
Sabtu pagi Laila bersiap-siap untuk pergi berlibur bersama keluarga Harun.
Sean sudah memarkirkan mobilnya menjemput Laila dan kedua buah hatinya.
Devan begitu senang saat bertemu dengan Sifa dab Bagas. Baginya Sifa sudah seperti kakaknya dan Bagas jadi adiknya.
Setelah berkenalan ia kemudian mengajak bagas dan sifa duduk dibelakang bersamanya.
Sean merasa bahagia melihat kedekatan ketiganya.
Setibanya di villa, Devan bahkan mengajak Bagas untuk sekamar dengannya. Sean belum pernah melihat Devan sebahagia itu selama ini. Saking senangnya Dev hingga ia tak tidur semalaman karena asyik bermain dengan Bagas.
"Ayolah Dev, sudah malam kasian Adek Bagas, dia pasti ngantuk mau istirahat," ucap Sean mencoba membujuknya
Namun Devan masih enggan tidur, ia bahkan mengajak Bagas bermain robot terbaru miliknya.
Melihat Sean yang gagal membujuk Devan membuat L terpaksa turun tangan.
Wanita itu kemudian mendekati kedua bocah itu dan menasihatinya sebentar. Setelah memberikan pengertian Devan akhirnya menurut dan segera mengikuti L masuk ke kamarnya.
Laila kemudian membacakan dongeng untuk keduanya sampai mereka terlelap.
Sean terus memperhatikan gerak-gerik Laila yang begitu sabar dan telaten dalam menghadapi anak-anak.
L benar-benar keibuan, pasti itu yang membuat Devan merasa nyaman dengannya.
Laila kemudian mematikan lampu kamar Dev dan segera keluar dari kamar itu.
Melihat Laila keluar dari kamar Dev membuat Sean langsung menghampirinya, "Mau nonton bareng?" tanya Sean
"Nonton apa?"
"Film kesukaan kamu lah," jawab Sean
"Ke bioskop maksudnya?" tanya L
"Ngapain jauh-jauh ke Bioskop, kita bisa nonton di sini dengan suasana seperti di bioskop," jawab Sean
"Oklah, kalau cuma nonton di sini," jawab Laila tak menolak ajakan Dev
"Ok, kalau gitu tunggu sebentar ya, aku akan menata ruang tengah menjadi mini bioskop ala-ala XXI," ucap Sean kemudian meminta L untuk menunggunya
Lelaki itu dengan sigap segera menata ruang itu seorang diri, ia bahkan melarang L untuk membantunya.
Setengah jam kemudian Sean mengajak L menuju ruang tengah yang sudah disulapnya menjadi sebuah mini bioskop dengan hiasan yang begitu sederhana namun terlihat romantis.
__ADS_1
L tersenyum takjub melihat hasil karya Sean. "Ternyata kau jago juga ya dalam urusan tata ruang," puji L
"Alhamdulillah, dulu sebenarnya cita-cita ku menjadi seorang desaign interior namun ayahku memintaku untuk menjadi seorang pendidik, dan jadilah seperti sekarang." jelas Sean
"Umm, pantesan desain sekolah juga bagus, apa itu hasil karyamu juga?" tanya L lagi
Sean mengangguk,
"Luar biasa, harusnya kamu tekuni bakat kamu itu, sepertinya passion kamu tuh di desaign loh bukan jadi guru," bisik L
"Benarkah??"
"Yups,"
"Baru kamu yang bilang begitu padaku, karena semua orang mengira kalau aku seperti ayahku, seorang pendidik yang disiplin dan keras," jawab Sean
"Memang kau seorang pendidik yang kompeten namu kau lebih kompeten lagi dalam bidang tata ruang mungkin karena itu kesukaan mu jadi kau terlihat lebih menjiwai dalam bidang ini," tutur L
"Tidak ku sangka selain pandai mengurus anak kau juga pandai mengenali bakat seseorang, tidak salah aku menjadikan mu sebagai motivator di sekolah kita," puji Sean
"Ah kamu bisa saja," jawab L tersenyum simpul
Baru kali ini Sean melihat L tertawa begitu lepas, lelaki itu bahkan tak berkedip melihat wajah L yang terlihat begitu cantik di bawah sorotan lampu Tumblr.
L kemudian duduk di kursi yang sudah disiapkan. Melihat Sean yang masih termangu membuat wanita itu langsung mendekatinya.
