Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
SAdarkah


__ADS_3

Puk


Pak


Puk


Pak


Sudah tak terhitung lagi beberapa kali Ali menepuk tangan dan kakinya karena digigit nyamuk. Bahkan tubuhnya yang digigit nyamuk  sudah bentol bentol. Padahal Ali sudah menutup tubuhnya dengan sarung. Karena hanya itu yang ia punya, ia tak ada bawa selimut. Tapi, tetap juga si nyamuk bisa menggigitnya.


Ali yang tak bisa tidur, karena diganggu nyamuk nakal. Memutuskan untuk keluar rumah. Ia akan ke mini market terdekat, membeli obat nyamuk, atau apapun itu namanya agar ia tak digigit nyamuk.


Jalanan yang dilaluinya sudah cukup sepi, karena waktu sudah menunjukkan pukul 00.20 Wib. Ali tak bisa bawa motor, karena cacat fisik yang dimilikinya. Jadilah ia harus berjalan tengah malam untuk cari obat nyamuk.


Hufftt..


Ali akhirnya bisa bernapas legah. Ternyata masih ada kedai kopi yang buka selarut itu, dan kebetulan sekali  kedai kopi itu, tersedia obat nyamuk bakar. Jadi ia tak perlu lagi ke mi i market yang jaraknya ada dua kilo meter dari rumah nya.


Sesampainya di depan rumah. Ali terlihat sedang membuka pintu rumahnya. Tapi, kunci yang ia masukkan tak bisa diugunakan untuk membuka pintu rumah mereka.


"Assalamualaikum...?!" ujarnya dengan suara pelan, karena tak mungkin ia teriak teriak, ini sudah sangat larut.


"Kenapa pintu malah dikunci dari dalam. Apa Ruby menguncinya dari dalam?" Ali berbicara sendiri, mondar mandir didepan pintu rumah mereka. Ia sangat yakin akan hal itu.


"Astagfirullahh..! Ya Allah... Gerakkan hatinya, agar mau membuka pintu ini. Aku tak mungkin tidur di luar semalaman. Besok pagi ada ujian tengah semester." Keluhnya, melorotkan tubuhnya bersandar di daun pintu. Niat  hati mau tidur nyenyak, cari obat nyamuk bakar, eehh.. ia malah jadi tahanan luar.

__ADS_1


"Assalamu alaikum...!" Kali ini Ali sedikit mengeraskan suaranya saat mengucapkan salam. Dibarengi dengan suara ketukan pintu.


"KtAk Ruby, buka pintunya.. Kak Ruby...!" Ujar Ali dengan suara semakin meninggi dengan nada  sedikit kesal. Baru satu hari tinggal bersama, ia sudah tak tahan. Apa sih dendam istrinya itu padanya. Harusnya Ruby berterima kasih padanya. Ia sudah jadi korban nikah paksa. Ia, ia akui kalau ia ada rasa pada wanita itu. Tapi, ia belum siap untuk menikah.


TOK


TOK


TOk


Ceklek..


Pintu dibuka secara kasar.


"Berisik banget sih kamu. Makanya kalau keluar pintu itu di kunci. Kamu sengaja mau undang maling ?" ujar Ruby kesal, menatap Ali tajam.


"Dasar teledor..!" masih menatap sinis  Ali yang berdiri di ambang pintu.


Setelah mengatai ngatai sang suami. Ia pun masuk ke kamarnya. Syukur masih ada sisa kesabaran Ali, sehingga ia memilih untuk diam.


***


Pagi ini, Ali bangun dengan keadaan tubuh yang tak bugar. Itu disebabkan karena ia kekurangan tidur. Walau ia merasa badannya pegal pegal. Ia tetap semangat untuk beribadah ke Mesjid. Melaksanakan sholat shubuh berjemaah. Karena itu sudah rutinitas nya setiap hari. Bahkan di kos an nya dulu, ia yang selalu kumandangkan adzan shubuh.


Sepulang dari Mesjid, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 wib. Tadi saat di Mesjid, ia berkenalan dulu pada BKM mesjid. Kalau ia warga baru ditempat itu.

