Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Diragukan


__ADS_3

Satu bulan kemudian


Tak bisa dipungkiri, tak semua orang bisa suka kepada kita. Inilah yang sedang dipahami oleh Ali saat ini. Apalagi ia sudah tahu diri dengan keadaannya yang tak normal. Ia bisa mengerti dengan sikap sang istri yang membencinya. Ya Ruby jelas tak menyukainya. karena ia cacat serta miskin. Dan istrinya itu tak bisa menutupi perasaannya.


Terkadang ketika seseorang menyakiti kita, sulit menemukan alasan bisa ramah kembali dengan mereka. Kadang-kadang, orang yang sudah merasa tersakiti akan mencoba membalasnya dengan menyakiti juga, tapi itu adalah kesalahan besar.


Menjadi kasar atau pedendam akan membuat kita terlihat lebih buruk. Tidak peduli betapa menyakitkan situasi kita, penting untuk tetap bersikap baik pada orang lain. Itulah yang diterapkan Ali saat ini. Terkait menanggapi sikap Ruby yang masih tak baik padanya.


Ia tak mau mengajak Ruby berdebat. Jika ika ia dihina, ia diam saja. Kalau ia tak tahan mendengarnya. Ia memilih menjauh.


Satu bulan sudah ia tinggal bersama dengan Ruby. Hubungan mereka masih berjarak. Ruby masih saja sering mencacinya. Mengeluarkan uneg uneg di hatinya, karena tak ikhlas dirinya yang jadi istrinya Ali.


"Ini, aku ada sedikit uang yang bisa kamu gunakan untuk keperluanmu." Ali menyodorkan uang di hadapan Ruby, yang tengah duduk di kursi meja makan. i baru saja gajian.


Ruby memperhatikan uang yang ada di tangan sang suami. Lalu menatap heran Ali yang berdiri di hadapannya. Ia sedang sarapan.


"Kamu jangan aneh aneh. Ambil uangmu itu. Aku gak mau gara gara uang itu, nanti kamu malah minta nafkah bathin padaku. Ingat, kita nikahnya bohongan. Jadi kamu gak perlu kasih aku uang. Lagian uang segitu, mana cukup untukku. Beli skincare ku saja itu sudah habis." Ketus Ruby, menatap jengah Ali, yang sok punya rasa tanggung jawab itu.


"Kita nikahnya sah, siapa bilang bohongan." Sahut Ali cepat, dengan ekspresi seriusnya.


"Hei Ali, jangan pernah kamu mikir, untuk jadi suamiku selamanya. Aku, aku masih mencintai Agam. Dan suatu saat aku akan kembali padanya." Ruby melemparkan serbet ke mukanya Ali. Setelah ia melap tangannya dengan serbet itu. Muak sudah ia melihat Ali yang sok ingin menafkahinya. Uang satu juta nyampainya ke mana? nanti saat ia minta cerai, malah susah lagi, karena gak ada alasan yang tepat. Kalau ia terima uang dari Ali.


Ruby juga sudah mengubah niatnya. Tadinya ia sempat berniat membuat Ali jadi kacungnya. Yaitu mengerjakan pekerjaan rumah. Tapi, ia tak mau lagi meminta Ali melakukan itu. Takut ia nanti Ali mengatakan sikapnya yang buruk, sehingga ia malah susah pisah dengan Ali.

__ADS_1


Sampai saat ini Ruby masih terus mencari keberadaan Agam. Ia tak akan tenang menjalani hidup, sebelum tahu apa alasan Agam meninggalkannya di hari pernikahannya. Karena ia sangat yakin, jikalau Agam sangat mencintainya.


Ali meraih serbet yang menutupi wajahnya, dengan perasaan sakit hati yang luar biasa. Sikapnya Ruby semakin menjadi.


"Kalau kamu mau beli bahan makanan di sini silahkan. Tapi, gak usah kamu sok sok mau kasih uang samaku." Ia belum puas juga menumpahkan isi hatinya. "Kelakuan kamu pagi ini, buat mood rusak tahu." ketusnya lagi, sebelum ia beranjak dari dapur.


