
Siang itu L kembali mendatangi rumah sakit untuk memastikan hasil testnya.
Ia menemui sang dokter ahli untuk berkonsultasi mengenai penyakitnya.
"Jadi sebenarnya penyakit ku ini masih bisa disembuhkan atau tidak dok?" tanya Laila
"Sebenarnya untuk penyakit kanker bisa disembuhkan asal diobati sedari dini sebelum menyebar dan menjadi ganas. Dalam kasus ibu hasil tes darah menunjukkan adanya sel kanker dalam tubuh Ibu. Namun hasil testnya ini belum akurat karena baru dilakukan sekali. Supaya Ibu mengetahui pasti apa ada sel kanker atau tidak dalam tubuh ibu maka saya anjurkan Ibu untuk melakukan pap smear terlebih dahulu, jika masih belum terlihat maka nanti dokter akan menganjurkan tes berikutnya. Jangan takut karena ini baru diagnosa, hasil diagnosa itu belum tentu seratus persen benar karena semuanya tergantung tingkat kejelian sang dokter dalam menganalisa suatu gejala penyakit. Kejelian tiap dokter akan menentukan apakah diagnosanya benar atau salah. Saran saya sebaiknya Ibu jangan terlalu stress tetaplah berpikir positif dan tetaplah menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya," terang sang Dokter
Setelah mendengar penjelasan sang dokter Laila menjadi sedikit lega, setidaknya ia masih memilik harapan untuk sembuh.
"Terimakasih dok atas penjelasannya," jawab Laila kemudian segera bergegas meninggalkan ruangan dokter.
Ia kemudian menuju ruang berbeda untuk melakukan pap smear seperti yang disarankan oleh dokter.
"Baik, ibu hasilnya bisa diambil besok pagi, ya." ucap seorang perawat setelah melakukan pemeriksaan terhadap L
"Baik sus, terimakasih." jawab L kemudian bergegas pulang
Sepulang dari rumah sakit L segera menuju ke kediaman keluarga Harun untuk memberikan les kepada Devan.
Setibanya di rumah itu Devan yang sudah menunggunya langsung menarik lengannya saat melihat kedatangan wanita itu.
Bocah tujuh tahun itu langsung menunjukkan beberapa kertas ulangannya kepada L.
Laila begitu terkejut saat melihat hasil nilai ulangan Devan.
"Wah kamu hebat sekali Dev, Miss bangga banget sama kamu, selamat ya sayang akhirnya dengan kerja kerasmu selama ini membawa hasil yang memuaskan, kamu bisa dapat nilai seratus untuk pelajaran matematika dan bahasa Indonesia, selamat sayang," ucap L langsung memeluk erat Devan
"Makasih Miss, tapi semua nilai ini aku dapatkan dengan bantuan Miss, kerena Miss selalu menyemangati aku, terimakasih juga Miss sudah mengajari Dev dengan sabar," jawab Dev membuat Laila bangga padanya
"Ternyata selain pintar, kau juga sangat pandai menghargai orang lain, Miss benar-benar bangga padamu,"
Keduanya kemudian tersenyum saat saling berpandangan.
"Sekarang ayo kita belajar lagi," ucap L langsung mengajak Dev ke meja belajarnya
Dev segera mengangguk dan dengan senang hati mengikuti semua penjelasan yang disampaikan oleh L.
Selesai les, Devan memberikan sebuah bucket mawar putih kepada Laila.
"Terimakasih Miss sudah menjadi penyemangat ku," ucap Devan kemudian memeluk L
"Sama-sama sayang, makasih ya hadiahnya," Devan kemudian mengantar L hingga depan pintu.
Malam itu Sean menyempatkan diri untuk menengok Devan setibanya di rumah.
Ia terkejut saat melihat hasil nilai ulangan Dev yang begitu membuatnya terkesiap.
"Wah L benar-benar luar biasa, dia bahkan merubah Devan menjadi anak yang jenius," ucap Sean begitu bangga
__ADS_1
Saat ia hendak meninggalkan kamar itu Sean melihat Devan tidur sambil memegangi sebuah buku. Ia kemudian mengambil buku itu dan menaruhnya di meja belajar. Sebuah gambar terjatuh dari dalam buku itu membuat Sean langsung mengambilnya.
Matanya seketika berkaca-kaca saat melihat hasil gambar putranya.
Devan menggambar sebuah keluarga dimana ibunya adalah L, Sean sebagai ayahnya, Sifa sebagai kakaknya, dan Bagas menjadi adiknya.
Ia bahkan menuliskan sebuah kalimat "My Family" dengan caption emot love membuat kristal bening Sean seketika menggenang di sudut mata pria itu.
"Kau pasti sangat menginginkan sebuah keluarga yang utuh dimana ada ayah, ibu, adik, dan kaka, maafkan ayah yang belum bisa mewujudkan keinginan mu itu," ujar Sean kemudian mengusap lembut rambut putranya
**********
Pagi itu L sengaja menemui atasannya di kantor kementerian untuk menyampaikan surat pengunduran dirinya. Ia sengaja mengundurkan diri dari pekerjaannya itu agar bisa memiliki waktu lebih banyak untuk berkumpul dengan kedua buah hatinya.
