Dinikahi Pria Cacat

Dinikahi Pria Cacat
Suara itu


__ADS_3

❤️Dua tahun kemudian❤️


Di siang hari yang cerah, di sebuah rumah mewah berlantai empat. Tampak sebuah keluarga sedang bercengkrama dengan penuh canda tawa, setelah makan siang, di ruang keluarga. Seorang anak kecil yang sangat cantik dengan rambut panjang lebat dan halus itu sedang bergelayut manja di pangkuan sang ayah.


"Tadi di sekolah ngapain saja anakku sayang?" ujar sang Ayah dengan wajah penuh cinta, menjepit pipi tembem sang putri.


"Eemmm... Ta, dii di sekolah, ummi minta akyu bercerita tentang ayah dan Mammah.." bicara dengan centilnya. Gadis kecil itu adalah Aysha Ailani Arka.


Putri dari seorang pria cacat yang bernama Ali Yusuf. Aysha tumbuh dengan sangat baik. Di usia 9 bulan ia sudah bisa berjalan. Dan di usia satu tahun sudah bisa bicara. Bahkan ia sudah bisa menyusun sebuah kalimat dengan baik saat berkomunikasi.


"Oouuww.... Ali mencium pipi sang putri gemesh. Putrinya itu sangat pintar dan periang. "Coba ceritakan sama ayah, apa yang Aysha katakan pada Ummi nya tentang ayah dan ibu " Ujar Ali lembut dengan mata berkaca-kaca.


"Nama ayahhh ku Alli Yusuf dan nama mammah ku Khairiah Fazli. Ayah dan Mammah ku sa... gat sa----yang padaku!" merentangkan kedua tangan dan membuat emoticon love. "Setiap sore akyu diajak jalan jalan, keliling taman, main perrosotan dan ayunan. Kami adalah sebuah keluarga bahagia, walau ayah dan ibuku LDR an..!" ujarnya sudah seperti orang dewasa. Bicaranya sangat jelas. Tapi, tingkah nya selalu buat gemesin dan lucu. Apalagi disaat bibir kecil itu sudah cuap cuap. Bahkan ia sudah tahu apa itu LDR.


Hihihi...


Ali tertawa gemesh dengan tingkah sang putri. Yang cukup terbilang sikapnya tak seperti anak dua tahun pada umumnya.


"Oouuww... Anak ayah memang pintar." Ali menggelitik sang putri, kemudian meng uyel uyel gemesh perut buncitnya Aysha. Anak itu baru dua tahu, tapi berat badannya sudah 14 kilo gram.


"Ayah, Gelli... Gelli ayah...!" Aysha tertawa sangat kencang. Karena gak tahan digelitik sang ayah.


Aksi gelitikan itu pun terhenti. Karena Aysha yang heboh dalam pangkuan sang ayah, hendak terjatuh ke lantai. Maklum lah Ali hanya punya satu tangan yang bisa difungsikan dengan baik. Jantungnya rasanya mau copot, karena sang putri hendak terjatuh.


Aysha merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah sang ayah dengan menyelipkan nya ke belakang telinganya. Ia menatap kesal ayahnya itu, karena ia lelah setelah tertawa lepas itu.


"Ayah siihh... Sukka kalli gelitik akyu, cebellll tayukkk..!" cemberut pada Ali yang menatap sang putri dengan penuh cinta.


"Maaf ya sayang...!" meraih kedua tangan mungil itu dan menciuminya.


"Gak...!" membuang muka, sebagai bentuk berontak pada sang Ayah.


"Jadi ayah harus apa dong, biar dimaafkan!" Ali menampilkan ekspresi sedih.

__ADS_1


"Eeemmm... A, yah, " Ali manggut manggut mengikuti gerak kepala sang putri yang bicara dengan seluruh organ tubuh ikut gerak. "Ayyah, haryus ajak akyu ke Molll....!" ujarnya dengan menjentikkan jari.


"Ooohh itu gampang. Tunggu mammah datang ya sayang.. !" Ali bangkit dari duduknya. Dan Aysha langsung bergerak ke punggung bidang sang ayah. Ia pun di gendong belakang.


"Ayyah, tangan ayyah kenapa.. Koq satu kocik, menggantung gantung ayyah...?"


Aysha selalu penasaran dengan tangan sang ayah, yang ukurannya sangat beda. Tangan kanan, besar kuat dan kokoh seperti tangan Popeye, sedangkan tangan kiri, seperti lidi kecil dan ototnya tak berkembang.


