
*Cup!!
Tanpa basa-basi Andru langsung mengecup kening L membuat wanita itu langsung merona.
Ia benar-benar tak mengira jika pemuda itu akan benar-benar nekat menciumnya.
Astaghfirullah, kenapa rasanya jantungku berdebar-debar,
L berusaha menyembunyikan perasaannya yang sudah tak karuan. Ia tak mau membuat Andru semakin menaruh harapan padanya. Bagaimanapun juga L banyak belajar dari kandasnya hubungan cintanya dengan Guntur.
Ia tak mau lagi memendam harapan palsu, karena ia tahu sebagian besar orang tua di Indonesia tak menginginkan putranya menikahi seorang janda apalagi dia sudah memiliki anak.
"Mamah, aku mau sayang mamah juga!" seru Bagas menarik lengan L
Seketika bocah itu mampu membuyarkan kekhawatiran L terhadap Andru.
"Iya sayang," jawab L langsung menunduk dan Bagas seketika mengecup keningnya.
"Miss you mom,"
"Miss you too dear," jawab L membalas kecupan Bagas
"Papah juga mau kiss dong," ucap Andru menyodorkan pipinya ke arah Bagas
*Cup!!
"Miss you pah,"
"Miss you too my dear," jawab Andru langsung menggendong Bagas
"Mamah gak mau kiss papah juga?" tanya Andru menggoda L
"Belum mahram!" jawab L membuat Andru langsung tertawa geli mendengarnya
"Iy L, sorry." jawab Andru
"Btw wajah lo merah banget apa lo sakit?" tanya Andru lagi
"Gak, Alhamdulillah aku sehat kok," jawab L
"Coba sini aku cek!" seru Andru kemudian menempelkan telapak tangannya di kening L
"Syukurlah masih normal, aku kira lo jantungan karena gue,"
"Makanya jangan terlalu agresif sama emak-emak bisa bahaya kan kalau gue jantungan," sahut L
"Bukannya biasanya cewek-cewek suka yang agresif ya?" jawab Andru membuat L ternganga
"Gak semua Ndru, aku gak termasuk ya," jawab L
__ADS_1
"Ok, sorry L kalau gue tadi kelepasan, abis gue bener-bener kangen sama lo sampai gak bisa menahan gerak perilstatik bibir gue. Aku bahkan sampai bela-belain kabur dari asrama cuma buat ketemu sama lo," terang Andru
"Jangan gitu Ndru, lo harus belajar yang rajin biar sukses,"
"Apa kau akan menerima cintaku jika aku sukses?" tanya Andru
"Entahlah, aku tidak bisa menggaransi, karena aku juga tidak mau mendahului takdir Tuhan. Aku hanya ingin semuanya mengalir seperti air," jawab L
"Lo memang selalu pandai berkata-kata, itulah yang membuat ku selalu kagum padamu. Aku janji jika aku lulus nanti aku langsung akan meminang mu dengan ijabsah," pungkas Andru
"Iya, lakukan saja apa yang kau ingin lakukan. Tapi jangan terlalu berharap karena itu bisa membuatmu kecewa," jawab L
"Apa kau sudah memiliki pria idaman lain pasca putus dengan Guntur?" tanya Andru tiba-tiba pesimis
"Doakan saja semoga ada pria baik yang akan membimbing aku ke pelaminan,"
"Jangan khawatir L, pasti ada dan kau tidak perlu jauh-jauh karena orang itu ada di depanmu sekarang. Jangan pernah melihat usiaku yang jauh lebih muda darimu, tapi lihatlah seberapa besar sayangku padamu dan juga kedua anakmu,"
Entah Kenapa tiba-tiba suasana menjadi serius. Tentu saja keadaan itu makin membuat L merasa gugup. Sebenarnya ia senang mengetahui perasaan Andru yang tak pernah berubah padanya meskipun ia selalu menolaknya, namun ia juga tak mau banyak berharap karena ia takut kecewa seperti saat ia berharap banyak pada Guntur.
"Kau tahu kan aku ini seorang janda beranak dua, belum lagi usiaku sudah tak muda lagi, jadi pertimbangkan baik-baik sebelum kau memutuskan untuk melabuhkan hatimu padaku. Karena menikah itu bukan hanya sehari dua hari tapi seumur hidup kalau bisa. Dan menikah itu tak sama seperti saat kita pacaran, semua akan berubah total saat kita sudah menikah. Itulah kenapa orang tua dulu bilang kamu kalau menikah itu bukan hanya karena cinta semata. Pernikahan juga berarti menyatukan dua keluarga yang berbeda jadi selain persetujuan kita berdua kita juga harus mendapatkan restu dari kedua orang tua kita. Apa kau paham apa yang aku sampaikan?" tanya L
"Tentu saja aku sangat paham, aku juga tahu kau pasti sangat berhati-hati saat akan memulai hubungan yang baru, karena kau sudah pernah gagal kau pasti akan sangat selektif dalam memilih calon pasangan hidupmu yang sekarang, aku akan selalu setia menunggu sampai kau mau membuka hatimu untukku," jawab Andru
Andru kemudian mengantar L sampai ke kosannya.
