
"Ada apa sih sayang, kok pulang-pulang wajahnya cemberut gitu, pasti ada yang bikin kamu kesal ya?" tanya Andru
"Iya sayang, biasa tuh si wanita pelakor Hera, berani-beraninya dia memfitnah aku dan Bagas di sosmed, udah gitu sok gak merasa bersalah banget dan terus merasa dirinya yang paling benar, kan kesel jadinya," sahut Laila
"Sabar dong sayang, jangan marah-marah gitu dong nanti makin body kamu gak seksi lagi," ucap Andru
"Emangnya apa hubungannya marah sama seksi?" tanya L
"Kan kalau orang sabar pantatnya lebar sayang. Nah cewek semakin besar pantatnya berarti makin seksi sayang," jawab Andru
"Emang iya, teori darimana itu kok baru dengar?" sahut L balik bertanya
"Lebar pantatnya bukan berarti sexy sayang, kamu jangan ngadi-ngadi deh!" imbuh L
"Kamu gak lihat Jlo sayang, dia kan pantatnya lebar makanya di bilang si bok*ng sexy," jawab Andru
"Iya itu bukan lebar sayang tapi besar, uuhh dasar, sotomi!" sahut L
"Enak dong sayang," Andru langsung menghampiri L dan memeluknya dari belakang
"Enak kalau tinggal makan,"
"Yaudah ayuklah," ucap Andru
"Mau kemana emangnya?" tanya L
"Makan sotomie," jawab Andru
"Dimana?"
"Di kamar yuk?"
"Kok dikamar!!" seru L dengan wajah tak percaya
"Sore-sore paling enak bikin dedek bayi sayang, daripada ngomel di sini mending kita perang di kamar," jawab Andru langsung menarik lengan istrinya
"Dih kebiasaan deh, doyan banget sih kamu sayang!" seru L
"Namanya juga darah muda sayang, penuh gelora!" jawab Andru mengerlingkan matanya
Hari ke hari Hera semakin getol mengajak Sheira berlatih ke bimbel. Apalagi semenjak perlombaan tinggal menghitung hari.
Berbeda dengan Sheira yang rajin mengikuti les tambahan, Laila justru mencari berbagai buku referensi untuk bahan belajar Bagas. Ia bertekad mengajari mengajari Bagas agar bisa memenangkan perlombaan tanpa harus pergi ke bimbel.
"Sibuk banget sayang, emangnya mau ada lomba ya?" tanya Andru
"Ya begitulah sayang, anda yang sengaja membangunkan singa yang lagi tidur, jadi ya gini deh," sahut L
"Wah berani banget tuh orang yang membangunkan singa lagi tidur, belum tahu aja kalau singa lagi ngamuk kaya apa, belum lagi kalau singanya lagi pms, makin parah tuh bisa kena double kick!" sahut Andru
"That's right baby,"
__ADS_1
"Btw papah singa mau ke depan dulu ya mah, mau ikut gak atau mau nitip sesuatu?" tanya Andru
"Aku mau yang seger-seger aja sayang," jawab L
*Cup!
Andru langsung mencium pipi L kanan dan kiri.
"Done ya sayang," ucap Andru membuat L ternganga dibuatnya
"Bukan seger yang ini sayang tapi yang hot-hot yang bikin mata melek!" ucap L
"Baiklah sayang, kamu tahu aja kalau lagi ujan-ujan gini enaknya yang hot-hot," jawab Andru segera menarik L keluar dari ruang kamar Bagas
"Memangnya kamu mau ngajak aku kemana sih sayang?" tanya L
"Katanya mau yang hot,"
"Ish apaan sih sayang, bukan itu maksudnya aku mau makanan yang hot!"
"Iya sayang aku tahu, tapi hari ini aku merasa kamu cuekin aku. Masa seharian kamu di kamar Bagas terus, aku kan juga butuh perhatian kamu," ucap Andru dengan tatapan manja
"Iya sayang, bentar lagi juga selesai, maaf ya hari ini aku fokus ngajarin Bagas dulu. Abis gimana dong, aku gak bisa melihat Hera bersikap semena-mena dan memfitnah aku dan Bagas. Aku harus kasih pelajaran sama dia biar dia gak macem-macem lagi sama Bagas,"
"Iya sayang aku setuju, lanjutkan, tapi ingat jangan lupakan aku ya my honey bunny sweaty," jawab Andru
"Mana mungkin aku bisa lupain suami aku yang unyu-unyu plus gemesin kaya kamu. You are still in my heart honey,"
"Thanks my lovely, setiap hari kamu tuh selalu bikin aku makin cinta dan selalu rindu dengan semua pesona mu, love you too dear," jawab Andru
"Too honey," jawab Andru mengecup keningnya
"Mamah, kita mau lanjut apa udahan sih!" seru Bagas
"Emang kenapa kamu dah bosen ya belajar terus?" tanya Laila
"Hooh, aku lapar," sahut Bagas
"Yaudah kalau gitu kita makan di luar aja yuk?" ajak Andru
"Ayok," sahut Bagas langsung menggandeng lengan Andru
"Aku juga ikut pah!" seru Sifa menggandeng Sofia
"Ayok, semuanya boleh ikut, hari ini papah traktir
"Yeay!" teriak Bagas begitu senang
******
Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba.