"Kata nenek, ayah dulu sakit, demam tinggi. Umur 6 bulan, kejang kejang." Ali yang sudah mendudukkan Aysha di atas ranjang mempraktekkan orang yang kejang kejang. Tubuhnya bergetar hebat. Penjelasan sang ayah diperhatikannya detail.


"Ya karena itu tangan ayah dan kaki ayah ini, gak berkembang baik. Makanya Aysha jangan malas disuruh si bibi untuk tidur ya nak? karena anak yang malas tidur. Nanti bisa kejang kejang. Karena lelah main terus.


Ya Aysha kalau sudah asyik main. Gak mau diajak tidur. Gadis kecil itu melawan Mataya yang sudah ingin merem. Bahkan sering kedapatan ketiduran sambil main. Oleng kanan oleng kiri. Tapi, disaat ia hendak kehilangan keseimbangan tubuh nya. Ia pun tersadar dan kembali bermain.


"Iya Ayyah, ecok, akyu tidull sama bibik." Ujarnya turun di dari ranjang. Berjalan ke lemari pakaiannya. Dia yang akan memilih sendiri pakaian, karena mereka akan ke mall.


"Ayyah, telpun mammah, cuyyuh cepat kessini!" titah gadis kecil yang kepintarannya di atas rata-rata itu, mendongak menatap sang ayah yang ada di hadapannya, sedang mengambil baju dari lemari nya.


"Sudah, sebentar lagi Mama datang." Ali menyodorkan pakaian sang putri kepada ART.


Gadis kecil itu berlari menghampiri Khairiah. Mamanya itu pun menangkapnya dan menggendongnya. Kemudian mencium gemes pipi tembem Aysha. Setelah itu mereka pun TOS.


"Mammah, bessok arus tidul di sini yah .?" bicara dengan menggerakkan kepalanya ke bawah.


"Eemmm... Oke!" Khairiah mengangguk.


"Kita pergi sekarang?" tanya nya pada Ali


"Iya Khai, nanti malam aku ada pertemuan dengan relasi bisnis." Sahut Ali tersenyum pada Khairiah. Khairiah menanggapi ucapan Ali dengan seulas senyum.


Kini mereka sudah sampai di sebuah mall, terbesar di Ibu kota negara Indonesia itu. Ya, Ali kini berdomisili di Jakarta pusat.


Tentu saja tujuan mereka datang ke mall itu untuk mengajak Aysha bermain di wahana permainan anak anak. Puas bermain, si Aysha pasti ajak makan di restauran. Ia suka makan kuliner berbahan mie. Terutama mie tiaw dan mie Aceh. Pokoknya segala jenis mie ia suka.

__ADS_1


"Ayyah, habis mamam mie ini. Kita maman ice cream ya Ayyah...!" pintanya pada Ali, dengan menggoyang lengan sang ayah. Mini mereka duduk bersebelahan di sebuah restauran di dalam mall itu.


"Eemmm... Lihat tu perut udah condong ke depan. Dan pantat mu menonjol ke belakang. Gak takut gendut kamu Ay..?" Celetuk Khairiah, gemas pada sang putri. Ia pun mencubit kuat pipi tembemnya Aysah.


"Ayyahh... Litat Mammah, Nakal Ayyah...!" ujarnya merengek dk hadapan Ali.


"Mammah jangan cubit cubit anak gadisku ini!" mencium gemesh pipinya Aysha, bekas Khairiah menciumnya.


"Mammah beneran gak sih ibuku? koq kita gak ada mririp mirrip nya ya?" Ujar Aysha menatap lekat Khairiah di hadapannya.


."Kamu itu mirip ayah sayang" Sahut wanita itu tersenyum tipis, menatap Ali dsn Aysha Secara bergantian.


"Mamah... Minta kaca!"


."Untuk apa sayang?" tanya Ali heran. Koq putrinya itu minta kaca siang bolong itu.


"ku mau berkacca lah Ayyah" celutuk Aysha.


"Oouuw.. Kita pulang, berkacanya di rumah saja. Banyak kaca besar di rumah.


Mereka keluar dari restauran mewah itu. Masih ingin menikmati keseruan saat di mall.


Aysha berada dalam gendongan sang Ayah. Sedangkan Khairiah mengekor di belakang.


"A, Ali.,!"


saat hendak masuk ke tempat time zone. Ali dibuat terkejut dengan suara yang memanggilnya. Ia tahu pemilik suara itu. Dengan jantung yang berdetak cepat itu. Ali membalik badannya. Guna melihat dengan lebih jelas, siapa orang yang memanggil namanya itu.


Deg


"Ruby....!"


TBC

__ADS_1


Kantuk banget...!


__ADS_2