"Jadi kapan filmnya akan diputar?" ucap L membuat Sean seketika kaget mendengarnya
"Ah iya ...aku lupa, sorry L," Sean segera menyalakan televisi di ruangan itu dan mematikan lampu ruangan itu.
"Wah rasanya kaya beneran di bioskop," ucap L tersenyum senang
Sean kemudian memberikan satu cup popcorn kepadanya, "Agar kamu beneran merasa seperti di bioskop," imbuh Sean kemudian duduk di sebelah L.
"Kenapa popcorn nya cuma satu?" tanya L
"Supaya romantis ala-ala Abg gitu," jawab Sean membuat L seketika terkekeh mendengarnya
"Astoge ternyata dibalik sikap dingin kamu, bisa halu juga ya wkwkwkw!" tukas L menertawakannya
Keduanya kemudian terdiam saat Film sudah di mulai, suasana semakin mencekam saat hantu mulai muncul dalam adegan film. Bukannya L yang ketakutan justru Sean yang malah terus menjerit ketakutan saat melihat hantu mulai bermunculan dalam adegan film tersebut. Ia terus menggenggam erat tangan L dan bersembunyi di balik lengan wanita itu.
"Arrghhh!!" kali ini teriakan Sean semakin keras mambuat L juga terkejut mendengarnya.
Sean yang begitu ketakutan langsung membenamkan kepalanya di pundak L, tentu saja hal membuat wanita itu langsung membelakakan matanya.
__ADS_1
"Kalau kau takut hantu kenapa nonton film horor!" cibir L mendorong kepala Sean dari pundaknya
"Karena kamu suka horor jadi aku putarkan film horor," jawab Sean masih dengan mata terpejam
"Gak gitu juga Sean, kalau aku sih film apa aja suka, jadi gak harus horor juga,"
"Yaudah kan dah tanggung bentar lagi juga habis," jawab Sean kemudian memberanikan diri membuka matanya dan menonton adegan selanjutnya.
Kali ini giliran adegan romantis yang mulai mendominasi adegan film.
Seketika L langsung memalingkan wajahnya saat melihat adegan romantis dalam film tersebut. Sama seperti L Sean juga merasa sedikit berdesir saat melihat adegan 21+ di hadapannya. Ia terus menatap lekat kearah L yang menggigit bibir bawahnya yang terlihat begitu menggemaskan.
Ah sial, kenapa bibir itu begitu menggoda,
Sean kemudian mengambil remote dan mempercepat adegan romantis tersebut.
Saat adegan hantu kembali muncul Sean segera mengambil popcorn guna menghilangkan rasa takutnya. Tangannya langsung mencengkeram kursi agar ia tak mencengkeram lengan Laila lagi.
Matanya seketika membulat dan wajahnya memucat saat ia merasa menyentuh sesuatu dalam cup popcorn di tangannya.
Ia kemudian menoleh kearah L yang masih serius menatap layar televisi dihadapannya.
Tiba-tiba keringat dingin mengalir deras di pelipisnya, " Kalau ini bukan jari tangan L, lalu jari siapa yang aku pegang,"
Seketika Sean langsung berteriak histeris saat melihat sosok wanita berambut panjang di hadapannya.
"Arrrrgghhh!!"
Mendengar teriakan Sean sontak membuat L langsung terkejut menoleh kearahnya.
Wanita itu juga menjerit saat melihat sosok wanita berambut panjang di sampingnya.
L buru-buru menyalakan lampu untuk melihat siapa wanita itu.
"Astaga Ibu mengagetkan saja, aku kira ibu kuntilanak!" seru Sean
"Sembarangan kalau ngomong!" cibir Silvia
"Abisnya ibu kesini gak bilang-bilang terus juga kenapa tuh rambut dibiarkan terurai kaya lagi syuting iklan sampo aja, gak jadi horor lihatnya," imbuh Krisna
"Sorry, abis ibu gak bisa tidur, jadi pas lihat kalian lagi nonton ibu ikutan," jawab Silvia
"Yaudah ibu lanjut aja nontonnya, Sean udahan, dah ngantuk," ucap Sean segera meninggalkan ruangan itu
Dalam hati Sean terus menggerutu karena ibunya mengacaukan acara nontonnya dengan L.
__ADS_1