DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Bonus Chapter


__ADS_3

Hari itu Andru terlihat begitu pucat. Ia sengaja pulang cepat karena berkali-kali muntah-muntah di tempat kerja.


Entah kenapa Andru sering merasa mual seperti orang ngidam. Ia bahkan jadi menyukai makanan asam dan pedas selama istrinya hamil.


Berbeda dengan Andru, Laila justru merasa sebaliknya. Ia bahkan tak merasakan mual, muntah, apalagi ngidam seperti yang dulu ia rasakan saat mengandung Sifa atau Bagas.


"Sayang aku mau makan rujak serut," ucap Andru bergelayut manja di lengan L


"Mau yang pedes apa sedeng?" tanya L


"Yang paling pedes aja sayang, kayaknya enak nih siang-siang makan pedes-pedes," ucap Andru


"Yaudah tunggu bentar, aku pesenin dulu," jawab L melepaskan tangan Andru yang terus menggandengnya


"Jangan beli sayang, aku maunya rujak bikinan kamu,"


"Dih yang bener aja, nanti kalau rasanya gak enak gimana?" tanya L


"Apapun yang kamu buat atau masak pasti selalu enak sayang," jawab Andru kemudian mendorong Laila menuju ke dapur


"Maaf ya sayang aku gak bisa bantuin, abis aku sensitif bau sekarang daripada aku muntah-muntah di sini mending aku melipir ke kamar, bukannya aku gak cinta sayang tapi ini karena anak kita, jadi maaf ya," ucap Andru mengecup pipi istrinya kemudian meninggalkan Laila di dapur seorang diri.


Laila kemudian meminta bantuan assisten rumah tangganya untuk membantunya membuat rujak serut.


"Kalau Mbak L capek mending duduk aja biar bibi saja yang membuat rujaknya,"


"Tapi kalau Andru tahu bukan aku yang membuatnya dia pasti gak mau makan?" jawab L


"Yaudah kalau gitu biar Mbak L yang bikin, bibi yang siapin bahan-bahannya saja,"


"Ok Bi," jawab L kemudian mengikuti semua instruksi dari assisten rumah tangganya itu


Setelah selesai membuat rujak serut, iapun membawa satu mangkok besar rujak serut dan memberikannya kepada Andru.


"Tara, rujaknya sudah siap!" seru L sumringah


Andru segera beranjak dari ranjang dan menghampiri L


"Wah kayaknya enak nih," Pria itu kemudian menyendok satu sendok penuh dan memasukannya ke mulutnya


"Gimana rasanya?" tanya L penasaran


"Enak dong, pokoknya apapun yang kamu buat selalu enak buat aku sayang, terimakasih cintaku," ucap Andru kemudian menghabiskan rujak serut buatan L


Melihat Andru begitu lahap menikmati rujak buatannya membuat L merasa senang.


"Pelan-pelan makannya nanti keselek," ucap L kemudian memberikan segelas air dingin untuknya


Memang semenjak L hamil, nafsu makan Andru meningkat bahkan ia memakan makanan apapun termasuk makanan yang dulu begitu di bencinya.


Sementara itu Hera terlihat begitu sedih saat suaminya tiba-tiba berencana menggugat cerai dirinya.


Ia merasa jika Hera adalah wanita serakah yang membuat putrinya menjadi berubah. Sheira yang dulu sangat ceria dan baik hati kini berubah menjadi anak yang ambisius dan sombong kerena Hera. Ia bahkan tak memiliki teman karena Hera melarangnya bermain dan menyuruhnya mengikuti banyak kes privat seni ambisinya mengalahkan Bagas.


"Sekarang aku tidak mau dengar lagi apapun penjelasan apapun darimu. Sudah cukup aku mengalah selama ini tapi sekarang aku tidak bisa tinggal diam lagi karena putriku sudah seperti ini," imbuhnya

__ADS_1


"Maafkan ayah sayang yang tidak bisa melindungi kamu, hingga kau berubah seperti ini,"


"Tapi suamiku, tidak bisakah kamu memaafkan kesalahan aku, aku janji tidak akan mengulanginya jadi please maafkan aku dan jangan, talak aku," ucap Hera memohon


"Tidak bisa, tekadku sudah bulat dan aku pantang menjilat ludahku sendiri!"


Hera begitu kesal dan terus menggerutu, ia bahkan tak memberinya ongkos untuknya.


Sore itu Andru begitu bahagia saat mengantar Laila memeriksakan kandungannya.


Ia bahkan terus menemaninya memeriksakan kandungannya.


