
Hari pertama bekerja sebagai CEO, Andru tampak mempelajari semua SOP yang diberikan oleh William padanya. Ya, sehari sebelumnya lelaki tua itu sempat memberikan beberapa nasihat dan juga arahan kepada cucunya itu sebelum memulai pekerjaan pertamanya.
"Sebuah pekerjaan besar, kekuasaan yang besar akan mendatangkan tanggung jawab yang besar juga, untuk itulah kamu harus ekstra hati-hati dalam bertindak, jangan jumawa dan jadilah manusia yang legawa. Berusahalah untuk selalu menjadi pribadi yang bijak dalam memutuskan setiap masalah. Dunia bisnis itu sangat kejam karena tak memandang saudara, semuanya adalah lawan kita untuk itu kamu tidak boleh terlihat lemah," ujar William menasihati
Seorang wanita datang menghampiri Andru dan memberikan setumpuk dokumen kepada pemuda itu.
"Ini dokumen yang Bapak minta, silakan dicek lagi, kalau ada yang kurang silakan panggil saya lagi,"
"Ok, thanks Anna,"
"Sama-sama Pak," sahut Anna segera kembali ke ruangannya
Andru kemudian membuka laporan buku besar perusahaan.
Ia tidak lupa memanggil seorang akuntan profesional untuk membantunya mengecek laporan keuangan itu.
Hari itu Andru sengaja memeriksa laporan keuangan untuk mengatasi krisis keuangan yang dialami perusahaan.
Perusahaan kita sedang mengalami krisis keuangan, jadi kamu akan memikul beban berat saat menjabat sebagai CEO nanti, jangan sampai para karyawan tahu tentang hal ini jadi aku mohon kamu harus mengerjakan tugas rahasia ini secara diam-diam.
Kata-kata William terus terngiang di telinga Andru hingga ia bekerja keras untuk menemukan penyelewengan dana yang diberitahukan oleh William padanya.
"Bagaimana apa kamu sudah menemukannya?" tanya Andru
Lelaki itu kemudian menunjukkan beberapa laporan keuangan fiktif yang ditemukannya.
Andru tercengang saat melihat penggelapan dana yang begitu fantastis pada divisi pengadaan barang.
"Sepertinya aku familiar dengan tanda tangan ini," Andru kemudian meninggalkan akuntan itu di ruangannya dan memanggil seseorang dari bagian pengadaan barang.
"Apa kamu masih ingat denganku?" tanya Andru kepada salah seorang karyawan bagian pengadaan barang.
Lelaki itu mengangguk,
"Tempo hari aku pernah meminta laporan keuangan tentang pengadaan barang kepadamu, apa kamu masih ingat?" tanya Andru membuat lelaki itu langsung menganggukkan kepalanya lagi
"Hari ini aku minta bantuan mu lagi, tolong bantu aku mencari bukti-bukti transaksi yang ada di map ini. Karena ini tugas rahasia, aku minta jangan ada seorangpun yang tahu tentang tugas ini termasuk anak atasanmu,"
"Baik pak," jawab lelaki itu
"Pelan-pelan saja mengerjakannya dan jangan buru-buru agar tidak ada yang curiga. Jika sudah selesai kabari aku segera," ucap Andru
"Baik Pak, aku akan mengerjakan semuamya sesuai keinginan Anda,"
"Thanks Salman," ucap Andru membaca nama di ID card lelaki itu
"Sama-sama Pak,"
Andru kemudian meninggalkan pria itu dan kembali ke ruangannya.
"Apa kita akan lembur hari ini?" tanya Andru saat melihat sang akuntan masih berkutat dengan angka-angka di layar monitornya
"Kalau Mas Andru mau pulang ya silakan saja, lagipula anda kan masih pengantin baru, jadi aku tahu pasti kamu ingin buru-buru pulang ke rumah," jawab lelaki itu
"Ah, Pak Sugi bisa saja. Sebagai seorang pemimpin perusahaan tentu saja aku harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan ku bukan, jadi aku akan menemanimu sampai selesai," jawab Andru
__ADS_1
"Baiklah, Mas Andru, terimakasih atas perhatiannya," jawab Sugi
*********
Sementara itu Laila tampak sedang mengajari ketiga buah hatinya yang sedang belajar.
*Tok, tok, tok!!
Laila segera beranjak dari duduknya saat mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.
Ia segera beranjak dari duduknya dan membukakan pintu untuknya.
"Selamat Malam, maaf mengganggu kebetulan saya baru saja pindah di sebelah, jadi saya berniat mengundang Mas Andru untuk menghadiri acara syukuran rumah kami,"
"Baik, nanti aku sampaikan jika Andru sudah pulang," jawab L
"Baik, terimakasih," jawab Lelaki itu kemudian berpamitan
"Siapa yang pindah Mah?" tanya Sifa
"Entahlah, tapi sepertinya aku familiar dengan wajah lelaki itu. Kayaknya aku pernah melihatnya tapi dimana?" ucap L mencoba mengingat dimana ia pernah bertemu lelaki itu.
*Dret, dreet, dreet!!