"Wah sayang sekali, kenapa kamu harus resign L, padahal jam kerja kamu gak terlalu banyak jadi gak harus datang setiap hari. Memangnya ada apa sih kenapa kamu resign?" tanya seorang rekan kerjanya
"Saya hanya ingin fokus mengurus anak saya, kebetulan anak saya yang kecil tahun besok sudah masuk taman kanak-kanak jadi saya juga harus meluangkan waktu untuk mengurusnya," jawab L
"Benar juga, yaudah L semangat ya,"
"Iya Bu, terimakasih,"
Kabar berhentinya L sebagai dari tim pengembang kurikulum membuat Sean merasa kehilangan. Bagiamana pun juga selama ini hanya L lah yang kinerjanya paling bagus dalam tim itu.
Ia kemudian menghubungi L untuk meminta klarifikasi kenapa ia resign dari kementerian. Namun L tak mengangkat panggilannya.
Wanita itu terlihat gemetaran menunggu hasil pap smear.
Wajahnya terlihat pucat pasi saat memasuki ruangan dokter.
"Ibu Nur Laila?"
"Iya saya Dok," jawab Laila segera duduk di hadapan sang Dokter
"Hasilnya sudah keluar Bu, silakan di baca?" ucap wanita itu kemudian memberikan sebuah amplop coklat kepadanya
Laila kemudian membuka isi amplop itu dan membacanya. Keringat dingin tiba-tiba membasahi keningnya saat membaca hasil tesnya.
"Kalau ada yang ingin ditanyakan mengenai hasil tesnya silakan," ucap sang dokter mencoba memecah keheningan di ruangan itu
Laila kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepada sang dokter mengenai hasil tesnya.
"Hasil pap smear saya positif dok, apa ini berarti aku benar-benar mengidap kanker serviks?" tanya L dengan nada cemas
"Hasil tes positif itu tidak menjamin ibu positif mengidap kanker serviks Bu, ada beberapa kriteria dimana hasil pap smear positive tapi tidak terdapat virus kanker dalam leher rahim. Kalau ibu ingin tahu hasil yang lebih akurat bisa melakukan tes kolposkopi, untuk hasil tes ini adalah 97 persen, jadi apabila anda masih mau melakukan tes lagi silakan,"
"Tapi kalau saya tidak melakukan tes itu bagaimana dok?" tanya Laila
"Silakan saja ibu, itu kan hanya saran saja jika ibu masih belum yakin dengan hasilnya. Tapi asal ibu tahu, semisal saja ibu memang mengidap kanker serviks ibu masih bisa sembuh jika melakukan pengobatan sejak dini. Tetaplah berpikir positif, makan makanan yang sehat dan jangan lupa olahraga. Itu adalah pondasi terkuat untuk menangkal virus kanker,"
__ADS_1
"Terimakasih Bu atas sarannya," jawab L
Siang itu L merasa sedikit lega setelah mengetahui hasil tesnya. Ia kemudian menyempatkan diri mampir ke sebuah bakery untuk membeli kue tart untuk hadiah Devan, dan juga kue coklat untuk Bagas dan Sifa.
Setibanya di ruang Bagas langsung menyambut kedatangannya dengan suara tangisnya yang membuatnya langsung menutup telinganya.
"Kenapa sih sayang kok kamu sedih banget gitu?" tanya L
"Aku kangen papah Andru?" ucap Bagas
"Kalau kamu kangen kan bisa nelpon papah Andru, kenapa harus nangis sih?" tanya L
"Handphone kak Sifa gak ada internetnya mah makanya aku nangis," jawab Bagas membuat L seketika tertawa mendengarnya
"Yaudah kalau gitu kita telpon Papah Andru yuk," jawab L segera membuka ponselnya dan menghubungi Andru
"Halo papah!" seru Bagas saat melihat wajah Andru muncul dalam layar ponselnya
"Halo sayang," jawab Andru melambaikan tangannya
"Papah kok kelihatan pucat dan kurus, apa papah sakit ya?" tanya Bagas
"Iya sayang, papah sakit karena merindukan mamah kamu," jawab Andru membuat L seketika tertawa mendengarnya
"Papah gak kangen Bagas?" tanya anak itu seketika cemberut
"Kangen dong sayang, kan kamu itu sepaket sama mamah kamu beli satu gratis dua," jawab Andru kembali membuat L terkekeh dibuatnya
"Btw mamah bahagia banget hari ini, pasti seneng ya karena bisa ketemu aku," imbuh Andru
"Dih sotoy," jawab L
"Kok tahu kalau nama bapak gue Otoy, jangan-jangan bapak kamu tukang parkir ya?" sahut Andru
"Kok tukang parkir sih?" celetuk L mengernyitkan keningnya
"Iya tukang parkir, soalnya aku selalu ingin memarkirkan hatiku hanya padamu eaaaa," jawab Andru membuat Bagas ikut tertawa mendengarnya
"Balas mah," sahut Bagas
"Balas apa,"
"Balas gombalan dong L," sahut Andru
"Bapak kamu petani ya?" tanya L
"Kok tahu,"
"Karena kamu telah menanam benih-benih cinta di hatiku eaaa,"
__ADS_1
Seketika wajah pucat Andru langsung berubah memerah mendengar gombalan L.