DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Hadiah


__ADS_3

Pagi itu William Aditama sengaja mengadakan rapat direksi untuk memperkenalkan ketiga cucunya yang akan menjadi kandidat untuk menggantikan posisinya sebagai CEO Aditama Group.


Semua direksi tampak antusias menyimak perkenalan tiga kandidat calon pemimpin perusahaan tersebut.


Meskipun baru tahap perkenalan namun Lexi dan Barri sengaja memaparkan visi misi mereka saat menjadi CEO kelak.


Hanya Andru yang terlihat biasa dan tak begitu menonjol seperti kedua sepupunya. Bahkan saat memperkenalkan diri ada seorang direksi yang sengaja menolak ia masuk sebagai kandidat karena latar belakang pendidikannya yang hanya tamat SMA.


"Maaf Pak William saya menyela, saya sangat menghormati keputusan Anda yang sangat terbuka dalam memilih kandidat CEO untuk perusahaan kita, tapi aturan perusahaan ini sudah jelas kalau syarat untuk menjadi seorang CEO adalah minimal berpendidikan Sarjana atau S1. Tapi Mas Andru hanya seorang lulusan SMA jadi secara administratif dia tidak bisa lolos untuk menjadi kandidat CEO," ucap lelaki itu


"Benar sekali tapi sebenarnya cucuku ini adalah seorang sarjana, memang selama ini ia tak pernah memberitahukan tentang kehidupan pribadinya khususnya prestasinya. Tapi agar kalian lebih percaya biar dia saja yang akan menjelaskan, karena aku harus bersikap netral selama kompetisi," terang William


Ia kemudian mempersilakan Andru untuk mengklarifikasi tentang pendidikannya.


Pemuda itu tampak begitu tenang, ia bahkan tak terlihat gugup ataupun takut saat menghadapi reaksi para direksi saat mengetahui pendidikannya.


"Saya sudah menduganya kalau hal ini akan terjadi, untuk itulah aku sudah mempersiapkan semuanya," Andru kemudian mengeluarkan sebuah ijazah dalam tasnya.


"Pasti kalian sangat menginginkan selembar kertas ini bukan," ucapnya kemudian memberikan ijazahnya kepada seorang direksi untuk memeriksanya.


"Apa ijazah ini asli?" tanya seorang direksi meragukannya


"Silakan saja konfirmasi ke kampusnya, apa ada kampus luar negeri yang mengeluarkan ijazah palsu?" jawab Andru balik bertanya membuat semua orang langsung terdiam


"Tapi selama ini kami selama ini tak pernah melihat kamu kuliah?" tanya Barri


"Memangnya aku harus mengatakan padamu kalau aku sedang kuliah. Asal kalian tahu aku mengikuti program akselerasi selama SMA sampai kuliah jadi waktu kuliah tidak selama seperti mahasiswa pada umumnya," jawab Andru


"Kalau kalian masih tidak percaya juga, aku bisa menyambungkan komunikasi dengan dekan universitas tersebut," tantang Andru


Kini semua orang terdiam dan Langsung percaya dengan ucapannya.


Sementara itu Barri dan Lexi yang masih tak percaya dengannya mencoba menyebar rumor tak sedap tentang kuliahnya .


Beruntung Andru yang cepat mengetahui rumor tersebut. Setelah semuanya selesai Andru memilih fokus untuk membuat program kerjanya.


Saat menyusun program kerja di ruang kerjanya. Sementara itu Barri yang mendapat banyak pengaduan tentang prasarana kantor benar-benar terkejut saat mendengar banyak sekali keluhan tentang prasarana kantor.


"Aku sangat terganggu dengan komputer kantor yang rusak dan sampai sekarang belum di reparasi. Sedangkan perusahaan menuntut hasil kerja yang maksimal, kalau begini terus bagaimana hasil kerja bisa maksimal. Aku harap kau segera membelikan komputer baru untukku," ujar seorang karyawan

__ADS_1


"Kalau begitu kenapa kau tidak bawa laptop pribadi saja untuk mengerjakan pekerjaan mu. Kau sudah karyawan tetap di sini jadi jangan manja , berusahalah sekeras mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik," jawab Barri


Setelah itu karyawan lainnya juga menyampaikan keluhannya, seperti sebelumnya lagi-lagi Barri memberikan jawaban yang sama yaitu karyawan harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Kalau begini percuma saja ada pengaduan, tetap saja kita yang harus menyelesaikannya sendiri, dia benar-benar gak layak menjadi seorang CEO perusahaan ini." celetuk salah seorang karyawan.


Andru yang tak sengaja mendengar percakapan mereka segera mengecek ruangan para karyawan yang telah menyampaikan keluhannya.


Ia bahkan langsung menindaklanjuti keluhannya. Tentu saja semua karyawan merasa senang dengan aksi cepat tanggap Andru.