"Halo sayang, maaf malam ini aku mungkin pulang telat karena harus lembur," ucap Andru
"Iya, kamu udah makan belum?" jawab L
"Belum sayang, nanti bentar lagi,"
"Jangan lupa makan biar gak sakit, apa perlu aku mengirim makanan untukmu?" tanya L
"Calon anak, memangnya sejak kapan aku hamil??"
"Kan aku sudah menanam benih sayang, jadi mungkin saja sekarang benihnya sudah mulai bertunas,"
"Aish yang benar saja, mana mungkin kita baru berhubungan sehari langsung jadi, jangan ngaco deh," sahut L
"Bisa saja sayang, apalagi kan benihku berkualitas tinggi, jadi mulai sekarang kamu harus jaga kondisi. Lagipula kalau belum berhasil nanti malam kita coba lagi sampai berhasil," sahut Andru
"Iya deh, terserah kamu saja. Lagipula kita sudah punya anak tiga memangnya kamu masih mau nambah lagi?"
"Iya dong, kan banyak anak banyak rezeki. Pokoknya selama masih muda kita bikin anak sebanyak-banyaknya, supaya hari tua kita tidak kesepian,"
"Iya sayang, yang penting asal kamu kuat aja," jawab L menahan tawanya
"Aku selalu kuat L, jadi jangan meragukan aku,"
"Hmm, yaudah aku tunggu nanti malam ya,"
"Siap sayang, persiapkan saja dirimu jangan sampai kewalahan menghadapi aku," jawab Andru kemudian mengakhiri obrolannya
"Sepertinya Andru tidak bisa datang ke acara syukuran itu, sebaiknya aku datang ke sana sebentar mewakili dia,"
Laila kemudian mempersiapkan sebuah parsel buah dan bergegas menuju ke rumah sebelahnya.
__ADS_1
Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangannya dan mempersilakannya masuk ke dalam.
Tidak lama sang pemilik rumah datang menemuinya.
"Hera??" Laila seakan tak percaya jika tetangga barunya adalah Hera.
"Wah tidak di sangka ternyata kita kembali menjadi tetangga, sepertinya Tuhan memang sudah menakdirkan kita untuk hidup berdampingan," ucap Hera kemudian menyalaminya
"Sepertinya begitu," sahut L menyunggingkan senyumnya
"Apa kalian saling mengenal?" tanya suami Hera
"Tentu saja, kebetulan kami dulu adalah tetangga," jawab Hera
"Oh begitu,"
"Iya, maaf sebenarnya saya datang ke sini mewakili suami saya karena dia tidak bisa datang ke acara syukuran. Beliau masih ada pekerjaan di kantor jadi maaf tidak bisa hadir memenuhi undangan Bapak," ucap L menyampaikan maksud kedatangannya
"Wah ternyata Mas Andru itu pekerja keras ya, ia bahkan bekerja lembur di hari pertamanya, benar-benar luar biasa. Tentu saja saya tidak masalah jika beliau tidak datang, aku maklum kok. Selain itu saya berterima kasih karena Anda sudah datang ke sini mewakili Mas Andru,"
"Sama-sama Bapak, kalau begitu saya pamit," tutur L kemudian bergegas meninggalkan kediaman Hera
*************
Malam itu L sengaja merias wajahnya sambil menunggu kedatangan suaminya pulang.
"Sudah lama aku tidak dandan di malam hari, dan mulai sekarang aku harus melakukan ritual ini lagi untuk suamiku," ucap L menatap photo pernikahannya yang terpajang di dinding kamarnya
"Terimakasih ya Allah karena Engkau telah memberikan suami terbaik kepadaku, semoga kali ini rumah tanggaku akan langgeng sampai maut memisahkan kami,"
Jam dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, namun Andru belum juga pulang. Berkali-kali L menengok ponselnya untuk melihat apa ada pesan dari Andru atau tidak.
"Sudah jam sebelas tapi dia belum pulang juga," L kemudian menyalakan televisi di kamarnya untuk mengusir kantuknya yang mulai datang menyerang.
Sementara itu Andru yang baru pulang tersenyum simpul saat menatap istrinya terlelap di atas sofa.
"Kamu pasti ngantuk karena menunggu ku. Kasian sekali," ucap Andru kemudian mengecup kening wanita itu
"Kenapa kamu selalu terlihat cantik meskipun sedang tidur, bagaimana aku bisa berhenti mencintaimu jika kau selalu memukau hatiku setiap waktu L,"
Andru kemudian menggendong wanita itu dan memindahkannya keatas ranjangnya.
Ia kemudian bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Andru terkejut saat melihat L tak ada di tempat tidurnya.
"Kemana dia??"
"Maaf ya aku ketiduran tadi," ucap L memeluk erat tubuhnya
"Gak papa sayang, aku tahu kamu pasti lelah mengurus ketiga anak kita," jawab Andru
"Gak juga sih, mungkin aku ketiduran karena tak biasa bergadang. Ngomong-ngomong kamu udah makan belum?" tanya L
"Belum sih?"
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu kita makan dulu yuk, kebetulan aku udah siapin makanan kesukaan kamu," jawab L menggandeng lengannya.
"Tapi aku maunya makan kamu aja sayang," ucap Andru langsung menarik L kedalam pelukannya.