DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Pembawa Sial


__ADS_3

"Thank L sudah mengobati luka-luka ku," ucap Guntur segera beranjak dari duduknya


"Sama-sama, btw maaf ya karena aku, kamu jadi babak belur gini," jawab L merasa bersalah


"Kenapa harus minta maaf, toh bukan kamu yang membuat aku begini. Kalau begitu aku pamit ya, sekali lagi terimakasih,"


L hanya mengangguk, sambil memasukkan obat-obatan itu ke kotak P3K.


Melihat Guntur berjalan pergi membuat L langsung bergegas mengantarnya hingga depan pintu.


Guntur melemparkan senyuman manis dan melambaikan tangannya sebelum masuk kedalam mobilnya.


Entah kenapa L tiba-tiba berlari menghampiri lelaki itu.


Guntur segera menutup kembali pintu mobilnya saat melihat L menghampirinya dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Apa tawaran mu masih berlaku?" ucap L memberanikan diri


"Sebentar, coba saya ingat-ingat dulu apa yang pernah aku tawarkan padamu?" sahut Guntur


"Maukah kamu membantuku membalas dendam kepada Krisna dan istrinya?"


Guntur terkejut mendengar permintaan L, namun ia segera meraih lengan wanita itu dan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, dengan senang hati aku akan membantumu," jawab Guntur tersenyum menatapnya


"Kalau begitu aku harap kau bersedia menemaniku menghadiri persidangan ku besok pagi,"


"Ok, jam berapa aku harus menjemput mu?" tanya Guntur


"Pukul sebelas pagi di klinik kecantikan Namira," sahut L


"Siap,"


"Ok, sampai ketemu besok," ucap L


Ia kemudian melambaikan tangannya saat Guntur mulai melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.


"Yes!" pekik Guntur begitu bahagia saat menyadari betapa pedulinya L kepadanya.


**********


Ruang persidangan Pengadilan Agama Jakarta Selatan.


Krisna terlihat meradang saat melihat kemesraan L dan Krisna di ruang pengadilan.


Emosinya semakin memuncak saat melihat ia menggenggam jemari L.


Beruntung Hera langsung menahannya saat suaminya hendak melampiaskan amarahnya kepada sahabatnya itu.


"Jangan mempermalukan dirimu sendiri di ruangan ini, bukan begini cara membalas mereka. Sebaiknya kau perlu belajar membalas musuh mu dengan anggun bukan dengan kekerasan," bisik Hera menasihatinya

__ADS_1


"Lalu bagaimana caranya??" tanya Krisna


Hera kemudian mengambil ponselnya dan segera memotret kedekatan Guntur dan Laila.


Wanita itu kemudian mengirimkan foto itu ke grup alumni sekolahnya.


"Sekarang kita lihat saja, bagaimana rasanya dipermalukan didepan teman-temannya sendiri, sekarang kita lihat saja bagaimana ekspresi wajahnya saat ia dihujat oleh teman-temannya sendiri," ucap Hera memperlihatkan komentar dari para sahabatnya di grup WhatsApp.


"Wah kau benar-benar cerdik Ra, tidak salah aku memilihmu," ucap Krisna memujinya


Melihat banyak notifikasi pesan masuk di ponselnya membuat Guntur penasaran dan segera membuka ponselnya.


Ia tersenyum saat membaca komentar teman-temannya saat melihat foto dirinya bersama L. Ia bahkan sengaja menjadikan foto itu sebagai photo profil WhatsAppnya.


"Ada apa sih, kok senyum-senyum sendiri?" tanya L menatap penasaran wajah Guntur


Lelaki itu langsung memperlihatkan ponselnya kepada L.


"Lihatlah bagaimana mereka langsung kebakaran melihat kedekatan kita," ucap Guntur melirik kearah Krisna yang masih memelototinya


"Ya ampun parah banget ya si Hera, teganya dia masang foto kita di grup kalian dan memberikan kata-kata yang tidak pantas seperti itu!" ucap L begitu kesal saat melihat teman-teman Guntur menghujatnya.


"Sepertinya kita harus membalas mereka, agar orang-orang tahu siapa yang salah di sini," ucap L begitu kesal


Ia kemudian mengirimkan foto pernikahan siri Krisna dengan Hera kepada Guntur.


"Darimana kau mendapatkan foto mereka?" tanya Guntur


"Hera sendiri yang mengirimkannya kepadaku," jawab L memperlihatkan pesan dari Hera saat mengirimkan foto pernikahannya kepada L.


"Sudah biasa jadi aku gak terlalu sakit hati," jawab L segera menepis dugaan Guntur


"Apa kau keberatan jika aku memakai foto ini untuk profil WhatsApp ku?" tanya Guntur memperlihatkan foto profilnya


"Tentu saja tidak, bahkan kau boleh menggantinya dengan foto yang lebih hot," jawab L sontak membuat Guntur terkekeh mendengarnya


"Ternyata kamu gokil juga ya L, aku kira kamu tipe-tipe cewek yang serius gitu," sahut Guntur


"Hehehe, biasa aja sih,"


"Terus gimana dengan foto ini jadi di share ke group gak?" tanya Guntur


"Share aja, aku juga penasaran pengen lihat gimana wajah elegan Hera saat dipermalukan di depan teman-temannya," jawab L, menatap sinis kearah Hera


"Baik bu guru,"


Lelaki itu segwra meneruskan foto yang dikirim L ke grup WhatsAppnya.