"Bagaimana dok keadaan bayiku? tanya Andri


"Karena usia L sudah melebihi 30 jadi ada kemungkinan bayi yang dikandungnya adalah kembar, apalagi kalau melihat titik dua di kandungannya, sepertinya benar kembar," ucap sang dokter membuat Andru semakin bahagia.


"Terima kasih banyak dok," ucap Andru kemudian mengajak L pergi meninggalkan klinik.


"Sayang, aku bahagia sekali karena akan punya anak kemba. Terimakasih ya sayang sudah mau menjadi istriku dan mau menjadi ibu dari anak-anakku, aku makin jadi sayang sama kamu," ucap Andru kemudian memeluknya erat.


********


Jangan lupa untuk para Readers setia untuk mampir ke novel baru Zahra ya judulnya "Barra Cinta Dua Dunia"


Chapter 1


Memiliki kehidupan nyaris sempurna membuat Gita begitu digandrungi banyak pria. Wajah yang cantik dan kariernya yang cemerlang membuat siapapun pasti akan menyukainya.


Namun siapa sangka kehidupan asmaranya tidak secemerlang kariernya. Di usianya yang menginjak tiga puluh dua tahun Gita belum juga mendapatkan pendamping hidup. Bukan karena ia tidak laku, namun setiap pria yang mencoba melamarnya tiba-tiba mengurungkan niatnya saat berkunjung ke kediaman orang tua Gita di Desa Banjarsari Jawa Tengah.


Bukan hanya sekali atau dua kali,  tapi  kejadian ini terus terjadi berulang kali hingga semua orang mengira jika Gita terkena guna-guna yang menghalanginya mendapatkan calon suami.


Namun Edwin yang sudah sakit hati dan merasa dipermalukan karena lamarannya ditolak, tak mau mendengar alasan Gita.


"Maafkan aku Ed, bukan maksudku untuk mempermalukan keluargamu, tapi andai saja aku masih sendiri mungkin aku akan menerima pinangan darimu, tapi sekarang aku sudah dilamar oleh seseorang jadi aku tidak mungkin menerima pinangan pria lain bukan?" ucap Gita memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manisnya


"Tapi aku tidak pernah melihat lelaki itu datang ke rumahmu," jawab Edwin


"Benar, dia memang baru melamarku secara pribadi belum secara resmi kepada kedua orang tua ku," 


"Apa pria itu lebih kaya dariku?" tanya Edwin sinis


"Harta bukanlah sebuah ukuran bagiku saat memilih seseorang  untuk menjadi suamiku. Mungkin karena aku dan dia saling merasa nyaman dan kami memiliki banyak kesamaan,  itulah yang menjadi alasanku memutuskan untuk menikah dengannya." jawab Gita.


Di hari saat Dennis  melamar  Gita di kediamannya,  gadis itu tak lupa memperkenalkannya kepada Edwin. Tentu saja Gita melakukan hal tersebut agar Edwin tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan kepada calon suaminya.


Mengetahui Denis adalah seorang CEO dan putra seorang konglomerat membuat Edwin semakin membenci Gita, karena ia berpikir jika Gita menolak lamarannya karena ia seorang pemuda miskin.


Dasar munafik, bilang saja kau menolakku karena aku miskin, 


Setelah bertemu dengan Dennis, Edwin berjanji untuk menggagalkan pernikahan Gita dan Dennis dengan harapan Gita akan menyesal telah menolaknya.


Ia sengaja mendekati Dewi sahabat terdekat Gita. Mengetahui Dewi menyukai Dennis membuat Edwin menawarkan diri kepada gadis itu untuk membantunya merebut Dennis dari Gita.


"Apa kau benar-benar menyukai Dennis??" tanya Edwin

__ADS_1


"Tentu saja, akulah yang pertama mengenal Dennis dan memperkenalkannya kepada Gita, tapi tidak disangka Dennis malah menyukai Gita daripada aku," sahut Dewi kecewa


"Kalau begitu aku akan membantumu merebut kembali Dennis dari Gita," 


"Bagaimana caranya, sedangkan mereka saling mencintai dan akan menikah tidak lama lagi, jadi tidak ada celah bagiku untuk mendekatinya," jawab Dewi


"Selama janur kuning belum melengkung semuanya masih bisa berubah," jawab Edwin memastikan gadis itu


Edwin terus meyakinkan Dewi untuk merebut Dennis dari Gita. Ia bahkan mengajak gadis itu  ke seorang paranormal yang sangat sakti untuk memuluskan niatnya.


Dengan bantuan Edwin, Dewi berhasil memikat Dennis dengan susuk yang dipasang di wajahnya.


