
Suami yang pergi meninggalkan rumah dalam keadaan bertengkar dianggap sebagai perbuatan yang mubah atau boleh dilakukan. Hal tersebut dapat dilakukan jika alasan suami meninggalkan rumah dalam keadaan bertengkar bertujuan untuk mendinginkan suasana. Demi kemaslahatan rumah tangga tersebut.
Ali sebenarnya merasa sangat berat mengambil keputusan itu. Bagaimana pun ia sangat ingin mempertahankan rumah tangganya. Berharap Ruby berubah dan menerima segala kekurangan yang ia miliki. Tapi, nyatanya dua bulan pernikahan mereka
Sikap Ruby tetap sama. Tak ingin membina biduk rumah tangga dengannya. Ruby mau bertahan, hanya karena takut dikeluarkan dari kartu keluarganya.
Ali yang tak mau orang orang di kampung bergunjing tentang keluarga Haji Zainuddin. Terkait dirinya yang menikah dengan Ruby. Akhirnya tetap memutuskan tinggal di kota Sibolga. Ia mencari kost an yang dekat ke kampusnya. Apalagi sekarang ia sedang mengerjakan skripsi. Waktu lebih banyak fokus mengerjakan tugas akhir itu.
Tak terasa waktu cepat berputar. Sudah dua bulan mereka pisah. Bahkan sekalipun mereka tak pernah bertemu. Ali jikalau pergi kerja ke peternakan Haji Zainuddin. Tak pernah singgah lagi ke rumah Haji Zainuddin. Habis kerja ia langsung pulang ke kota Sibolga.
Malam ini Ali dibuat dilema. Ia dapat tawaran jadi dosen di kampus tempat ia kuliah. Selama ini memang Ali sudah jadi asisten dosen. Dan disaat ia dapat gelar sarjana. Pihak kampus menawarkannya jadi dosen. Otak jenius serta punya kepribadian yang baik, membuat pihak kampus ingin merekrut dirinya jadi dosen, walau ia punya cacat fisik. Yaitu tangan sebelah kirinya yang tak bisa difungsikan serta ia yang berjalan pincang.
Jikalau ia menerima tawaran jadi dosen. Ia harus berhenti bekerja dengan Haji Zainuddin. Karena jam mengajar yang tak menentu. Karena di kampus itu ada masuk pagi hingga sore.
Tekat Ali sebenarnya sudah bulat ingin jadi Dosen. Tapi, ia enggan rasanya minta berhenti bekerja dengan Haji Zainuddin. Dalam kebingungannya itu. Ia dikejutkan dengan ketukan pintu kamar kost an nya.
"Assalamualaikum... Ali.. Kamu masih di dalam." terdengar suara seorang pria. Teman kampus, sekaligus teman waktu SMA nya bernama Fauzi.
"Walaikun salam.... Iya, tunggu sebentar." Ali membukakan pintu dengan malasnya.
__ADS_1
"Ya ampun Ali, kamu koq belum siap siap? sudah jam delapan lewat ini?" Fauzi menunjukkan arloji yang membelit pergelangan tangannya.
"Aku malas keluar." Ali pun mendudukkan bokong nya di atas tikar lipat. " Banyak kerjaan." Jelasnya lagi pada Fauzi.
"Kamu dari tahun ke tahun gak pernah mau ikut reunian." Ujar Fauzi sebel. Ia tadinya sudah sangat berharap si Ali yang akan jadi temannya ke tempat reuni.
"Ngapain ikut ikut acara begituan. Yang ada nanti aku jadi bahan tontonan orang." Ujar Ali getir. Tak dipungkiri ia sering minder dan terbawa perasaan dengan keadaan fisiknya yang tak sempurna.
"Ya banyak lah Ali. Namanya juga menjalin hubungan silaturahmi. Siapa tahu, ada Abang kelas kita yang sudah sukses. Bisa tukar pikiran dan tanpa kenakalan. Siapa tahu ada yang sudah punya perusahaan terus kita ditawari kerja disana " Fauzi bicara dengan sangat diplomatis.
"Kamu lihat dong keadaan saya. Mana ada perusahaan yang mau mempekerjakan orang cacat." Ujar Ali tegas, menatap malas Fauzi.
"Eeehhmm... Ya sudah, anggap aja ajang silahturahmi. Siapa tahu nanti kamu ketemu Ruby di sana." Ujar Fauzi Cengengesan. Ya Fauzi juga salah satu karyawannya Haji Zainuddin.
"Dasar cinta, koq penderitaannya gak ada akhirnya ya?" Fauzi masih menampilkan ekspresi wajah meledeknya.
"Cinta itu kejam Zi, seperti nya hanya orang cantik dan tampan bisa mendapatnya."
"Heeii... Kamu tampan loh Ali..!" Jelas Fauzi, menyemangati Ali.
__ADS_1
"Sudahlah... Mending kamu pergi sana!"
"Bener kamu gak mau ikut? gak mau lihat Ruby? kamu gak kangen gitu, sama istrimu yang cantik itu? ingat....Yang tahu dia sudah menikah hanya segelintir orang. Nanti dia kena goda cowok kaya di acara reunian. Ditinggal kamu." Fauzi terlihat bicara serius.
"Mungkin itu yang terbaik." Jawab Ali cepat.
"Jangan muna jadi orang Al. Aku tahu, kamu masih berharap Padanya. Buktinya kamu gak mau ceraikan dia "
"Ayo... Ayo berangkat! banyak cerita kamu. Gak tahu kamu masalahku apa Fauzi. Aku bukannya mengharapkan dia. Tapi, sedang menjaga perasaan Haji Zainuddin. Kamu tahu sendiri aku banyak hutang Budi padanya. Kalau gak karena dia. Mungkin aku bukan jadi orang, seperti saat ini." Ali terlihat kesal, mengungkapkan uneg uneg di hatinya Pada Fauzi.
"Waduh... Yang cinta tak terbalas. Lagi sensi." Ujar Fauzi menggoda Ali, dengan ekspresi dibuat lucu.
"Dasar kamu!" Ali menoyor kepala Fauzi, kuat sehingga pria itu keluar dari rumah Ali.
Hahaha..
"Cinta... Cinta.. Kenapa derita nya tiada akhir!" Ujar Fauzi menggoda Ali yang kini sedang duduk di boncengan motornya.
Akhirnya Ali mau juga ikut acara reunian SMA mereka, yang diadakan setiap tahun, dari semua tingkatan alumni.
__ADS_1
TBC.
Yuk dukung novel ini say, dan novel baruku berjudul Hasrat Liar Istri Simpanan. Aku sedang ikut lomba dalam event konflik rumah tangga. Mohon doanya agar masuk juara say.🙂🙏