Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Melihatmu


__ADS_3

Ali dan Fauzan sudah sampai di depan sebuah hotel paling besar di kota itu. Hotel itu berada di tepi pantai yang menyajikan view yang sangat indah dan romantis, apalagi di malam hari.


Acara reuni itu berkonsep outdoor, yang diadakan di taman samping Hotel yang menyajikan view hamparan laut luas, yang diterangi oleh bintang dan bulan. Sungguh cuaca sangat mendukung acara malam reuni malam itu.


Kalau biasanya reunian makan-makan di restoran atau rumah. Kali ini reuni yang diadakan mereka menjajal konsep yang berbeda. Reuni yang mereka adakan, konsep barbeque ala garden party, yang diiringi live music petikan gitar. Sungguh acaranya dijamin seru dan terkesan romantis. Sepertinya bakal banyak yang baper.


 "Waaaww.... Tak menyangka acaranya se Kren ini. Yang datang juga banyak." Ujar Fauzan takjub melihat banyaknya para Alumni yang tengah berkumpul membentuk kelompoknya, karena acara belum dimulai


"Ali sungguh tak suka dengan acara Hura Hura seperti ini. Buatnya ini acara tak berfaedah. Mending ia di rumah, mengerjakan skripsi mahasiswa abadi. Kan lumayan satu skripsi bisa dibayar dengan harga 2 juta.


"Hai Ali, sesekali hidupmu jangan dibuat serius. Nikmati acara ini. Sekalian tebar pesona. Cari ganti si Ruby." Bisik Fauzan dengan semangat, mulai ikut bergoyang mengikuti irama musik dangdut.


"Aku ke acara ini sama saja mau jadi bahan tontonan." Ujar Ali malas menatap Fauzan yang masih bergoyang.


"Eemm... PD aja kali. Kalau kamu gak PD, kamu bakalan benar benar jadi tontonan. Nikmati acara ini .!" Fauzan menarik tangan nya Ali mendekati kumpulan teman seangkatan mereka yang sedang bergitar, dan sebagian lagi sedang bakar ikan serta daging.

__ADS_1


Teman teman seangkatan mereka lebih banyak masih Single. Ya secara masih berumur 21 tahun. Masih lebih banyak anak kuliahan.


"Hei Ali," Seorang pria menepuk bahunya Ali dengan senyum mengembang.


"Hai Rocky, apa kabar?" Ali menyodorkan tangannya untuk berjabat dengan Rocky, tentu tangan nya disambut antusias. Kemudian Ali menyalami semua temannya yang ada dalam kelompok itu


"Tumben si profesor kita, mau ikutan acara beginian." Ujar seorang pria bernama Gilang, menatap tak percaya Ali yang ikut acara reunian.


Ali tersenyum tipis, ini nih yang Ali malaskan


"Mana si Ruby, dengar dengar kamu nikah dengan kakak kelas kita itu. Hebat.... Hebat kamu Al?" Ujar Rocky, kini duduk di kursi dengan tatapan penasarannya.


"Apa..? waaah... Gak nyangka! Selamat bro..!" Gilang dan teman lainnya belum tahu kabar itu. Mereka langsung memberi selamat pada Ali, menyalim tangannya yang kedua kali.


"Iya, terima kasih semuanya. Semoga kalian juga cepat menyusul." Ujar Ali ramah, menampilkan ekspresi wajah bahagia. Menyembunyikan masalah besar yang tengah di hadapinya.

__ADS_1


Setelah berbasa basi dengan teman nya Ali melirik Fauzan, matanya memberi kode. Menanyakan, dari mana teman lainnya tahu tentang pernikahannya.


Fauzan mengangkat bahu berserta kedua tangannya. Sebagai jawaban ia tak tahu soal itu. Ia tak pernah memberi tahu soal pernikahan nya pada orang lain. Emang ia mulut ember.


"Ali, itu Ruby kan? istrimu!" Ali mengikuti pergerakan tangan Rocky yang menunjuk ke sekumpulan wanita dan beberapa pria. Tentu saja kumpulan satu angkatan Ruby.


Deg


Tak bisa dipungkiri, ia masih punya perasaan pada istrinya itu. Jantungnya langsung bermasalah setelah melihat sang istri, yang terlihat ceriah dan sangat cantik berbicara dengan temannya. Istrinya itu mengenakan gaun merah cabe dengan lengan di atas siku. Rambut panjang dibiarkan tergerai dengan bagian belakang bergelombang. Sungguh anggun, semua pria pasti menyukai penampilan seperti itu. Tapi, berbeda dengan Ali. Ia tak suka melihat wanita yang tidak menutup aurat.


Saat ia tinggal serumah dengan Ruby. Ia pernah mengingatkan istri nya itu. Dan karena hal itu mereka malah bertengkar.


TBC


Tinggalkan jejak like komentar positif say. ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2