DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Aku suka dirimu yang konyol


__ADS_3

"Kenapa kau pulang lagi?" tanya Silvia saat melihat kedatangan putranya


"Aku tidak tahu kalau ternyata hanya urusan sepele, aku heran dengan karyawan sekarang yang selalu saja menyerahkan semua urusan kepada atasan," ucap Sean kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa


"L baru saja pulang, aku khawatir terjadi sesuatu dengannya, sebaiknya kau susul dia dan antar pulang,"


"Tapi Bu, aku lelah sekali hari ini," sahut Sean


"Jangan malas, ingat apa yang sudah ia lakukan untuk putramu, jangan sampai kau jadi orang yang tahu balas budi!" sahut Silvia membuat Sean mau tidak mau terpaksa bergegas pergi menuruti keinginannya


"Iya Ibu," Lelaki itu segera menyambar kunci mobilnya dan melesatkan mobil sedan mewahnya meninggalkan garasi rumahnya


"Tolong, tolong!!" seru L begitu panik dan berusaha melepaskan diri dari para preman-preman itu


"Itu dia!" pekik Sean kemudian membelokkan mobilnya


"Lepasin, gak atau aku teriak!" imbuh Laila


Pria-pria itu terus menertawakannya, "Teriaklah sekeras-kerasnya, karena di sini tidak akan ada orang yang akan peduli denganmu!!"


Benar saja, meskipun banyak orang berlalu lalang mereka terlihat acuh dan tak peduli saat melihat teriakan Laila.


Sean kemudian menepikan mobil sedan mewahnya berhenti tak jauh dari tempat L disekap oleh preman-preman.


Ia segera keluar dari mobilnya dan berjalan mendekatinya.


Tiba-tiba ia menghentikan langkahnya saat melihat sebuah motor polisi berhenti di depannya. Seorang pria segera turun dan menghampiri mereka.


"Lepaskan dia!" serunya dengan suara lantang


Preman-preman segera menoleh kearah sumber suara itu, dan menatap nyalang kearah Guntur


"Guntur!" seru Laila langsung melepaskan diri dari lelaki itu dan berlari kearah Guntur.


Melihat Laila bersama dengan Guntur membuat Sean segera bergegas kembali masuk kedalam mobilnya dan melesat meninggalkan tempat itu.


"Sepertinya dia sudah aman, jadi aku tak perlu repot-repot untuk menolongnya," ucap Sean


"Wah ada yang mau jadi pahlawan kesiangan rupanya!" seru salah seorang preman kemudian mengeluarkan celuritnya


Salah seorang dari mereka kemudian menghampiri lelaki itu dan membisikinya sesuatu, "Dia itu polisi,"


Seketika preman itu langsung melirik motor yang dipakai oleh Guntur.


"Sial, kenapa tidak bilang dari tadi!" gerutunya kemudian segera melemparkan celuritnya dan berlari meninggalkan tempat itu.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Guntur

__ADS_1


"Syukurlah kau cepat datang jadi aku tidak kenapa-kenapa," jawab wanita itu mencoba menghilangkan rasa paniknya


"Makanya kalau kau perlu jemputan bisa menghubungi ku, jangan nekat pulang sendirian seperti sekarang, kau tahu kan daerah sini memang daerah rawan. Jadi jangan nekat, inget anak-anak mu," ucap Guntur kemudian mengajaknya naik keatas motornya


Ia kemudian mengantar L kembali pulang ke kosannya.


"Sebaiknya biarkan aku yang mengantar kalian ke stasiun, aku tidak mau kejadian seperti tadi terulang lagi,"


Kali ini L tak bisa menolak saat Guntur menawarkan diri untuk mengantarkannya ke Stasiun.


Pukul Dua dini hari L tiba di Semarang,


Wanita itu tampak bingung karena belum sempat memesan hotel untuk menginap.