"Sorry L hari ini aku gak bisa jemput kamu, aku hari ini sedang melamar kerja, doakan aku agar bisa diterima y," ucap Gandrung mengirimkan sebuah pesan singkat kepada L


"Iya sayang, semangat ya ," jawab L kemudian mencatumkan emot cinta di samping pesan tersebut.


Tentu saja hal itu membuat Andru semakin bahagia hingga ia sejenak lupa dengan tugasnya.


"Maaf mas, bagaimana dengan komputerku?" tanya seorang karyawan


"Astagaa aku hampir lupa!" jawab Andru


I kemudian segera menuju ke ruang kerja karyawan yang komputernya mati. Ia segera membetulkannya dengan cepat.


"Harusnya komputer seperti ini sudah harus di ganti,"


"Hmmm, baiklah nanti saya coba ngomong sama kakek, semoga beliau seger membelikan komputer baru untuk kalian," ujar Andru


"Aamiin, Terimakasih Mas atas bantuannya," jawab para karyawan itu.


Waktu menunjukkan pukul empat sore Andru buru-buru bergegas pulang tak lupa ia menyampaikan keluhan para karyawan kepada kakeknya.


William merasa bangga dengan hasil kerja Andru hari itu. Ia tak menyangka jika selama ini kedua cucunya yaitu Barri dan Lexi tidak menjalankan tugasnya dengan baik.


Ia segera mempercepat laju sepeda motornya menuju ke sekolah Sifa..


Setibanya di sekolah Andru langsung memarkirkan motornya dN bergegas masuk kedalam kelas.


Ia begitu tercengang saat melihat Seorang lelaki tengah memarahi Sifa dan menghukumnya.


"Dasar orang miskin berani sekali kau mencuri peralatan sekolah milik putriku, apa kau tahu berapa harga tempat pensil itu hah!!"

__ADS_1


"Aku tak mencurinya Om, tapi Reni sendiri yang memberikannya padaku," jawab Sifa


"Dia ya bohong Pah, saya percaya Karena mungkin aku menyerahkan tempat pensil kepadanya kepada orang lain," jawab Reni


"Kamu bilang tempat pensil ini makanya kamu memberikan kepadaku," sahut Sifa


Lelaki itu begitu geram padanya pengen usaha melayangkan pukulannya kepada.


Melihat lelaki itu akan memukul Sifa, Andru dengan cepat menarik lengannya. Sifa yang melihat kedatangan Andru langsung berlari menghampirinya dan berlindung dibelakangnya.


"Papah aku beneran gak mencuri tempat pensil Reni, dia sendiri yang memberikannya kepada ku karena jelek katanya," ucap gadis itu


"Dasar orang miskin kalau nyari alasan itu yang bener apa, ini adalah tempat pensil mahal yang aku belikan sebagai hadiah ulang tahun Reni. Aku yakin ini adalah satu-satunya tempat pensil mahal yang ada di sekolah ini karena tidak semua orang bisa membelinya jadi mana mungkin dia akan memberikannya kepadamu," jawab lelaki itu


" Tapi Reni bilang tempat pensilnya jelek makanya ia gak suka dan memberikannya kepada ku pah!" seru Sifa membela diri


Andru kemudian segera mengambil tempat pensil itu. Ia kemudian melihat secara detail tempat pensil itu.


"Jelas saja putrimu memberikan tempat pensil ini kepada Sifa, ia pasti malu karena ayahnya membelikan barang-barang KW untuknya!" sahut Andru


"Jangan asal bicara kamu!" hardik lelaki itu


"Asal Om tahu ya, aku selalu pakai tempat pensil seperti ini saat sekolah, jadi aku tahu mana barang ori mana yang KW," jawab Andru


Ia kemudian memberikan selembar cek kepada pria itu, "Sebaiknya belikan putrimu barang yang ori agar ia tidak malu memakainya. Jangan lupa beritahu dia agar tidak memberikan barang yang sudah jelek kepada temannya hanya supaya mendapatkan ganti rugi dari barang tersebut!" celetuk Andru kemudian pergi meninggalkan tempat itu


Sepulang sekolah Andru sengaja mengajak Sifa berbelanja barang-barang kebutuhan sekolah untuknya. Ia sengaja menyuruh anak itu untuk memilih benda apa saja yang di butuhkannya.


"Terimakasih ya atas semuanya," ucap Sifa setibanya di rumah


"Sama-sama nak," jawab Andru


Lelaki itu kemudian menunggu L keluar dari untuk menemuinya.


"Kok pulangnya sampai malam sih Ndru, emangnya kemana aja?" tanya L


"Belanja dulu tadi mah, papah beliin aku semua keperluan sekolah, mulai dari sepatu sampai tempat pensil," sahut Sifa


"Ya ampun Ndru, makasih banget ya udah senengin Sifa hari ini, btw kalau Sifa dibeliin alat-alat sekolah, terus aku di beliin apa dong?" tanya L

__ADS_1


"Spesial buat kamu aku beliin Lingerie buat malam pertama kita,"


"Astoge dasar bocah nakal!" seru L membuat Andru langsung menghindar saat ia akan memukulnya


__ADS_2