DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Kemenangan ku


__ADS_3

"Mamah gak mau lihat pemenang lombanya?" tanya Bagas


"Iya sayang nanti aja, masih rame, kita tunggu setelah mereka selesai saja ya,"


"Ok mah," jawab Bagas


Hera yang mengetahui pengumuman pemenang sudah di pasang segera bergegas menuju papan pengumuman.


Hera tersenyum sinis setelah melihat pengumuman tersebut. Matanya tak berkedip menatap L dan Bagas yang masih santai menunggu di taman.


Melihat orang-orang sudah mulai meninggalkan papan pengumuman membuat Bagas semakin penasaran dan kembali meminta L untuk menemaninya melihat siapa saja yang melaju ke babak selanjutnya.


"Mamah, ayo kita lihat pengumuman?" ucap Bagas menarik-narik lengan baju Laila


"Nanti sayang, kita tunggu sepi saja, lagipula terlalu banyak orang yang sedang melihat jadi sabar saja ya?" jawab Laila kemudian meneguk minumannya


"Sekarang sudah sepi mah," imbuh Bagas


Melihat hanya beberapa orang yang tersisa membuat Laila segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju papan pengumuman.


"Lihatlah, Sheira ada diurutan pertama dan Bagas ada di urutan ke dua, bersiaplah untuk kekalahan di babak selanjutnya," ucap Hera kemudian dengan sengaja mengguncang tubuh L


"Maaf ya mah, aku hanya bisa juara dua," ucap Bagas dengan wajah gusar


"Tidak masalah sayang, lagipula ini baru babak pertama kan, jadi jangan berkecil hati masih banyak kesempatan untuk menang. So keep spirit (tetap semangat)!" ucap L menyemangatinya


"Terimakasih mamah, memang cuma mamah yang ngertiin Bagas," ucapnya kemudian memeluk L


Saat keduanya keluar dari tempat Lomba Andru sudah menunggunya di depan gerbang.


"Gimana hari ini sayang, kamu pasti lelah ya karena sudah bekerja keras mengerjakan soal ujian,"


"Gak kok pah, aku gak lelah. Hanya kecewa," jawab Bagas


"Kenapa kamu kecewa?" tanya Andru

__ADS_1


"Karena aku di kalahin sama Sheira di babak pertama ini, Sheira ada di urutan pertama dan aku nomor dua. Kalau begini pasti dia akan semakin sombong di kelas. Papah tahu gak kalau Sheira itu sangat mengerikan kalau di kelas, dan hanya dia yang tidak mau bermain denganku katanya aku anak gak normal," jawab Bagas


"Iya sayang gak papa, yang penting Bagas tetap anak genius papah, dan papah sama mamah bangga sama Bagas. Jangan lupa tetap semangat untuk babak selanjutnya ya sayang," ujar Andru


"Iya pah,"


"Nah biar semangat gimana kalau kita makan dulu biar kamu nanti greng lagi di babak kedua,"


"Ok Pah,"


Andru kemudian mengajak keduanya ke rumah makan cepat saji yang tak jauh dari tempat lomba.


"Kamu tahu gak, papah tuh sengaja ijin gak kerja karena mau lihat Bagas lomba, so jangan kecewain papah ya sayang," ucap Andru


"Iya pah, Bagas janji mau bikin papah bangga," jawab Bagas


"Nah gitu dong baru anak papah, gak pernah menyerah kaya papah saat dapatin mamah eaaa," ucap Andru menatap L


"Iya kan sayang,"


"Kok jawabnya gitu doang sih," sahut Andru


"Terus aku harus gimana?" jawab L


"Yang romantis dong jawabannya sayang,"


"Iya suamiku sayang,"


"Terima kasih sayang," jawab Andru


Setelah makan siang mereka kembali ke tempat perlombaan untuk melanjutkan babak final. Kali ini Bagas terlihat begitu bersemangat apalagi saat melihat Andru menunggunya bersama L.


Hanya dengan waktu setengah jam Bagas sudah menyelesaikan semua soal ujiannya dan keluar lebih dulu.