Dewi dan Dennis diam-diam menjalin hubungan dibelakang Gita. Dewi bahkan mengirimkan undangan pernikahan kepada Gita, sehari setelah gadis itu mengumumkan tanggal pernikahannya dengan Dennis.


Betapa hancur perasaan Gita saat menerima undangan pernikahan Dewi dan Dennis. Ia mencoba meminta klarifikasi kepada pemuda itu, namun Dennis selalu berusaha menghindar dan tak pernah mau menemuinya.


Ia bahkan sengaja memutasi Gita dari kantor pusat ke kantor cabang agar keduanya tidak bertemu lagi.


Mengetahui Gita patah hati membuat Edwin kembali mendekati gadis itu. Ia berharap jika Gita akan luluh padanya dan menerima perasaannya saat ia patah hati.


Berbagai cara dilakukan Edwin untuk meluluhkan hati Gita namun gadis itu tak kunjung menerima cintanya.


Jodoh memang ada di tangan Tuhan, jadi sekuat apapun kita berusaha jika bukan jodohnya maka tidak akan pernah bersatu itulah yang terjadi dengan Edwin. Meskipun segala cara sudah ia lakukan untuk mendapatkan Gita tetap saja ia gagal memenangkan hati gadis lesung pipi itu.


 Ia kembali harus menelan kekecewaan untuk kali kedua saat orang tua Gita menjodohkan putrinya dengan putra seorang lurah. Ia merasa usahanya membantu Gita bangkit dari keterpurukan pasca dikhianati Dennis sia-sia, karena orang tua Gita lebih memilih menjodohkan putrinya dengan lelaki lain daripada dengannya.


"Sudahlah Le, kenapa kamu tidak melamar gadis lain saja. Masih banyak gadis lain yang lebih cantik dari Gita dan mau menerima kita apa adanya. Ibu sudah cukup malu saat keluarga mereka menolak pinangan darimu," 


"Aku tidak mau menikah selain dengan Gita Bu, kau tahu kan kalau aku hanya mencintai dia," jawab Edwin 


"Tapi Jeng Sur sudah menjodohkannya dengan anak Ki Lurah, jadi mana mungkin Ibu berani melamarnya lagi untukmu," ucap Rijah


Wanita itu mendekati putra bungsunya dan menepuk pundaknya, "Kalau Memang Gita itu jodohmu pasti kalian akan bersatu meskipun orang tuanya menjodohkannya dengan lelaki lain, tapi sebaliknya Le, sekuat apapun kamu berusaha memiliki Gita jika memang tak berjodoh kalian tetap saja tidak akan pernah bersatu, semoga kamu bisa legawa ya Le, sing sabar," imbuhnya mencoba menasihatinya


Kali ini rasa sakit yang dirasakan Edwin berkali lipat. Entah kenapa pria itu begitu dendam dengan perlakuan Gita dan keluarganya yang seolah melupakan jasa-jasanya.


Padahal aku yang menyembuhkan luka hatinya, namun kenapa kau meninggalkanku dan memilih orang lain menjadi Suamimu.


Karena rasa sakit hati yang begitu mendalam,  membuat Edwin bertekad untuk membalas dendam kepada Gita dan keluarganya.


Malam itu gerimis mulai turun membasahi Desa Banjarsari, Edwin memaksakan diri mengendarai motornya dibawah guyuran hujan menuju ke rumah seorang paranormal tersohor di kampung tetangga.


Pria itu sengaja meminta bantuan seorang dukun untuk mengirimkan guna-guna agar Gita menjadi perawan tua untuk selamanya.


"Namanya teluh gantung jodoh, dengan mengirimkan teluh ini maka orang tersebut tidak akan bisa mendapatkan jodohnya kecuali jika kau sendiri yang melepaskannya, atau kau bisa memagari jodohnya dengan Jin gantung waris yang akan menutup aura Jodohnya sehingga tidak ada satupun lelaki yang menyukainya," ucap sang Dukun memberikan pilihan


"Aku pilih teluh gantung jodoh saja," jawab Edwin begitu mantap


"Kenapa kau tidak memilih dua-duanya saja, karena teluh gantung jodoh itu begitu mudah dipatahkan,"


"Baiklah Aki, jika itu yang terbaik maka aku memilih keduanya," sahut Edwin


Jika aku tidak bisa memiliki dirimu, maka orang lain pun tak boleh ada yang memilikimu. Mulai sekarang kau akan merasakan bagaimana sakitnya di tolak oleh orang yang kau sukai.


Ditengah malam, saat semua orang terlelap, Edwin diam-diam mendatangi rumah Gita.

__ADS_1


Ia kemudian mengubur sesuatu tak jauh dari rumah Gita.



__ADS_2