
Ruby yang kepo terhadap Ali yang punya teman cewek cantik dengan penampilan glaumour. Meminta izin pada temannya ke toilet.
Dari pintu belakang gedung kantor. Ia mengendap endap, menilik di mana keberadaan Ali saat ini. Karena tadi ia sempat dengar. Cewek cantik yang bersama suaminya itu akan pulang bareng.
Hhhuuffftt
Ruby menutup mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya. Saat melihat Ali masuk ke sebuah mobil mewah berwarna merah di parkiran. Ia menggeleng tak percaya kalau Ali punya teman cantik dan seperti nya dari kalangan orang kaya.
"Koq bisa si Pincang punya teman secantik itu? mana terlihat kaya lagi?" ujarnya sendiri matanya masih memperhatikan lekat mobil yang dinaiki Ali meninggalkan tempat itu. Ia pun baru beranjak dari tempatnya, setelah mobil yang ditatap lekat Ruby itu kini telah melaju membelah jalan dengan kecepatan sedang.
Ali yang ada di dalam mobil itu dibuat tak tenang. Karena ia merasa tak baik berduaan dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya. Apalagi ia sekarang berstatus suami orang.
"Eemmm.. Khai, aku turun di sini." Ujarnya dengan wajah serius. Yang membuat Khairiah merasakan Ali yang tak nyaman bersamanya.
Wanita cantik itu tersenyum tipis menatap Ali yang terlihat tak tenang.
"Eemmm... Iya deh." Khairiah menepikan mobilnya tepat di hadapan sebuah counter Hape. " Temani aku sebentar ya beli hape " Ujarnya menatap Ali penuh harap.
Ali memperhatikan sekeliling. Ia tak enak hati juga menolak permintaan Khairiah. "Iya Khai." Jawabnya datar.
Mereka pun sama sama masuk ke dalam counter itu.
"Eemmm... Aku mau berikan hadiah pada temanku. Bagusnya hape yang model mana ya kak yang terbaru?" tanya Khairiah pada penjaga toko. Kemudian khairiah melirik Ali yang terlihat tak semangat duduk di depan etalase.
"Teman nya cowok atau cewek kak?" tanya si penjaga counter ramah
__ADS_1
"Cowok kak." Jawab Khairiah ramah, masih memperhatikan Ali yang duduk melamun.
"Mau yang mahal atau murah kak " Tanya penjaga counter lagi.
"Eemmm... Cari hape yang kapasitas Ram nya besar. Soal harga gak masalah." Melirik Ali yang kini sudah bangkit dari tempat duduknya. Malas sudah ia menunggu khairiah milih hape. Ia sudah tak ada waktu menemani wanita itu. Tapi, menolak permintaan Khairiah rasanya sangat enggan.
"Al, sini..!" melambaikan tangan pada Ali yang kini berdiri memperhatikan kendaraan yang lalu lalang di jalan.
Ali menghampiri Khairiah dengan bahasa tubuh yang tak semangat.
"Selamat ulang tahun, Teman. Semua doa dan harapan terbaik untuk masa depanmu." Ujar Khairiah semangat wajah ceriahnya membuatnya terlihat sangat cantik.
Sontak sikap Khairiah membuat Ali terkejut. Ia jadi bingung harus bersikap apa. Karena saat ini semua mata jadi tertuju padanya. Jujur cacat fisik yang dimilikinya. Terkadang membuat nya tak percaya diri. Dengan Khairiah buat kejutan seperti ini Ali jadi pusat perhatian.
Ia mulai merasa tak nyaman. Karena karyawan counter Hape itu ada merekam aksi Khairiah yang sok romantis kasih surprise. Ia melirik Khairiah dengan perasaan kesal. Tapi, Ali tetap bersikap baik. Senyum tipis masih terlihat di wajah tampannya. Menutupi kekesalan di hatinya. Ia sungguh tak suka dengan surprise yang diberikan oleh Khairiah.
"Terima kasih, aku gak bisa menerimanya." Ali akhirnya memilih beranjak dari tempat itu. Ia merasa Khairiah tak perlu membuat acara seperti itu.
Ali berjalan dengan cepat keluar dari counter itu dengan pincang. Camera masih menyorot nya hingga ia dibawah tukang becak.
"Ya ampun... Ali marah kah?" ujar Khairiah dengan tak percayanya. Sikap Ali yang menolak pemberiannya, sungguh membuatnya jadi bingung.
Sepanjang perjalanan menuju tangkahan. Perasaan Ali semakin gundah gulana. Kenapa Khairiah memberinya kado semahal itu. Dan dari mana Khairiah tahu kalau hari ini dia ulang tahun.
Ngung
__ADS_1
Ngung
Ponsel yang ada di dalam tas nya bergetar. Ali tentu saja penasaran siapa menelponnya. Ternyata yang menelponnya adalah Khairiah. Ali merasa sedang malas berkomunikasi dengan Khairiah. Jadinya ia tak mengangkat telpon dari Khairiah.
Ali sudah sampai di tangkahan. Ia pun kini terlihat memilih milih ikan yang segar segar. Ia akan masak ikan panggang paccak. Karena ia tahu Mana Nisya suka menu itu.
Pukul 16.30 Wib. Ia baru sampai di rumahnya. Ia telat karena insiden kasih kejutan Ultah yang diberikan oleh Khairiah di counter.
"Koq Ruby sudah pulang. Ini kan masih setengah lima. Biasanya juga pulang jam delapan malam." Ujarnya, menekan handle pintu rumahnya dengan jantung yang berdebar debar.
Kreekk .
Ali mengelus dadanya. Ia cukup terkejut, Karena mendapati Ruby sedang main hape, sambil nonton TV.
"Waaaww... Sudah pulang...? kirain gak pulang lagi, karena sedang rayain ultah dengan ceweknya." Ujar Ruby dengan ekspresi wajah sinis.
Deg
"Cewek? maksudnya aa--pa?" tanya Ali bingung. Mana pernah ia punya cewek. Ia punya istri. Tapi, istrinya malah gak menganggapnya.
"Kamu kan tadi dikasih surprise sama cewekmu. Dikasih hape, ini videonya lagi viral di group FB, tiktok juga."
"Apa..?" tanya Ali dengan tercengang.
TBC
__ADS_1
.