Berbeda dengan sesi pertama dimana pengumuman pemenang langsung dipasang di papan pengumuman, di babak final ini semua peserta dikumpulkan di sebuah aula setelah menyelesaikan soal ujian.

__ADS_1


Seorang. host terlihat memasuki aula dan bersiap membacakan pemenang lomba.


"Selamat siang semuanya, pasti kalian sudah lelah setelah mengerjakan soal ujian yang begitu membuat kepala kalian pusing tujuh keliling. Baiklah sekarang saatnya saya akan membacakan siapa yang akan menjadi pemenang lomba Science Nasional tingkat sekolah dasar yang akan memenangkan piala dari kementrian Lingkungan Hidup beserta uang tunai sebesar sepuluh juta rupiah dan juga beasiswa dari menteri Lingkungan Hidup hingga sekolah menengah atas, Untuk juara ketiga diraih oleh Sandy Arya Pratama dari Sekolah Dasar Budhi Dharma, juara kedua di raih oleh Gala Adnan Hanafi dari Global Islamic School, sedangkan juara pertama diraih oleh...."


Semua peserta lomba terlihat begitu deg-degan saat menantikan pengumuman pemenang pertama, tidak terkecuali Bagas dan Sheira.


"Juara pertama diraih oleh Bangun Mandiri Elementary School dengan nomor peserta 212 atas nama Bagas!"


"Yeay!" seru Bagas langsung memeluk erat kedua orang tuanya.


Andru kemudian mengantar ia menuju ke ke depan.


Sementara itu Hera segera meninggalkan tempat lomba saat mengetahui jika Sheira tidak menjadi pemenang lomba.


Sheira terlihat menangis dan terus meminta maaf kepada Hera namun wanita itu berusaha tak memarahinya.


Setelah mengantar Sheira pulang ke rumah, ia langsung menuju ke tempat bimbel Sheira.


*Braakkk!!


Hera langsung membanting pintu ruangan Mr. Albert untuk melampiaskan kekecewaannya.


"Kenapa ia bisa kalah, kau bilang dia bisa memenangkan perlombaan tersebut jika sudah menghapal semua rumus yang kamu berikan. Dia bahkan sudah melakukan semua yang kamu suruh tapi apa, bahkan jadi juara ketiga pun ia tidak bisa. Kalau begitu kembalikan uang yang sudah aku berikan padamu!" seru wanita itu dengan penuh emosi


Namun siapa sangka Albert justru menanggapi ucapan Hera dengan santai.


"Bukankah waktu itu sudah aku bilang, hanya anak-anak dengan kemampuan tinggi yang bisa mengikuti perlombaan itu, saya juga sudah mengatakan jika Sheira tidak memiliki kemampuan itu dan anda tetap memaksa bahkan dengan sombongnya memberikan uang ini kepada saya. Saya juga sudah memberitahukan konsekuensi yang akan dihadapi oleh anak anda jika mengikuti lomba tersebut dan anda tidak masalah. Memang benar setumpul-tumpulnya pisau masih bisa diasah, namun jangan lupa juga diatas langit masih ada langit artinya meskipun anak anda pintar masih ada yang lebih pintar dari dia. Jika anda ingin mengambil uang ini lagi silakan, lagipula bimbel ini juga melarang setiap tutor menerima suap. Dan kami mohon maaf juga karena setelah ini mungkin Sheira tidak bisa lagi belajar di bimbel ini karena kami tidak menerima murid yang tidak kompeten seperti dia, silakan cari bimbel lain karena kami hanya menerima siswa-siswa pilihan," jawab Albert kemudian mengembalikan amplop coklat pemberian Hera padanya


"Arrghhh sialll!!" pekik Hera begitu kesal


Ia kemudian mengobrak-abrik semua benda-benda yang ada di meja riasnya.


Hera semakin kesal saat mendengar suara ponselnya yang terus berdering.


"Laila, pasti dia menagih janji kemarin!" serunya dengan wajah kesal

__ADS_1


"Kau pikir aku akan melakukannya, tidak akan, aku tidak mungkin mempermalukan diriku di depan umum, jangan mimpi!" seru Hera kemudian menonaktifkan ponselnya


__ADS_2