
Hera begitu bahagia saat mendengar L sudah tidak menjadi guru les Devan lagi. Meskipun ia belum berhasil membuat L keluar dari Citra Buana, namun setidaknya misinya sudah berhasil untuk menjauhkan L dari keluarga Sean.
Sementara itu Devan terus mengamuk setelah mengetahui Laila tak lagi menjadi guru lesnya.
Anak itu terus mengurung diri di kamar dan tak mau melakukan apapun. Tentu saja hal itu membuat Silvia kewalahan menghadapinya.
"Ayolah sayang, jangan marah terus keluar yuk kita makan. Nenek janji akan mencarikan guru les baru buat kamu," bujuk wanita itu
*Pranng!!
Silvia langsung tersentak kaget saat Devan melemparkan sebuah gelas kearahnya.
"Aku tidak mau belajar selain dengan Miss L!!" seru Devan
Anak itu kemudian menghampiri Silvia, "Nenek jahat, nenek gak sayang sama Dev, aku benci nenek!" ucap Devan kemudian membanting pintu kamarnya
*Brakkk!!!
"Astaghfirullah!!" pekik Silvia
Wanita itu belum pernah melihat Devan semarah itu padanya.
Seharian Devan tak mau keluar dari kamarnya. Tentu saja hal itu membuat Silvia khawatir.
"Kenapa Bu?" tanya Sean saat melihat ibunya terus mondar-mandir di depan kamar Devan.
"Dev sudah seharian mengurung diri di kamar, dia tidak mau keluar, apalagi makan. Dia terus mengamuk dan membanting semua perabotan yang ada di kamarnya," jelas Silvia
"Semua ini kan yang ibu mau?" jawab Sean balik bertanya
"Apa maksudmu!" sahut Silvia
"Kau yang membuat Dev jadi seperti ini Bu. Ibu sudah tahu kalau Dev sudah merasa nyaman dengan L, tapi kenapa ibu malah memecatnya. Sebenarnya apa salah L hingga ibu memutuskan kontrak kerja secara sepihak?" tanya Sean
"Karena L berusaha mendekati mu, dan aku tidak bisa membiarkan itu terjadi," jawab Silvia
"Cih, kapan L mendekati ku, apa ibu pernah melihat dia mencoba mendekati ku atau menggodaku. Yang benar saja Ibu, L bukan tipe wanita seperti itu!" sahut Sean
"Memang benar dia tidak menggoda mu, tapi kau yang tergoda oleh sikap polosnya,"
"Ibu...kau adalah orang yang paling tahu siapa aku, bagaimana mungkin aku tergoda dengan L. Kau tahu kan aku sudah tak tertarik lagi dengan wanita, mereka hanyalah makhluk merepotkan yang egois dan tak pernah bisa dipercaya," jawab Sean
"Kau boleh saja berkata seperti itu tapi aku bisa melihat dari matamu kalau kau sudah mulai menyukai wanita itu,"
"Kalau ibu melihat aku beberapa ini berusaha mendekatkan diri dengan L, itu karena aku ingin membalas budi padanya. Apa aku salah jika mengantar pulang guru les putraku. Apa aku salah jika aku mencoba mengakrabkan diri dengan wanita yang sudah baik terhadap anakku. Ibu tahu kan bagaimana perlakuan L kepada Devan, ia bahkan lebih menyayangi Dev daripada ibu kandungnya sendiri. L lebih mengerti dan memahami Devan daripada kita yang notabene adalah keluarga terdekatnya, jadi katakan padaku apa aku salah jika memperlakukan L dengan baik?" tutur Sean dengan penuh emosi
"Sekarang terserah ibu saja, aku tidak mau bertengkar denganmu hanya karena masalah ini," jawab Sean
__ADS_1
Ia kemudian segera pergi meninggalkan rumahnya.
********
Pagi itu L berpamitan kepada Sean untuk mengantar siswa-siswi untuk mengikuti lomba Science tingkat nasional.
"Aku harap kau bisa menunjukkan kalau kau memang layak untuk mengajar di sini," ucap Sean
"Tentu saja pak, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama sekolah ini," jawab L kemudian bergegas pergi meninggalkan ruang kerja Sean
Lelaki itu terus menatap kepergian L hingga wanita itu menghilang dari pandangannya.
Sean yang penasaran dengan perilaku Ibunya yang tiba-tiba memecat L kemudian menemui mantan Istrinya Mawar di apartemennya.
Seorang wanita cantik tersenyum simpul saat melihat kedatangan Sean di kediamannya.
Ia benar-benar tak mengira Sean akan menemuinya setelah dua tahun mereka tak saling bertegur sapa.
