
Andru melepaskan tendangan keras kearah Barri hingga pistolnya terlepas dari tangannya.
*Dor!!!
Terdengar suara tembakan dari pistol yang dipegang oleh Barri membuat semua orang langsung merunduk.
*Bruugghhh!!!
"L!!"
Andru langsung melompat dan menangkap tubuh L.
*Grep!!
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Andru
"Bagaimana dengan Sofia?" jawab L segera melepaskan diri dari pelukan Andru dan mencari Sofia
"Sofia, dimana kamu nak!" serunya
"Mamah!!" seru Sofia kemudian berlari menghampirinya
"Terima kasih Lex sudah menyelamatkan putriku," ujar Andru
"Sama-sama Ndru,"
Tidak lama polisi pun tiba dan segera membawa Barri dan Anak buahnya ke kantor polisi.
Andru begitu lega karena akhirnya bisa menjebloskan Barri ke penjara dengan semua bukti-bukti yang ditemukannya.
Ia kemudian mengajak L dan Sofia pulang ke rumahnya.
"Aku senang kalian tidak terluka, padahal aku begitu panik saat Barri menunjukkan foto kalian yang sedang di sandera,"
"Alhamdulillah kami tidak papa, terimakasih sudah datang menyelamatkan kami tepat waktu," jawab L
"Apa kamu tahu, jika aku tak bisa berpikir jernih saat melihat mu dalam bahaya, rasanya aku ingin membunuh Barri saat itu juga, beruntung ada Lexi yang berusaha menenangkan aku. Aku gak bisa membayangkan bagaimana hidupku jika aku kehilangan kamu," ucap Andru memeluk erat Laila
"Iya sayang, kita tunda dulu bucinnya kasian Sofia masih shock, sebaiknya kita cepat pulang ke rumah agar anak-anak tidak panik,"
Andru mengangguk dan seger mempercepat laju kendaraannya.
Setibanya di rumah Sifa dan Bagas langsung memeluk Laila dengan erat.
"Mamah!" seru keduanya sambil menangis tersedu-sedu
__ADS_1
"Mamah baik-baik saja sayang, kenapa pada nangis sih?" tanya L
"Aku takut mamah kenapa-kenapa, aku takut kehilangan mamah," ujar Sifa
"Gak sayang, buktinya mamah baik-baik saja, mending kita makan aja yuk, kebetulan mamah lapar belum makan nih," L kemudian mengajak keduanya menuju meja makan.
"Wah hari ini bibi masak apa nih?" tanya L saat melihat assisten rumah tangganya mempersiapkan makan untuk mereka
"Masak kesukaan Mas Andru, sop buntut, plecing kangkung, mendoan tempe, capcay kesukaan neng Sifa, sama ayam goreng tepung kesukaan Mas Bagas,"
"Kesukaan aku gak ada Bi," ucap L
"Ada kok Mbak L, nih Bibi masakin sambal goreng kentang campur ati kesukaan mbak L,"
"Makasih ya Bi, ayo semuanya Kita makan," ucap L
Selesai makan L segera beristirahat di kamarnya.
Melihat L sudah berbaring di ranjang, membuat Andru langsung merebahkan tubuhnya disamping L dan memeluknya erat.
"Sayang kamu udah bikin aku jantungan hari ini, kamu tahu gak kalau aku hampir mati gara-gara melihat kamu di sandera, aku hampir gila dan akan melakukan apapun demi menyelamatkan dirimu termasuk membunuh si brengsek Barri," ucap Andru sambil menciumi tengkuk leher istrinya
"Iya sayang aku percaya kok, aku juga takut akan mati dan berpisah denganmu, aku tak bisa membayangkan kalau kamu harus mengurus tiga orang anak dan menjadi duda di usia muda," ucap L menatap sendu Andru
"Kenapa kamu berpikir aku akan menjadi duda," sahut Andru
"Emang aku gak boleh nikah lagi gitu?"
