DINIKAHI BRONDONG

DINIKAHI BRONDONG
Hari Yang Bahagia 2


__ADS_3

Hasil nilai ujian semester sengaja di pasang di papan pengumuman, agar semua siswa dan juga wali murid bisa melihat nilai prestasi belajar setiap siswa.


Semua wali murid kelas satu tampak tercengang saat melihat nama Bagas bertengger di urutan nomor satu dengan nilai sempurna.


"Wah ini gak bisa dipercaya, bagaimana bisa dia mendapatkan nilai sempurna padahal ia mengerjakannya buru-buru!" seru Hera begitu kebakaran jenggot


"Benar, aku yakin dia itu asal-asalan saat mengerjakan. Lagipula dia itukan gak ikut kelas bimbingan belajar jadi mana mungkin dia bisa mendapatkan nilai sempurna jika tidak curang,"


"Pasti ia menggunakan fasilitas VIP suaminya yang seorang CEO untuk mendapatkan bocoran soal!" seru yang lain


"Benar, aku juga berpikir seperti itu!"


Suasana yang semula tenang berubah jadi gaduh saat mendengar ada bocoran soal. Para wali murid kelas satu langsung bergegas mengunjungi ruang kepala sekolah dan menyampaikan keluhan mereka.


"Maaf ibu-ibu, saya menjamin jika di sekolah ini tidak akan pernah ada kebocoran soal, kolusi apalagi korupsi, semuanya transparan dan tidak ada kecurangan dalam ujian apalagi seperti yang ibu-ibu fikirkan. Kami selalu menjaga integritas sekolah jadi jangan pernah membuat berita bohong yang bisa merusak nama baik sekolah kami," jawab Sang kepala sekolah


Laila yang begitu geram dengan semua orang yang selalu meremehkan kemampuan putranya langsung mendatangi kerumunan massa tersebut.


Ia yang sudah tak bisa menahan diri lagi segera berdiri di depan kepala sekolah. Kali ini ia tak mau diam saja melihat para wali murid menuduhnya melakukan tindakan kolusi demi mendapatkan nilai bagus.


"Ibu-ibu yang terhormat, ijinkan saya sebagai orang tua dari Bagas menjelaskan sesuatu kepada kalian. Mungkin selama ini saya selalu diam, karena saya masih mengamati perilaku putra saya sembari memikirkan apa yang selalu kalian tuduhkan kepada putra saya. Jika biasanya saya memilih diam dan mengalah saat kalian merendahkan bahkan mendiskriminasi anak saya tapi kali ini tidak lagi. Sudah cukup semuanya dan sudah saatnya kalian tahu bahwa anak saya tidak seperti yang kalian tuduhkan. Bagas memang berbeda dari siswa-siswi lainnya karena dia sepesial, dia sepesial karena memiliki IQ diatas rata-rata anak seusianya yaitu 0,01 atau orang-orang biasa menyebutnya Genius. Jadi itulah alasannya kenapa selama ini anak saya tidak betah di dalam kelas dan selalu mengerjakan ujian lebih cepat dari anak-anak lainnya," ujar L menjelaskan dengan begitu tenang ia juga memberikan hasil fotokopian tes IQ Bagas kepada semua wali murid dan juga guru-guru yang ada di sana untuk melihatnya.


"Bagaimana mungkin anak genius, nisa dapat nilai nol dan tidak mengerjakan tugas yang guru berikan, aku yakin hasil tes ini bisa saja salah!" seru salah seorang wali murid


"Kalau untuk masalah itu, memang benar jika anak-anak genius seperti Bagas lebih sensitif dari anak-anak lain seusianya. Biasanya mereka tidak mau mengerjakan sesuatu yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka, bisa jadi karena ia menganggap soal-soal itu terlalu mudah hingga ia tak mau mengerjakannya. Sama dengan mengerjakan soal, ia juga biasanya memilih-milih saat bergaul, dia akan memilih teman-teman yang memang membuatnya nyaman dan mau menerimanya. Jadi bukan karena anak saya gak punya teman, tapi karena ia masih memilih yang sepemikiran dengannya, jadi itu alasannya ibu-ibu. Jika kalian masih belum puas dengan penjelasan saya mungkin Miss Cinthya sebagai wali kelasnya bisa membantu saya menjelaskannya," Jawab L


Miss Cinthya mengangguk dan segera berdiri disamping L.


