
*Tok, tok, tok!!
L segera memberikan ponselnya kepada Bagas saat mendengar suara pintu rumahnya diketuk oleh seseorang.
Ia segera keluar untuk melihat siapa yang datang.
L begitu terkejut saat melihat Sean berdiri di depan pintu rumahnya.
Ia kemudian mempersilakan lelaki itu masuk.
"Maaf jika kedatangan ku menganggu waktu istirahat kamu?" ucap Sean
"Memangnya ada apa, pasti ada hal penting yang ingin kau bicarakan hingga menemui ku malam-malam begini," jawab L
"Tidak juga sih L, aku hanya penasaran kenapa kamu resign dari kementerian,"
"Oh soal itu, kebetulan aku memang sengaja mengurangi aktivitas ku agar aku bisa lebih fokus mengurus Bagas, kebetulan tahun besok dia kan masuk TK, jadi aku harus antar jemput dia ke sekolah," jawab Laila
"Bener hanya itu alasannya, apa kamu tidak punya alasan lain keluar dari sana?" tanya Sean
"Beneran lah," jawab L meyakinkan Sean
"Bagaimana dengan ini, apa kau sengaja mengundurkan diri dari sana karena masalah ini," tutur Sean menunjukkan hasil tes pap smear Laila yang tertinggal di kamar Devan
Laila segera mengambil hasil tes itu kemudian menyimpannya.
"Tentu saja bukan karena ini,"
"Apa benar kau mengidap kanker?" tanya Sean
"Alhamdulillah tidak Sean, memang hasil tes itu menunjukkan aku positif tapi kata dokter aku negatif kanker," jawab L
"Oh syukurlah, aku kira kau benar-benar terkena kanker beneran," jawan Sean begitu leg
"Awalnya aku juga mengira seperti itu, hingga kau benar-benar frustasi , tapi setelah mendengar penjelasan dari dokter sekarang aku baru bisa bernafas lega lagi," jawab L
"Kalau kau butuh dokter untuk konsultasi aku punya kenalan seorang dokter ahli kanker, kebetulan dia juga yang dulu membantu Ibuku hingga dia sembuh dari kanker serviks yang dideritanya," tutur Sean kemudian memberikan kartu nama dokter
"Terimakasih atas perhatiannya, Insya Allah aku pasti akan menghubunginya nanti," jawab L
"Kalau begitu aku pamit ya, selamat istirahat,"
"Iya, kamu juga hati-hati," jawab Laila kemudian mengantar Sean sampai pintu
__ADS_1
Sementara itu Devan begitu bahagia saat menerima kiriman paket dari Laila. Karena saking senengnya ia sampai tidak memakannya dan menaruhnya di dalam lemari es agar kuenya tidak rusak.
Pagi harinya Devan langsung menjerit histeris saat melihat ada yang memakan kuenya. Bocah itu kemudian menangis tersedu-sedu membuat Silvia kebingungan apa yang terjadi dengannya.
"Kue ku rusak," ucap Devan sambil terisak
"Memangnya siapa yang merusaknya?" tanya Silvia
"Aku tidak tahu Nek, saat aku melihatnya kue itu sudah terpotong," jawab Devan
"Ya sudah kalau begitu nenek akan membelikan lagi untukmu," jawab silvia
"Tidak mau, pokoknya aku hanya mau kue yang dibelikan oleh Miss L," jawab Devan bersikeras
Sean yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri mereka.
"Ada apa sih pagi-pagi sudah ribut aja!" seru Sean
"Dev marah saat tahu kalau cake pemberian dari L," ujar Silvia.
"Apa maksudmu kue yang ada di dalam lemari es itu adalah kue coklat dengan hiasan super hero?" tanya Sean
Silvia mengangguk membuat Sean merasa bersalah kepada anaknya.
Devan langsung menolak dan semakin menangis tersedu-sedu. Tentu saja hal itu membuat pria itu merasa semakin bersalah dan segera menghubungi L untuk memberitahukan masalah itu padanya.