"Angin apa yang membawa mu datang kemari??" tanya Mawar
"Tentu saja aku datang karena aku penasaran siapa yang mempengaruhi ibuku hingga ia memecat guru les Devan," jawab Sean
"Wah ternyata yang dikatakan Hera benar, wanita itu benar-benar sudah mencuci otakmu. Bagaimana mungkin seorang Dev yang sangat dingin terhadap wanita begitu perhatian dengan seorang guru les putranya, wah benar-benar luar biasa ya pesona seorang janda!" ejek Mawar menertawakan Sean
Oh jadi semua ini karena Hera, dasar wanita iblis kau pasti sengaja menghasut mawar dan orang tuaku karena aku telah memecat mu,
"Kenapa kau begitu kepo dengan urusan ku, lagipula jika memang aku dan L ada hubungan atau tidak itu bukan urusanmu lagi, kita sudah end jadi stop ikut campur dalam urusan pribadiku," ujar Sean
"Siapa yang menghalangi mu bertemu dengan Dev jangan memutar balikkan fakta, asal kau tahu Dev tidak mau bertemu denganmu dan bicara denganmu itu bukan karena L, tapi karena ia suka melihat ibunya bermesraan dengan pria lain di depan sekolahnya. Kau tahu kan anak kita sangat sensitif saat melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya, apa kau mengerti sekarang!" tutur Sean kemudian meninggalkan apartemen Mawar
"Ah sial, jadi dia sengaja tak menemui ku hari itu karena aku bersama Rio,"
**********
Sementara itu L begitu bahagia saat melihat anak-anak didiknya berhasil menyabet gelar juara umum dalam perlombaan yang diikutinya.
"Alhamdulillah kalian luar biasa, aku bangga sama kalian, terimakasih sudah bekerja keras hari ini," ucap L memberikan apresiasi kepada siswa-siswinya yang sudah memenangkan perlombaan
Sean begitu bangga saat mendengar kemenangan L, ia tak menyangka jika mereka akan menjadi juara umum dalam perlombaan kali ini.
"L memang benar-benar luar biasa," Sean segera menuju ke sekolah untuk menyambut kedatangan L.
Namun ia harus kecewa saat ia tidak bertemu dengan Laila di sekolah.
"Tadi miss ada urusan mendadak hingga ia tidak bisa kembali ke sekolah. Ia hanya menitipkan ini untuk anda pak," ucap asisten Laila
"Kalau begitu simpan piagam ini," Sean segera bergegas meninggalkan sekolah dan menuju ke kediaman L.
__ADS_1
Sementara L begitu gusar saat mendengar laporan dari pengasuh Bagas di tempat penitipan anak tempat ia menitipkan Bagas.
"Bagaimana Bagas bisa hilang??" tanya L
"Bukan hilang, tapi lebih tepatnya ada seorang lelaki yang mengaku sebagai ayahnya dan membawa ia pulang,"
Mendengar penjelasan sang pengasuh, Laila segera menghubungi Krisna untuk menanyakan apa Bagas bersamanya atau tidak.
"Dia tidak bersamaku, lagipula aku tidak tahu dimana kau menitipkan Bagas,"
Mendengar jawaban Krisna membuat L semakin gusar. Ia begitu takut jika putranya di culik.
L menangis tersedu-sedu didepan sekolah.
"Maafkan aku yah karena sudah membuat mu bersedih,"
Tiba-tiba L langsung mengusap air matanya saat mendengar suara itu. Ia segera menoleh kearah sumber suara itu dan memastikan jika pemilik suara itu adalah seseorang yang begitu dikenalnya.
"Andru!" seru L begitu bahagia saat melihat pemuda itu bersama putranya
Ia kemudian memukuli pemuda itu hingga Andru mengaduh kesakitan.
"Awww, sakit tahu, bukannya kalau orang kangen itu dipeluk ya, ini malah aku dipukul!" cibir Andru
"Abis kamu udah bikin aku jantungan, kamu jemput Bagasnya gak bilang-bilang dulu, kan aku jadi takut kalau Bagas itu benar-benar diculik!" sahut Laila
"Sorry L, namanya juga kangen, ya gitu deh, btw kamu kangen aku gak?" tanya Andru penuh harap
"Kangen gak yah?" sahut L berusaha mempermainkan perasaan Andru
"Ya udah nggak usah jawab L, aku udah tahu kok jawabannya,"
"emangnya jawabannya apa?" tanya L lagi
"Ikan hiu makan tiramisu, Andru I miss you," jawab Andre membuat L terkekeh mendengarnya
"Itumah maunya lo kan," tutur L
"Terus mau lo apa L?" Andru menatapnya sendu
"ikan ****** makanan kue bolu, Bang Andru Aku rindu kamu," jawab L membuat Andru tersipu-sipu
"Ikan hiu minun jahe susu, Bu Guru... Kata rindumu membuat aku langsung pengin Anu," jawab Andru membuat L
"Anu apaan nih!" tanya L
Andru seketika salah tingkah saat mendengar pertanyaan L kali ini.
__ADS_1
*Cup!!
Tanpa basa-basi pemuda itu langsung mengecup kening L membuat wanita itu langsung merona.