"Ah mamah sih kebiasaan, selalu saja gak prepare kalau mau melakukan sesuatu, jadi gini deh!" keluh Sifa


"Ya kan mamah biasa kalau ke sini langsung ke rumah Bude kamu, jadi gak kepikiran buat booking hotel,"


"Kalau gitu kenapa kita gak nginep aja di rumah Bude?" jawab Sifa


"Gaklah Sifa, ingat ibu dan ayah sudah bercerai jadi gak mungkin ibu nginep di rumah mereka, lagipula rumah Bude pasti juga penuh dengan orang yang membantunya mempersiapkan pesta pernikahan ayah kamu," jawab L


"Terus kita kemana sekarang??" tanya Sifa


"Sabar ya Neng, ini mamah coba booking online dulu, kali aja masih dapat," jawab L segera membukakan ponselnya


Tiba-tiba L segera memutar bola matanya menatap ke sekelilingnya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya.


"Perasaan kaya kenal suaranya,"


"Papah," ucap Bagas langsung berlari kearah Andru.


"Bagaimana kamu bisa tahu aku ada disini, jangan bilang kamu jadi stalker aku sampai ngikutin kemari," cibir L saat melihat Andru menghampirinya


"Serah lo mau bilang apa L, yang jelas gue khawatir aja sama anak gue makannya nyusul kalian," sahut Andru


"Uncchh so sweat banget sih baby," jawab L dengan wajah gemasnya


"Kata orang sih gitu L, dan Lo adalah orang ke seribu yang bilang kaya gitu ke gue!" jawab Andru menyombongkan diri


"Sombong banget nih bocah," cibir L membuat Andru tertawa mendengarnya


Melihat Andru tertawa seketika Bagas juga ikut tertawa mengikutinya.


"Kasian banget sih kalian terdampar di sini kaya korban banjir aja, pasti lo belum dapat penginapan ya?" tanya Andru


"Yes, ini gue lagi nyari!" sahut L kembali mengotak-atik ponselnya

__ADS_1


"Sebaiknya bawa barang-barang kalian terus ikut aku!" ucap Andru kemudian menggendong Bagas


"Kemana?" tanya L


"Kehatimu," sahut Gandrung


"Eaaaaa!"


Andru kemudian memasukan koper L kedalam mobil Lexus dan meminta mereka untuk segera naik.


Ia kemudian membawa mereka ke sebuah hotel bintang lima di pusat kota.


Semua karyawan hotel langsung menyambut kedatangan mereka bak seorang raja.


"Btw emangnya lo beneran anak sultan?" tanya L


"Hadeeh mau aja lo di boongin, gaklah aku cuma seorang mahasiswa biasa," jawab Andru


"Terus kenapa para karyawan hotel begitu hormat dan ramah padamu?" tanya L


"Mungkin karena ketampanan gue, sehingga membuat mereka tersihir saat melihat ku," jawan Andru mencoba berkelakar


"Dih narsis, beneran nih aku tanya," desak L


"Memangnya kalau aku anak sultan lo mau jadi cewek gue?" tanya Andru membuat L seketika langsung terkejut mendengarnya


"Gaklah, lagian kamu kan lebih cocok jadi adik aku daripada jadi pasangan ku," jawab L


"Iya, lo pasti lebih milih Om polisi itu daripada gue kan," jawab Andru dengan wajah kecewa


"Kata siapa,"


"Mata kamu yang memberitahuku," jawab Andru kemudian memberikan kunci kamar hotel padanya


"Sekarang istirahatlah, besok aku ajak kalian jalan-jalan sebelum pergi kondangan," jawab Andru kemudian membaringkan bagas di tempat tidurnya


"Ok, terima kasih banyak ya Ndru untuk semuanya,"


"Maaf, tidak ada yang gratis di dunia ini, lo harus menggantinya," sahut Andru menatap lekat kearah L


"Ok, kirim aja nomor rekening kamu dan berapa jumlah uang yang harua aku ganti," jawab L


"Astaga, kenapa lo serius amat si L, padahal aku lebih senang jika kau terlihat lebih santai dan sedikit konyol," ucap Andru kemudian duduk di tepi ranjang


"Lagian lo sendiri yang ngajak serius tadi,"


"Gaklah L, aku cuma bercanda, semuanya Free, kebetulan aku habis menang togel jadi bagi-bagi lah sama lo!"

__ADS_1


"Astaghfirullah, jadi kau menafkahi kami dengan uang haram!" seru L membuat Andru terkekeh mendengarnya


__ADS_2