Laila kemudian menyuruh Sean untuk mengajak Devan ke sebuah mall. Laila berjanji akan mengganti kue coklat yang sudah di makannya. Devan begitu senang saat bertemu dengan Laila bersama Bagas dan Sifa. Ia bahkan langsung melupakan insiden kue coklat do rumahnya.
"Jadi gimana nih kuenya?" tanya L
Devan segera menjawab bahwa ia tidak mempermasalahkannya.
Mendengar jawaban Devan membunuh Sean langsung protes Kenapa dia tidak?.
"Itu karena aku sayang Miss, jawab Devan menjulurkan lidahnya untuk mengejek Sean.
Melihat Devan yang begitu bahagia bersama L membuat Sean berpikir jika anak itu memang menginginkan L untuk menjadi ibunya
Setelah selesai bermain dengan Devan Sean pun mengajak L berbicara empat mata dengannya.
Ia sengaja mengajak wanita itu dinner bersamanya untuk menyampaikan perasaannya.
Lelaki itu dengan sengaja memberanikan diri untuk melamar L.
__ADS_1
"Maaf jika aku lancang, tapi aku melakukan semua ini demi Devan. Aku pikir dia sangat menyayangi mu jadi aku ingin menjadikan mu sebagai Ibunya. Apakah kau bersedia untuk menjadi ibunya Dev sekaligus menjadi istriku?" tanya Sean membuat L seketika terperanjat mendengarnya
"Ah... kenapa jadi serius seperti ini," ucap L tampak kebingungan harua menjawab apa
"Maaf jika aku sudah membuat mu kebingungan, tapi aku juga tidak bisa memaksamu untuk menerima lamaran ku, atau menjawabnya sekarang. Pikirkanlah lebih dahulu, Insya Allah aku akan setia menunggu jawaban mu," ucap Sean lagi
Ia kemudian mempersilakan L untuk menikmati makan malamnya.
"Baiklah kalau begitu, beri aku waktu untuk memikirkannya, lagipula aku juga perlu menanyakan kepada anak-anak apa mereka setuju atau tidak jika aku menikah lagi," jawab L
"Tentu saja L, jangan khawatir santai saja,"
Setelah menyampaikan perasaannya Sean kemudian mengantar L pulang. Saat keluar dari tempat itu L melihat seorang pemuda yang begitu mirip dengan Andru hingga ia mengejarnya untuk memastikan jika pemuda itu adalah Andru.
Namun sayangnya L kehilangan jejak lelaki itu hingga membuatnya sedikit kecewa.
"Aku yakin sekali dia Andru, tapi bukankah dia sedang ada di luar negeri, lalu kenapa ia ada di sini?" pertanyaan itu terus mengganggu pikiran L hingga ia berniat untuk menghubungi lelaki itu untuk menanyakan langsung kepadanya.
Saat ia mencoba menghubungi pemuda itu, tiba-tiba ia melihat Andru berdiri tak jauh darinya dan mengangkat ponselnya.
"Halo...halo....!"
Seketika L mematikan ponselnya saat melihat pemuda itu mejawab telponnya.
"Siapa sayang?" tanya seorang wanita menghampiri sosok pemuda yang begitu mirip dengan Andru
"Entahlah, aku juga tidak tahu siapa dia, yang jelas di langsung mematikan ponselnya saat aku mengangkat panggilannya," jawab pemuda itu.
"Andru???"
Entah kenapa rasanya begitu sakit saat L melihat pemuda itu begitu mesra menggandeng wanita itu dan mengajaknya pergi meninggalkan restoran.
Seketika tubuhnya lemas hingga ia hampir saja jatuh pingsan andai saja Sean tak menangkap tubuhnya.
"Apa kau sakit?" tanya Sean saat melihat Laila begitu shock dan sedih
Wanita itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Tapi kau terlihat seperti tak sehat," jawab Sean
"Aku baik-baik saja, mungkin hanya kecapaian, aku yakin semuanya akan membaik setelah aku beristirahat," jawab L
Setibanya di rumah L terus memperhatikan ponselnya berharap Andru akan menghubunginya, namun ia tak kunjung menelponnya ataupun sekedar membalas sms yang dikirim oleh Laila.
__ADS_1