"Benar sekali yang disampaikan oleh Ibu Laila, jadi karena Bagas adalah siswa yang spesial maka setelah ini mungkin dia tidak akan sekelas lagi dengan anak-anak ibu semua, karena dia akan mengikuti kelas akselerasi. Selain itu untuk meluruskan kesalahpahaman ibu-ibu semua saya dan kepala sekolah bersepakat untuk mengirimkan Bagas mewakili sekolah kita mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional yang akan diselenggarakan besok. Dan asal ibu-ibu tahu Bagas akan mengikuti olimpiade matematika untuk kelas enam," terang Cynthia


"Wah yang benar saja!"


Kembali terdengar suara gaduh wali murid yang kembali mempertanyakan kemapuan Bagas.

__ADS_1


"Jadi sudah jelas ya ibu-ibu sekalian, nanti kalian bisa menilai setelah lomba olimpiade ini, apakah benar Bagas itu Genius atau hanya asal tebak saat menjawab soal-soal ujian. Karena dalam olimpiade matematika ini soal yang diberikan bukan main-main, apalagi untuk boarding school seperti sekolah kita ini," imbuh Kepala Sekolah membuat semua wali murid seketika terdiam


Mereka kemudian segera membubarkan diri setelah kepala sekolah meminta mereka meninggalkan tempat itu.


Hera yang merasa kalah dengan L segera mengumpulkan para wali murid di luar sekolah.


"Bagaimana ini, dia memang benar-benar genius jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" tanya seorang wali murid


"Hasil tes seperti ini bisa saja di palsukan. Kalian tahu kan kalau di negara kita semuanya bisa saja terjadi dengan uang. Masih ingat yang dikatakan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea?" tanya Hera


"Bukan rahasia umum jika seorang psikolog suka memperjual belikan hasil tesnya, jadi jangan mudah percaya," ujar Hera


"Tapi bagaimana jika si Bagas benar-benar genius dan memenangkan olimpiade matematika??"


"Nah kalau itu kita lihat saja nanti," jawab Hera


**************


Gedung Aditama Group


"Kalau kamu memberhentikan sekretaris kamu berarti kamu harus mencari penggantinya?" tanya Lexi


"Aku sudah memberitahu pihak HRD untuk membuka lowongan pekerjaan untuk mengisi posisi yang kosong," jawab Andru


"Wah sepertinya kamu memang berniat melakukan reformasi besar-besaran,"


"Tentu saja, aku harus membersihkan semua tikus-tikus yang akan menggerogoti perusahaan dari dalam," jawab Andru


"Good, gak salah emang kakek memilih kamu, semoga sukses Ndru," ujar Lexi kemudian meninggalkannya


Siang itu seorang wanita dengan menggunakan berjalan memasuki lobby Aditama group dengan langkah yang begitu elegan.


Semua lelaki hampir tak berkedip menatap wajah cantiknya.

__ADS_1


"Sudah lama sekali aku ingin bergabung dengan perusahaan ini, dan hari ini akhirnya aku bisa menginjakkan kakiku di sini,"


Ia kemudian memasuki lift dan segera menuju ke lantai tiga.


*Ting!!


Seketika ia membulatkan matanya saat melihat sosok pria memasuki lift dan berdiri di depannya.


"Apa aku tidak salah lihat?" ucap Lexi menatap lekat wanita itu


"Tentu saja, memangnya kenapa?" jawabnya enteng


"Sejak kapan kamu tiba di Indonesia Nay?" tanya Lexi


"Sudah sebulan ini," jawab Nayla


"Wah benar-benar kejutan, so kedatangan kamu ke sini untuk apa?" tanya Lexi penasaran


"Kebetulan aku melihat lowongan pekerjaan di perusahaan ini, dan alhamdulilah aku lolos seleksi sebagai sekretaris di perusahaan ini," jawab Nayla


"Yang benar saja, Andru pasti akan terkejut saat melihatmu," ucap Lexi


"Andru??" Nayla mengernyitkan alisnya saat mendengar nama yang begitu familiar di telinganya


"Hmm, Andru adalah CEO perusahaan ini," jawab Lexi


"Impossible!" seru Nayla kemudian mendorong lelaki itu saat lift terbuka


Ia segera bergegas menuju ke ruangan CEO.


*Tok, tok, tok!!


Andru beranjak dari duduknya dan segera membuka pintu ruangannya.

__ADS_1


Lelaki itu begitu tertegun saat melihat wanita yang berdiri di depannya, bukan hanya Andru yang terkejut namun juga Nayla yang tak menyangka akan bertemu lagi dengan mantan kekasihnya.


"Apa benar ini kamu Ndru??" ucapnya berkaca-kaca


__ADS_2