranjak dari ranjangnya dan berjalan gontai keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk mengambil air minum


"Akhirnya kau bangun juga Sean," ujar Silvia menatapnya sinis


"Kepalaku pusing sekali, apa ibu punya obat pegar?" tanya Sean


"Apa terjadi sesuatu denganmu hingga kau begitu kacau semalam?" tanya Silvia


"Entahlah, kenapa aku bisa galau seperti ini. Padahal sebelumnya aku tidak pernah seperti ini," jawab Sean kemudian meneguk obat pemberian ibunya


"Semuanya bisa berubah seiring berjalannya waktu, untuk itulah kau juga harus bersiap dengan perubahan itu."


"Apa kau tahu Bu siapa yang membuat ku frustasi seperti ini?" ucap Sean tersenyum menatap wanita di hadapannya


"Pasti L," jawab Silvia seolah sudah tahu apa jawaban Sean


"Dia benar-benar wanita yang tak bisa ditebak, bagaimana mungkin dia menolak seorang Sean Mahardika, memangnya apa kekurangan ku Bu, kenapa L menolak ku?" tanya Sean


"Kenapa kau tidak tanyakan sendiri saja kepada L?" jawab Silvia


"Bagi wanita seperti L memang tidak mudah untuk membuka hatinya kepada seorang pria. Mungkin dia menolakmu bukan karena ia tidak menyukaimu atau memiliki pria lain di hatinya tetapi karena dia sendiri yang memang tidak mau membuka hatinya untuk laki-laki karena sudah trauma dengan pernikahannya yang pertama. Jadi wajar saja jika ia menolakmu, kalau kau benar-benar mencintainya dan ingin mendapatkan hatinya maka kau harus berusaha lebih keras lagi untuk meluluhkan hatinya. Jadilah temannya, selalu ada kapanpun saat ia butuh teman bicara, jadilah pendengar yang baik saat ia sedang berkeluh kesah, dan jadilah pelindungnya saat ia sedang butuh perlindungan," jawab Silvia


"Semoga saja aku bisa Bu," jawab Sean


"Harus dong, semangat!" seru Silvia menyemangatinya


*********

__ADS_1


Bunyi bel pulang sekolah membuat L segera membereskan meja kerjanya dan bergegas pulang.


Sean yang hendak mengantarnya pulang harus kecewa saat melihat wanita itu sudah meninggalkan halaman sekolah dengan menggunakan ojek online.


"Cepet banget pulangnya," keluh Sean dengan wajah sendu


Sementara itu setibanya di rumah sakit L segera menuju Pavilion anyelir tempat Andru dirawat.


"Syukurlah kau datang, aku minta tolong jagain Andru sebentar karena aku harus menjemput cucuku disekolah,"


"Baik bu," jawab L singkat


Wanita itu segera bergegas pergi meninggalkan tempat itu. L segera masuk kedalam ruangan itu dan duduk disamping Andru.


Wanita itu kemudian menggenggam erat jemari Andru dan menaruhnya di pipinya.


"Kapan kamu akan bangun, apa kau tidak merindukan aku?" ucap L terlihat berkaca-kaca


Ia kemudian mengambil sebuah Al-Qur'an kecil dari tasnya dan bertilawah sebentar. Ia berharap Andru akan segera sadar setelah mendengar suaranya.


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore namun Ibu Andru belum kembali.


L sedikit gusar karena belum menjemput Bagas.


Ia kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi tempat penitipan anak tempat bagas di titipkan. L memberitahukan jika ia akan telat menjemput Bagas hari ini.


Tidak lama Eliza, ibu Andru datang bersama seorang gadis kecil yang langsung memeluk erat L.


"Tante!" seru Sofia begitu senang melihat L


"Kamu apa kabar?" tanya L


"Aku baik tante,"


"Syukurlah kalau begitu, kamu sudah makan belum?" tanya L lagi


"Sudah,"


"Kalau kamu mau pulang silakan L, biar nanti adikku yang akan menjaga Andru," ucap Eliza


"Atau kamu mau pulang bareng aku, kebetulan aku juga harus pulang bersama Sofia," imbuh Eliza


"Tidak usah Bu, biar saya pulang sendiri saja,"


"Yaudah kalau gitu aku duluan ya, makasih loh udah jagain Andru," ujar Eliza kemudian meninggalkan ruangan itu.


"Sepertinya aku juga pamit ya Ndru, maaf aku gak bisa nemenin kamu lama-lama karena aku harus jemput Bagas. Aku janji besok pasti akan datang kesini lagi, makanya kamu cepat bangun ya biar kita bisa jalan-jalan bareng," ucap L


Saat Wanita itu beranjak dari duduknya tiba-tiba ia merasakan seseorang menarik lengannya.

__ADS_1


L segera menoleh kebelakang, jantungnya berdegup kencang saat menatap Andru tersenyum simpul memandanginya.


__ADS_2