"Selamat ya Kris semoga menjadi keluarga samawa. Btw akhirnya kesampaian juga nikahin Hera. Tapi kok tega amat sih lo... nikah gak ngundang-ngundang gue!" ucap Guntur dalam pesan singkatnya yang sengaja ia tulis setelah mengirim foto tersebut.


Jika di awal teman-temannya menghujat dirinya karena dianggap sebagai penyebab keretakan rumah tangga Krisna. Kini komentar berbalik menyerang Krisna dan Hera.

__ADS_1


Teman-teman sekolah mereka kemudian mulai menyimpulkan jika Krisna lah yang telah mengkhianati Laila berdasarkan foto itu.


Selain menghujat Krisna sebagai pengkhianat, teman-temannya langsung memberikan umpatan dan makian kepada Hera yang selama ini dikenal sebagai wanita yang anggun dan elegan.


Tentu saja Hera langsung kebakaran jenggot melihat komentar teman-temannya di grup obrolan mereka. Ia semakin geram saat mereka mulai mengaitkan kematian suaminya dengan perselingkuhannya dengan Krisna.


Ia kemudian segera bangkit dari duduknya dan menyambangi Laila.


Dengan penuh emosi ia langsung mengayunkan tangannya kearah L.


Beruntung Guntur langsung menahannya hingga ia tak berhasil menampar wajah L.


"Sebaiknya jaga sikapmu, karena aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti wanita yang aku sayangi," jawab Guntur seketika membuat Hera semakin kesal


"Sebaiknya kau jangan terlalu banyak berharap kepada Guntur, karena kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri jika memaksakan diri berhubungan dengannya," ucap Hera kemudian melepaskan tangannya dari cengkraman Guntur


"Semua orang tahu kenapa kau masih sendiri di usiamu yang sudah matang, dan di antara kami kaulah yang paling mengerti alasan itu, sebaiknya jangan bermain api atau api itu akan membakar mu," imbuh Hera kemudian meninggalkan keduanya


Suasana seketika menjadi gaduh saat melihat Krisna menarik Guntur dan mencoba memukulnya. Beruntung pihak keamanan segera melerai keduanya.


Seketika suasana ruangan menjadi hening saat Hakim pengadilan memasuki ruangan tersebut.


Ia segera duduk dan mulai memimpin jalannya persidangan.


Melihat L yang begitu tegang saat Hakim mulai membacakan dakwaan membuat Guntur berusaha menenangkannya.


"Apapun yang terjadi aku yakin itu yang terbaik buat kalian, jangan bersedih dan tetaplah menjadi L yang kuat dan ceria," ucap Guntur menggenggam erat jemari tangan Laila


"Terimakasih," jawab L menatapnya sendu.


Seketika air mata L jatuh membasahi pipinya saat mendengar Hakim menyampaikan putusannya. Bagiamana pun juga ia tetap merasa sedih saat menerima kenyataan bahwa Krisna sudah menceraikannya meskipun ia juga menginginkan perceraian itu. Terlebih saat mengingat anak-anaknya yang akan kehilangan figur sang ayah.


Guntur langsung mengusap lembut air mata wanita itu, "Sabar ya, aku yakin ini berat tapi aku yakin akan ada turunan setelah melewati tanjakan," ucap Guntur menyemangatinya


"Terimakasih atas semua bantuan mu hari ini. Aku gak tahu apa yang terjadi kalau aku hanya sendirian di ruangan ini," jawab L


Mengetahui L mulai rapuh Guntur seketika langsung memeluknya erat.


"Sudahlah jangan buat masalah lagi," ucap Hera segera menarik Krisna saat lelaki itu hendak menghampiri Guntur


Tiba-tiba ponsel Krisna berdering membuatnya kemudian ke luar dari ruang sidang yang begitu ramai agar ia lebih leluasa menjawab telpon masuk dari atasannya.


Tidak lama ia segera kembali dan memeluk erat istrinya.


"Alhamdulillah setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya hari ini aku diangkat juga sayang jadi PNS," ucap Krisna begitu bahagia


"Ternyata benar dugaan ku jika selama ini L adalah pembawa sial untukmu, buktinya kau langsung diangkat menjadi seorang PNS setelah resmi bercerai dengannya," jawab Hera sengaja mengeraskan suaranya


"Iya sayang, kamu memang istri pembawa hoki, beruntung aku menjadi suamimu," sahut Krisna kemudian menoleh kearah L


L segera merapikan penampilannya dan mengajak Guntur meninggalkan tempat itu, sebelum pergi ia sengaja menghampiri Krisna dan mengucapkan selamat kepadanya.

__ADS_1


"Selamat ya akhirnya kamu berhasil jadi PNS juga, semoga kata-kata mu itu benar sehingga kau tidak menyesal telah mengucapkannya di depan umum. Aku juga penasaran apa benar aku ini pembawa sial atau sebaliknya. Mari kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti, karena ada bilang jangan pernah suudzon dengan takdir Allah yang belum pernah terjadi," ucap L kemudian meninggalkan ruangan itu.


Kita lihat saja siapa yang pembawa sial, aku atau Hera!


__ADS_2