"Selamat malam L, kali ini aku mungkin tidak akan menemui mu lagi sampai aku lulus kuliah nanti, maafkan aku yang terlalu banyak berharap padamu, abaikan saja perasaan ku jika kau memang menyukai pria lain. Tapi tunggu aku jika kau juga memiliki rasa yang sama sepertiku," tutur Andru sebelum pergi
Entah kenapa kali ini L merasa kali ini terasa berat untuk melepas Andru. Namun ia segera menepis perasannya yang ia rasa hanya simpati karena Andru begitu care terhadap putra-putrinya.
Aku yakin orang tuanya pasti akan berpikiran sama dengan orang tua Guntur, apalagi Andry jauh lebih muda dariku, ayolah L sadar kamu dan Andru tidak selevel!!
Laila kemudian melambaikan tangannya kearah Andru yang sudah melesat meninggalkan halaman rumahnya.
Wanita itu berjalan gontai masuk ke dalam rumah.
L langsung merebahkan tubuhnya keatas ranjangnya.
"Kenapa tubuhku tiba-tiba lemas," L
"Mungkin karena aku kelelahan hari ini hingga tubuhku terasa begitu lemas," ujar L kemudian memejamkan matanya
*Tok, tok, tok!!
Sifa segera bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang datang.
"Apa ini rumah L?"
"Benar, Om siapa?" tanya Sifa
__ADS_1
"Kebetulan saya atasannya Laila, apa bisa saya bertemu dengannya?"
"Iya Om, tunggu bentar ya aku panggilin mama dulu. Om silakan duduk," Sifa segera menuju ke kamar ibunya dan mencoba membangunkan L yang sudah terlelap.
"Mamah bangun, ada bos mama di depan!" seru Sifa mengguncang tubuh wanita itu
"Mamah sakit ya, kok badan mamah panas banget!" seru Sifa panik
Karena melihat L tidak kunjung bangun meskipun ia sudah membangunkannya membuat ia panik dan segera memberitahu Sean tentang kondisi Ibunya.
Sean segera memeriksa L, " Suhu tubuhnya panas sekali, sepertinya kita harus membawa ibumu ke rumah sakit,"
"Mamah sakit apa Om, apa dia sakit parah??" tanya sifa
"Entahlah Om juga tidak tahu, yang jelas kita perlu membawanya ke rumah sakit agar tahu apa penyakitnya," jawab Sean
Ia segera menggendong L dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Sebaiknya kamu jaga adikmu dulu ya, nanti Om akan jemput kamu lagi, jika memang ibumu harus dirawat,"
"Baik Om, tolong selamatkan mamah ku Om," jawab Sifa
"Tentu saja, berdoa saja semoga ibumu baik-baik saja,"
Sean segera melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat.
Saat sadar dan mendapati dirinya berada di rumah sakit, L segera melepaskan infus di tangannya dan segera bergegas pulang.
Sean yang melihat L kabur dari rumah sakit langsung mengejarnya.
"Jangan pulang dulu L, setidaknya tunggu sampai hasil cek darah keluar," ucap Sean mencegah wanita itu pulang
"Tapi aku baik-baik saja pak, aku yakin aku akan sembuh setelah meminum obat seperti biasanya. Lagian kasian anakku kalau aku di sini, siapa yang akan menjaga mereka," jawab L
"Kalau begitu, biar aku yang mengantar mu pulang," Sean segera menggandeng L dan mengajaknya menuju ke tempat mobilnya di parkirkan.
Sebelum pulang ke rumah Sean mengajak L ke apotek untuk membeli obat.
"Kalau kau masih sakit besok tidak usah masuk dulu, biar aku minta guru piket untuk menggantikan kamu mengajar," ucap Sean setibanya di rumah L
"Btw terimakasih sudah bekerja keras dan menjadikan sekolah kita sebagai juara umum dalam lomba kali ini,"
"Sama-sama Pak, tapi sebaiknya mulai sekarang bapak jangan terlalu baik padaku karena ibu anda tidak suka," ucap L kemudian bergegas keluar dari mobil Sean
"Untuk masalah itu aku minta maaf L, aku janji akan menjelaskan semuanya kepada Ibu agar ia tidak salah paham lagi denganmu,"
*******
Pagi harinya Silvia ditemani oleh Sean mengunjungi kediaman Laila.
__ADS_1
Wanita itu seketika memeluk erat L dan meminta maaf padanya.
"Maafkan aku L karena sudah salah paham padamu, aku harap kau mau kembali menjadi guru Les Devan. Sekarang aku benar-benar kewalahan menghadapi anak itu pasca kau berhenti menjadi guru lesnya. Dia bahkan harus di rawat di rumah sakit karena mogok makan," ucap Silvia begitu sedih