
Roy berhasil membawa ruby dari restaurant itu. Memapah Ruby yang kini berjalan sudah sempoyongan. Ruby tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya. Ia merasa sangat bergairah saat ini. Sesuatu mendesak ke bagian intinya.
“Lepas… Kamu mau bawa aku ke mana Roy?” Ujar Ruby masih berusaha berontak dari dekapan Roy.
“Ke surga dunia.” Roy tersenyum penuh menyeringai. Ia tak menyangka semudah ini mengelabui Ruby.
“Sialan kamu..! Tolong…!” Walau Ia merasa sangat bergairah. Ia tetap berusaha menyadarkan dirinya. Terus berontak dari rengkuhan Roy.
“DIAMM..!” menatap tajam Ruby yang terus berontak dari rengkuhannya. Ia merasa sangat kesusahan menjangkau kamar yang sudah dipesannya. Karena Ruby terus saja berontak.
‘Tolong… Tolong..!” teriak Ruby dengan frustasinya. Koq tak ada orang yang melintas di lorong hotel yang mereka lalui saat ini.
Roy dibuat panik dengan Ruby yang terus berontak, kamar yang dipesannya ada dipojokan.
“Tolong…Tolong,…Tolong..!” Terus berteriak sambil mengendalikan diri yang tersulut birahinya. Rasanya ia sudah seperti cacing kepanasan.
"Diam, nanti juga kamu akan suka."
"Tolong…Tolong…!” Ruby melihat seorang pria melintas, dipersimpangan, ia pun memperkuat teriakannya.
“Ali.. Ali.....Ruby di sini..” Teriak Fauzan, berlari
__ADS_1
ke arah Roy dan Ruby. Ternyata Ali dan Fauzan mencari keberadaan Ruby sejak tadi.
“Sialan…!” Roy yang ketahuan, menghempaskan tubuh Ruby yang
kehilangan keseimbangan itu. Sehingga wanita itu terjatuh di lantai. Ia pun melarikan diri.
Ruby yang ambruk di lantai, dibiarkan Fauzan karena ia lebih tertarik mengejar Roy. Ia akan memberi pelajaran pada pria itu. Bila perlu diproses hukum.
Tentu saja Ali yang akan membantu istrinya bangkit. Ali jadi merasa bersalah. Ia sebagai suami gagal sudah menjaga istrinya itu. Dengan satu tangan, ia berusaha membantu Ruby untuk bangkit.
“Lepas…Aku bisa sendiri. Aku tak butuh bantuannmu!” ketus Ruby, menepis tangan Ali yang berusaha membantunya bangkit.
Sudah dalam keadaan tak baik baik, istri nya itu masih bersikap sombong padanya.
Gaun yang dikenakan sudah tersingkap, menampilkan betis sang istri yang putih mulus. Ya Ruby hanya mengenakan leging hingga lutut saja
"Ayo bangkit!" masih mencoba meraih tubuh sang istri yang seperti cacing kepanasan itu. Ali merasa kesusahan mengangkat tubuh sang istri. Karena ia hanya punya satu tangan yang bisa difungsikan.
"Kamu sedang tidak baik baik. Ayo kita pulang!" bicara tegas, mencoba memapah tubuh sang istri agar bangkit.
Ruby yang mengerti dengan kondisinya. Akhirnya berusaha untuk bangkit. Hingga kini Ali sudah menuntun Ruby melangkah ke luar dari hotel itu.
__ADS_1
Ali terus saja, berusaha membantu sang istri untuk berjalan dengan benar. Karena Ruby sudah tak terkendali lagi. Miliknya terasa
ingin digesek gesek. Ali tahu apa yang terjadi pada istrinya itu. Ia mendekapnya kuat dengan satu tangannya.
“Tenang.. Kita akan pulang.” Ujar Ali lembut di telinga sang istri yang membuat Ruby menggeliat mendengar suara Ali, yang menurut nya sangat sexy. Entahlah semuanya sudah menyulut birahinya.
“Ali… Kamu jangan sentuh aku.” Ujarnya dengan mata sayunya. Masih berusaha berontak dari rengkuhan sang suami.
“Iya. Kita pulang sekarang.” Ujar Ali, memilih keluar dari pintu samping. Karena ia tak mau orang melihat mereka.
Ternyata, Roy dan Fauzan serta beberapa teman lainnya. Malah di tempat itu, terlihat sedang berkelahi dengan kelompok masing masing. Sehingga acara reuni berubah jadi perkelahian.
Ali mencari jalan lain. IA tak mau Ruby yang terangsang jadi pusat perhatian. Ia pun menemukan pintu keluar dari arah belakang. Menggotong Ruby di bahunya. Karena Ruby sudah tak bisa berjalan dengan normal lagi.
Ali sudah berhasil keluar dari area hotel itu. Masih menggotong Ruby di bahunya. Posisi mereka yang tak berada di jalan lintas. Membuatnya kesusahan menemukan angkutan. Setidaknya ia akan membawa Ruby naik Taxi.
Ruby terus meracau dalam gendongan Ali. Ali jadi merasa kesusahan menggendong istri nya itu.
"Becak... Becak..!" Ali akhirnya bisa bernafas lega. Di larut malam begini masih ada becak yang melintas.
"Mabuk ya?" tanya tukang becak tak heran melihat Ali yang membawa seorang wanita.
__ADS_1
"Iya bang " Jawab Ali, mendudukkan Ruby di jok becak itu.
TBC