"Satu lagi, kamu gak usah sok sok an menasehati aku. Menyuruh aku sholatlah, tegur cara berpakaianku lah." Membalik badan dan menunjuk ke arah Ali dengan kesalnya.


"Kita sebagai ummat harus saling menasehati. Selama yang dikatakan itu berada di jalur yang benar." Sahut Ali tetap menampilkan ekspresi wajah bersahabat kepada Ruby.


"Kamu itu gak tahu apa apa tentang hidupku. Aku gak seburuk pikiran kamu. Kalau kamu menilai aku buruk. Itu karena aku dapat suami buruk sepertimu. Hidupku hancur gara gara kamu!" ketus Ruby dengan mata berkaca-kaca.


"Gara gara aku?" Ali menunjuk dirinya bingung. Koq ia malah disalahkan.


Ali terdiam, Ruby tak mengerti dengan posisinya. Ia diancam oleh Haji Zainuddin. Kalau ia tak bersedia. Ia dikatakan orang yang tak tahu balas Budi.


"Aku tahu Ali, kamu itu suka denganku. Makanya kamu mau menikah denganku. Tapi, kamu gak tahu diri, gak ngaca! Apa bisa pria sepertimu bisa membahagiakan pasangannya? Kamu itu cacat dan miskin. Kamu tak akan bisa memberikan kepuasan lahir bathin kepada pasanganmu. Lihat dirimu, ngaca...!" Ruby tak bisa menerima hal yang terjadi padanya.


Mata yang berkabut tadi sudah mengeluarkan air mata, menatap Ali penuh kekesalan dan kebencian. Sedangkan Ali tak bisa berkata kata. Isak tangis Ruby saat bicara membuat hatinya sakit. Benar yang dikatakan Ruby, harusnya ia menolak keras permintaan Haji Zainuddin.


"Napa diam? benar yang aku katakan kan? kamu itu mengambil kesempatan dalam kesempitan." Bicara masih dengan emosinya. Wajah sampai merah padam. Saking kesalnya pada Ali.


Ali masih terdiam menunduk. Dijelaskan pun alasan ia, kenapa menerima pernikahan ini. Ruby tak akan berterima. Karena hatiya Ruby masih diselimuti kebencian.

__ADS_1


"Tak pernah dikhayalanku punya suami seperti kamu Ali. Boleh saja kamu itu miskin. Tapi, jangan cacat dong! Aku itu ingin punya kehidupan rumah tangga yang romantis. Yang setiap saat suamiku bisa menggendongku. Memanjakanku dengan tubuh kekarnya. Auto pasanganku bisa memenuhi nafkah bathinku." Ujarnya menilik Ali dari ujung kepala hingga kaki dengan tatapan sepele itu. Ya, sedikit pun tak ada kriteria yang dimiliki Ali, untuk dijadikan pasangan dinata Ruby.


"Lihat kamu, jangan jangan milikmu kecil sebelah. Seperti tubuhmu yang kecil sebelah. Hahahha....!" menertawakan Ali, meragukan keperkasaannya. Hahahaha... Masih terus menertawakan Ali. "Emang nikah mau ngapain? kalau milikmu gak bisa memuaskan pasanganmu. Mending kamu gak usah coba coba ajak wanita menikah." Hahahaha...


Ruby tertawa sambil mengeluarkan air mata.


Nyut....


Nyut..


Nyut...


Ucapan sang istri sangat kejam. Sangat menyinggung. Buat dada sesak dan terasa nyeri. Sakit..... Kalau Ali punya karakter temperamen. Mungkin wanita di hadapannya ini sudah langsung menghadap yang maha kuasa.


Setiap pria akan kesal apabila kejantanannya diragukan.


"Kalau itu patokan atau prioritas kamu dalam berumah tangga. Aku bisa buktikan kalau aku bisa puaskan kamu di ranjang. Kita buktikan sekarang ..!"


Graapp...


Ali menarik tangan sang istri dengan kuat menuju kamar. Dalam satu hentakan, tubuh sexy nya Ruby yang pakai rok mini, kini ambruk di atas ranjang.


TBC

__ADS_1


__ADS_2