__ADS_1
Laila terlihat begitu penuh percaya diri saat mengantar Bagas ke tempat lomba.
Begitupun Bagas yang terlihat begitu antusias untuk mengikuti lomba pagi itu.
"Apapun yang terjadi, mamah pasti dukung Bagas. Jadi jangan takut ya, kalah menang itu sudah biasa, jadi Bagas gak perlu terbebani harus menang. Mamah hanya ingin kamu merasa enjoy dan jangan berpikir kamu harus memenangkan perlombaan ini karena itu bisa membebani kami. Cukup lakukan yang terbaik dan semangat!" tutur Laila menyemangatinya
"Ok mamah, doain Bagas ya biar bisa menjawab semua pertanyaannya dengan mudah," jawab Bagas
"Tentu saja sayang, semoga Bagas diberikan kemudahan dalam menjawab semua pertanyaan dalam tes nanti, aamiin,"
"Aamiin, thanks mah doanya. Yaudah kalau gitu Bagas masuk ya mah, papay!" seru Bagas melambaikan tangannya kemudian segera masuk kedalam kelas.
Laila kemudian menunggu Bagas di luar.
Melihat Bagas sudah mulai mengerjakan soal-soal ujiannya membuat Laila terlihat tegang. Entah kenapa ia terlihat begitu tegang ketika Bagas hanya mendiamkan kertas ujiannya tanpa menjawabnya.
"Kenapa kamu gak ngerjain sayang, apa soalnya terlalu sulit?" ucap L mencoba bermonolog
"Jangan merasa terbebani sayang, kerjakan saja yang kamu bisa, mamah pasti akan mendoakan kamu dari sini, semangat!"
Ya Allah berilah kemudahan dan kelancaran kepada anak hamba dalam mengerjakan soal ujiannya aamiin.
Melihat L terlihat begitu tegang dan gugup membuat Hera sangat senang.
"Sekarang kita lihat saja L, siapa yang paling unggul diantara anak-anak kita. Aku yakin Bagas sedang kesulitan menjawab soal-soal yang diberikan. Semoga saja kamu kalah hari ini, agar kamu sadar kalau kamu tuh gak genius kamu hanya kepedean aja. Karena yang genius sebenarnya adalah Sheira.
Semua peserta lomba terkejut saat melihat Bagas sudah menyelesaikan soal-soalnya ujiannya..
"Haduuh sayang, jangan buru-buru!" seru Laila mengingatkannya
Namun Bagas yang tak mendengar ucapannya langsung keluar setelah mengumpulkan lembar jawabnnya.
Ia segera memeluk Laila setibanya di luar kelas
"Gimana sayang tadi?" tanya Laila
"Seperti yang mamah lihat, soalnya begitu mudah hingga aku selesai dengan cepat.Terima kasih atas doanya mamah," jawab Bagas
"Alhamdulillah semoga saja hasilnya tidak mengecewakan ya sayang?" ucap L
Ia kemudian menunggu pengumuman lomba di taman. Meskipun ia terlihat tegang saat menunggu pengumuman. Tetap saja L tak mau terlihat tegang di hadapan Bagas.
Saat seorang panitia lomba keluar dari ruangan sambil membawa kertas di tangannya.
Semua orang terlihat begitu tegang, apalagi saat melihatnya memasang pengumuman pemenang lomba di papan pengumuman.
Semua orang langsung bergegas menghampirinya untuk melihat siapa yang akan menjadi pemenang lomba hari itu.
"Mamah gak lihat pemenang lombanya?" tanya Bagas
"Iya sayang nanti aja, masih rame, kita tunggu setelah mereka selesai saja ya,"
__ADS_1
"Ok mah," jawab Bagas
Hera tersenyum sinis setelah melihat pengumuman tersebut. Matanya tak berkedip menatap L dan Bagas yang masih santai menunggu di taman.