"Boleh lah, aku cuma bercanda sayang, pesan aku kalau aku meninggal duluan kamu boleh menikah lagi. Aku gak mau melihat kamu larut dalam kesedihan karena terus memikirkan aku. Jadi agar kita sama-sama bahagia aku tidak akan melarang mu untuk menikah lagi, biarlah yang meninggal akan menjadi kenangan dan yang masih hidup harus melanjutkan kehidupannya dan mendapatkan kebahagiaan,"
"Thanks sayang, itulah yang aku suka dari kamu, kamu sangat bijaksana. Semoga kita berdua diberikan umur yang panjang agar selalu bersama sampai maut memisahkan," ucap Andru mengecup keningnya
"Aamiin,"
"Karena tadi aku sudah senam jantung karena kamu dan Sofia, bagaimana kalau malam ini kita senam di kasur agar hidup kita makin bahagia," ucap Andru langsung membuka kancing baju L satu persatu
"Udah mulai nakal nih,"
"Mumpung, gak ada yang ganggu sayang, kita bikin adeknya Bagas, kali aja dia bisa anteng kalau punya adek,"
"Iyain aja deh biar seneng," jawab L membuat Andru langsung mencium bibir mungilnya.
Saat keduanya sudah berada di puncak *******, tiba-tiba suara ketukan pintu membuat keduanya menghentikan aktivitas panasnya sejenak.
"Mamah!!" terdengar suara Bagas berteriak sambil mengetuk pintu kamarnya
__ADS_1
"Auto gagal lagi nih, mana udah tegang banget masa gak jadi sih!" keluh Andru langsung membenamkan wajahnya di atas bantal
"Sabar sayang, nanti pasti aku tuntasin kok biar kamu gak pusing," bisik L
"Yaudah, urus dulu si baby, tapi jangan lama-lama ya," ucap Andru
"Iya sayang," Laila segera membuka pintu kamarnya dan melihat Bagas sudah membawa guling kesayangannya
"Aku mau tidur sama mamah," ucapnya kemudian berlari menuju ke tempat tidur
"Kenapa Bagas mau tidur disini?" tanya L
"Karena aku kangen sama mamah, aku takut kehilangan mamah makanya aku mau tidur sama mamah," jawab Bagas
"Tapi sekarang kan di perut mamah ada ade kamu jadi gak bisa kalau kita tidur berempat, gak muat. Kan kasian dedek bayinya nanti dia engap,"
"Memangnya sejak kapan di perut mamah ada dedek bayi?" tanya Bagas
"Baru tadi pagi,"
"Oh baru, yaudah kalau gitu gimana kalau mamah sama dedek bayinya bobo di kamar aku aja, pasti muat kalau kita bertiga," jawab Bagas
"Iya sayang, besok aja ya, soalnya dedek bayinya mau bobo sama Papah Andru katanya,"
"Padahal aku pengin bobo sama mamah malam ini, tapi demi dedek bayi yasudah aku mengalah," ucap Bagas menghela nafas panjang
Ia kemudian mengusap-usap perut L sebelum pergi meninggalkan ruangan itu.
"Jangan nakal ya dedek, kamu gak boleh bikin mamah capek, besok jangan lupa bobo sama aku, ok!" ucap Bagas kemudian menciumnya
"Selamat malam Dede bayi, muaach!!"
Laila tertawa geli setelah Bagas keluar dari kamarnya.
"Ya ampun lucu banget sih kamu baby, btw sorry ya mamah terpaksa boongin kamu, abis papah kamu melebihi bayi kalau lagi pengin," Laila kemudian segera menghampiri Andru
"Sayang, kamu udah tidur ya?" tanya L
"Beneran dia sudah tidur, syukurlah jadi aku juga bisa istirahat," imbuh L kemudian menyelimuti tubuh Andru
"Kasian kamu, padahal baru di tinggal bentar doang udah tidur,"
Laila kemudian mematikan lampu kamarnya dan segera merebahkan tubuhnya di samping suaminya.
"Selamat malam sayang, moga mimpiin aku ya," ucap L kemudian memeluknya
__ADS_1
Ia begitu terkejut saat Andru tiba-tiba membuka matanya.
"Apa kamu udah siap sayang?" tanya Andru langsung menindih tubuhnya