Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Jantungan


__ADS_3

Di sebuah bank pemerintah


Ruby merasa tak nyaman dalam bekerja. Karena ia tengah jadi perbincangan hangat para karyawan yang memang sudah lama kepo tentang kehidupan rumah tangganya, pasca ia menikah. Pasalnya sebelum menikah, Ruby selalu membanggakan kekasihnya yang seorang miliader. Eehh... Ternyata suaminya seorang pria cacat nan miskin.


"Koq bisa ya kita gak perhatikan detail suaminya saat di pelaminan waktu itu. Ternyata suaminya pincang, tangannya juga hanya satu. Hihihi...!" suara itu jelas di dengar Ruby saat ia ingin memasuki ruang kerjanya. Waktu istirahat hampir habis.


"Iya, yang buat aku bingung itu. Ada yang bilang, kekasihnya yang dibangga bangga kan nya itu gak hadir di hari pernikahan mereka dan pria cacat itu yang jadi pengantin penggantinya." Celutuk yang lainnya, yang membuat acara ghibah semakin hot.


Waktu yang tersisa 10 menit lagi, benar benar di manfaatkan mereka untuk membahas Ruby, yang terlihat sikapnya aneh pasca menikah.


Di saat ada acara sosial di tempat kerjanya. Ruby mana pernah bawa pasangan. Padahal kan semuanya sudah tahu kalau ia sudah punya suami.


"Oouuww begitu ceritanya. Pantesan dia jadi lebih banyak diam sekarang. Gak tahunya si Ruby kena ghosting. Hihihi.. Kasihan juga ya si Ruby, cakep cakep dapat suami cacat miskin lagi."


Ada tiga wanita yang sedang membahas Ruby saat ini.


Kreek...


Ruby mendorong pintu ruangan itu lebar,.menatap tajam teman teman yang sedang menggibahnya. Saat itu juga ketiga wanita yang menggosip tentang dia, berpura pura membahas pekerjaan, melirik lirik Ruby yang melewati mereka menuju meja kerjanya.

__ADS_1


Ruby tak mau terpancing. Ia lebih memilih tak pernah mendengar ia sedang diceritakan kelompok kawannya. Karena memang yang dibahas benar adanya. Lagi pula jika ia terpancing, nanti malah jadi masalah besar. Dan pembicaraan tentang dirinya tak kunjung usai.


***


Suasana kantor sudah tak nyaman lagi buatnya Itu semua disebabkan karena cara pandang Ruby yang salah dalam menanggapi masalah yang dihadapinya. Seandainya dia bisa ikhlas dan sabar akan takdir yang menimpanya. Mungkin hatinya sudah lapang, dan bisa melanjutkan hidup dengan baik.


Berbagai keadaan yang sulit dan membuat hidup terasa berat dan hampa muncul silih berganti. Rasa ikhlas dibutuhkan untuk tetap bisa menjalani hidup dengan tenang dan bahagia. Dengan hati yang ikhlas, kita bisa menerima setiap rasa sakit, sedih, dan kecewa. Sehingga, hidup terasa lebih mudah dan indah.


Satu jam Ruby memikirkan masalah nya di sebuah taman kota. Memikirkan nasehat sang ibu yang memintanya untuk ikhlas dan sabar. Dan sepertinya, ia sedang berusaha untuk hal itu. Ikhlas menjalani hidup bersama Ali. Karena orang tuanya menginginkan hal itu.


Lagi pula, mana mungkin ia kembali lagi pada Agam. Ia sudah tidak perawan lagi. Jelas Agam tak akan mau dengannya. Jika suatu saat ia mendapatkan kabar tentang kekasihnya itu.


Tak ada yang mau memahami kondisi batinnya. Semua memaksanya untuk menerima takdir.


Huufftt...


Ali yang merasa tegang, menarik napas panjang. Entahlah jantungnya seolah berlari-lari, jikalau bertemu dengan Ruby. Tak bisa dipungkiri, ia sangat mencintai istrinya itu. Makanya ia tak bisa tegas, untuk mentalak Ruby.


Dalam kasus ini, Ali yang harus berinisiatif kasih perhatian pada sang istri. Semoga ia tak dimaki maki lagi.

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


"A--ku sudah siapkan air hangat untuk mandimu di kamar mandi."


Ruby yang masih dongkol dengan jalan hidupnya. Dikejutkan dengan suara tergagap Ali dibalik pintu kamarnya. Ia yang lagi malas malas an di atas ranjang, akhirnya bangkit dari ranjang empuk itu. Mandi air hangat sepertinya bagus juga. Semoga otaknya bisa fresh setelah mandi.


"Ruby, kalau mau mandi. Aku sudah siapkan air hangat di kamar mandi."


Ceklek


Ali terlonjak kaget, saat pintu kamar itu dibuka sang istri. Sikap bodohnya Ali yang terkejut itu, membuat Ruby jengah menatap Ali. Entahlah sepertinya semua yang ada dalam suaminya sangat dibencinya.


Ruby dengan mata sembabnya, berlalu dari hadapan sang suami. Berjalan lemas ke kamar mandi.


Huufftt

__ADS_1


Ali kembali menarik napas panjang. Sungguh sikap Ruby selalu buatnya jantungan.


TBC


__ADS_2