__ADS_1


"Kamu dari mana saja sih? jam segini baru nyampe rumah?" tanya Ruby yang kini baru saja keluar dari kamar mandi. Dan mereka berpapasan di depan kamarnya Ruby. Kali ini bukan handuk yang membelit di tubuh wanita itu. Tapi, kimono. Ya cukup sopanlah, tidak menampakkan bahu dan dadanya. Sehingga Ali tak merasa terancam. Seperti tadi malam.


"Ke Mesjid kak." JAwab Ali datar, berlalu dari hadapan Ruby begitu saja menuju dapur.


Ruby mengikuti pria itu. Ia pun mendudukkan bokongnya di kursi meja makan. Memperhatikan gerak gerik Ali, yang sedang membuatkan teh.


"Aku pernah dengar, katanya memasak itu tugas suami." Ujar Ruby mulai buka suara.


Ali melirik Ruby yang duduk dengan kaki diangkat sebelah, sehingga kini betis putih mulus terekspos.


"Kamu kan sholeh, tahu dong tugas dan tanggung jawab seorang suami. Jadi, kamu harus bisa menjalankan apa yang kamu ketahui itu. Berarti tugas utama kamu di rumah ini memasak, mencuci baju, mencuci piring dan bersih bersih rumah. Kalau kamu gak sanggup lakukan itu. Kamu harus cari pembantu. Karena aku gak mau jadi babu kamu. Paham..!" Ujar Ruby tiba tiba ngegas.


Sontak Ali dibuat terperanjat dengan ucapan Ruby, yang salah pengertian itu.


Walau ia terkejut dengan ucapan Ruby, ia masih mencoba menampilkan ekspresi wajah tenang.


"Dalam Alquran  dijelaskan bahwa suami berkewajiban memberikan mahar kawin, nafkah sesuai kemampuan, pakaian, tempat tinggal, menggauli secara baik, menjaga istri, membimbing istri, dan memberikan kasih sayang. Sementara itu, memasak adalah bentuk pemberian nafkah dari suami kepada istrinya sehingga bisa dikatakan bahwa suami juga harus memenuhi kebutuhan makanan istri, di mana memasak ini merupakan bentuk kasih sayang istri pada suaminya. Dalam artian lain, anggaplah sang suami sudah bekerja mencari nafkah sehingga istri ingin memanjakan suaminya dengan masakan yang lezat, maka ini akan menjadi ladang pahala bagi istri. Jadi, kesimpulannya adalah memasak itu tugas bersama, istri maupun suami, dalam berumah tangga. Jika istri rida untuk selalu memasak bagi suami dan keluarga, maka pahala melimpah baginya. Tapi, kalau kakak gak ridho untuk melakukan pekerjaan rumah, ya tak apa. Aku yang akan melaksanakannya. Karena aku tak ada uang gaji pembantu." Ujar Ali dengan lembut, seolah ia tak menyangkal pernyataan Ruby.


YESSS...


Ruby bersorak dalam hati, ia senang karena merasa bisa membodoh bodohi Ali. Ia tak akan minta cerai lagi pada Ali. Ia akan memanfaatkan pria ini sebagai kacungnya. Kan lumayan, ada yang masakin, cuci baju, bahkan bersih bersih rumah.


Intinya sebelum ia bisa kembali pada Agam. Ia akan memanfaatkan Ali. Ruby merasa Ali seperti orang bodoh, ya pantaskah dikerjain. Lagian siapa juga yang mau punya suami cacat dan miskin. Ya seumpama cacat minimal kayalah. Jikalau miskin, setidaknya tampan.


"Sepertinya kakak tahu betul tentang hukum fikih, berarti kakak sadar kalau aku ini benar suami kakak. Apa sikap kakak selama ini mencerminkan sikap seorang istri?"

__ADS_1


NYUKK...


Air yang ada di mulutnya Ruby muncrat semua. Ia tersedak sudah mendengar ucapan Ali, yang mengena di hati.


__ADS_2